
" Dengan ini saya umumkan hasil pertandingan kultivasi dan senibeladiri di menangkan oleh Akademi Pedang Surgawi sebagai juara pertama, Akademi Tian Lu sebagai juara ke 2, dan Akademi Pedang Bulan sebagai juara ke 3. Selamat untuk Akademi yang memenangkan posisi tiga besar dan untuk Akademi lainnya, tetaplah bekerja keras untuk memenangkan pertandingan di 5 THN ke depan. Cukup sekian dan selamat beristirahat untuk kalian semua", ucap panitia itu.
Persis setelah panitia berhenti berbicara, semua orang pun membubarkan diri dari sekitar arena.
Para murid yang bertanding pun kembali ke ruang istirahat akademi mereka.
" Tadi itu hampir saja kau menghancurkan seluruh arena", ucap ketua.
" Maaf kakek, aku terpaksa melakukan itu. Apa kakek tau orang yang melempar jarum?", Ucap Xiao An. Tangan kakek Luo pun mengepal hingga kuku kukunya menancap pada buku buku jarinya.
"Dari yang kakek lihat, sepertinya dia berasal dari sekte aliran hitam. Mungkin ada seseorang yang menyuruhnya untuk melumpuhkan kalian. Maafkan kakek karena tidak bisa menjagamu dan juga yang lainnya", ucap kakek Luo dia tampak kecewa kepada dirinya sendiri.
" tidak apa apa kakek. Lagi pula aku tidak bisa terus bergantung kepadamu. Aku harus mandiri agar aku benar benar bisa menjaga diriku sendiri di mana pun dan kapan pun. Aku tak bisa menyalahkan kakek soal kejadian tadi. Tapi, kemungkinan setelah ini akademi kita akan diawasi oleh berbagai macam orang. Kita tidak tau apa mereka orang baik atau jahat", ucap Xiao An.
" Ya, kau benar. Ketika kita kembali, kita harus segera memperketat keamanan akademi", ucap kakek Luo.
Tibalah mereka di ruang istirahat. Tampak orang orang dengan wajah yang bermacam macam. Ada yang ketakutan sampai tubuhnya gemetar, ada yang menatap dengan bingung, dan hanya ada 1 orang yang menatap dengan tajam. Ya, dia adalah Xu Kai.
" Kalian ini kenapa?", Ucap Xiao An dengan polosnya. Mereka saling melirik satu sama lain. Mereka diam, tak ada yang berani untuk menjawab. Hingga akhirnya, seseorang bertanya.
" Sebenarnya, tadi itu apa?, Kenapa kau bisa begitu?", Ucap tetua.
" Itu..... Bukan apa apa. Itu hanya sesuatu yang terjadi jika aku sangat marah", ucap Xiao An sedikit jujur.
" Ta..tapi, ke...kenapa... bisa... begitu?", Ucap Tian Yue dengan terbata bata.
" Sudah ku bilang kan kalau tubuhku berbeda dengan yang lain. Ini.... Cukup rumit", ucap Xiao An. Tampaknya, dia sendiri juga agak ragu dengan hal itu. Xiao An sendiri belum begitu mengerti dengan kondisi tubuhnya yang berbeda. Masih banyak yang belum dia ketahui tentang tubuhnya. Hingga membuat dirinya bertanya tanya sebenarnya tubuh ini membawa berkah atau malapetaka?, Entahlah.
Karena hampir tidak ada berita lain tentang tubuh Ashura selain darah yang dapat di kendalikan menjadi racun atau obat. Selain itu, tidak mungkin terjadi karena Xiao An adalah seorang penguasa ras naga.
Xiao An tidak tau harus bagaimana mengatasinya, apalagi dia tidak tau marah seperti apa yang tidak akan memancing tubuhnya untuk bereaksi seperti di arena tadi. Sebagai manusia pastinya dia juga akan marah terhadap sesuatu yang tidak dia sukai.
Setelah itu, mereka beristirahat dengan damai untuk beberapa saat dan kembali ke penginapan masing masing dan sebagian pergi ke rumah makan Haozi.
Keesokan harinya, mereka kembali ke tempat pertandingan untuk menonton pertandingan formasi spiritual. Hari ini adalah hari dimana Xiao An akan kembali bertanding di arena formasi spiritual. Dan di hari ini juga pertandingan ahli senjata di laksanakan setelah pertandingan ahli formasi selesai.
Di sana telah berkumpul para ahli formasi yang belum maju ke babak final. Terlihat 8 orang tersisa dari banyaknya yang bertanding. Nampaknya seorang panitia sedang mengumumkan siapa yang akan bertanding melawan siapa.
