
" Baiklah, ayo!!", Ucap Tian Yue. Dan mereka pun pergi ke ruang istirahatnya.
Sesampainya di sana, terlihat murid dan tetua Akademi Pedang Surgawi sedang berkumpul dan berbincang bincang.
" Eh, Xiao An. Kau sangat hebat!!, Tidak ku sangka ternyata kau juga ahli senjata. Aku selalu berpikir apakah kau bisa segalanya?, Bahkan alkimia?, Aku penasaran tentang itu. Kau selalu punya pil dan obat-obatan bersamamu", ucap salah satu tetua.
Mereka menatap Xiao An berharap menemukan jawaban terhadap pertanyaan yang tetua lontarkan.
" Emmhhh, ya. Sebenarnya aku juga seorang alkemis", ucap Xiao An jujur. Dia tidak suka berbohong jadi, dia selalu mengatakan kebenaran meskipun hanya setengahnya.
" Oh, benarkah?, Kenapa kau tidak masuk jurusan alkimia?", Ucap tetua itu.
" Awalnya aku berencana untuk masuk, tapi aku merasa cukup dengan pelajaran yang aku dapatkan dari buku. Dan saat itu juga aku sangat membutuhkan formasi dan aku ingin mempelajarinya lebih dalam lagi. Oleh karena itu, aku hanya memasuki 2 jurusan", jelas Xiao An.
" Begitu rupanya. Aku sedikit kecewa, tapi itu sudah menjadi pilihanmu", ucap tetua itu. Tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu. Tian Yue membuka pintu dan terlihatlah 2 sosok yang sangat akrab. Siapa lagi kalau bukan kakek Luo dan Xiao Yu.
Para murid perempuan menjerit terpesona oleh tampang Xiao Yu.
" Wahh, tampan sekali", ucap para murid perempuan. Mereka langsung merapikan rambut dan pakaian mereka. Lalu menunjukkan senyuman manis yang mereka miliki. Namun, Xiao Yu sama sekali tak menghiraukan mereka. Dia berjalan ke hadapan Xiao An lalu dia tersenyum sembari mengacak-acak rambut Xiao An. Para murid perempuan pun memasang wajah cemburu mereka setelah melihat apa yang Xiao Yu lakukan.
" Kakak, hentikan!!", Ucap Xiao An. Lalu Xiao Yu pun menghentikannya.
Para murid perempuan itu terkejut dengan sebutan Xiao An kepada Xiao Yu.
' hah?, Dia kakaknya Xiao An ?, Wahh, baguslah. Aku bisa mendekati Xiao An untuk mendapatkan kakaknya', batin para murid perempuan itu.
" Emmh, Xiao An kau sangat hebat", ucap salah satu murid perempuan.
" Ya, ya, kau sangat hebat Xiao An", ucap mereka.
' aku tau apa maksud kalian', batin Xiao An.
Setelah itu, mereka kembali membicarakan perjalanan mereka setelah pertandingan ini selesai. Di tengah tengah pembicaraan, seseorang mengetuk pintu.
" Biar aku saja yang membukanya", ucap Tian Yue.
" Ah, halo, apakah ini ruang istirahat Akademi Pedang Surgawi?", Ucap orang itu.
" Oh, ya memang benar. Ada apa?", Ucap Tian Yue.
" Selamat untuk kerja keras kalian semua!!!, Aku membawa hadiah untuk kalian", ucap orang itu sembari memberikan sebuah kotak besar dengan hiasan merah yang sangat indah.
" Oh, terima kasih", ucap Tian Yue. Lalu orang itu pun pergi dan Tian Yue kembali masuk.
" Eh, apa itu?, Siapa tadi?", Ucap salah satu tetua.
" Ada orang yang memberikan ini dan katanya ini adalah hadiah atas kerja keras kita. Mungkin dia salah satu panitia", ucap Tian Yue.
Ketua dan para tetua yang mendengarnya merasa aneh. Mereka saling memandang.
" Jangan dibuka!!!, Apa kau masih ingat wajahnya?", Ucap kakek Luo.
" Aku... Aku lupa bagaimana wajahnya. Kenapa jangan di buka?", Ucap Tian Yue.
" Jangan!!, Itu berbahaya. Ada seseorang yang berusaha untuk menyerang kita. mungkinkah mereka tidak suka dengan kemenangan kita?", Ucap salah satu tetua.
" Hah?, Kakek, aku tidak mengerti", ucap Xiao An.
" Oh tidak, ini racun!!", Ucap kakek Luo. Para murid sedikit ketakutan dan mulai mendekati para tetua.
" Tidak apa apa, kalian jangan takut. Aku akan membuang kotak ini sendiri", ucap kakek Luo.
" Tapi, ketua ini sangat berbahaya. biar kami saja yang membuangnya", ucap para tetua.
