The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 58



Spirit beast kontrak miliknya pun merasakan apa yang dirasakan oleh Xiao An. Namun, mereka juga berhasil melewati rasa sakit itu.


Hari sudah siang Tapi, Xiao An belum menyelesaikan kultivasinya, dia terbangun oleh suara ketukan pintu yang nyaring.


Tok..tok..tok


" Xiao An!, Kau sedang apa?", Ucap Xun Er. Setelah mendengarnya, Xiao An membuka pintunya.


" Nah, akhirnya kau membuka pintu. Apa kau lupa dengan tantangannya?, Dia sudah menunggumu sejak pagi", ucap Xun Er dia tampak gelisah.


" Ku pikir pertarungannya besok atau lusa. Ya sudah kalau begitu, ayo pergi", ucap Xiao An dengan malas.


' ah sudah kuduga dia akan selalu begitu,tidak berubah', batin Xun Er.


Lalu mereka pun pergi menuju arena murid tahun pertama. Sepanjang jalan menuju arena, Xun Er terus memperingatkan Xiao An meski pun itu percuma. Setelah mereka sampai, terlihat banyak murid yang berkerumun menghadap arena untuk menonton pertarungan itu.


" Bukankah itu Xiao An?, Akhirnya dia datang juga", ucap para murid itu. Mereka tampak sangat menantikan pertarungan itu, terlihat dari banyaknya murid yang menonton.


Lalu Xiao An pun naik ke atas arena dengan santainya.


" Oh, jadi kau yang bernama Xiao An? Ku pikir kau adalah laki laki, ternyata kau perempuan. Aku ingin menantangmu! Jika kau kalah, serahkan pedangmu!, Apa kau berani?", Ucap laki laki itu.


" Baiklah, lagi pula aku tidak akan kalah", ucap Xiao An.


' dia lumayan kuat, dia berada di ranah bumi tingkat 2. Pantas saja dia berani menantangku', batin Xiao An.


" Heh, aku suka gayamu. Baiklah, aku akan mulai", ucap laki laki itu. Lalu pertarungan pun terjadi. Xiao An terlihat tidak serius dengan pertarungan ini, berbeda dengan laki laki itu yang menggunakan sebagian besar kekuatannya dari awal.


Gerakannya sangat cepat sampai Xiao An pun terkejut.


' terkejut? Huh hanya begitu saja sudah terkejut. Kurasa dia tidak sekuat apa yang ku bayangkan', batin laki laki itu.


Baru saja dia berkata di dalam hatinya, kini dia sudah terlempar jauh hampir keluar arena hanya dengan 1 tendangan Xiao An. Di balik topeng itu, Xiao An tersenyum licik.


Para murid yang menonton bersorak melihat kejadian itu. Sorakan semakin riuh dengan laki laki itu yang kembali menyerang Xiao An.


Hanya dengan sekali tampar, laki laki itu langsung terpental jauh. Sedangkan Xiao An sama sekali tak terusik dan tidak bergerak dari posisinya.


Tampaknya laki laki itu masih tidak mau menyerah. Dia mencoba menyerang untuk ketiga kalinya. Kini dia mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk menyerang Xiao An.


Dengan menggunakan pedang dan jurus pedang tingkat tinggi, dia mulai menyerang Xiao An. Karena dia menggunakan jurus pedang, jadi Xiao An mengeluarkan pedang Bloody Ashura nya untuk melawan serangan.


Tapi sayang sekali, Xiao An dapat melawan jurus laki laki itu dengan jurus pedang naga menari. Hanya 1 tebasan dapat mematahkan jurusnya dan mendorong laki laki itu hingga memuntahkan seteguk darah.


" Hah hah hah, aku akui kau sangat kuat. Aku mengaku kalah, aku akan kembali menantangmu suatu hari nanti", ucap laki laki itu dengan terengah-engah.


" Apa ini?", Ucap laki laki itu.


" Itu pil untuk luka dan juga itu dapat meningkatkan kultivasi mu. Ku lihat, kau tidak buruk juga", ucap Xiao An. Setelah itu, mereka pun pergi. Begitu pun dengan para murid yang menonton, tampaknya para murid perempuan sangat kecewa karena ternyata laki laki itu kalah. Ya, laki laki tampan selalu di kerumuni oleh perempuan.


" Ayo pergi!, Aku lapar", ucap Xiao An.


