The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 57



" Ha ha ha dasar bocah tengik!!!, Berani berbicara omong kosong seperti itu. Rasakan ini...", Ucap tetua ke 3 sembari menyerang Xiao An menggunakan pedang. Dengan segera Xiao An mengeluarkan pedang Bloody Ashura nya dan menahan serangan itu.


Xiao An sedikit terdorong ke belakang saat menahan serangan besar dari tetua ke 3 itu. Meski begitu, Xiao An berhasil menahan serangannya dan mengembalikannya kepada tetua ke 3.


Bersamaan dengan itu, Xiao An langsung maju dan menyerang tetua ke 3 menggunakan pedangnya. Pertarungan itu sangat sengit dan karena lamanya pertarungan yang terjadi, akhirnya tetua ke 2 memutuskan untuk membantu Xiao An.


" Wah tampaknya kalian ingin sekali mati di tanganku. 2 lawan 1, baiklah aku akan meladeni kalian", ucap tetua ke 3.


Pertarungan terus berlanjut hingga akhirnya tetua ke 3 dan ke 2 mendapatkan luka yang cukup parah. Dan di saat bersamaan Xiao An menyerang tetua ke 3 hingga akhirnya dia mati dengan kondisi yang mengenaskan. Matanya melotot dan di sekitar mata, mulut dan perut mengeluarkan darah yang cukup banyak mengubah warna bajunya menjadi merah gelap.


Segera setelah itu Xiao An memberikan pil kepada tetua ke 2 dan menyuruhnya untuk beristirahat di dalam kereta.


" Ini gawat!!!, Tetua ke 3 adalah anggota keluarga inti Jiang. Mereka sangat sulit di atasi, jika mereka tau, mungkin kau tidak akan selamat. Cepat pergi dan bersembunyilah di tempat yang jauh dan aman", ucap tetua ke 4.


" Tidak apa apa tetua ke 4. Aku masih bisa mengatasinya, lagi pula saat ini aku sangat mengkhawatirkan kondisi Akademi. Entah kenapa aku merasa sesuatu yang besar akan terjadi", ucap Xiao An.


" Mungkinkah itu peperangan antar ras akan kembali terjadi?", Ucap salah satu guru.


" Apa?, Peperangan ras yang terjadi di masa lalu sangatlah besar hingga banyak yang menjadi korban. Itulah kenapa ras legenda sangat jarang di temui", ucap Xu Ge.


" Mungkin kalian tidak tau, tapi kaisar naga yang baru belum menampakkan diri kepada semua ras legenda. Dan ada yang menyebutkan bahwa kaisar naga yang baru takut untuk menghadapi ras legenda. Itulah kenapa dia sampai sekarang belum menampakkan dirinya", jelas Xu Ge. Xiao An yang mendengarnya merasa kesal. Jelas jelas kaisar naga yang baru berada di depan mereka.


' aku lemah??, Heh tunggu saja aku akan segera meningkatkan kultivasiku ke ranah yang lebih tinggi. Kalau bisa, aku akan meningkatkan kultivasiku hingga mencapai ranah dewa!!', batin Xiao An yang dipenuhi dengan rasa kesalnya.


" Mungkin atau tidaknya kita tidak tau. Pertama, kita harus sampai ke Akademi terlebih dahulu sebelum malam tiba", ucap tetua ke 4.


" Tetua benar, sebaiknya kita berangkat sekarang juga", ucap Xu Ge.


Kemudian mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, sekarang mereka merasa lebih tenang dan di sepanjang jalan tidak ada yang mengamati mereka. Mereka akhirnya sampai di akademi saat sore hari.


Saat itu akademi sangat memperketat keamanannya. Satu per satu orang yang ingin masuk ke akademi di periksa dengan teliti hingga tidak mungkin ada penyusup.


Semua orang segera pergi ke kamar mereka masing masing begitu pun dengan Xiao An. Dia berjalan sendiri karena Tian Yue di bawa oleh para tetua untuk di obati. Dan sebelumnya, Xiao An telah memberikan pilnya kepada tetua untuk di konsumsi oleh Tian Yue.


Setelah sampai, Xiao An langsung merebahkan tubuh di kasurnya. Begitu banyak kejadian yang menimpa para murid dan tetua saat di perjalanan. Dengan kondisi akademi yang saat ini di jaga dengan ketatnya membuat Xiao An bertanya tanya.


' sebenarnya apa yang terjadi?, Kenapa banyak yang mencoba untuk menyerang Akademi?, Siapa dalang di balik semua ini?', batin Xiao An.


" Arggg semua ini membuatku pusing. Oh ya, aku telah berhasil membunuh satu anggota keluarga Jiang. Tunggu saja pembalasanku selanjutnya!! Saat itu terjadi, aku tidak akan lagi menahan diri", ucap Xiao An. Tiba tiba suara ketukan pintu membuat Xiao An terkejut. 


Tok...tok..tok..


" Eh, Xun Er. Ayo masuk! Ada apa kau kemari?", Ucap Xiao An.


" Ah, aku hanya ingin bertanya, bagaimana pertandingannya?, Apakah seru?, Sayang sekali aku tak bisa menonton pertandingannya", ucap Xun Er sembari menunduk.


