
Mereka berdua pun pamit untuk melanjutkan perjalanan ke restoran milik Xiao An. Dan mereka mengantarkan Tian Yue dan Xiao An ke depan pintu dan saling memberikan salam.
Setelah sampai di restoran , mereka berdua masuk dan duduk di kursi yang telah ditata dengan rapi.
Tak lama setelah itu, seseorang menghampiri mereka.
"Nona, anda sudah datang?. Ada perlu apa nona kesini?", Ucap Zhao chen, salah satu budak yang dibeli Xiao An .
"Aku ingin bertanya, apakah semuanya sudah siap ?", Tanya Xiao An dengan nada andalannya. Ya apalagi kalau bukan si tidak peduli.
"Semuanya sudah di siapkan. Dan mereka pun sedang bersiap memasak makanan", ucap Zhao chen.
"Tolong berikan ini kepada mereka yang memasak. Katakan kepada mereka, ini adalah menu kita dan mereka harus mempelajarinya sekarang juga. Karena sebentar lagi aku akan pergi ke akademi", jelas xiao an .
"Baik nona" ucap Zhao chen.
" Satu lagi, tolong panggilkan 2 orang laki-laki untuk membantuku", ucap Xiao An .
Segeralah Zhao chen memangil 2 orang itu. Tanpa menunggu lama, 2 orang yang di panggil pun datang. Mereka adalah Zhao Yun dan Zhao Yan laki-laki kembar.
"Ya kak Zhao chen. Ada apa ?", Ucap kedua nya.
"Nona sedang membutuhkan bantuan. Pergilah bantu dia " ucap Zhao chen apa adanya.
"Oh baiklah", ucap si kembar itu. Dan mereka pun bergegas menemui Xiao An yang sudah menunggu di kursi pelanggan.
"Nona, apakah ada yang harus kami lakukan ?", Ucap si kembar.
"Tolong bawakan aku susu 3 liter masukkan kedalam wadah yang berukuran sedang dan bawa juga air ke dalam wadah yang lebih besar dari pada wadah susu ", ucap Xiao An . Mereka pun segera membawa semua yang telah di perintahkan oleh Xiao an.
"Kau ingin membuat apa ?" Tanya Tian Yue penasaran dengan apa yang akan di buat Xiao An .
"Nanti juga kau akan tau" ucap Xiao An santai.
Tak lama kemudian si kembar telah sampai di depan Xiao An dengan membawa 2 wadah yang lumayan besar.
"Ini nona. Mau di apakan semua ini ?", Ucap Zhao Yun .
"Kau ! Bekukan air ini! " Ucap xiao an sembari menunjuk ke arah Zhao Yan .
"Baik nona", ucap Zhao Yan .
Dia pun membekukan air itu dengan 1 jarinya.
"Xiao An, bukankah kau juga bisa membekukannya sendiri?, Kenapa menyuruhnya?", Ucap Tian Yue.
"Huuuuhh, kau itu. apa kau lupa tingkat elemen es ku lebih tinggi?, Itu hanya akan membuat susunya langsung beku bahkan tak bisa di hancurkan " ucap Xiao An .
"Eh, iya juga ya", ucap Tian Yue membenarkan apa yang dikatakan Xiao An .
Setelah berbincang dengan Tian Yue , Xiao An mengeluarkan palu yang berukuran sedang yang merupakan senjata roh dan juga senjata yang selalu Xiao An pakai saat mengukir hiasan untuk setiap senjata buatannya.
Kemudian, Xiao An memukul es nya lalu es nya pun terpecah menjadi beberapa bagian berukuran sedang.
"Kalian masukkan wadah berisi susu ke wadah berisi es, lalu putar dengan kecepatan sedang. Jangan berhenti sebelum aku menyuruhnya", ucap Xiao An . Mereka pun melakukan apa yang Xiao An katakan.
Sekitar 1 jam mereka memutar wadah susunya bergantian. Tentu saja jika tidak bergantian, mungkin tangan mereka sudah mati rasa.
