
" Tampaknya dia sudah tidak berada dalam bahaya lagi. Kalau begitu, hamba pamit undur diri tuan muda", ucap sang tabib.
" Baiklah, silahkan. Terimakasih atas bantuannya", ucap Ao Tian dengan sopan.
" Tidak perlu sungkan tuan", ucap sang tabib. Lalu dia pun pergi meninggalkan Ao Tian bersama Xiao An yang masih belum sadarkan diri.
Ao Tian terlihat sangat mengkhawatirkan Xiao An, dia terus menjaga nya dan merawatnya dengan hati-hati.
Beberapa hari kemudian~~
Di atas kapal
" Tuan, kita akan sampai sebentar lagi di pelabuhan benua Tian Yun. Tolong anda segera membereskan barang-barang Anda", ucap awak kapal kepada Xu Kai yang saat itu sedang menikmati pemandangan laut.
Setelah hampir sebulan mereka berlayar, akhirnya pagi ini mereka sampai di tujuan. Mereka segera pergi ke ibukota untuk melapor kepada sang kaisar benua Tian Yun.
Sebelumnya, benua Tian Yun sama seperti benua Tian Yuan. Namun setelah perang yin yang antara sekte putih dan hitam itu berakhir , benua Tian Yun kini di pimpin oleh sang kaisar yang telah banyak berkontribusi pada perang yin yang sekitar 5 tahun yang lalu. Dia adalah kaisar yang adil dan bijaksana. meskipun umurnya sudah sangat tua, tapi penampilannya seperti pria berumur 30an. Hanya rambutnya yang telah memutih.
Setiap orang asing harus melaporkan tujuan kedatangannya ke benua Tian Yun untuk mencegah pemberontakan. Tapi tidak menutup kemungkinan adanya pemberontak.
Dari pelabuhan ke ibukota hanya membutuhkan 2 hari tanpa istirahat, namun jika beristirahat akan membutuhkan 4 sampai 5 hari itu pun jika melalui jalan pintas.
Jalan pintas sengaja di buat untuk keadaan darurat, hanya orang dalam keadaan darurat saja yang di perbolehkan untuk melintas.
Mereka di perbolehkan untuk pergi melintasi jalan pintas itu karena tujuannya untuk mencari sang cucu yang telah hilang di benua Tian Yun. Orang-orang disana sangat ramah dan bersahabat kepada semua orang. Hingga mereka dapat menghindari beberapa masalah yang tidak penting.
Sedangkan di kediaman Long yang agung~~~
" Ah.... Kepala ku sakit sekali, aku merasa lemas tidak bertenaga", ucap Xiao An yang baru saja sadar. Ao Tian yang sedang berlatih di dekat Xiao An mendengar suaranya. Dia segera menghampirinya dan memeluknya dengan erat.
" Eh....", Xiao An terkejut dengan ao Tian yang langsung memeluknya. Dia berbicara saat memeluk Xiao An,
" Syukurlah, akhirnya kau bangun juga. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Apa ada bagian yang sakit?", Ucap Ao Tian baru dia melepaskan pelukannya. Terlihat dari ekspresi wajah nya dia begitu mengkhawatirkan keadaan Xiao An.
" Emmhh tidak ada, aku hanya merasa lemas saja. Mungkin karena sudah lama berbaring dan tidak berlatih", ucap Xiao An perlahan.
" Eh berapa lama aku pingsan?", Lanjutnya.
Ao Tian menghela nafasnya, " kau sudah pingsan selama 1 Minggu lebih", ucap Ao Tian lembut sembari membelai rambut Xiao An. Selama dia berada di kamar, dia selalu melepaskan topengnya. Seketika mata mereka bertemu, tersirat kesedihan di mata Ao Tian. Xiao An segera menundukkan kepalanya.
" Terimakasih, kau telah menjaga dan merawatku selama ini. Aku sudah sangat merepotkan mu", ucap Xiao An lembut.
" Tidak apa-apa, sudah seharusnya aku menjagamu. Beristirahatlah! Aku akan membawa makanan untukmu", ucap Ao Tian. Lalu dia pun pergi.
Tidak lama dari itu, Ao Tian pun kembali sembari membawa makanan. Ba Tian mengikuti di belakang Ao Tian sembari membawa manisan di tangannya. Itu sudah menjadi kebiasaan Ba Tian sejak dulu dia selalu membawa manisan kemana pun dia pergi.
" Bagaimana keadaanmu sekarang?, Apa kau sudah merasa lebih baik?", Ucap Ao Tian dengan segala kekhawatiran nya.
" Aku sudah merasa lebih baik sekarang", ucap Xiao An dengan senyum hangatnya. Ao Tian pun ikut tersenyum ketika mendengarnya.
" Baguslah, Ini ayo makan! Aku akan menyuapimu. Tenang saja tidak apa-apa", ucap Ao Tian. Xiao An pun setuju dan membiarkan Ao Tian menyuapinya.
Sedangkan Ba Tian memperhatikan mereka dari tempat duduknya.
' aku tidak menyangka! Kakakku yang begitu dingin kepada perempuan, baru saja tersenyum dan menawarkan diri untuk menyuapinya. Memang benar jika sudah mencintai maka apapun akan di lakukan. Hah..... Kapan aku mendapatkan kekasih?', batin Ba Tian. Lalu dia pun menghela nafasnya. Karena merasa bosan, Ba Tian memilih untuk berjalan-jalan di halaman.
Xiao An menghabiskan 3 hari untuk mengembalikan keadaannya seperti semula. Saat Xiao An selesai berlatih, Ao Tian telah pergi beberapa saat yang lalu untuk menyambut tamu yang datang dari benua Tian Yuan.