" Tidak, biar aku saja", ucap kakek Luo lalu dia pun pergi membawa kotak besar itu.
Setelah beberapa saat, mereka kembali tenang dan saat itu juga Xu Kai menarik tangan Xiao An untuk kedua kalinya. Namun, di hentikan oleh Xiao Yu.
" Lepaskan tanganmu dari adikku!!", Ucap Xiao Yu dengan mata tajamnya yang siap menusuk siapa saja yang di lihatnya.
" Hei, aku ingin berbicara dengannya. Ini penting", ucap Xu Kai dengan mata tajamnya.
" Memangnya hal penting apa yang harus kau bicarakan dengan adikku?", Ucap Xiao Yu.
" Ah, kau sangat merepotkan. Lebih baik kau juga ikut, akan ku ceritakan semuanya.", Ucap Xu Kai.
" Hei, kenapa kau mengajakku?", Ucap Xiao Yu.
" Karena kau juga termasuk kedalamnya", ucap Xu Kai.
" Hah?, Aku tidak mengerti", ucap Xiao Yu dengan tangan yang menggaruk kepala padahal tidak gatal.
" Ayo!!", Ucap Xu Kai. Kali ini dia menarik tangan adik kakak itu untuk pergi ke tempat yang sepi.
Setelah mereka menemukan tempat sepi, Xiao An segera membuka mulutnya dan mulai berbicara.
" Sebelum pertandingan ahli senjata, aku dan kakakku berhasil menangkap seorang ras rubah yang mencoba untuk merayu kakakku", ucap Xiao An.
" Baguslah, apa kau menemukan informasi?", Ucap Xu Kai.
" Ya, aku menemukan informasi, tapi tidak banyak. Mereka ingin menjadi penguasa dari seluruh ras bahkan ras manusia biasa sekali pun. Mereka punya ambisi besar dan sebenarnya ini sudah terjadi sekitar 4 tahun. Namun mereka selalu berhasil bersembunyi terutama menyamar.
Mereka ada di hampir semua rumah bordil yang ada di wilayah tengah. Mereka mulai beraksi ketika malam hari sampai fajar. Tapi sayang, aku tidak menemukan tempat persembunyian mereka. Itu seperti tertutup rapat saat aku berusaha untuk mencari informasi itu di otaknya", jelas Xiao An.
" Tampaknya mereka menggunakan jurus terlarang agar tak ada yang bisa mengetahuinya. Oh ya, dimana orang yang kalian tangkap?", ucap Xu Kai.
" Aku menguncinya di ruangan paling ujung", ucap Xiao An.
" Sebenarnya, ini ada apa?", Ucap Xiao Yu.
" Begini, aku dan Xiao An berusaha untuk menangkap ras rubah yang telah menyebabkan masalah di wilayah tengah ini. Dan kita akan memburu mereka malam ini", ucap Xu Kai. Dia tak lagi canggung untuk berbicara kepada Xiao An.
" Oh baiklah. Aku sangat menyukai hal menantang seperti ini", ucap Xiao Yu dengan semangatnya.
Mereka pun pergi ke ruangan yang Xiao An maksud. Setelah sampai, Xiao An segera membuka kunci itu dan terlihatlah seorang perempuan yang tengah berdiri di tengah-tengah ruangan. Dia tampak seperti patung, tidak bergerak sama sekali. Hanya kelopak mata dan matanya yang dapat di gerakkan.
" Hei, bagaimana?, Apa kau nyaman di sini?, Ha ha ha aku lupa kalau kau tidak bisa berbicara sekarang", ucap Xiao An. Lalu Xiao An pun membuat mulutnya dapat berbicara lagi.
" Awas saja kau!!!, Bangsa ku pasti akan menghancurkanmu. Dasar manusia tak berguna!!!, Kau hanya bisa bekerja sama dengan mereka. Aku yakin kau tak akan bisa menyerangku jika kau sendiri", ucap wanita rubah itu.
" Apa kau bilang?, Manusia? Emmh, maaf tapi aku bukan manusia biasa. aku juga sangat berguna, terutama untuk menangkap bangsamu itu. Aku berasal dari ras yang sama dengan mereka. Kau tau, aku bahkan dapat melawan pemimpin ras kalian. Itu sangat mudah bagiku", ucap Xiao An dengan nada yang terdengar sombong. Namun, Xiao An sengaja agar memancing kemarahan wanita itu.
" Kau!!!, Sebentar lagi, kau akan tamat, ha ha ha", ucap wanita itu sembari tertawa kencang. 5 orang berpakaian hitam mengepung mereka. Wanita itu tersenyum puas. Namun, sebenarnya dari awal Xiao An sudah tau, jadi dia hanya diam tak terusik sedikit pun oleh kedatangan mereka. Berbeda dengan Xiao Yu dan Xu Kai. Mereka terkejut dengan kedatangan 5 orang yang langsung mengepung mereka.