Ada 2 ahli formasi yang tersisa dari Akademi Pedang Surgawi, 2 ahli formasi dari Akademi Pedang Bulan, 2 ahli formasi dari Akademi Tian Lu, 1 ahli formasi dari Akademi langit biru dan 1 ahli formasi dari Akademi Awan kabut.
Pertandingan pertama di mulai dari Akademi langit biru melawan Akademi awan kabut. Kedua ahli formasi itu melangkah maju ke atas arena. Mereka terlihat sangat angkuh dengan senyum lebar yang mereka banggakan.
Masing masing mereka sudah mempersiapkan formasi apa yang akan digunakan. Beberapa kali terjadi ledakan karena gesekan energi. Ya, itu sangat wajar. Hingga beberapa saat kemudian, keluarlah seorang pemenang dari pertandingan pertama. Dia adalah ahli formasi yang berasal dari Akademi langit biru.
Di pertandingan kedua Akademi Pedang Bulan melawan Akademi Tian Lu. Mereka mulai memasuki arena. Seperti biasa, mereka mengeluarkan senyuman yang cukup mengintimidasi.
' kakak?, Dia melawan Akademi Tian Lu?, Semoga saja dia menang. Dia sudah berjanji untuk bertanding denganku', batin Xiao An.
Tampaknya mereka juga mempunyai fans wanita yang cukup banyak. Bisa di lihat dari banyaknya wanita yang berteriak memanggil nama mereka berdua.
' bisa bisanya mereka berteriak seperti itu. Aku agak risih dengan teriakan mereka. Ku akui kalau kakakku ini sangat tampan. Tapi, apa tidak bisa nanti saja setelah pertandingan selesai baru berteriak seperti itu?, Telingaku rasanya sakit sekali. Tampaknya dari Akademi Tian Lu juga mempunyai banyak fans. Haaaaah ini sangat menyebalkan', batin Xiao An sembari memijat dahinya.
" Hei!, Sepertinya kau sangat populer di kalangan wanita?", Ucap Wei Nan dari Akademi Tian Lu.
" Ya, mungkin. Aku tidak peduli dengan hal itu. Itu membuatku muak", ucap Xiao Yu.
" Ah, tampaknya kau sama sepertiku. Aku juga mulai muak dengan mereka ini. Sangat berisik", ucap Wei Nan.
" Ku harap kau akan menjadi lawan yang sebanding dengan ku", lanjut Wei Nan. Saat itu, Xiao Yu hanya menyunggingkan ujung bibirnya.
Panitia pun memulai pertandingannya. Seketika suara teriakan para murid wanita itu lenyap. Suasana hening. Semua orang sangat serius melihat pertandingan kedua ini berbeda dengan pertandingan pertama yang biasa saja.
Pertandingan berlangsung cukup sengit hingga mereka mengeluarkan berbagai formasi kuat untuk melawan satu sama lain. Di samping itu, Xiao An tau kalau kakaknya hanya berakting seolah olah Wei Nan itu sebanding dengannya. Padahal dia belum mengeluarkan kekuatan aslinya.
Dari awal Xiao An yakin kalau kakaknya lah yang akan memenangkannya. Sudah jelas karena dia hidup dengan Lin Mei Yin, seorang ahli formasi tingkat 8 yang legendaris. Pastinya dia mendapat beberapa formasi spiritual yang kuat meskipun harus bekerja keras untuk mendapatkannya.
Dan benar saja, Xiao Yu memenangkan pertandingan kedua ini. Wajahnya yang di buat buat seakan dia lelah pun kembali menyunggingkan senyum lebar kepada lawannya. Wei Nan tampak sangat terkejut dengan hal itu. Jelas jelas dia lihat bahwa Xiao Yu cukup kelelahan. Tetapi setelah keluar arena, dia tampak sangat segar dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
' aku tertipu!!!', batin Wei Nan.
Xiao Yu segera menemui Xiao An setelah keluar dari arena. Dia kembali terlihat dingin seperti biasanya.
" Akting kakak begitu bagus!, Kenapa tidak bermain teater saja?", ucap Xiao An dengan nada yang terkesan meledek.
" Ah, kau itu. Aku ini seorang kultivator yang akan menghebohkan dunia dengan formasi buatanku. Dan jangan lupakan wajahku ini", ucap Xiao Yu dengan sombongnya.
" Ya, ya, ya, aku tau wajahmu sangat tampan. Tapi bisakah kakak membuat mereka diam?", Ucap Xiao An dengan mata yang tertuju kepada para murid wanita yang tampak marah dan mencoba untuk menghina Xiao An karena dekat dengan Xiao Yu.
Segera Xiao Yu memasang muka marah dengan tatapan yang sangat tajam yang ditujukan kepada mereka. Mereka pun ketakutan dan mulai berhenti membicarakan Xiao An.