Setelah itu, Xiao An segera mandi dan bersiap untuk menghadap sang kaisar. Sejak dia di rawat oleh Ao Tian, dia belum satu kali pun memberi hormat kepada sang kaisar.
Sedangkan di kediaman sang kaisar~~
" Salam kaisar agung Long, kami dari benua Tian Yuan. Tujuan kami kesini untuk mencari cucu hamba yang telah hilang sekitar 1 bulan yang lalu. Saat itu dia sedang dalam keadaan marah", ucap kakek Luo dan yang lainnya membungkuk memberi hormat.
" Hamba selaku kakak tidak bisa mengejar adik hamba karena kecepatannya yang tak bisa di imbangi, mohon maafkan hamba yang tidak memiliki kemampuan ini", lanjut Xiao Yu dengan posisi yang sama seperti kakek Luo.
" Hmmm baiklah, aku mengerti kekhawatiran kalian kepadanya. Aku berharap kalian segera menemukannya. Entah kenapa aku merasa tidak asing kepadamu. Apa aku pernah bertemu denganmu di suatu tempat?", Ucap sang kaisar kepada kakek Luo. Kakek Luo sedikit bingung, lalu dia teringat dengan pedang naga yang di berikan kepadanya oleh seorang laki-laki yang mirip seperti kaisar itu.
" Apakah anda yang telah memberikan pedang naga kepada hamba saat hamba kecil?", Tanya kakek Luo sedikit ragu untuk bertanya.
" Ah benar, kau adalah anak dari seseorang yang pernah aku cintai sebelumnya. Kalau di ingat-ingat aku pernah membuat janji pernikahan untuk cucuku, tapi sangat di sayangkan waktu itu aku dan ibumu hanya memiliki cucu laki-laki. Apakah kau punya cucu perempuan untuk di nikahkan kepada cicitku?", Ucap sang kaisar dengan penasaran. Dengan segera kakek Luo mengiyakan.
Ao Tian yang duduk diam tiba tiba memberi tatapan tajam kepada kakek buyutnya itu.
' apa maksud kakek buyut itu? Bukankah aku sudah membicarakan hal ini kepadanya', batin Ao Tian sedikit kesal.
" Hamba mempunyai 3 cucu perempuan dan 1 cucu laki-laki. Namun kedua cucu Perempuan hamba telah meninggalkan keluarga hamba karena perbuatan keji mereka. Sampai saat ini hamba tidak tau keberadaan mereka.
Dan cucu perempuan hamba satu lagi adalah cucu yang sedang hamba cari. Dia memiliki kondisi tubuh yang spesial, oleh karena itu dia harus memperhatikan emosinya sendiri. Namun kali ini dia tidak bisa menahannya hingga akhirnya dia menjadi brutal", jelas kakek Luo.
" Apakah itu tubuh ashura? Ku pikir hanya tubuh ashura yang cocok dengan pernyataanmu", ucap sang kaisar. Kakek Luo hanya mengangguk saat itu.
" Ternyata begitu, tapj aku pernah mendengar tubuh itu sebenarnya dapat dikendalikan oleh pemiliknya. Itu hanya masalah pengendalian, seberapa sering dia marah maka mengendalikan kondisi itu akan semakin baik", lanjut sang kaisar.
Tak lama kemudian, Xiao An datang menghadap kaisar untuk memberi hormat. Penjaga segera melaporkan kedatangannya.
" Kaisar agung, seseorang datang ingin memberi hormat kepada anda", ucap sang penjaga.
" Baiklah, biarkan dia masuk", ucap sang kaisar.
Xiao An pun masuk dengan santai, saat itu dia memakai pakaian yang sederhana namun dia kembali menggunakan topengnya. Awalnya dia tidak menyadari adanya kakek Luo dan yang lainnya.
" Salam kaisar agung, hamba ingin berterimakasih karena telah merawat hamba hingga sekarang ini. Sejak kedatangan hamba, hamba belum pernah memberikan hormat hamba kepada anda. Mohon maafkan hamba", ucap Xiao An.
" Ya, tidak apa-apa. Aku mengerti kondisimu", ucap sang kaisar. Setelah itu, Xiao An pun berbalik dan menemukan kakek Luo dan yang lainnya tengah memperhatikannya. Saat itu mereka saling diam selama beberapa detik, kemudian kakek Luo berlari kearah Xiao An dan langsung memeluknya.
" Kakek", ucap Xiao An lirih. Xiao Yu pun ikut berlari kearah Xiao An. Betapa mengejutkan mereka bertemu saat itu juga, sang kaisar dan Ao Tian pun ikut terkejut. Ternyata orang yang di bicarakan kakek Luo adalah Xiao An, orang yang telah Ao Tian rawat.
" Nampaknya kalian sangat beruntung langsung di pertemukan saat ini juga. Aku turut bahagia melihat kalian kembali berkumpul", ucap kaisar.
" Kakek buyut, bagaimana jika mereka menginap disini saja. Sembari membicarakan janji pernikahan yang sebelumnya kakek bicarakan", ucap Ao Tian.
" Baiklah, itu ide yang bagus dan pastinya akan menghemat waktu. Untuk sekarang, biarkan mereka melepaskan kerinduan mereka kepada saudarinya. Dan kau pergilah panggil beberapa pelayan untuk segera menyiapkan kamar untuk mereka semua", ucap sang kaisar.
" Baik kakek buyut", ucap Ao Tian. Kemudian dia pergi untuk memanggil para pelayan itu.
Kakek Luo dan yang lainya pamit undur diri, lalu mereka pergi untuk berjalan-jalan bersama Xiao An sepanjang hari.