Selama itu, xiao an dan Tian Yue pergi ke dapur untuk memeriksa apakah mereka berhasil memasak makanannya dengan resep Xiao an.
Saat di dapur Xiao an mencicipi makanan yang mereka masak. Ternyata semuanya berhasil memasaknya. Xiao an mengira bahwa mereka tidak akan berhasil karena resep yang Xiao An berikan adalah resep keluarganya dan merupakan makanan modern. Xiao an pun memuji mereka dan mereka pun senang dengan pujian Xiao an.
Setelah itu xiao an menyuruh mereka menyajikannya di meja pelanggan untuk mereka santap. Melihat si kembar telah kelelahan memutar susu, Xiao an pun menyuruh mereka berhenti dan makan masakan yang telah di siapkan di meja bersama yang lainnya.
Sedangkan Xiao an dan Tian Yue menikmati eskrimnya dan menyisakan ya untuk mereka coba.
Setelah itu, Xiao an dan Tian Yue kembali ke penginapan untuk beristirahat karena hari sudah hampir malam.
Setelah tiba di penginapan, mereka berdua pun segera mandi. Karena merasa kelelahan, mereka tidur lebih awal dari biasanya.
Saat tengah malam tiba, terdengar suara seperti orang berjalan di atap. Tapi , bukan hanya ada 1. itu seperti beberapa orang. Tak lama setelah terdengar suara langkah kaki, terdengar suara seorang perempuan berteriak tetapi kemudian hanya terdengar samar samar seperti sesuatu telah menyumpal mulutnya.
Karena suara suara itu, Xiao an terbangun dan segera mengambil belati dari cincin ruangnya. Xiao an mulai waspada terhadap sekitarnya. Dan membangunkan Tian Yue jika ada seseorang datang kepada mereka, mereka sudah dalam keadaan siap menyerang.
Sekitar 10 menit lamanya mereka menunggu, ternyata tidak ada orang yang mencoba masuk dan menyerang mereka. Merasa ganjal, Xiao an pun berpikir mungkin saja kelompok itu mengincar seseorang yang menginap di penginapan itu.
Setelah menangkap orangnya, kemungkinan mereka akan pergi.
Setelah diperiksa, ternyata salah satu dari kelompok itu masih berada di kamar itu sedang menjaga wanita itu. Mengetahui nya, Xiao an langsung bergerak tanpa meninggalkan suara dan segera memotong leher orang yang berpakaian serba hitam itu. Wanita itu membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang telah terjadi di hadapannya hingga tubuhnya bergetar ketakutan .
"Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu. Aku justru ingin menolongmu. Ayo ikut aku ke tempat yang aman", bisik Xiao an berjaga jaga jika saja ada yang datang lagi. Wanita itu pun di bawa ke kamar Xiao an. Sedangkan Xiao an berencana untuk melawan mereka.
"Tolong jaga dia, aku akan pergi untuk melawan mereka", ucap xiao an kepada Tian yue yang dibalas dengan anggukan.
"Tunggu!, Tolong selamatkan adikku. Dia di bawa oleh mereka", ucap sang wanita. Xiao an hanya mengangguk dan kemudian pergi layaknya bayangan.
Tian Yue mencoba untuk menenangkannya dan membiarkannya untuk bercerita.
Sedangkan di tempat lain...
"Tuan, aku sudah menangkap anak ini sesuai perintah tuan. Tuan ingin aku apakan anak ini?", Ucap salah satu kelompok berbaju hitam itu.
"Kita gunakan dia sebagai sandera dan dapatkan banyak uang dari keluarganya", ucap sang tuan.
Tak jauh dari sana, terlihat Xiao an sedang mengamati apa yang akan di lakukan oleh mereka.
" Tunggu, bukankah itu tuan pemilik penginapan?, Ternyata dia yang menyuruh mereka untuk menculiknya", ucap xiao an.
