
Keesokan harinya, mereka bersiap siap, lalu sarapan. Setelah itu mereka pergi masing masing, ada yang berbelanja, ada juga yang hanya melihat lihat saja, atau hanya berjalan jalan saja.
Xiao An memilih untuk berjalan jalan dengan Tian Yue dan Xu Yuan dan jika ada yang membuat mereka tertarik, mungkin mereka akan membelinya.
Selama sebln latihan, mereka meningkat 1 tingkat dengan cukup cepat. Hanya Xu Kai yang meningkat 2 tingkat. Sedangkan Xiao An saat ini telah berada di ranah galaksi tingkat bulan, yang artinya dia harus berkultivasi di bawah sinar bulan.
Bukan hanya tim 1 saja yang meningkat, tapi para murid yang mengikuti setiap pertandingan ini meningkat 1 tingkat. Seperti Tian Yue dan Xu Yuan yang sekarang berada di ranah raja menengah.
Mereka bertiga melihat lihat beberapa toko, seperti toko senjata dan perhiasan. Di jalan ini sangat ramai walaupun masih pagi. Tian Yue dan Xu Yuan tertarik kepada salah satu toko perhiasan, mereka mengajak Xiao An untuk masuk ke toko itu.
" Kau ingin membeli perhiasan?", Ucap Xiao An.
" Ya, aku ingin membeli perhiasan", ucap mereka berdua.
" Ya, baiklah kalau begitu. Aku ikut saja", ucap Xiao An pasrah.
Lalu mereka pun masuk dan memilih milih perhiasan yang mereka sukai.
" Wah gelang itu indah sekali!!", Ucap Xu Yuan. Sembari menunjuk 2 pasang gelang dengan batu mulia di tengahnya yang menambah kesan indah dan mewah pada gelang itu.
" Kau benar!!, Apalagi itu ada 2 pasang!!"ucap Tian Yue.
" Emmhh, permisi, berapa harga gelang itu?", Ucap Xu Yuan.
" Ya, nona. Itu harganya 100 tael emas atau sekitar 1 lembar uang kertas setiap gelangnya", ucap sang pegawai.
" Mahal sekali!", Ucap Tian Yue.
" Tapi itu memang sudah menjadi harga yang bagus untuk perhiasan dengan batu mulia yang langka", ucap sang pegawai.
' bagaimana ini?, Aku ingin membelinya, tapi aku hanya membawa 500 tael emas untuk perbekalan ku selama di sini. Aku harus berhemat', batin Xu Yuan.
" Tidak apa apa, beli saja!. Biar aku yang membayarnya", ucap Xiao An. Xu Yuan tampak terkejut dengan pernyataan Xiao An.
" Ah , tidak perlu Xiao An. Aku dan Xu Yuan tidak membutuhkannya ", ucap Tian Yue.
" Sudah ku bilang ambil saja, biar aku yang membayarnya. Tolong bungkus 2 pasang gelang itu dan katakan berapa harganya!", ucap Xiao An.
" Baik nona, semuanya 4 lembar uang kertas", ucap pegawai itu.
" Ini!", Ucap Xiao An , lalu dia pun menerima gelang gelang itu.
" Tunggu!!, Aku juga ingin membeli gelang itu. Kemarin aku sudah berbicara kepada pemilik toko ini", ucap seorang laki laki dan perempuan yang di gandengnya.
" Tapi sayang, aku sudah membelinya", ucap Xiao An.
" Maaf tuan, apa benar begitu?, Saya harus menanyakan nya terlebih dahulu kepada tuan saya", ucap pegawai itu.
" Sudah ku bilang, aku sudah bicara dengan tuan mu", ucap laki laki itu dengan nada tingginya. Dan pada saat itu, datanglah seorang laki laki tua yang menjadi pemilik toko perhiasan itu.
Kesan pertama saat melihatnya,
' dia cukup kuat', batin mereka bertiga.
" Begini, kami membeli 2 pasang gelang ini dan kami memang sudah membayarnya dengan lunas. Tapi dia tiba tiba berbicara bahwa dia juga ingin membeli gelang ini dan sudah berbicara kepada anda sebagai pemilik toko", ucap Xiao An.
