
Saat mereka beristirahat, seseorang tiba tiba datang dan menarik tangan Xiao An.
" Ahh", desah Xiao An yang sedikit terkejut dengan tindakan yang di lakukan Xu Kai.
Xu Kai membawa Xiao An ke suatu tempat yang sepi.
" Kenapa kau menarikku dan membawa ku ke tempat ini?", Ucap Xiao An. Dia mulai memikirkan hal hal yang sedikit erotis. Entah kenapa dia dapat berpikir demikian. Itu terlintas begitu saja dalam otaknya.
" Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepadamu", ucap Xu Kai dengan wajah yang serius. Awalnya Xiao An memilih untuk pergi dan kembali ke tempat istirahatnya. Namun, setelah melihat tatapan Xu Kai, dia memilih untuk mendengarkan apa yang di katakan Xu Kai.
" Baiklah, katakan!", Ucap Xiao An.
" Apa kau keturunan ras naga ?", Ucap Xu Kai. Xiao An tersenyum dan menatap Xu Kai . Xiao An menghela nafasnya sebelum menjawab.
" Huuuuu, memangnya kenapa kalau aku juga keturunan ras naga ?", Ucap Xiao An dengan santainya.
" Jika memang kau adalah ras naga, tapi kenapa aku tak bisa melihat tanda naga di dahimu ?", Ucap Xu Kai.
" Heh, kau tak bisa melihatnya?, Belum waktunya kau melihat tanda naga milikku", ucap Xiao An.
" Kalau begitu, apa kau tahu permasalahan yang terjadi di ras legenda akhir akhir ini?", Ucap Xu Kai.
" Hah?, Ada masalah apa di ras legenda?, Aku tidak tau tentang itu", ucap Xiao An.
" Ras rubah mulai berulah lagi di wilayah tengah. Mereka mulai menculik laki laki dan wanita yang memiliki kultivasi tinggi untuk menyerap kekuatannya hingga mati. Dan kemungkinan mereka menyamar menjadi penari dan pelayan di rumah bordil", jelas Xu Kai.
' apa?, Aku merasa tidak becus untuk menjadi penguasa. Masalah seperti ini saja tidak tau, bagaimana jika itu masalah yang jauh lebih besar dari pada ini?, Pokoknya aku harus segera menyelesaikan permasalahan ini!', batin Xiao An.
" Aku harus segera menangkap mereka. Kenapa kau baru memberitahuku tentang ini?", Ucap Xiao An.
" Aku tidak tau jika kau juga seorang ras naga. Jika saja kau menunjukkan tanda di dahimu, mungkin aku akan memberitahumu sebelum bertindak", ucap Xu Kai.
" Apa?, Kau sudah bertindak?", Ucap Xiao An terkejut.
" Ya, aku mencoba untuk mencari tau dimana mereka melancarkan penculikan itu dengan mengunjungi rumah bordil. Dan aku berhasil menemukan sekitar 3 wanita ras rubah di rumah bordil Hua Xia. Dan kemarin, aku tak sengaja berpapasan dengan 2 orang laki laki ras rubah", jelas Xu Kai.
" Jadi, kau sudah menemukan 5 ras rubah?, Apakah kau sudah memastikan kalau mereka memang berniat jahat?", Ucap Xiao An.
" Aku sudah membuntuti mereka dan memang merekalah yang merencanakan penculikan saat itu. Dan malam ini, mereka akan mencari mangsa empuk di tempat yang sudah di rencanakan mereka. Apa kau akan ikut denganku ?", Ucap Xu Kai.
" Aku pasti akan ikut denganmu. Tapi sebelum itu, apa tingkat kultivasi mereka?", Ucap Xiao An.
" Salah satu dari mereka sangat kuat, mungkin dia adalah ketuanya. Dia berada di ranah langit tingkat 1 dan yang lainnya di ranah bumi", ucap Xu Kai.
" Oh, kalau begitu aku masih bisa melawan mereka", ucap Xiao An.
" Kau yakin?", Ucap Xu Kai mencoba untuk meyakinkan Xiao An.
" Ya, aku yakin. Oh ya, datangi aku di rumah makan Haozi nanti malam", ucap Xiao An.
" Baiklah", ucap Xu Kai. Dan setelah itu, Xiao An pun pergi. Sementara Xu Kai masih berdiri di tempat itu.
' kenapa aku tak bisa melihat tanda di dahinya?, Ah sudahlah. Sangat banyak yang dia sembunyikan dari orang lain. Apa nanti malam akan berjalan lancar?, Tapi setidaknya ada orang yang dapat membantuku untuk menyelesaikan masalah ini', batin Xu Kai. Dan dia pun pergi entah kemana.
Saat Xiao An kembali, Xiao Yu terus bertanya kepada Xiao An. Siapa dia, darimana asalnya, tingkat kultivasinya, bagaimana sikapnya, sampai percintaannya pun ikut di pertanyakan. Xiao An menghela nafas panjang dengan tangan yang terus memijat dahinya.
" Huuuuu, kak, bisakah kau berhenti bertanya tentang Xu Kai ?, Aku benar benar tidak dekat dengannya", ucap Xiao An sedikit kesal terhadap kakaknya yang terus mengoceh.
