
Xiao An pergi ke pojokan yang berada jauh dari para murid itu dan hanya 2 sampai 3 murid yang berada di dekatnya.
"Kau sedang mencari apa?", Tanya seorang murid senior.
"Aku sedang mencari beberapa kitab jurus dan juga gulungan formasi", ucap Xiao An jujur.
"Kau murid tahun ajaran berapa?, Sepertinya aku belum pernah melihatmu?, Dan sepertinya kau mengambil 2 jurusan kan?", Tanya senior itu.
"Itu karena aku murid tahun pertama jadi pantas jika senior tidak pernah melihatku. Dan memang benar kalau aku mengambil 2 jurusan", ucap Xiao An .
"Kau masuk menggunakan plakat?", Ucap senior itu.
" Ya", ucap Xiao An .
"Oh pantas saja kau bisa masuk ke sini. Tapi di lantai ini sangat berbeda dengan lantai lainnya. Di sini hampir semua jurus sangat sulit untuk di pelajari", ucap senior itu.
"Tidak apa apa, lagi pula aku akan jarang ke sini. Aku membutuhkan banyak jurus untuk kepentingan yang ingin ku selesaikan secara cepat. Aku agak sedikit terburu buru", ucap Xiao An .
" Kau membutuhkannya sekarang?, Tapi untuk mempelajari jurus dari lantai ini sangat sulit setidaknya butuh 1 tahun untuk menguasainya", ucap senior itu.
"Bagiku, itu tidak terlalu sulit", ucap Xiao An .
"Kalau begitu, apakah kau bisa mengerti apa yang di maksud kitab jurus ini?", Ucap senior itu sembari memberikan kitab jurus yang bertulis jurus petir 9 alam kepada Xiao An .
"Ini berisi jurus petir, ini cukup mudah", ucap Xiao An sembari membaca cara menggunakan jurus itu.
"Apa kau bercanda ?", Ucap senior itu.
Di kitab itu tertulis bahwa untuk menggunakannya yaitu dengan cara mengalirkan Qi ke tangan dan membayangkan petir yang sangat kuat datang dari tanganmu. Jika warnanya putih, berarti petir itu hanya biasa biasa saja. Tapi semakin hitam warnanya, maka semakin kuat petir yang akan di keluarkannya. Tetapi meskipun sudah keluar, sang kultovator harus bisa mengendalikannya.
"Tidak. Lihat ini !", Ucap Xiao An sembari mempraktekkan apa yang dia baca di kitab itu.
Karena elemen petirnya ada di tangan sebelah kanan, jadi Xiao An mempraktekkannya memakai tangan kanan.
Keluarlah petir yang berwarna hitam dari tangan kanan Xiao an. Sontak senior itu terkejut dan berteriak cukup keras yang membuat semua orang di lantai itu melihat mereka.
"Waaahhhh", teriak senior itu. Saat itu Xiao An pun langsung menarik kembali petir itu.
"Eh, itu kenapa?", Ucap salah satu murid.
Tiba tiba sang penjaga menghampiri kerumunan murid dan bertanya,
"Siapa yang membuat keributan di perpustakaan?", Ucap penjaga perpustakaan .
"Maaf sebelumnya, tetua. Aku hanya terkejut melihat dia bisa mempraktekkan apa yang baru dia baca", ucap senior itu yang membuat semua orang terkejut.
"Maafkan aku tetua. aku hanya ingin menunjukkannya kepada senior tapi aku tidak menyangka dia akan berteriak", ucap Xiao An jujur.
"Sudah ku bilang jangan membuat keributan. Tapi kau malah membuat keributan di sini. Sebagai hukumannya, kau harus menunjukkan apa yang telah kau tunjukkan kepadanya", ucap penjaga itu.
Lalu Xiao An pun kembali melakukan apa yang dia lakukan sebelumnya untuk menciptakan petir itu.
Dan keluarlah petir hitam dari tangan kanannya.
Sang penjaga terkejut dengan apa yang Xiao An tunjukkan.