" Ya, memang dia berbicara kepadaku jika dia ingin membeli gelang itu. Tapi jika memang gelang itu sudah berada di tanganmu, dia tidak berhak menyalahkanku karena aku disini menjual untuk semua orang. Bukan hanya untuknya", ucap sang pemilik toko yang cukup bijak.
" Kau!!, Pak tua, apa kau mau aku menghancurkan tokomu ini?", Ucap laki laki itu dengan marahnya.
" Ya, silakan saja jika kau mampu. Aku tidak peduli kau berasal dari keluarga mana. Yang ku tau, ini adalah tokoku dan wilayah ini tidak di pegang oleh 5 keluarga besar apalagi keluarga lainnya", ucap sang pemilik toko.
Saat itu, mereka bertiga merasa kagum kepada pemilik toko ini. Dia tidak membeda bedakan orang lain dengan dari mana dia berasal.
Karena kesal, laki laki dan perempuan itu akhirnya pergi juga.
" Terimakasih, atas keramahan anda", ucap Xu Yuan dan Tian Yue.
" Sama sama, itu memang sudah seharusnya. Apakah kalian kesini untuk melihat pertandingan 1 benua?", Ucap sang pemilik toko.
" Kami datang kesini untuk bertanding di pertandingan itu", ucap Tian Yue.
" Oh, benarkah?, Kalian mewakili akademi mana?", Ucap pemilik toko dengan semangatnya.
" Kami mewakili akademi Pedang Surgawi di pertandingan kultivasi seni beladiri dan dia juga mengikuti pertandingan ahli formasi spiritual", ucap Tian Yue sembari menunjuk Xiao An.
" Ahh, rupanya seperti itu. Semoga kalian memenangkan pertandingannya", ucap sang pemilik toko.
" Ya, semoga saja. Kalau begitu, kami pamit pergi. Permisi", ucap Tian Yue. Mereka pun pergi dari toko itu untuk kembali ke rumah makan.
" Ini, ambilah!!. Anggap saja ini hadiah dari ku", ucap Xiao An sembari memberikan 2 gelang kepada mereka berdua.
" Tapi ini sangat mahal Xiao An ", ucap Xu Yuan.
" Sudah, ambil saja dan pakailah. Aku juga akan memakainya dan menyimpan 1 gelang yang tersisa untuk Xun Er", ucap Xiao An.
" Sayang sekali Xun Er tidak ada di sini", ucap Xu Yuan sedikit kecewa.
" Jika saja dia ada di sini, pasti akan semakin seru", lanjutnya.
" Setidaknya disini masih ada kita", ucap Tian Yue.
" Ya, kau benar", ucap Xu Yuan kembali tersenyum.
Mereka pun memakai gelang itu dan mengobrol sepanjang jalan. Hingga akhirnya hanya berjarak 2 toko untuk sampai di rumah makan Haozi. Mereka tidak sengaja berpapasan dengan Xu Kai dan Xu Ge.
Xu Yuan tampak gugup dan tak berani untuk mengangkat kepalanya di hadapan kakaknya sendiri. Seketika terbesit di dalam pikiran Xiao An kalau mereka tidak dekat meskipun mereka adik kakak yang berasal dari ibu dan ayah yang sama.
Xiao An pun tidak senang bertemu dengan mereka berdua. Entah karena kejadian sebulan yang lalu atau karena beberapa alasan. Tian Yue pun merasakan bahwa Xu Yuan tidak berani untuk melihat kakaknya sendiri. Yang berarti Xu Yuan memang tidak dekat dengan Xu Kai.
Mereka terus berjalan dan mengabaikan Xu Kai dan Xu Ge. Entah mengapa ada raut sedih di wajah Xu Ge ketika melihat adiknya Xu Kai dan untuk Xu kai sendiri berlagak tidak peduli, sungguh kejam.
' hanya karena wanita itu juga kau tidak pernah mau dekat dekat dengan adikmu sendiri. Aku merasa kau sangatlah keterlaluan!! Dia adikmu!! Adik yang dilahirkan dari ibu dan ayah yang sama. Aku berharap suatu saat nanti kau akan sadar, Xu Kai', batin Xu Ge.