The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 66



" Ayo Xun Er, naiklah!", Ucap Xiao An. Tampaknya Xun Er cukup terkejut hingga mematung untuk beberapa saat. Yang dia tau adalah harimau putih kuno yang masih kecil. Namun, sekarang harimau itu sudah sebesar ini hingga membuatnya takjub.


' sialan! Dia punya spirit beast yang hebat. Itu harus menjadi milikku!!!', batin Ji Ling Shu.


Lalu setelah itu, mereka pun pergi bersama sama. Untuk sampai di kota, setidaknya menghabiskan waktu 1 jam dengan berjalan kaki dan setengah jam dengan berlari. Jika menunggangi spirit beast, itu tergantung kecepatan masing-masing. Paling lambat membutuhkan sekitar 15 - 20 menit untuk sampai di kota.


Benar saja setelah menunggang spirit beast, mereka hanya membutuhkan 15 menit dan akhirnya sampai di rumah lelang Zhongshan. Mereka pun turun dari tunggangannya lalu pergi menemui penjaga pintu untuk menyerahkan undangan.


Setiap orang yang datang adalah orang penting hingga mereka menyiapkan semacam undangan untuk orang-orang itu. Tentunya tidak setiap diadakan pelelangan hanya orang orang yang mempunyai undangan yang boleh masuk, tapi orang yang tidak punya undangan pun dapat masuk, hanya saja mereka mendapatkan tempat biasa.


Berbeda dengan pelelangan yang akan dilaksanakan hari ini. Itu karena barang yang di lelang bukan barang biasa, tetapi barang yang sangat berharga yaitu tungku naga emas yang pernah di miliki oleh legenda alkemis 100 THN yang lalu, Guan Xiao Lian. Selain itu masih banyak barang berharga lainnya yang akan dilelang.


" Tolong Tunjukkan surat undangannya!", Ucap penjaga pintu itu sembari membungkukkan badannya. Lalu Jia Li pun memberikan undangan mereka.


" Silahkan masuk!", Ucap penjaga itu dengan sopan. Lalu mereka pun masuk. Kini giliran Xiao An yang maju.


" Tolong tunjukkan surat undangannya!", Ucap penjaga itu persisi seperti tadi. Xun Er segera meraba kantongnya dan mencari undangannya. Namun, undangan itu tidak ada dan dia pun mulai panik.


" Aduh, Undangan ku hilang!!! Bagaimana ini?, Bukannya aku sudah menyimpannya di kantongku tadi? Tapi kenapa tidak ada?", Ucap Xun Er semakin panik.


" Ada apa? Apa undangannya hilang?", Ucap Xiao An santai.


"Sepertinya hilang", ucap Xun Er masih dengan kepanikannya.


" Ah sudahlah!!! Tipuan seperti ini tak akan berguna kepada ku!!", Ucap penjaga itu dengan marahnya.


" Tunggu, bukan begitu. Tapi undanganku memang hilang", ucap Xun Er.


" Jika kalian hanya ingin mencari keributan disini, lebih baik kalian pergi secepatnya!!!", Ucap penjaga itu dengan penuh amarah.


" Hei! Apa kau bisa diam?, Kami sedang mencari undangannya", ucap Xiao An.


" Diam? Heh, memangnya siapa kau hah? Berani menyuruhku untuk diam", ucap penjaga itu semakin keras hingga beberapa orang melihat adegan ini.


" Baiklah, jika kau tidak mau diam. panggil manager mu kesini sekarang juga", ucap Xiao An.


" Baiklah, awas saja kau!!!", Ucap penjaga itu lalu dia pun segera pergi.


Tak lama dari itu, sang manager pun datang menghampiri Xiao An dan Xun Er.


" Selamat datang di rumah lelang Zhongshan. Sebelumnya saya minta maaf jika pelayanan yang anda dapatkan kurang baik. Saya mendengar kalau anda kehilangan surat undangan anda. Apakah itu benar?", Ucap manager itu dengan sopan.


" Ya, benar. Kami kehilangan surat undangan kami. Sepertinya itu tertinggal atau terjatuh di tempat lain", ucap Xiao An. Saat ini Xun Er sedang bersembunyi di belakang Xiao An karena dia masih panik.


" Mohon maaf, tapi anda tidak bisa masuk jika tidak mempunyai undangannya", ucap manager itu.


" Xiao An, sebaiknya kita pergi saja. Kita tidak bisa masuk tanpa undangan itu", ucap Xun Er sembari menunduk.


" Bukankah jika aku melelang barangku aku bisa masuk?", Ucap Xiao An kepada manager itu.


" Oh, soal itu memang benar. Namun saat ini sulit untuk masuk, dibutuhkan barang yang sangat berharga untuk dilelang pada lelang kali ini. Jadi seberapa berharganya barang yang anda lelang, itu akan menentukan apakah anda bisa masuk atau tidak", ucap manager itu. Xiao An menghela nafasnya kasar.


Tampaknya penjaga itu terus memperhatikan gerak gerik Xiao An. Saat itu juga Xiao An memikirkan barang apa yang akan dia lelang.


' anak kecil seperti mereka memangnya punya barang berharga apa?, Tidak mungkin mereka punya huh!!', batin penjaga itu.