' itu petir paling kuat yang pernah aku lihat. Bahkan petir milik Xu Kai hanya berwarna abu abu saat mempelajari jurus petir 9 alam itu', batin sang penjaga.
"Baiklah, karena kau telah menunjukkannya, aku akan memaafkan kalian berdua. Untuk selanjutnya aku tidak mau melihat keributan lagi", ucap sang penjaga dan setelah itu, dia pergi.
"Hei, bagaiman kau melakukannya?" ,Ucap senior itu.
"Aku hanya melakukannya seperti apa yang tertulis di kitabnya", ucap Xiao An .
"Sungguh jenius, ku tebak kau murid dari kelas jenius kan ?", Ucap senior itu.
"Bukan. Aku murid dari tetua ke 2", ucap Xiao An .
"Pantas saja. Kau bisa di sebut jenius diantara jenius", ucap senior itu.
Lalu Xiao An kembali untuk mencari kitab jurus dan gulungan formasi. senior itu terus mengikuti Xiao An kemana pun dia pergi. Itu membuat Xiao An sedikit kesal.
"Kenapa kau terus mengikutiku?", Ucap Xiao An kesal.
"Tolong ajari aku jurus petir itu", ucap senior itu.
Xiao An menghela nafas panjang sebelum membalas permohonannya.
"Baiklah, aku akan mengajari mu. Tapi tidak sekarang, nanti saja kalau sudah di luar perpustakaan. Dan jangan terus mengikutiku! Aku sedang sibuk. Lebih baik kau tunggu aku di luar saja", ucap Xiao An .
Senior itu pun pergi keluar perpustakaan dan menunggu Xiao An . Xiao An terus mencari cari sesuatu yang menurutnya menarik. Sampai akhirnya dia berada di ujung rak yang penuh dengan gulungan. Gulungan gulungan itu terlihat kuno dan sudah tertutup debu.
"Ini buku tentang 4 ras legenda!!!! Wah beruntung sekali aku menemukannya. Eh, tapi aku tidak mengerti huruf yang di tulis di sini.", Ucap Xiao An .
" Xiao An !", Ucap wolf dari cincin ruang yang membuat Xiao An terkejut.
"Ahh!! Hey wolf jika kau mengejutkanku lagi, awas saja kau", ucap Xiao An .
"Maaf. Aku tadi tak sengaja", ucap wolf.
"Kebetulan kau sudah bangun dari hibernasi mu. Ku pikir kau akan tidur 1 bulan. Ternyata kau tidur lumayan lama juga. Kau bisa menerjemahkan buku ini tidak?", Ucap Xiao An sembari memperlihatkan buku itu.
"Oh itu, aku bisa. Karena umurku sudah hampir 300 THN, jadi aku tau huruf itu", ucap wolf.
" Heh, ku pikir kau masih di bawah 100 thn. Coba sekarang kau terjemahkan", ucap Xiao An dan wolf pun mencoba untuk menerjemahkan semua isi buku itu.
Sudah sekitar 1 jam lamanya wolf menerjemahkan isi bukunya untuk Xiao An .
" Oh jadi begitu. Semua ras bertarung demi mempertahankan kedudukan mereka yang akhirnya ras naga lah yang menempati kedudukan paling tinggi dan menjadi penguasa semua ras legenda itu. Tapi populasi mereka sampai sekarang terus berkurang karena bercampur dengan ras manusia biasa hingga susah untuk mencari ras yang murni", ucap Xiao An setelah memahami isi buku itu.
" Tapi sepertinya Akhir akhir ini, kau bertemu dengan ras naga murni", ucap wolf.
" Siapa?", Ucap Xiao An .
" Itu yang bertarung terakhir kali dengan mu", ucap wolf.
" Oh Bai Xu Kai ?, Bagaimana kau tau?, Bukankah kau tidur?", Ucap Xiao An .
" Meskipun aku tidur tapi aku tau semuanya", ucap wolf.
