The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 45



" Elemen apinya sangat kuat", ucap Jiang Zi Shu. Dia mencoba untuk melawan Xiao An dengan elemen airnya. Namun hal itu tidak berdampak apa apa. Jiang Yu Wen memanfaatkan hal ini untuk mulai menyerang Xuan Ming. Lagi lagi mereka gagal karena Xu Kai berhasil menghalaunya. Pertandingan terus berlanjut hingga malam.


Tak ada satu pun yang tersingkirkan dari kedua belah pihak setelah lamanya mereka bertanding. Jika saja Xuan Ming tidak di jaga, mungkin saja dia sudah tersingkir dari arena. Semakin kesini, pertandingan semakin sengit. Para murid itu mengeluarkan jurus jurus terbaik mereka.


Karena Xiao An selalu berhasil menangkis serangan, itu membuat pihak Akademi Tian Lu menjadi geram dan mencoba melancarkan serangan bersama sama untuk melumpuhkan Xiao An.


" Sekarang lakukan!", Ucap Hong Li.


" Hati hati Xiao An !", Ucap Hao Lian.


" Aku akan membantumu", ucap Shi Chen.


Xiao An dan Shi Chen berusaha untuk menahan serangan itu meski terdorong dorong saking kuatnya serangan yang mereka lancarkan.


" Apa kau bisa menahannya?", Ucap Xiao An.


" Aku masih berusaha untuk menahan ini", ucap Shi Chen dengan tangan yang sedikit gemetar.


" Sudah, lepaskan saja!, Biar aku yang menahan ini sendirian", ucap Xiao An.


" Jangan!, Biar aku membantumu", ucap Shi Chen.


" Energi mu sudah terkuras hampir setengahnya. Biarkan aku saja yang menahannya", ucap Xiao An.


" Apa kau tidak apa apa?", ucap Shi Chen. Dan Xiao An pun membalasnya dengan anggukan. Setelah itu, Shi Chen pun kembali maju di ikuti oleh Xu Kai dan yang lainnya untuk menyerang balik.


Dengan sekali hembusan nafas, Xiao An berhasil mengembalikan serangan itu. Jelas pihak Akademi Tian Lu terkejut akan hal itu. Mereka mengira Xiao An akan benar benar tersingkirkan hingga setelah melancarkan serangan itu, mereka dengan semangatnya menyerang yang lainnya tapi hasilnya selalu imbang. Dan saat mereka menargetkan Xuan Ming, selalu saja di halangi oleh anggota lain.


' sebenarnya, aku tidak mau menunjukkan kekuatanku saat ini. Tapi jika mereka mulai mengincar keselamatan anggota ku, bagaimana pun aku akan menghalanginya. Kalau saja membunuh tidak di larang di pertandingan ini, dari awal aku pasti akan mengincar nyawa keluarga Jiang itu', batin Xiao An.


' kalau begini terus, kapan kita akan memenangkan pertandingan ini?', batin Shi Chen.


' Xiao An, aku berharap kau mendengarkanku. Kita harus segera mengakhiri pertandingan ini. Tampaknya mereka sudah kehabisan energi. Jika saja di perbolehkan memakan pil, mungkin sudah ku lakukan sejak tadi. Ku harap kau tau bagaimana cara untuk segera mengakhiri pertandingan ini', batin Hao Lian sembari menyerang lawan.


Xiao An yang mendengar itu pun mencoba memikirkan cara yang pas untuk mengakhiri pertandingan ini. Jika saja dia menggunakan kekuatan aslinya, mungkin banyak yang akan memandangnya dari segi apapun atau pun menjilatinya dan itu membuat Xiao An kerepotan.


Dan setelah beberapa saat, Xiao An menemukan ide yang bagus yang membuat Xiao An tidak akan di curigai dan di pandang sangat tinggi yang membuatnya kerepotan. Xiao An berusaha berbicara lewat hati kepada setiap anggota.


' aku punya ide untuk segera mengakhiri pertandingan ini. Bagaimana jika kita semua maju dan kerahkan kekuatan kalian. Aku akan mengeluarkan kekuatan yang cukup besar untuk dapat melemparkan mereka semua.


Itu cara yang membuatku tidak di curigai oleh orang lain. Jika kalian setuju, maka dalam hitungan 3 kalian harus maju dan keluarkan jurus terbaik kalian. Ini seperti cara mereka untuk menyingkirkan ku. Tapi kali ini, aku akan mengeluarkan sepertiga kekuatanku agar mereka terlempar', batin Xiao An.


