The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 71



' aku tau kau pasti sedang memikirkan masa depanmu. Heh, sebentar lagi kau akan menjadi milikku. Aku tidak peduli bagaimana orang lain memanggilmu sebelumnya dan juga sesudahnya. Kau hanya akan menjadi milikku selamanya', batin orang itu sembari tersenyum lebar.


' apa dia pikir aku tidak menyadari keberadaannya?, Aku hanya tidak mau menghabiskan waktuku dengan orang mesum', batin Xiao An. Karena semakin terusik, Xiao An memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Saat itu juga pria itu menghilang entah kemana.


Ketika di tengah jalan, seorang pelayan memanggil Xiao An.


" Nona muda, anda di tunggu di aula oleh patriak", ucap pelayan itu dengan sopan sembari membungkukkan badannya.


" Baiklah", ucap Xiao An. Lalu Xiao An pun pergi. Dia tampak sedikit kesal.


Setelah sampai di pintu aula, suara bising terdengar dari dalam aula. Xiao An pun masuk.


" Salam patriak, kenapa memanggilku?", Ucap Xiao An kepada kakek Luo.


" Kesini lah nak! Kakek ingin mengetahui keputusanmu kali ini. Dia adalah tuan muda dari keluarga Li di benua Tian Yun, Li Hao Ran. Tahun ini dia berusia 19 THN, hanya selisih 3 THN denganmu.


Dia juga seorang jenius sama sepertimu. Kali ini dia datang untuk melamarmu. Apa pendapatmu tentang dia?", Ucap kakek Luo dengan hati hati agar tidak menyinggung keduanya.


' heh, ternyata dia yang memperhatikanku saat di taman. Sedikit pun aku tidak menyukainya, dasar orang mesum!! Aku tidak lagi berani melihat pikirannya', batin Xiao An.


" Kakek~ aku ingin mendapatkan pasanganku sendiri. Aku tidak mau jika di jodohkan. Dan aku kan masih remaja, aku masih ingin bebas", ucap Xiao An.


" Baiklah jika memang itu keinginan mu kakek akan menolaknya", ucap kakek Luo.


" Mohon maaf sebesar besarnya kepada keluarga Li di benua Tian Yun. Xiao An nampaknya belum siap untuk menjalin hubungan. Dan dia juga ingin mencari pasangannya sendiri", ucap kakek Luo.


Mereka terkejut mendengar perkataan kakek Luo. Oleh karena itu, sebagian dari mereka marah dan mengucapkan beberapa kata kasar.


' bagaimana pun caranya aku harus bisa memilikimu. Hanya kau yang pantas menjadi pasanganku', batin Li Hao Ran.


" Dasar! Hanya sampah saja berani menolak tuan muda huh, tunggu saja kehancuran keluarga Luo", ucap salah satu tetua.


Keluarga Luo yang ada di aula marah mendengar perkataan tetua itu. Mereka hanya diam dengan wajah yang memerah, mencoba untuk tidak mengatakan kata kasar kepada keluarga itu.


" Apa kau bilang?", Ucap Xiao Yu dengan marah sembari maju ke hadapan sang tetua itu.


" Ku bilang nona kalian ini hanya sampah! Apa kau tidak mendengarnya? Dasar kalian berdua sama sama sampah!", Ucap tetua itu. Xiao Yu yang sangat marah hanya bisa mengepalkan tangannya. Sangat jelas dia tidak mau keluarga Luo mendapatkan kesulitan akibat dari perbuatannya.


" Sudahlah kak, tidak usah bicara kepada orang bodoh", ucap Xiao An perlahan.


" Tutup mulutmu!", Ucap Li Hao Ran dengan marah kepada tetua itu. Lalu dia pun pergi dengan terburu buru. Rombongan keluarga Li itu pun mengikuti di belakang Li Hao Ran. Mereka pergi tanpa berpamitan kepada patriak Luo, sangat terlihat bahwa mereka kecewa dengan penolakan patriak Luo.


Kakek Luo bukan orang yang mementingkan kekuatan, namun dia lebih mementingkan kebahagiaan Xiao An. Meskipun dengan identitas Xiao An saat ini sebagai kaisar naga yang baru, hal itu dapat di rebut oleh orang orang yang memiliki tanda ras naga murni seperti halnya milik Xu Kai.


Kakek Luo mengetahui bahwa menjadi pasangan Xiao An memanglah tidak mudah dan dia harus lah seorang yang kuat agar dapat melindungi Xiao An. Namun jika Xiao An tidak mau menikah dengan seseorang, itu sudah menjadi keputusannya sendiri karena itu adalah hidupnya.


Meski Xiao An hanya diam mendengar perkataan tetua itu, percayalah dia tidak mungkin melepaskan mereka dengan mudah. Oleh karena itu, dia berpamitan kepada kakek Luo untuk pergi mencari udara segar.


" Kakek, aku bosan di rumah. Aku ingin mencari udara segar di luar. Mungkin aku akan pergi ke rumah makan atau kemana pun yang aku mau. Apa boleh?", Ucap Xiao An.