" Lalu, kenapa dia tiba tiba menarikmu?", Ucap Xiao Yu.
" Dia ingin membicarakan sesuatu dengan ku", ucap Xiao An jujur.
" Memangnya dia membicarakan apa?, Apakah itu penting?", Ucap Xiao Yu.
" Hah?, Memangnya masalah seperti apa yang sampai membuatmu harus turun tangan?, Apa dia tidak bisa mengurusnya sendiri atau dengan orang lain saja?", Ucap Xiao Yu.
" Itu bisa saja. Tapi peranku jauh lebih penting dari pada Xu Kai. Aku kan pengua.....", Dia langsung menghentikan pembicaraannya. Hampir saja Xiao An keceplosan. Dia tidak mau membuat kakaknya khawatir. Apalagi menjadi seorang penguasa itu tidaklah mudah bagi siapa pun, terutama Xiao An yang masih berusia 14-15 thn.
"Hah?, Apa?, Kau mau bicara apa?, Hemm", ucap Xiao Yu.
" Tidak. Maksudku, aku kan hebat selalu menjadi penolong bagi mereka yang membutuhkan", ucap Xiao An. Lalu Xiao Yu pun tertawa dengan tangan yang mengacak acak rambut Xiao An.
" Tanganmu!!!", Ucap Xiao An dengan nada yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini dia tampak sedikit risih. Kemudian, Xiao Yu pun mengangkat tangannya dan melipatnya.
" Hemm, dasar pelit", ucap Xiao Yu dengan bibir yang di majukan.
" Terserah", ucap Xiao An dengan santainya.
Tak lama dari itu, mereka pun kembali ke arena karena panitia mengumumkan pertandingan finalnya. Yaitu antara Akademi Pedang Surgawi dan Akademi Pedang Bulan, lebih tepatnya antara Xiao An dan Xiao Yu. Mereka pun naik ke atas arena dengan bangganya dihiasi oleh senyuman yang memikat setiap orang yang melihatnya.
Seperti biasa, para murid perempuan berteriak dengan kerasnya melihat Xiao Yu yang berada di arena. Apalagi dengan senyumannya yang mempesona, tentunya mereka semakin tergila gila kepadanya.
' apa mereka tak bisa diam?', batin Xiao An dengan kesalnya.
"Apa kalian siap ?" Ucap panitia.
" Ya", ucap mereka berdua.
" Baiklah, mulai!!", Ucap panitia itu.
Segera mereka membuat pola formasi masing masing dengan sangat cepat. Bahkan para penonton pun terdiam melihat kecepatan mereka dalam membuat formasi.
Kurang dari 1 menit, mereka mulai menyerang satu sama lain.
' aku yakin pertandingan kali ini akan sangat seru', batin Xiao Yu.
Beberapa kali ledakan terjadi, semakin kesini semakin besar ledakan yang diakibatkan dari serangan yang berbenturan.
Pertandingan terus berlanjut hingga hampir 2 jam mereka saling menyerang menggunakan formasi yang berbeda beda. Para penonton di buat takjub dengan pertandingan ini.
" Mereka masih muda, namun kekuatannya hampir menyamai para tetua ", ucap salah satu panitia.
"Sepertinya mereka akan menjadi kandidat yang bagus untuk menjadi ketua akademi", ucap ketua Akademi Pedang Bulan.
" Ya, aku berpikir bahwa sekarang pun mereka dapat menjadi seorang tetua, Mereka sangat hebat. Aku sangat berharap cucuku dapat menjadi ketua Akademi Pedang Surgawi nantinya ketika dia sudah besar", ucap kakek Luo.
" Oh, yang manakah cucumu itu, ketua ?", Ucap ketua Akademi Pedang Bulan.
" Wanita yang memakai topeng itulah cucuku. Bukankah laki laki itu adalah salah satu murid kesayangan tetua?, Aku tak sengaja mendengarnya dari orang lain", ucap kakek Luo.
" Ah, benar. Dia adalah murid kesayangan dari legenda formasi yaitu Lin Mei Yin", ucap ketua Akademi Pedang Bulan.
" Apa?, Lin Mei Yin ?", Ucap kakek Luo terkejut dengan pernyataan dari ketua Akademi Pedang Bulan.
" Iya, dia di bawa oleh legenda Lin Mei Yin itu ke Akademi Pedang Bulan. Dia menyatakan bahwa Xiao Yu adalah murid kesayangannya dan tak boleh ada yang mencari masalah kepadanya. Oleh karena itu, kami sangat menjaganya", ucap Ketua Akademi Pedang Bulan.
' tidak salah lagi, dia benar benar kakaknya Xiao An !!!, Apa dia sudah mengetahui hal itu?', batin kakek Luo.
" Ada apa ketua ?", Ucap ketua Akademi Pedang Bulan.
" Ah, tidak apa apa", ucap kakek Luo.
Mereka berdua tidak tau jika Xiao An dan Xiao Yu sudah saling mengenal dan bahkan mereka pun berpelukan di arena saat keduanya menyadari bahwa mereka adalah saudara. Waktu pertandingan itu, para ketua tidak menyaksikannya dikarenakan mereka mengurus setiap masalah yang terjadi di akademi selama mereka berada di wilayah tengah.