The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
bagian 42



' aku sangat penasaran terhadapnya. Kenapa rasanya aku dekat dengannya?, Padahal baru kemarin aku bertemu dengannya. Aku percaya dia yang akan memenangkan pertandingan ke 2 ini. Aku merasa dia sangat kuat', batin Xiao Yu.


Pertandingan pun di mulai. Xiao An hanya diam tanpa membuat formasi apapun. Dia menunggu lawannya untuk membuat formasi. Tentu para penonton menganggap Xiao An ini bodoh.


" Apa dia bodoh?", Ucap salah satu penonton.


Hingga akhirnya, sang Dewi pun selesai dan mulai menyerang Xiao An menggunakan formasi angin topan tingkat 4. Seketika para penonton bersorak begitu keras nya. Tapi Xiao An sama sekali tidak terusik oleh teriakan para penonton itu.


Disaat angin topan itu mendekat dan terus mendekat, barulah Xiao An mengaktifkan sebuah formasi pelindung tingkat 5 dengan waktu yang sangat singkat. Hingga para penonton dan peserta lainnya diam tak ada yang mengeluarkan suara. Suasana hening, semua orang sibuk memperhatikan Xiao An.


' formasi tingkat 5!!!', batin para peserta pertandingan formasi.


Semua orang kembali di kejutkan dengan Xiao An yang membuat formasi lainnya dengan waktu yang sama. Sebuah formasi kuno halilintar tingkat 5 tercipta dan mulai menyerang lawan dengan ganasnya. sang Dewi itu tak bisa melawan kembaliĀ  dan formasi yang dia buat sebelumnya telah lenyap. Cukup 5 menit untuk menumbangkan lawan, itu waktu yang sangat singkat.


' kenapa aku bisa kalah oleh bocah bertopeng itu?, Aku sudah susah payah mempelajari formasi tingkat 4. Dan sekarang aku malah di kalahkan oleh bocah ingusan. Awas saja kau!!', batin sang Dewi.


Sampai panitia mengumumkan pemenang pertandingan itu pun, suasana masih hening dan semua orang terus memperhatikan Xiao An. Bahkan sang Dewi babak belur pun mereka tak mempedulikan hal itu. Xiao An merasa risih karena itu dia mempercepat jalannya.


" Kakek?, Kakek?", Ucap Xiao An sembari melambai lambaikan tangannya di dekat wajah kakek Luo. Kakek Luo yang melamun pun kembali sadar ketika Xiao An menepuk pundaknya.


" Kau baik baik saja?, Kau sangat hebat!! Kakek bangga kepadamu", ucap kakek Luo.


" Aku tidak apa apa kakek", ucap Xiao An.


" Kakek tau kau akan memenangkan pertandingan ini", ucap kakek Luo.


Seseorang diantara para peserta tersenyum melihat kemenangan Xiao An.


' aku sudah tau kau akan menang. Bisa saja kau yang akan menjadi juara pertandingan formasi spiritual tahun ini. Entah kenapa aku merasa bangga terhadapnya', batin Xiao Yu.


Sedangkan di tempat lain...


" Dia sangat kuat!, Segera cari tau segalanya tentang dia!!", ucap seorang murid laki laki. Tampaknya dia berasal dari akademi Tian Lu.


" Baik, tuan muda", ucap pelayan itu. Pelayan itu pun menghilang dengan cepat seperti asap.


" Bisa saja dia menjadi sebuah ancaman bagi kemenangan akademi Tian Lu kali ini", ucap murid laki-laki itu.


Xiao An dan kakek Luo pun pergi untuk menonton pertandingan kultivasi senibeladiri.


Ketika sampai, kakek Luo bertanya kepada salah satu tetua,


" Ini pertandingan ke berapa?", Ucap kakek Luo.


" Ini baru pertandingan ke 2. Hari ini agak sulit untuk menang, mungkin karena tim yang bertanding pun tim yang kuat. Hingga tim ke 2 di berbagai akademi pun bertanding hari ini", ucap tetua itu.


" Oh, begitu", ucap kakek Luo. Dan mereka pun mulai menonton pertandingan demi pertandingan tak ada yang terlewatkan.


Hingga akhirnya, tim 5 maju dan bersiap untuk bertanding di pertandingan ke 5 ini. Pandangan kakek Luo dan Xiao An mulai serius. Xiao An mulai memastikan kedua belah pihak hingga menatap para penonton yang sekiranya mencurigakan.


Setelah melihat tingkat kultivasi kedua tim yang bertanding, Xiao An menemukan bahwa kekuatan keduanya bisa di bilang sama atau setara. Disana terlihat ada beberapa anggota tim itu yang gugup dan ada juga yang tidak. Nampaknya, Xu Yuan terlihat sangatlah gugup hingga beberapa kali melihat ke arah penonton. Saat menemukan Xiao An, Xu Yuan merasa sedikit tenang dan aman.