Setelah mengamatinya lebih jauh, Xiao an mulai bertindak dengan membunuh satu satu anggota mereka dengan hanya 1 tebasan, kepala mereka terpisah. Betapa kejamnya pembunuhan yang dia lakukan. Dan tidak ada satu pun yang menyadarinya karena Xiao an menggunakan teknik pembunuh bayangan milik ras teratai hitam. Yang membuat orang yang akan di bunuh tidak mengeluarkan suara saat terjadinya pembunuhan.
Setelah membunuh mereka satu per satu, hingga menyisakan 2 orang saja yaitu tuan pemilik penginapan dan orang yang merupakan ketua kelompok itu, Xiao an menunjukkan dirinya kepada mereka berdua. Mereka pun terkejut.
"Siapa kau?, Kenapa kau bisa kesini?", Ucap seorang ketua kelompok.
"Oh aku tau, kau adalah salah satu orang yang penyewa kamar", ucap sang tuan pemilik penginapan.
"Ya kau benar, TUAN PEMILIK PENGINAPAN", ucap xiao an.
"Ba..bagaimana kau tau?", Ucap sang tuan pemilik penginapan.
"Tentu saja karena aku pernah melihatmu berbicara dengan pegawaimu", ucap xiao an santai.
"Berikan anak itu padaku. Atau kau mati di tanganku", ucap xiao an dengan senyum evilnya yang membuat mereka marinding ketakutan.
"Serang dia!", Perintah sang ketua kepada anggotanya. Tapi tidak ada yang satu pun anggotanya yang muncul. Dia mencoba untuk memanggil mereka lagi. Tapi hasilnya tetap sama, mereka tidak muncul.
" Percuma kau memanggil mereka, mereka telah ku bunuh di tempat", ucap xiao an. Yang membuat mereka semakin menggigil ketakutan. Tetapi sang ketua itu tidak menyerah. Dia mencoba menyerang Xiao an dengan berbagai cara termasuk menusukkan jarum beracun ke leher Xiao an.
Tetapi percuma saja toh tubuh Xiao an adalah tubuh ashura yang tahan akan racun dan justru darahnya adalah racun yang paling mematikan. Pertarungan itu pun diakhiri dengan kematian sang ketua.
Seperti sebelumnya, Xiao an menggunakan belatinya untuk memotong lehernya. Bahkan pergerakan Xiao an dalam membunuhnya saja hampir tidak terlihat ,lebih seperti bayangan yang lewat saja.
Melihat suruhannya telah mati, sang tuan memberikan anak itu kepada xiao an, berharap nyawanya selamat. Tapi itu sudah terlambat. Xiao an pun membunuh sang tuan pemilik penginapan seperti yang lainnya yakni dengan satu tebasan dan meninggalkan mayat mereka tanpa meninggalkan jejak. lalu Xiao an pun membawa anak itu kembali kepada wanita itu.
______________________________________
Tingkatan senjata:
- senjata biasa
- senjata spiritual: -tingkat rendah
-tingkat menengah
-tingkat tinggi
-tingkat pusaka
- senjata roh : - tingkat rendah
- tingkat menengah
- tingkat tinggi
- tingkat pusaka
Senjata roh sangat langka. Oleh karena itu ,orang yang mempunyai senjata roh sangatlah sedikit karena tidak ada ahli senjata yang bisa membuatnya. Harus menggunakan teknik khusus untuk membuatnya terutama untuk menyatukannya dengan batu inti roh spirit beast.
Tapi tidak untuk Xiao an, dia memiliki semua yang dia butuhkan. Hanya dia sedikit malas untuk membuatnya. Karena senjata yang dibuat ibunya pun sudah lebih dari cukup baginya.
Barulah jika uang yang dimilikinya menipis, pasti dia akan menjualnya. Meski hanya menjual 1 senjata setidaknya itu bernilai 100.000 uang kertas atau sekitar 10jt tael emas itu hanya senjata roh tingkat rendah.