' kira kira apa yang akan ku lelang? Bagaimana jika aku melelang senjata? Senjata ku sudah sangat banyak memenuhi cincin ruang saat ini. Tapi, aku harus merelakan senjata tingkat tinggi agar bisa masuk. Baiklah tidak apa apa, oh ya aku lupa sebelumnya aku menyuling pil kebangkitan dan itu tidak berguna untukku atau pun temanku. Lebih baik aku lelang saja, lagi pula itu adalah pil yang sangat langka. Ya, benar aku akan melelang kedua barangku itu', batin Xiao An. Dia mengangguk anggukkan kepalanya.


" Sebelumnya, anda berasal dari mana? Di lihat dari pakaian anda tampaknya dari Akademi Pedang Surgawi", ucap sang manager dengan hati hati.


' aku harus berhati hati saat berbicara dengan anak ini. Aku bahkan tak dapat melihat tingkat kultivasinya. Metode apa yang membuat kultivasinya tak bisa di lihat?', batin manager itu.


" Aku sudah memutuskan barang apa yang akan ku lelang hari ini. Tapi ku harap kau akan jujur dan adil dalam melelangnya karena ini barang yang sangat berharga", ucap Xiao An dengan sedikit arogan.


" Huh, memangnya apa yang ingin kau lelang hah?", Ucap penjaga itu dengan kasarnya.


" Mohon maafkan dia, dia tidak tau cara nya bersikap", ucap manager itu kepada Xiao An sembari menahan sang penjaga itu untuk maju.


" Baiklah tidak apa apa. Aku ingin melelang senjata tingkat tinggi dan juga pil", ucap Xiao An.


' senjata tingkat tinggi?, Senjata di tingkat itu sudah cukup jarang di miliki oleh orang orang. Jika aku tidak salah ingat, setiap keluarga besar dan menengah hanya mempunyai sedikitnya 1 senjata di tingkat itu. Dan hanya keluarga Bai yang memiliki 2 senjata di tingkat itu. Sebenarnya siapa anak ini?', batin sang manager.


" Baiklah nona, ayo masuk! Kita bicarakan di dalam mengenai barang yang ingin kau lelang", ucap manager itu dengan sopan. Namun, nampaknya penjaga itu kurang senang dengan apa yang dilakukan oleh managernya hingga menunjukkan raut wajah yang cukup menyeramkan.


Mereka pun sampai di ruangan manager. Disana Xiao An menjelaskan senjata apa yang akan dia lelang. Setelah itu mereka pun di tempatkan di ruang VIP untuk mengikuti pelelangan yang akan terjadi.


Tibalah saatnya pelelangan terjadi.


" Selamat datang kepada hadirin yang telah menunggu nunggu hari ini. Seperti yang sudah anda dengar, kali ini kami rumah lelang Zhongshan mengadakan pelelangan barang yang sangat tidak biasa dari sebelumnya. Kali ini kami mengadakan pelelangan barang berharga yang cukup langka. Mari kita saksikan barang pertama", ucap seorang wanita cantik yang menjadi juru lelang. Lalu, seorang perempuan membawa nampan yang di tutupi kain merah itu datang ke atas panggung.


" Barang pertama ini sangat berharga bagi beberapa orang. Namun, di sisi lain barang ini juga merupakan barang yang cukup umum di masyarakat. Hanya bahan yang di gunakan untuk membuatnya adalah barang yang sangat berharga hingga barang ini di sebut berharga, Sebutlah mangkuk spiritual.


Seperti namanya, mangkuk ini jika di beri air maka air itu akan berubah menjadi air yang hampir sama dengan holy water. Hanya saja manfaatnya lebih sedikit, ini hanya mengandung 5% dari holy water.


Meskipun hanya 5%, itu tetaplah berharga. Terutama jika di gunakan dalam jangka waktu yang lama. Harga di mulai dari 10.000 tael emas dan setiap peningkatan di hargai 100 tael emas!!!", Jelas juru lelang itu.


" Wah mahal sekali ya?, Tapi ku akui itu sangat membantu meningkatkan kultivasi", ucap salah satu undangan.


" Ya, kau benar", ucap undangan lain.


" 10.100",


" 11.000",


"12.000",


"15.000",


"15.500",


"20.000",


" 25.000",


" 30.000", ucap seorang pria yang sangat misterius dengan pakaian serba hitam serta topeng yang menutupi seluruh wajahnya.


" Wah dia berani memasang harga 3x lipat", ucap salah satu undangan.


" Apakah tidak ada yang menawar lagi?", Ucap sang juru lelang. Tiba tiba dari ruang VIP berteriak memberi harga yang lebih tinggi.


"50.000", ucap seseorang di ruang VIP persis di sebelah ruangan Xiao An.


' sial, jika terus seperti ini maka aku akan pergi', batin pria misterius itu. Dan benar saja, dia langsung pergi setelah itu.


" Baiklah, jika tidak ada yang menawar. 50.000 pertama, 50.000 kedua, 50.000 ketiga. Selamat untuk anda yang telah mendapatkan mangkuk spiritual ini", ucap sang juru lelang.