The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 60



" Ya, sebaiknya kau beristirahat. Kau masih lemah bagaimana jika kondisimu semakin buruk? Bukankah kau ingin berjalan-jalan bersama? Oleh karena itu, kau istirahatlah! Agar cepat pulih", ucap Xiao An. Mendengar nya membuat Tian Yue tersenyum meski dalam keadaan yang masih lemah.


" Nak Xiao An, aku dengar kau memenangkan pertandingan kultivasi senibeladiri dan juga ahli formasi, apakah itu benar?", Ucap salah satu alkemis yang ikut menjaga Tian Yue.


" Oh ya, itu benar", ucap Xiao An.


" Wah, kau sangat jenius nak Xiao An, Sama seperti ibunya. Dulu saat ibu mu menjadi murid disini, dia juga salah seorang jenius, terutama dalam hal formasi. Dan sekarang menurun ke anaknya, aku merasa sangat bangga karena mempunyai kalian sebagai murid akademi ini", ucap alkemis itu.


" Terima kasih", ucap Xiao An ramah.


' aku tak bisa membayangkan betapa hebatnya ibuku. Andai saja dia masih ada, mungkin aku akan sangat menjaganya', batin Xiao An.


"Oh ya, aku ingin memberikan ini untukmu. Mungkin saja ini bisa membantumu untuk segera sembuh", ucap Xiao An sembari memberikan botol porselen kecil dengan air di dalamnya kepada Tian Yue.


" Terima kasih, kau sangat baik kepadaku. Aku harap, aku bisa membalasnya", ucap Tian Yue.


" Tidak apa apa, kau tidak perlu membalasnya. Itu memang untukmu, kau selalu ada untukku sejak aku kecil. Dimana aku di kucilkan oleh semua orang, disaat aku terjatuh, hanya kalian berdua yang menolongku. Jika di pikirkan, ini tidak ada artinya di bandingkan itu", ucap Xiao An. Di balik topengnya dia tersenyum begitu ramah, dan sakit hati yang disebabkan dari hinaan hinaan itu masih sangat melekat di dalam hatinya. Itu membuatnya ingin segera membalas orang orang itu.


Mereka berbincang-bincang begitu bahagianya hingga tak sadar sudah 3 jam mereka mengobrol.


"Aku akan kembali dan mengunjungi kakekku. Besok aku akan kesini lagi", ucap Xiao An.


" Oh, aku baru ingat, aku punya janji dengan Xu Yuan. Kalau begitu, aku pergi", ucap Xun Er.


" Ah, baiklah. Terimakasih telah menjenguk ku", ucap Tian Yue.


"Iya, sama sama. Sampai jumpa besok", ucap Xun Er. Dan mereka pun pergi ke tujuan mereka masing-masing.


' entah kenapa aku terus memikirkan kakek', batin Xiao An.


Tibalah Xiao An di kantor ketua, dia pun masuk. Namun saat dia akan melangkah ke ruang pribadi ketua, dia mendengar suara dari dalam ruang itu seperti suara orang sedang bertengkar.


Dari suaranya, Xiao An yakin jika itu adalah suara sang ayah.


' kenapa ayah kesini?', batin Xiao An.


" Mana anak itu?, Aku harus membawanya untuk menghadap patriak keluarga Jiang. Dia harus bertanggung jawab atas kematian tetua ke 3. Cepat bawa dia kemari! Aku tidak peduli lagi, pokoknya aku harus membawanya pergi. Jika tidak, aku akan menyuruh orang-orang itu untuk menculik murid murid akademi ini", ucap Tian Xing, ayah Xiao An. Dia tampak sangat marah.


"Apa salahnya membunuh orang tak berguna?, Dia juga telah berkhianat kepada akademi. Kau pikir kau siapa hah?, Ingat! Kau itu anakku! Dan kau ingin aku menyerahkan cucuku?, Hey dia juga anakmu!, Bagaimana bisa aku mendapatkan anak yang tidak berbakti seperti dirimu ini. Andai saja Luo Tian Heng adikmu masih hidup, mungkin hanya dia yang mengerti perasaanku", ucap kakek Luo dengan kesalnya.


" Luo Tian Heng lagi! Aku sudah muak dengan omongan ayah. Ayah sering membandingkanku dengannya, ayah pikir aku tidak sakit hati? Aku sakit hati ayah! Jangan salahkan aku bersikap tidak hormat kepadamu. Cepat bawa anak itu kemari!!!", Ucap Tian Xing. Dia semakin meninggikan suaranya.


' Luo Tian Heng?, Pamanku?', batin Xiao An.


Karena sudah tidak tahan mendengar pertengkaran itu, Xiao An menendang pintu itu dengan kerasnya hingga rusak. Mereka terkejut dengan kejadian itu. Pasalnya mereka tidak merasakan keberadaan Xiao An. Namun kakek Luo kembali sadar akan kekuatan yang dimiliki Xiao An hingga dia kembali normal. Berbeda dengan Tian Xing, dia terlihat sangat bingung.


