
" Berhenti tuan!", Ucapnya.
" Ada apa?", Tanya Ao Tian. Dia terlihat kesal melihat ke arah anggota itu.
" Tuan, maafkan aku sebelumnya. Tapi jeruji itu di lumuri racun yang mematikan", jelas salah satu anggota Dark Rose. Ao Tian pun menghela nafasnya.
' aku terlalu terburu-buru, hingga aku jadi seceroboh ini. Jika ini tidak menyangkut tentang dia, mungkin aku tidak peduli dan bersikap tenang seperti biasanya', batin Ao Tian sekali lagi menghela nafasnya.
' tuan sudah sangat bekerja keras, aku pun harus bekerja keras. Dia sangat memperdulikan wanita itu. Mungkin saja dia akan menjadi istri tuan. Aku harus segera mengeluarkannya', batin salah satu anggota.
Tak butuh waktu lama, akhirnya mereka menemukan sebuah cara. Mereka melindungi tangan mereka dengan Qi agar racun tidak tersentuh oleh mereka. Kemudian membuka jeruji itu dengan paksa. Jeruji pun terbuka, dengan segera Ao Tian masuk dan membawa Xiao An keluar dari sana.
Setelah itu, barulah anggota Dark Rose keluar dari lorong. Setibanya di ruangan tempat sang pemilik, Ao Tian memastikan keadaan Xiao An.
' ini sangat kacau! Qi nya mengalir tidak teratur, itu akan menyebabkan luka dalam yang serius. Eh, kenapa aliran Qi nya melemah?', batin Ao Tian dengan wajah yang mengerutkan dahi. Ao Tian dan yang lainnya segera keluar dari bangunan itu.
Kemudian dia memerintahkan anggota Dark Rose untuk membakar bangunan itu dan membawa sang pemilik kehadapan sang kaisar yang merupakan kakek buyut dari Ao Tian. Setelah selesai, barulah mereka meninggalkan bangunan itu.
Di tengah perjalanan, mereka tidak sengaja berpapasan dengan pasukan darah besi dengan jumlah yang sedikit milik ayah Qin Ruo. Ao Tian mengerutkan dahi saat melihat mereka. Dia mendekat lalu bertanya,
" Kenapa kalian ada disini?", Tanya Ao Tian dengan hati-hati. Prajurit itu hanya diam dan tak ada yang menjawab.
" Apa ada misi untuk kalian?", Tanya Ao Tian untuk memastikan.
" Emmhh.... Emmhh.... Itu... Itu untuk mencari teman tuan muda yang hilang", ucap salah satu prajurit. Dia terlihat ketakutan.
" Ah iya benar, itu benar tuan muda", ucap prajurit lain membenarkan.
" Tidak perlu, aku sudah menemukannya. Lihatlah! Dia sekarang ada di punggungku", ucap Ao Tian.
" Emmhh ... Itu bagus tuan. Kita bisa kembali dengan tenang", ucap prajurit itu. Lalu mereka pun kembali bersama ke istana keluarga Long.
Mereka pun sampai di gerbang istana kediaman keluarga Long. Para prajurit darah besi dan para anggota Dark Rose kembali ke markas mereka masing-masing. 2 anggota Dark Rose menghadap kaisar dengan sang pemilik Queen Palace bersamanya.
" Salam, panjang umur yang mulia kaisar", ucap kedua anggota Dark Rose itu sembari membungkuk memberi hormat kepada sang kaisar.
" Bangun lah kesatria kerajaan! Kalian sudah sangat bekerja keras. Sudah berhari hari cicitku mencarinya, akhirnya dia menemukannya. Aku tidak tau dia akan bertindak seperti itu. Tapi kalian berakhir dengan memberikan seorang buronan, itu sangat bagus!! Sudah bertahun-tahun mereka membunuh masyarakat, akhirnya tertangkap juga. Kalian sangat hebat!", ucap sang kaisar. Dia sangat berterimakasih kepada Dark Rose yang sudah menangkap buronan itu.
" Terimakasih atas sanjungannya yang mulia, anda jauh lebih hebat daripada hamba", ucap anggota Dark Rose itu.
" Selalu saja seperti itu, kalian akan di bebas tugaskan untuk seminggu atas kerja keras kalian ini. Kalian berhak mendapatkannya. Ku dengar ada beberapa anggota kalian yang merindukan keluarga mereka. Biarkan mereka berkunjung ke keluarganya", ucap sang kaisar sembari memberikan senyumannya.
" Oh ya, masukan dia ke penjara bawah tanah! Dan tolong panggilkan Ao Tian kesini", ucapnya.
" Hamba pamit yang mulia", ucap kedua anggota Dark Rose.
Dengan segera mereka membawanya ke penjara bawah tanah.
Sedangkan Ao Tian membawa Xiao An ke kamarnya dan segera memeriksa keadaannya untuk yang kedua kalinya.
" Keadaannya semakin memburuk, dia terus melemah. Kenapa seperti ini? Bukankah dia tidak mempan terhadap racun apapun itu?", Ucap Ao Tian. Dia terus memikirkan hal ini. Lalu dia pun memanggilkan tabib keluarga Long untuk menyembuhkan Xiao An.
Tabib itu pun datang dengan terburu-buru dan langsung memeriksa Xiao An.
" Tabib, dia terlihat seperti sedang tertidur. Tapi kenapa aliran Qi nya tidak teratur? Aku sudah memikirkan hal ini sejak tadi, tapi tidak menemukan jawaban apapun", ucap Ao Tian.
Seseorang masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung duduk di kursi dengan santainya.