" Yah terserah mu. Aaahh sepertinya aku melupakan sesuatu", ucap Xiao An .
"Oh iya aku ingat. Senior itu pasti sudah menunggu lama di luar. Ya sudah aku akan keluar setelah membawa gulungan ini", ucap Xiao An sembari meletakkan kembali buku itu dan membawa gulungan yang berada di samping buku itu lalu keluar.
Sampai diluar, Xiao An memberikan kitab dan gulungan itu ke penjaga perpustakaan untuk mendatanya.
"Kau yakin ingin mempelajari semua ini?", Ucap penjaga itu.
"Ya aku yakin. Memangnya kenapa?", Ucap Xiao An .
"Diantara semua ini,hampir tidak ada yang berhasil mempelajarinya. Terutama gulungan yang sudah lusuh ini. Gulungan ini sudah hampir 50 THN tidak ada yang mempelajarinya. Gulungan ini berisi teknik formasi rantai kematian yang sangat sulit di pelajari. Dan gulungan yang ini adalah milik ahli formasi tingkat 8 yaitu Lin Mei Yin. Ini juga termasuk formasi yang sulit dan selama ini hanya ada 2 orang yang berhasil mempelajarinya. Yang pertama tetua ke 2 dan yang kedua adalah murid tahun ke 3 yaitu Xu Ge ", ucap penjaga itu.
" Aku yakin, aku bisa mempelajari semua ini dengan kemampuanku saat ini, ini tidaklah sulit", ucap Xiao An .
" Ya , terserah mu. Ini, aku sudah mendata semua nya", ucap penjaga itu.
"Terima kasih, kalau begitu aku pamit", ucap Xiao An yang di balas anggukan oleh penjaga itu.
Xiao An pun pergi menemui senior yang meminta untuk diajari olehnya saat dia masih di dalam perpustakaan. Xiao An pikir, senior itu akan pergi setelah menunggunya lama tapi ternyata dari kejauhan saat Xiao An baru keluar dari perpustakaan, dia melihat senior itu sedang menunggunya sembari membaca kitab jurus itu.
Setelah mendata semua nya, Xiao An baru menghampirinya.
" Apa aku lama?", Ucap Xiao An .
" Yah, lumayan ", ucap senior itu.
"Oh ya, aku belum sempat memperkenalkan diri. Perkenalkan nama ku Feng Ruo Li. Kau bisa memanggilku Ruo Li", ucap nya.
" Aku Xiao An . Aku akan langsung mengajarimu", ucap Xiao An dan kemudian dia menjelaskan tahap tahap yang sudah dia pahami sebelumnya untuk berhasil dalam jurus itu dan juga cara mengendalikannya.
" Bagaimana?, Sekarang kau sudah paham?", Ucap Xiao An .
" Jauh lebih paham dibandingkan harus membaca kitab ini terus menerus", ucap Ruo Li.
" Coba kau praktekkan ", ucap Xiao An .
Lalu Ruo Li pun melakukan apa yang telah Xiao An katakan. Meskipun sedikit sulit untuk fokus, Ruo Li terus berusaha semampunya untuk mempelajari jurus itu.
" Sepertinya butuh waktu untukmu mempelajarinya", ucap Xiao An setelah menunggu sedikit lama.
" Ya, sepertinya aku harus benar benar fokus dan juga butuh waktu yang lama bagiku untuk menguasainya. Kalau begitu, terima kasih telah memberiku pencerahan dalam jurus petir ini", ucap Ruo Li .
" Sama sama. Lagi pula sepertinya kau sangat membutuhkan jurus itu untuk ujian kan ?", Ucap Xiao An .
" Iya, aku butuh untuk kelulusanku", ucap Ruo Li .
" Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar ku", ucap Xiao An yang di balas anggukan oleh Ruo Li dan Xiao An pun pergi dengan kecepatan kilatnya.
" Apa?, Dia sudah tidak terlihat. Padahal 1 menit pun belum", ucap Ruo Li.