" Baiklah ayo!, Aku juga lapar", ucap Xun Er.


Lalu mereka pun pergi ke kantin untuk makan beberapa makanan. Setelah selesai, mereka pergi ke ruang rawat untuk murid di dekat kelas murid tahun ke 3.


Sesampainya disana, ada tetua ke 4 dan juga beberapa alkemis yang merawat Tian Yue.


" Kalian ke sini untuk menjenguk Tian Yue?, Dia masih belum sadar", ucap tetua ke 4.


" Ya, sebelumnya aku sudah memprediksi mungkin dia akan bangun sekitar 3 hari lagi. Jika menggunakan pil dari obat langka sekali pun itu tak akan bisa mempercepat Tian Yue untuk bangun. Paling lama dia akan bangun setelah 1 bln. Jika itu lebih, maka kemungkinan dia akan meninggal", jelas Xiao An. Dia tamapk sangat sedih ketika berbicara seperti itu. Begitu pun orang orang yang berada di sana.


" Tapi, kudengar ada tanaman obat yang dapat menghidupkan orang yang telah mati meski pun dia telah mati 100 thn. Tanaman itu bernama bunga 100 nyawa", ucap salah satu alkemis itu dengan serius.


" Ya, aku juga pernah mendengar tanaman itu. Tapi tanaman itu sangat sulit di temukan. Dan lokasinya juga selalu berada di lokasi yang sangat menantang. Bahkan di jaga oleh spirit beast tingkat dewa. Sangat jelas jika kita tak dapat mengambilnya", ucap salah satu alkemis lain.


" Situasi saat ini sangat tidak memungkinkan untuk kita keluar dari Akademi. Mengingat banyaknya orang yang memata matai di segala sisi. Mereka bersembunyi dengan hebatnya hingga orang yang berada di ranah langit saja tak bisa merasakan kehadirannya.", Ucap tetua ke 4.


Mereka berbincang bincang tentang masalah yang menimpa akademi mereka. Sampai kehadiran seorang murid dari akademi yang berada di luar benua. Bahkan jika itu di benua lain, akademi itu sangat terkenal dengan para murid yang jenius. Hingga mereka tak dapat meremehkan murid itu.


" Hari sudah sore, salam tetua. Kami akan kembali ke kamar kami", ucap Xiao An.


" Baiklah, lagi pula di saat seperti ini, kalian harus meningkatkan kultivasi kalian", ucap tetua ke 4. Setelah itu, mereka pun pergi ke kamar mereka.


Sebelum mereka berpisah, Xiao An memberikan botol perselen kepada Xun Er.


" Ini, ambilah!! Aku tau kau belum juga naik tingkat. Ini dapat membantumu untuk menerobos ke ranah berikutnya. Aku harap kau bisa menggunakan ini agar kau semakin kuat. Jika kau ingin berada di sampingku, kau harus kuat. Musuhku itu sangat kuat dan mereka ada dimana mana. Bagaimana jika aku tidak ada dan kau di culik atau bahkan di bunuh oleh mereka. Jadi, kau harus berusaha!", Ucap Xiao An. Kata katanya membuat Xun Er merasa tersentuh. Memang itu bukan hanya untuk Xiao An tapi juga untuk dirinya sendiri.


" Baiklah, aku akan menerimanya", ucap Xun Er dengan senyuman indahnya.


Lalu mereka pun berpisah. kemudian Xiao An masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya. Dia tidak mau terganggu ketika dia berkultivasi.


Setelah itu dia duduk dengan posisi bersila dan masuk kedalam ruang dimensinya. Dia mencoba untuk menyelesaikan kultivasinya dan menerobos ke tingkat berikutnya.


Setelah berkultivasi 1 hari di dalam ruang dimensi, akhirnya Xiao An berhasil menerobos ke ranah setengah dewa. Terdengar suara gemuruh petir yang sangat keras hingga memekakkan telinga. Cuaca di luar sangat kacau, pelindung akademi retak karena petir itu.


Xiao An tau, itu terjadi karena dia berhasil menerobos ke ranah yang lebih tinggi. Dan setelah beberapa saat, cuaca stabil.


" Sekte aliran hitam!! Tunggu aku!! Aku akan meratakan kalian semua hari ini juga!", Ucap Xiao An dengan penuh kebencian.