Mereka pun kembali ke posisi masing masing dan mulai maju bersama. Pihak Akademi Tian Lu sempat terkejut, namun mereka mengetahui apa yang akan di lakukan pihak Akademi Pedang Surgawi dan karena itu mereka pun melakukan hal yang sama.


' baiklah, mulai! 1... 2.... 3...', batin Xiao An. Dan mereka pun mengeluarkan jurus terbaik mereka dan mulai menyerang lawan. Kekuatan mereka bertabrakan dan menyebabkan ledakan yang cukup besar. Kedua belah pihak terlempar namun pihak Akademi Pedang Surgawi hanya terlempar beberapa langkah. Sedangkan pihak Akademi Tian Lu, mereka terlempar hampir satu langkah keluar arena.


Di saat seperti itu, pihak Akademi Pedang Surgawi tiba tiba mendapat serangan dari luar arena berupa jarum beracun yang berhasil mengenai leher setiap anggota. Seseorang diantara para penonton tersenyum lebar melihat hal itu.


" Apa ini?", Ucap Shi Chen sembari memegang lehernya. Dan setelah itu, mereka pingsan kecuali Xiao An.


" Siapa yang berani ikut campur?", Ucap Xiao An dan dia pun mencabut jarumnya dengan kasar. Kini suasana hatinya menjadi lebih buruk dari yang sebelumnya. Urat matanya kini terlihat lebih jelas dari biasanya. Tangannya mengepal dengan keras. Matanya berubah menjadi merah.


" Oh tidak, Xiao An melakukannya", ucap kakek Luo.


" Ada apa ketua ?", Ucap tetua yang berada di dekat kakek Luo.


" Gawat!, Kau harus menutup telingamu rapat rapat", ucap kakek Luo.


" Memangnya kenapa kita harus menutup telinga rapat rapat?", Ucap tetua itu. Belum sempat menjawab, suara Geraman naga terdengar sangat nyaring dari arena. Ya, itu adalah suara Xiao An yang mengeluarkan jurus Roaring Dragon.


Graaaoowwww


Semua orang terkejut dan segera menutup telinga mereka karena suaranya yang nyaring dapat membuat telinga sakit bahkan tuli. Dan karena suara itu, pihak Akademi Tian Lu pun terlempar sangat kuat dan hampir membuat mereka kehilangan nyawa.


Tak lama dari itu, Xiao An pun berhenti berteriak.


Masih dalam keadaan yang sama, dia berbalik dan menatap orang yang telah melemparkan jarum beracun kepadanya dan juga temannya. Tatapannya sangat tajam membuat orang itu gemetar ketakutan.


Perlahan Xiao An membawa jarum jarum yang sebelumnya menancap di leher mereka dan mengganti racun yang tersisa dengan darahnya. Kemudian, dia pun melemparkannya kepada orang itu. Seketika orang itu kejang kejang lalu beberapa detik kemudian, tubuhnya berhenti bergerak.


Seorang penonton di sampingnya mencoba memastikan keadaan orang itu meski pun dia takut. Orang itu tak bernafas lagi!, Dia mati dalam beberapa detik.


Semua orang ketakutan, mereka menelan ludah setelah melihat kejadian ini.


Setelah membalas orang itu, Xiao An berjalan ke arah teman temannya dan mulai memasukkan pil penawar semua racun. Satu per satu dari mereka pun bangun. Xiao An pun kembali ke keadaan semula.


Suasana hening tidak ada yang berani bersuara. Panitia pun tak kunjung mengumumkan hasil pertandingan ini. Hingga akhirnya Xiao An menatap panitia itu. Dia tampak terkejut dan tergagap gagap sebelum akhirnya dia dapat berbicara dengan benar.


" Dengan ini saya umumkan hasil pertandingan kultivasi dan senibeladiri di menangkan oleh Akademi Pedang Surgawi sebagai juara pertama, Akademi Tian Lu sebagai juara ke 2, dan Akademi Pedang Bulan sebagai juara ke 3. Selamat untuk Akademi yang memenangkan posisi tiga besar dan untuk Akademi lainnya, tetaplah bekerja keras untuk memenangkan pertandingan di 5 THN ke depan. Cukup sekian dan selamat beristirahat untuk kalian semua", ucap panitia itu.