The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 31



" Memang kau lah jenius akademi pedang surgawi ini", ucap tetua. Lalu tetua pun memberikan sebagian batu inti yang telah di dapatkan oleh Xiao An.


" Terimakasih tetua", ucap Xiao An.


" Ya, sama sama", ucap sang tetua.


" Tapi, sebelum itu, aku masih mempunyai 1 batu inti lagi", ucap Xiao An, kemudian mengeluarkan batu inti tingkat 5 yang dia dapatkan dengan susah payah. Kali ini bukan hanya para murid yang terkejut , tapi semua orang yang melihat itu terkejut, bahkan sang ketua akademi pun terkejut.


Terutama perempuan berambut ungu itu, yakni Xiao Shi.


' bagaimana dia mendapatkan batu inti tingkat 5?' apa dia punya sesuatu yang membuatnya menjadi lebih kuat?', batin Xiao Shi.


" Ba...bagaimana kau mendapatkan batu inti ini?, Ini...", Ucap sang tetua terbata bata.


' aku harus berbohong kali ini, toh aku juga belum mengerti dengan apa yang terjadi saat itu', batin Xiao An.


" Maaf sebelumnya tetua, aku melanggar peraturan karena pergi ke lapisan berikutnya dan menemukan spirit beast yang sedang terluka. Dan saat itu, aku langsung membunuhnya", ucap Xiao An sedikit berbohong.


" Apa?, Kenapa kau pergi ke lapisan berikutnya?, Bagaimana jika kau terluka parah?, Itu... Itu kenapa matamu di balut kain?", Ucap kakek Luo karena khawatir dengan Xiao An.


" Aduh kakek, nanti saja jika ingin mengkhawatirkan ku", bisik Xiao An.


" Oh iya iya, ehem ehem", ucap kakek Luo sembari mengubah ekspresinya menjadi lebih normal.


"Soal batu inti tingkat 5 itu, aku berikan kepada ketua akademi saja", ucap Xiao An


Xiao An pun menghampiri kelompoknya.


" Wah, sepertinya kelompok kita yang mendapatkan batu inti terbanyak", ucap Xiang Yu.


" Bagaimana caramu membunuh spirit beast tingkat 5?, Bukankah orang yang berada di ranah langit dan bumi pun kesusahan untuk membunuhnya?", Ucap Zhu Feng.


" Entahlah aku juga tidak tau", ucap Xiao An. Mendengar jawaban seperti itu, mereka tampak tidak puas.


Setelah beberapa saat, akhirnya para murid di perbolehkan untuk kembali ke kamar masing masing untuk beristirahat.


Tapi saat itu tiba tiba, seorang tetua memberikan pengumuman dari aula besar yang terdapat di dekat kelas murid tahun ke 6.


" Perhatian untuk murid tahun pertama sampai tahun ke 5 yang menduduki peringkat 1 sampai 5, diharapkan segera berkumpul di aula besar", ucap sang tetua. Karena menggunakan kekuatan, jadi suara tetua itu cukup keras hingga terdengar ke seluruh akademi .


" Apa lagi ini?", Ucap Xiao An dengan malas bangun dari ranjangnya dan segera mengetuk pintu Tian Yue.


Tok tok tok


" Tian Yue?, Ayo cepat! kita pergi ke aula besar", ucap Xiao An dari balik pintu. Tian Yue pun keluar.


" Iya sebentar, aku kunci dulu kamarku", ucap Tian Yue. Lalu mereka pun pergi.


Karena untuk ke aula besar harus melewati kelas murid senior, Sepanjang jalan mereka terus di perhatikan oleh murid senior. Mungkin karena mereka menduduki peringkat 1 sampai 5, jadi pantas saja di perhatikan oleh mereka para senior. Dan mungkin juga karena wajah mereka yang menarik perhatian para senior.


Dan baru kali ini, hanya 1 murid laki laki yang menduduki peringkat 1 sampai 5. Biasanya, ada 3 sampai 4 orang murid laki laki yang masuk di peringkat 1 sampai 5.


Sepanjang jalan pula Xiao An dan Tian Yue mengobrol.


" Xiao An, kenapa sebelah matamu di balut kain?", Ucap Tian Yue.


" Ada kecelakaan sedikit saat aku membunuh spirit beast tingkat 5 dan mata ku berdarah. Aku langsung mengobatinya saat itu, tapi ya beginilah", ucap Xiao An sedikit jujur.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai di aula besar.


" Selamat siang, murid murid. Aku sebagai tetua  ke 7, mengumpulkan kalian ke aula untuk membagikan tim. Sekitar 1 bulan lagi kalian akan bertanding di pertandingan 1 benua yang di adakan di wilayah tengah.


Seperti biasanya, kalian akan di bagi menjadi 5 tim sesuai peringkat masing masing. Tim 1 berisi murid peringkat 1 dan akan menjadi tim inti dari akademi pedang surgawi ini. Begitu pun tim 2 berisikan murid peringkat 2 dan seterusnya.