" Ya, tentu saja boleh. Tapi ingat! Jangan membuat masalah dengan siapa pun itu", ucap kakek Luo.


" Baiklah, aku akan pergi", ucap Xiao An dengan gembira.


" Eh, aku ikut!", Ucap Xiao Yu.


" Tidak, kau di rumah saja", ucap Xiao An.


"Baiklah, aku tidak akan mengikutimu. Tapi aku juga ingin keluar", ucap Xiao Yu.


" Ya sudah, pergi sana!", Ucap Xiao An.


" Kau mengusirku?", Ucap Xiao Yu.


" Emmhhh, ya!", Ucap Xiao An.


" Adik macam apa kau ini. Ya sudah lah aku akan pergi kemana pun yang aku mau", ucap Xiao Yu. Lalu dia pun pergi. Di saat itu juga Xiao An melesat pergi dengan cepat ke arah hutan.


" Haaah, pasti kakak tak bisa mengejar ku. Aku tau dia ingin mengikutiku, he he ", ucap Xiao An.


Saat sampai di hutan, Xiao An segera berganti pakaian di semak semak, berharap tidak ada yang melihat tubuhnya. Namun seseorang sudah duduk di atas pohon sebelum Xiao An datang.


' kita bertemu lagi. kau memang sudah di takdirkan untukku', batin Long Ao Tian. Dia tersenyum melihat kedatangan Xiao An.


Xiao An tidak menyadari keberadaan Long Ao Tian sedikit pun. Hingga dia membuka bajunya pun, dia tidak menyadarinya. Alhasil Long Ao Tian melihat pakaian dalam yang di pakai Xiao An saat ini.


' apa dia tidak punya rumah? Sampai harus mengganti pakaian di semak semak', batin Ao Tian, lalu dia pun terkekeh.


Xiao An mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang biasa dia gunakan saat menjadi topeng setan. Bahkan saat dia membuka topengnya pun Ao Tian melihat seluruh wajah Xiao An.


Persis di saat Xiao An selesai, Ao Tian turun dari pohon dan menampakan dirinya kepada Xiao An.


" Aaah, hah? Kau!!! Kapan kau ada di sini?", Ucap Xiao An terkejut saat melihat Ao Tian yang berada di hadapannya.Long Ao Tian perlahan mendekati Xiao An dan berbisik kepada Xiao An.


" Aku sudah melihat semuanya", bisik Ao Tian. Seketika wajah dan telinga Xiao An memerah.


" Ka-kau!!! Hem!!", Ucap Xiao An. Tampaknya Xiao An sangat malu mendengar hal itu.


' oh tidak!!!, Dia sudah melihatnya. Bagaimana ini? Apa aku harus menikah dengannya? Haaaah aku sudah berjanji kepada diriku untuk hanya memperbolehkan suamiku yang melihat seluruh inci dari tubuhku', batin Xiao An. Antara marah dan bingung, Xiao An hanya bisa terdiam kaku.


Tiba tiba tangan Ao Tian menariknya untuk berada di dekapan Ao Tian. Xiao An masih dalam suasana marah dan bingungnya. Dia tidak mencoba untuk melepaskan pelukan itu. Ao Tian tersenyum puas melihat seseorang yang dia sukai tidak mencoba untuk menolak pelukannya.


" Gadis baik~~", ucap Ao Tian dengan lembut.


' oh tidak, ini sangat dekat! , Bahkan aku bisa mendengar suara detak jantungnya, ini sangat cepat. Jangan sampai aku tertipu!', batin Xiao An. Dengan paksa Xiao An melepaskan pelukan itu. Namun Ao Tian menggunakan kekuatannya untuk menahan Xiao An lebih lama lagi.


" Tetaplah seperti ini untuk beberapa saat saja", ucap Ao Tian lembut. Xiao An sedikit terkejut mendengar suara Ao Tian yang semakin lembut membuatnya tenang dan nyaman berada di pelukannya.


Setelah beberapa saat, mereka pun melepaskan pelukan itu. Ao Tian tiba tiba mengucapkan kalimat yang sekali lagi membuat Xiao An semakin terkejut.


" Aku akan segera menikahi mu", ucap Ao Tian dengan begitu yakin. Tanpa sadar, Xiao An tersenyum lembut.


" Ka-kau... Pasti bercanda", ucap Xiao An.


" Aku tidak pernah bercanda, apa lagi dengan hal yang sangat penting di hidupku", ucap Ao Tian.


Saat itu Xiao An berusaha melihat pikiran Ao Tian, namun itu gagal lagi. Seakan akan kekuatan melihat pikiran itu sudah lenyap.


" Aku tidak akan pernah berbohong kepadamu, selamanya", ucap Ao Tian. Xiao An hanya diam.


" Tidak masalah jika kau tidak percaya kepada ku. Aku akan membuktikannya sendiri dan membuatmu mencintaiku", lanjutnya.


" Ehem, baiklah. Buktikan itu dan buat aku jatuh cinta kepadamu. Dan jika itu gagal, aku harap kita tidak usah bertemu lagi", ucap Xiao An. Lalu Xiao An pun pergi dengan perasaan yang campur aduk.