" Kak, kau sudah pulang? Kenapa ada tabib disini?", Ucap Ba Tian dengan polosnya. Ao Tian hanya bisa menghela nafasnya.
" Apa kau tidak melihat dia seperti ini?", Ucap Ao Tian.
" Ah ada apa dengan wanita itu? Apa sesuatu yang serius terjadi? Eh, jangan-jangan.... Kau sudah menghamilinya ya?", Ucap Ba Tian yang membuat Ao Tian dan tabib itu tersentak.
" Tidak mungkin!!!!", Seseorang berteriak dari arah pintu. Siapa lagi jika bukan Qin Ruo. Dia mendengar ucapan Ba Tian, dia terlihat marah dengan wajahnya yang memerah.
" Tidak mungkin dia hamil!!!", Teriak Qin Ruo semakin keras hingga orang-orang yang berada di luar pun dapat mendengarnya. Namun Ao Tian tidak menghiraukan ucapan Qin Ruo sama sekali.
" Salam tuan muda pertama dan kedua, saya menyampaikan perintah kaisar. Beliau memerintahkan untuk memanggil tuan muda pertama ke hadapannya sekarang", ucapnya.
" Baiklah, aku akan segera menemuinya", ucap Ao Tian.
" Kenapa kakek buyut memanggilmu?", Ucap Ba Tian dengan penasaran.
" Aku tidak tau", ucap Ao Tian.
" Tabib, bagaimana keadaannya?", Lanjutnya.
" Maaf tuan muda, dia tidak apa-apa. Hanya aliran Qi nya yang cukup bermasalah. Tampaknya ini akan berakibat fatal terhadap organ dalam nya", ucap sang tabib. Ao Tian terlihat begitu khawatir.
' kenapa wanita itu tidak mati saja! Eh, mungkin dengan ini dia akan kehilangan kekuatannya dan menjadi sampah. Itu sangat bagus! Tetaplah seperti itu', batin Qin Ruo. Lalu dia pun pergi.
" Tolong jaga dia untukku", ucap Ao Tian kepada Ba Tian dan juga tabib itu.
" Baik tuan muda", ucap sang tabib.
Setelah menyerahkan Xiao An kepada sang tabib dan Ba Tian, Ao Tian pun pergi menghadap kaisar.
" Salam, panjang umur yang mulia kaisar", ucapnya sembari membungkuk.
" Bangunlah cicitku! Kau sudah besar sekarang. Bagaimana keadaanmu?", Tanya sang kaisar.
" Hamba baik-baik saja yang mulia", ucapnya.
" Ku dengar kau berhasil menemukannya, bagaimana keadaannya saat ini?", Tanya sang kaisar.
" Keadaannya cukup buruk yang mulia, aliran Qi dalam tubuhnya kacau", ucap Ao Tian dengan jujur. Kaisar menghela nafasnya.
" Kenapa kau begitu mengkhawatirkannya? Apa kau mencintainya?", Ucap sang kaisar. Ao Tian terdiam mendengar pertanyaan sang kaisar.
" Padahal aku akan memperkenalkan dirimu kepada seseorang yang sudah ku pilih sejak dulu. Sayang sekali", lanjut sang kaisar. Saat mendengarnya Ao Tian terkejut.
" Kakek buyut, aku tidak mau menikah dengan Qin Ruo", ucap Ao Tian. Kali ini dia bersikap seperti seorang cicit.
" Ah maksud ku bukan Qin Ruo, tapi seseorang yang bahkan jauh dari sini. Aku pun belum pernah melihatnya", ucap sang kaisar.
" Lalu siapa dia? Apa anak dari teman kakek buyut?", Tanya Ao Tian dengan penasaran.
" Hanya keturunan dari seseorang yang pernah mencuri hatiku", ucapnya sembari tersenyum lembut. Ao Tian merasa bingung dengan perkataan sang kaisar.
" Baiklah jika kau menolak, aku akan menikahkan Ba Tian dengannya. Dan untuk wanita itu, kau bisa mencoba untuk mengalirkan Qi mu kepadanya dengan hati-hati", ucap sang kaisar.
" Terimakasih yang mulia kaisar, hamba pamit undur diri", ucap Ao Tian. Dia kembali ke kamarnya.
" Kak, kau kembali?", Ucap Ba Tian.
" Apa yang kakek buyut katakan?", Lanjutnya dengan penasaran.
" Sebuah saran dan dia mengatakan akan menikahkanmu dengan seseorang", ucap Ao Tian.
Ba Tian terkejut mendengarnya, dia langsung pergi menemui sang kaisar.
" Bagaimana keadaannya sekarang?", Tanya Ao Tian kepada sang tabib.
" Sama seperti sebelumnya, dia belum sadar. Mungkin karena aliran Qi yang kacau hingga dia belum bisa sadar sampai sekarang", ucap sang tabib.
Ao Tian menghela nafasnya dan mulai mendudukkan tubuh Xiao An untuk mengalirkan Qi miliknya kedalam tubuh Xiao An. Qi nya bereaksi dan setelah beberapa saat, Qi milik Xiao An kembali mengalir dengan teratur. Lalu Ao Tian kembali menidurkan tubuh Xiao An. Kemudian sang tabib memeriksa keadaan Xiao An.
" Tampaknya dia sudah tidak berada dalam bahaya lagi. Kalau begitu, hamba pamit undur diri tuan muda", ucap sang tabib.
" Baiklah, silahkan. Terimakasih atas bantuannya", ucap Ao Tian dengan sopan.
" Tidak perlu sungkan tuan", ucap sang tabib. Lalu dia pun pergi meninggalkan Ao Tian bersama Xiao An yang masih belum sadarkan diri.