Selama sebulan, kalian akan di latih oleh tetua yang sudah di atur oleh ketua. Khusus untuk tim 1, akan di latih oleh ketua langsung. Sedangkan tim yang lain, akan di latih oleh tetua yang saat ini berada di belakang kalian.


Oleh karena itu, mulai saat ini kalian harus berlatih bersama rekan se tim kalian. Dan mulai lah untuk mengenal satu sama lain", jelas tetua ke 7.


' kenapa di tim ku hanya aku saja yang perempuan',  batin Xiao An.


" Halo!, aku Hao Lian, murid tahun ke 5. Elemenku tanah tingkat 5 dan aku saat ini berada di ranah kaisar akhir. Aku juga seorang ahli formasi tingkat 3", ucap Hao Lian .


" Wah kau hebat senior", ucap mereka.


" Halo!, Aku Li Shi Chen , murid tahun ke 4. Elemenku air tingkat 4 dan aku saat ini berada di ranah kaisar menengah", ucap Shi Chen.


" Aku Bai Xu Kai, murid tahun ke 3. Elemen petir tingkat 6 dan api tingkat 3 dan saat ini berada di ranah kaisar awal", ucap Xu Kai dengan nada yang dingin.


" Pengguna 2 elemen?, Bagus kalau begitu", ucap Hao Lian .


' sebentar lagi giliranku, aku malu sekali, bagaimana ini?', batin Xiao An .


" Halo!, Aku Xuan Ming , murid tahun ke 2. Elemenku angin tingkat 5 dan saat ini aku berada di ranah raja akhir", ucap Xuan Ming.


" Aku Xiao An , murid tahun pertama. Elemenku....... Elemen..", Xiao An tampak gugup untuk sekedar memperkenalkan dirinya.


" Tenang saja, jangan gugup !!, Kami tidak akan memakanmu ", ucap Shi Chen.


" Aku... Aku .... Aku pengguna semua elemen. Saat ini aku berada di ranah yang cukup jauh dari kalian. Terserah mau percaya atau tidak", ucap Xiao An yang awalnya gugup menjadi lancar tapi sangat cepat, itu membuat mereka sedikit bingung. Tapi Xiao An berbicara cukup jelas saat itu.


Mereka merasa Xiao An ini sedikit aneh.


" Eh, bukankah kau yang mempraktekan teknik petir 9 alam di perpustakaan lantai 5 itu kan?", Ucap Hao Lian.


" Benar, itu aku", ucap Xiao An singkat.


' ternyata benar dugaanku, dia yang mempunyai petir yang lebih kuat dari ku', batin Xu kai.


" Kalau boleh tau, elemen petir mu itu tingkat berapa?", Ucap Xian Ming.


" Tingkat 7", ucap Xiao An singkat yang membuat mereka membelalakkan matanya. Sejauh ini, tidak ada yang mempunyai elemen sampai ke tingkat 7. Dan Xiao An kali ini dengan santainya menyebutkan tingkat elemennya.


" Emmhh, dan berapa tingkat elemen mu yang lain?", Ucap Hao Lian.


" Nanti juga kalian akan tau", ucap Xiao An sedikit gugup.


' ternyata dia cukup misterius tentang kekuatannya', batin mereka tim Xiao An.


" Oh ya, ku dengar ada kelompok murid tahun pertama yang berhasil membunuh spirit beast tingkat 5, apa itu benar", ucap Shi Chen.


" Ya, itu memang benar", ucap Xiao An.


" Kalau boleh tau, siapa yang membunuhnya?", Ucap Hao Lian.


"Aku", ucap Xiao An singkat membuat mereka kembali terkejut.


" Wah, kau hebat sekali bisa membunuh spirit beast tingkat 5. Bagaimana cara mu membunuhnya?", ucap Xian Ming.


" Entah lah aku tidak tau", ucap Xiao An santai yang membuat mereka mengerutkan dahi.


" Hah?, Yang benar saja, kau tidak tau apa yang terjadi?", Ucap Shi Chen.


" Ya begitulah, aku tidak tau. Yang ku tau hanya saat spirit beast itu mati, mata ku berdarah. Kalian bisa melihat nya", ucap Xiao An.


" Sebenarnya, apa yang terjadi denganmu?, Apakah itu berkaitan dengan matamu?", Ucap Shi Chen.


" Ya, sepertinya begitu. Karena mata kananku punya  kelebihan dalam mengintai dan mengetahui jauh 10 km ke depan. Dan mungkin saja mata kiriku ini baru mengeluarkan kelebihannya", jelas Xiao An.


" Sepertinya ada rahasia di tubuhmu. Apa kau pernah memeriksanya?", Ucap Hao Lian.


" Ya, aku sudah tau sebagian", ucap Xiao An.


" Hah?, Benarkah?, Apa itu?", Ucap Hao Lian penasaran.