The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 24



Saat itu, Xun Er datang dan menepuk pundak Xiao An .


" Hei, sedang apa?", Ucap Xun Er.


" Emmhh, tidak ada", ucap Xiao An .


" Bagaimana jika kita melanjutkan perjalanan ke lapisan ke 2?, Mungkin murid lain sudah ada yang sampai di sana", ucap Xun Er kepada mereka.


" Ya, kurasa itu hal yang bagus. Lagi pula ini masih siang. Sebaiknya kita pergi sebelum malam", ucap Zhu Feng.


" Baiklah, ayo!", Ucap Xiao An .


Dan mereka pun pergi ke lapisan ke 2 dengan berlari seperti sebelumnya. Perjalanan menuju lapisan ke 2 cukup tenang dan damai. Selama berlari, tidak ada yang mengganggu mereka .


Tak terasa langit telah berubah warna menunjukkan hari telah sore. Baru beberapa saat mereka sampai, tiba tiba.....


Kruuuu


" Aku lapar sekali, bagaimana jika kita berburu?", Ucap Xiang Yu.


" Kau ini, baru saja sampai, perutmu sudah merengek minta makan", ucap Zhu Qing.


" Tapi itu bukan hal yang buruk. Karena hari sudah hampir malam, dan kita juga belum makan dari tadi siang. Sebaiknya kita menyiapkan makanan dan juga api unggun untuk memasak makanannya", ucap Zhu Feng.


" Terima kasih Zhu Feng, kau sangat perhatian", ucap Xiang Yu dengan big eyes nya.


" Ya sudah, siapa yang akan berburu?, Biar aku yang menyalakan api", ucap Xiao An .


" Kau saja yang berburu, aku yang akan menyalakan api", ucap Xiang Yu.


" Ya, ide yang bagus!, Kau kan yang paling kuat diantara kita", ucap Xun Er sembari meniru Xiang Yu.


" Berhentilah!, Kau sangat menjijikkan", ucap Xiao An.


Lalu Xiao An pun pergi berburu sendiri dengan perasaan campur aduk.


" Hei, Xiao An ", ucap wolf.


" Apa?", Ucap Xiao An malas.


" Kau pergi lah ke depan sana!, Sepertinya ada spirit beast yang sedang bertarung", ucap wolf.


" Hei, aku selalu bertanya, kenapa kau bisa tau?, Padahal kan kau selalu ada di dalam sana", ucap Xiao An .


" Apa kau tidak mengerti?, Aku sudah bersatu dengan mu, jadi aku bisa melihat lewat matamu", ucap wolf. Sesaat setelah itu, Xiao An tampak seperti orang bodoh dan dengan spontan memukul dahinya sendiri.


Ternyata benar apa yang di katakan wolf. Di depan Xiao An sekarang, ada 2 spirit beast yang sama sama kuat dan termasuk ke dalam rangking 100 besar spirit beast paling kuat. Yaitu harimau putih kuno dan banteng tanduk rusa yang tengah berduel.


Salah satu dari mereka tengah melindungi anaknya yang tergeletak tak sadarkan diri. Nampaknya, spirit beast yang menjadi lawannya yang menyebabkan anaknya seperti itu. Dan kini ia ingin memberi pelajaran kepadanya.


Saat itu Xiao An hanya diam memperhatikan spirit beast itu dengan teliti.


" Menurutmu, siapa yang akan menang?", Ucap wolf.


" Ini cukup sulit. Kalau pun salah satu dari mereka mati, pasti yang satunya lagi terluka parah", ucap Xiao An .


" Ya, kau benar. Mereka sama sama spirit beast langka yang mempunyai kekuatan lebih besar dari pada spirit beast lain yang berada di rangking 200 besar. Meskipun hanya berada di tingkat 3, tapi mereka mampu untuk membunuh spirit beast tingkat 4 dibawah rangking 100", ucap wolf.


Setelah beberapa saat, akhirnya, jatuhlah seekor benteng tanduk rusa itu.


" Kau lihat!, Tampaknya harimau putih itu yang menang", ucap Xiao An .


" Belum!, Itu hanya tipuan agar sang harimau lengah", ucap wolf.