" Eh, tidak apa apa. Lagi pula disana cukup berbahaya, banyak kejadian yang tidak di sangka sangka. Jika aku tidak waspada, kemungkinan aku tidak akan berada di sini", ucap Xiao An.


" Hey! Jangan berkata seperti itu. Bagaimana pun kau sudah berusaha, buktinya kau ada di sini sekarang. Ayo ceritakan semuanya! Aku akan mendengarkan", ucap Xun Er.


" Oh ya, ini ada sesuatu yang aku beli di sana. Xu Yuan yang memilihkannya untuk kita. Ambil lah! Ini hadiah untukmu", ucap Xiao An sembari memberikan sebuah kotak berisi gelang giok yang sangat indah.


" Wah, ini sangat cantik. Aku menyukainya! Terima kasih kalian sudah repot repot membelikan gelang ini untukku", ucap Xun Er dengan bahagianya.


" Ya, sama sama. Sekarang aku akan menceritakan semua yang terjadi selama aku berada di sana", ucap Xiao An. Setelah itu, dia pun menceritakan semuanya, tidak ada yang dia sembunyikan. Bahkan tentang mengunjungi kediaman raja ras rubah ekor sembilan pun di ceritakannya.


" Begitulah ceritanya. Selama di perjalanan aku selalu waspada. Satu yang membuatku sangat menyesal saat itu. Tian Yue menghalangi tetua ke 3 yang ingin menusukku hingga akhirnya dia lah yang tertusuk. Saat ini dia sedang dirawat oleh para tetua. Tapi aku sangat puas, karena akhirnya tetua ke 3 MATI", ucap Xiao An penuh penekanan.


" Sabarlah! Keluarga Jiang memang begitu. Dia pantas mendapatkannya. Oh ya, akhirnya aku tau kenapa Xiao Shi datang 2 hari lebih dahulu. Karena dia tidak mau terlibat dalam kejadian kejadian yang menimpa kalian di perjalanan ke akademi. Mungkinkah ini berkaitan dengan keluarga Jiang?", Ucap Xun Er. Perkataan Xun Er membuat Xiao An marah, dia mengepalkan tangannya dengan keras. Dia hampir kehilangan kendalinya, untungnya Xun Er segera menyadarkannya. Jika tidak, mungkin Xiao An berubah menjadi orang yang haus darah.


" Apa yang akan kau lakukan besok?, Ku dengar besok tidak ada kegiatan belajar di kelas. Oh ya, sebenarnya ada yang ingin ku sampaikan kepadamu. Ada orang yang ingin menantang mu untuk bertanding di arena murid tahun pertama", ucap Xun Er.


" Siapa yang berani menantang ku?", Ucap Xiao An penasaran.


" Ku dengar dia murid pindahan dari akademi phoenik api membara. Dari apa yang para murid perempuan katakan, dia sangat tampan", ucap Xun Er.


" Tunggu, tunggu! Apa kau bilang?, Phoenik api membara ?, Aku tak pernah mendengar nama akademi itu dan selama di sana, aku tak pernah mendengar akademi phoenik apalah itu", ucap Xiao An bingung.


"Kau tidak tau?, Itu adalah akademi yang berada di daratan lain yang berarti dia dari benua yang berbeda. Benua yang kita tempati saat ini adalah benua Tian yuan, sedangkan dia berasal dari benua Tian Yun. Benua itu bersebelahan dengan benua ini, hanya di pisah oleh danau dan sungai besar saja", jelas Xun Er.


" Ya, baiklah. Mungkin aku akan menerima tantangannya", ucap Xiao An malas.


" Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu. Terima kasih hadiahnya", ucap Xun Er. Lalu dia pun pergi. Karena Xun Er sudah pergi dan Xiao An tidak punya kegiatan lain, akhirnya dia berkultivasi di dalam ruang dimensi agar meningkat dengan cepat.


' aku harus segera meningkat', batin Xiao An.


Di dalam ruang dimensi itu dia terus berkultivasi menyerap qi yang sangat melimpah. Di saat Xiao An menerobos ke ranah galaksi tingkat bintang dan tingkat matahari, tidak terjadi apa pun hanya ledakan kecil di dalam tubuh Xiao An. Namun, di hari ke 3 di dalam ruang dimensi saat Xiao An akan menerobos ke tingkat selanjutnya, dia merasakan panas yang amat sangat tubuhnya seakan dia di bakar hidup hidup. Bahkan api itu lebih panas di bandingkan dengan elemen api tingkat 9 miliknya.


Dia terus menahan kesakitan itu dan terus melanjutkan kultivasinya. Setelah satu jam, rasa panas itu hilang di gantikan oleh rasa dingin yang begitu menusuk tubuh hingga ke jantung. Xiao An tetap melanjutkan kultivasinya. Dia diselimuti hawa dingin itu hingga tubuhnya hampir membeku. Dan setelah beberapa saat, hawa dingin itu perlahan menghilang.


Spirit beast kontrak miliknya pun merasakan apa yang dirasakan oleh Xiao An. Namun, mereka juga berhasil melewati rasa sakit itu.