Pertandingan dimulai.


Saat itu pertandingan berlangsung cukup lama. Xu Yuan mencoba untuk memberanikan diri dengan mencoba menjadi assassin dengan belati bintang di tangannya. Xiao An tersenyum melihat keberanian Xu Yuan. Beberapa kali serangan Xu Yuan mengenai lawan dan berhasil menyingkirkan 1 lawannya hingga tersisa 4 lawan yang masih berdiri di depan mereka.


' aku yakin tim 5 akan memenangkan pertandingan ini. Dengan kekompakan dan kerjasama mereka, mereka pasti menang', batin Xiao An.


Seseorang dari pihak lawan mencoba mengincar Xu Yuan karena tindakan Xu Yuan sudah membuat mereka terpecah belah. Namun, serangan itu berhasil di tepis oleh rekan Xu Yuan. Sungguh kerja sama yang sangat baik.


Beberapa saat setelah itu, mereka pun memenangkan pertandingannya. Para murid Akademi Pedang Surgawi bersorak gembira begitu pun para tetua yang tersenyum lebar.


" Kenapa kalian tidak bisa melawan mereka yang hanya berada di tim 5?, Aku sudah susah payah mengajari kalian. Dan lihatlah hasilnya!!!, Buruk!!", Ucap tetua itu.


" Maafkan kami tetua. Jika saja tidak ada wanita itu, mungkin kami akan memenangkan pertandingannya", ucap salah satu tim 4.


" Ah, sudahlah. Kalian tidak bisa di andalkan", ucap tetua itu dengan marahnya.


Setelah pertandingan itu selesai, Xiao An buru-buru pergi ke tempat istirahat untuk menemui tim 5. Di perjalanan, Xiao An bertemu dengan Tian Yue.


" Eh, kau sudah selesai bertanding?", Ucap Tian Yue.


" Sudah, bahkan aku menonton dari pertandingan ke 2", ucap Xiao An.


" Oh, bagaimana ?, Apa kau menang?", Ucap Tian Yue.


" Ya, seperti biasanya. Aku menang", ucap Xiao An dengan santainya.


" Kau akan menemui Xu Yuan?", Ucap Tian Yue.


" Ya" ucap Xiao An singkat.


"Baiklah, ayo pergi!", Ucap Tian Yue dan mereka berdua pun pergi menemui Xu Yuan.


Disaat Tian Yue akan membuka pintu, tiba tiba ada seseorang yang menabrak Xiao An hingga orang itu jatuh menindih Xiao An.


Bruk..


Mereka diam sepersekian detik.


" Sampai kapan kalian akan begitu di lantai?", Ucap seorang laki-laki, dia adalah Xu Ge. Dan yang menindih Xiao An sekarang adalah Xu Kai.


Setelah itu, mereka pun bangun dan merapikan baju mereka masing masing.


" Maaf sebelumnya, aku tidak sengaja menabrakmu. Apa kau baik baik saja?", ucap Xu Kai.


' kau lihat sendiri!, Apa aku terlihat baik baik saja?', hmm', batin Xiao An.


" Ya, tidak apa apa", ucap Xiao An sedikit gugup.


' kenapa aku ceroboh sekali sampai sampai aku menabraknya?', batin Xu Kai.


" Emmhh, apa kalian ke sini untuk menemui tim 5?", Ucap Xu Kai.


" Ya, benar", ucap Tian Yue.


" Kalau begitu, ayo masuk!!", Ucap Xu Ge.


Saat mereka masuk, tim 5 sedang beristirahat dan ada beberapa yang tertidur lelap karena kecapean.


" Eh, Xiao An, Tian Yue, kakak...", Ucap Xu Yuan dengan gugup.


" Apa kau baik baik saja?", Ucap Xiao An dan Xu Kai secara bersamaan. Lalu, mereka pun saling memandang.


" Aku tidak apa apa, Xiao An, kakak. Kenapa kalian ke sini?", Ucap Xu Yuan.


" Aku, kakak, hanya ingin melihat kondisimu", ucap Xiao An dan Xu Kai bersamaan seperti sebelumnya. Mereka berkedip beberapa kali karena mendengar Xiao An dan Xu Kai berbicara bersamaan. Sedangkan Xu Ge tertawa melihat hal ini.


" Kenapa kau meniruku?", Ucap Xiao An dan Xu Kai secara bersamaan. Xu Ge tertawa semakin kencang dan mereka yang menyaksikan hal ini pun ikut menertawakan mereka berdua.


Merasa tidak nyaman, Xiao An dan Xu Kai memilih untuk diam dan tidak berbicara sepatah kata pun.