" Ide yang bagus!, Cepat sebelum dia menyerang harimau putih itu!", Ucap wolf.


Kemudian, Xiao An pun maju dengan membawa pedang Yin Yang nya. Saat banteng itu akan menyerang, segera Xiao An menebas leher banteng itu hingga kepalanya menggelinding.


Harimau putih itu nampak terkejut dan bingung dengan kedatangan Xiao An .


Namun saat itu Xiao An tidak terlalu peduli dengan ekspresi yang di tunjukkan harimau itu. Xiao An segera mendekati anak harimau putih kuno itu dan mengeluarkan pil dengan segera memasukkan nya kedalam mulut anak harimau itu.


Sedangkan sang ibu harimau hanya memperhatikan tindakan yang dilakukan Xiao An masih dengan tatapan yang membingungkan.


" Kenapa kau membantuku?", Ucap harimau itu.


" Hanya ingin saja", ucap Xiao An .


" Hah?, Kau bisa tau aku bicara apa?", Ucap harimau itu terkejut dengan jawaban Xiao An .


" Tentu saja ", ucap Xiao An santai.


" Apakah anakku baik baik saja?", Ucap harimau itu khawatir.


" Mungkin sebentar lagi dia akan sadar. Lebih baik kau lihat tubuhmu itu sudah di penuhi luka luka", ucap Xiao An .


" Ini tidak apa apa. Hanya luka seperti ini sebulan saja cukup untuk menyembuhkannya", ucap harimau itu. Dia tampak sangat kesakitan.


" ini, kau makan pil ini agar kau sembuh dengan cepat", ucap Xiao An sembari menyodorkan pil kepada harimau itu. Harimau itu tidak menolaknya karena dia juga harus melindungi anaknya setiap saat.


" Terima kasih telah membantuku dan juga anakku. Kalau tidak ada kau, mungkin aku sudah mati", ucap harimau itu. Setelah memakan pil itu, kini luka luka nya sembuh tanpa bekas luar dalam.


" Ya sama sama. Bagaimana jika kau menjadi spirit beast kontrakku?, Jika tidak mau juga tidak apa apa", ucap Xiao An .


"Aku tidak akan menolaknya, mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membalasmu", ucap harimau itu.


Kemudian, mereka pun melakukan kontrak itu dengan meneteskan darah Xiao An di atas kepala harimau putih itu.


Saat ini Xiao An sudah mempunyai 2 spirit beast kontrak. Dan untuk saat ini dan seterusnya, dia harus berkultivasi ekstra karena ada 2 spirit beast yang menyerap kekuatannya.


Setelah itu, Xiao An memasukkan sang ibu dan anak harimau putih kuno itu kedalam cincin ruang miliknya . Lalu barulah ia memasukkan banteng itu dan pergi menemui teman temannya. Sebelum itu, Xiao An telah memisahkan batu inti banteng itu ke dalam cincin ruang milik ibunya.


" Kapan Xiao An datang?, Aku sudah sangat lapar", ucap Xiang Yu.


" Kau sabar sedikit, mungkin saja dia sedang dalam perjalanan kesini", ucap Xun Er.


Tak lama, Xiao An pun datang.


" Mana buruannya?", Ucap Xiang Yu. Lalu Xiao An pun mengeluarkan banteng itu dengan santainya.


" Wah, besar sekali. Cepat cepat!, Aku ingin segera makan", ucap Xiang Yu.


" Bawel sekali kau ini, tenang dulu kita belum memanggangnya", ucap Xun Er.


Dan mereka pun segera menyiapkan segalanya. Saat itu sudah matang, barulah mereka memakannya dengan senang. Selama itu, tidak ada yang berbicara, semua orang sibuk memakan daging banteng itu. Mereka terlihat sangat bahagia.


Hingga datanglah malam yang gelap. Hanya ada api unggun yang menjadi penerangan malam itu.


Ketika mereka akan berkultivasi secara bergantian menjaga satu sama lain, tiba tiba terdengar suara dari arah semak semak.


Srekk srekk srekk......


Mereka pun meningkatkan kewaspadaan mereka begitu juga Xiao An .


" Bersiaplah teman teman, ini pasti menyenangkan", ucap Xiao An sembari menyeringai.