" Kenapa kau kemari hah?, Ingin membawa ku kepada mereka?, Enak saja!! Kau pikir kau siapa hah? Ingin membawaku seenaknya", ucap Xiao An dengan nada tinggi.


" Aku tak pernah tau jika aku punya ayah. Aku hanya tau jika aku mempunyai kakek, ibu dan juga kakak. Selain itu, mana ada ayah yang membiarkan anaknya menemui ajalnya. Sangat menyedihkan mempunyai ayah seperti itu", ucap Xiao An. Tian Xing tampak sangat marah setelah mendengar perkataan Xiao An.


" Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus ikut aku ke hadapan mereka sekarang juga!", Ucap Tian Xing.


" aku tidak butuh kau untuk membawaku kepada mereka. Aku akan datang sendiri nanti malam tentunya kau harus ada disana, agar kau tau siapa aku sebenarnya Ha ha ha ha", ucap Xiao An misterius.


" Baiklah, aku akan menunggumu disana", ucap Tian Xing masih menahan amarahnya. Lalu dia pun pergi dengan terburu buru.


" Xiao An, jangan pergi! Tolong jangan pergi kesana. Mereka punya pasukan hebat di belakang mereka. Tidak peduli kau sekuat apa mereka berjumlah banyak. Kakek tidak mau kehilangan cucu kesayangan kakek", ucap kakek Luo dengan cemas.


" Tidak apa apa kakek, aku tidak sendirian. Aku akan membawa pasukanku dan juga aku sudah tau sebesar apa pasukan mereka. Setelah aku membantai habis sekte aliran hitam di wilayah ini, pasukan mereka berkurang setidaknya 20%. Dan itu akan sangat mudah bagiku untuk membalaskan dendam kepada mereka", ucap Xiao An dengan percaya diri.


" Tidak semudah itu nak, mereka masih mempunyai seseorang yang kuat di belakangnya. Ptriak keluarga Jiang sebelumnya sebenarnya belum meninggal. Dia sedang berkultivasi di suatu tempat dan kakek mendengar bahwa dia akan segera pulang ke sini", ucap kakek Luo.


" Tidak apa apa kakek, aku sudah siap menerima resiko apapun. Ini demi ibu! Aku harus membalas mereka", ucap Xiao An.


" Baiklah jika memang itu kemauan mu. Namun kakek berpesan agar kau berhati hati terutama kepada patriak yang sekarang dan sebelumnya. Mereka mempunyai semacam artefak kuno yang dapat membantu mereka mengeluarkan kekuatan 2 kali lipat dengan kekuatan mereka saat ini", ucap kakek Luo.


" Iya kakek, aku tidak akan ceroboh. Aku akan waspada kepada siapapun. Kakek tenang saja. Kalau begitu, aku akan bersiap untuk malam ini", ucap Xiao An. Secepat kilat dia pergi menuju kamarnya.


Pada sore hari itu juga, Xiao An segera menghubungi para pelayannya yang berada di rumah makan Haozi dan juga ras teratai hitam untuk membantu melenyapkan keluarga Jiang.


Malam telah datang, Xiao An kini sedang bersiap siap. Dia mengganti topengnya dengan topeng yang dia pakai saat membantai sekte aliran hitam. Dia memakai pakaian serba hitam dengan pedang katana yang dia letakkan di punggungnya.


" Ah, sangat lama! Menunggu tengah malam itu sangat lama. Aku malas berjalan! Aku ingin menunggangi sesuatu. Oh ya, aku kan punya wolf, Xiao Bai si harimau putih kuno dan lion si singa api Kirin", ucap Xiao An.


" Hei kalian! Apa kalian mendengarku?", Ucap Xiao An.


" Oh ya tuan, kami mendengar anda. Tuan ingin kami mengantar tuan kemana?", Ucap mereka.


" Aku ingin salah satu dari kalian mengantarku untuk berperang", ucap Xiao An dengan santainya.


" Eh, berperang? Kami siap menjalankan tugas tuan. Silahkan untuk memilih salah satu dari kami tuan", ucap Mereka.


" Aku bingung harus memilih siapa", ucap Xiao An. Dia memang kebingungan untuk memilih spirit beast yang ingin dia tunggangi.


" Bagaimana dengan hamba, tuan?", Ucap lion.


" Baiklah, kau saja yang ikut denganku. Ingat! Jangan membuatku repot!", Ucap Xiao An.


" Baik tuan", ucap lion dengan patuhnya.


" Tunggu saja kalian! Aku bersungguh-sungguh akan melenyapkan kalian dan seluruh keturunan kalian!!!", Ucap Xiao An dengan yakin.