The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 68



" 2.500.000", ucap Xiao An.


" Eh, kau ingin membeli tungku itu?", Ucap Xun Er.


" Ya, aku ingin membelinya", ucap Xiao An santai.


" 3jt", ucap orang itu lagi tak mau mengalah.


"3.500.000", ucap Xiao An mulai kesal.


" Tuan, sepertinya di ruangan sebelah lebih membutuhkannya ", ucap pelayan dari orang itu.


" Heh, ingin merebut itu dariku? Mimpi!!!", Ucap orang itu.


Tiba tiba seorang laki-laki datang ke ruangan di sebelah Xiao An.


" Eh, sudah sudah. Lagi pula barang yang kau inginkan sudah kau dapatkan. Tungku itu tidak akan berguna di tanganmu", ucap seorang laki² yang sangat tampan yang ternyata adalah orang yang memperhatikan Xiao An ketika di rumah makan Haozi.


" Kakak?, Bagaimana bisa kau kesini?, Apa kau membuntuti ku?", Ucap orang itu.


" Tidak, untuk apa aku membuntutimu", ucap laki laki itu.


" Lalu?", Ucap orang itu dengan penasaran.


' tentu saja aku membuntuti wanita itu', batin laki laki itu. laki-laki itu menyeringai membuat adiknya terkejut sekaligus merinding.


" Tapi kak, aku ingin tungku itu! Aku tidak peduli!!", Ucap adiknya.


" Boleh, tapi uang bulananmu akan menjadi uang tahunan. Tentu saja kau tidak mau itu terjadi kan?, Itu terserah mu", ucap laki-laki itu masih dengan seringainya.


" Ah, kakak jahat!", Ucap adiknya dengan cemberut.


" Hei, sadarlah! Kau bukan lagi anak kecil. Saat ini kau sudah berusia 20 thn!", Ucap laki-laki itu dengan tegas membuat adiknya menunduk dengan patuh.



Adik dari laki-laki yang memperhatikan Xiao An


                         Long Ba Tian



Laki-laki yang memperhatikan Xiao An


Long Ao Tian


" Apa ada yang menawar lagi?", Ucap juru lelang.


" 3.500.000 pertama, 3.500.000 kedu-", ucapan juru lelang itu terhenti ketika seseorang yang baru saja datang dengan membawa rombongan memakai baju serba hitam sembari meneriakkan harga.


"4jt", ucap salah satu dari kelompok itu. Tampaknya dia adalah ketuanya.


Xiao An semakin kesal, baru saja dia akan memenangkan tungku itu tiba tiba seseorang datang menawar harga.


" Heh, siapa mereka?", Ucap Xiao An.


" Mereka tampak misterius", ucap Xun Er.


" Bagaimana pun aku harus mendapatkan tungku itu! Sebentar lagi kakek ulang tahun dan itu persis saat malam tahun baru. sekitar 1 Minggu lagi akan diadakan festival tahun baru . dan setelah itu ulang tahun kakek akan dilaksanakan di aula kediaman keluarga Luo. Aku harus punya hadiah untuk kakek dan tentu saja itu cocok untuk dibuat hadiah", jelas Xiao An.


" Benar juga. Aku belum mempersiapkan hadiahku", ucap Xun Er.


"4.500.000", ucap Xiao An saat itu juga memecahkan keheningan. Kelompok itu menoleh ke arah ruangan Xiao An. Tampaknya seseorang tidak senang hingga mencoba untuk menekan Xiao An menggunakan kekuatannya. Namun mereka gagal, jelas gagal karena tingkat kultivasi Xiao An lebih tinggi dari pada orang itu.


" 5jt", ucap orang itu mencoba untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


' heh, ingin membuatku menyerah?, Tidak mungkin!!!', batin Xiao An.


"5.500.000", ucap Xiao An. Kelompok itu terlihat sangat geram hingga mencengkram erat baju mereka.


" Selamat kepada anda telah mendapatkan tungku naga emas yang melegenda ini. Terima kasih kepada kalian yang sudah bersedia mengikuti pelelangan hari ini. Sampai jumpa di pelelangan selanjutnya", ucap juru lelang itu. Lalu orang orang pun membubarkan diri mereka begitu pun dengan sekelompok orang berbaju hitam. Dalam hitungan detik, mereka sudah menghilang entah kemana.


" Ayo! Kita harus membawa barang itu dan juga mengambil uang", ucap Xiao An. Lalu mereka pun pergi ke ruang administrasi untuk membayar sekaligus membawa uang.


Saat di sana, Xiao An berpapasan dengan kakak beradik itu. Seketika Xiao An merasa pernah melihat salah satu dari mereka.


' eh, bukankah itu orang yang ada di rumah makan ku saat itu? Kenapa dia ada di sini?', batin Xiao An. Saat itu Xiao An merasa penasaran terhadap identitas kedua laki-laki itu. Akhirnya dia menggunakan matanya untuk melihat identitas dan mencoba mendengarkan batinnya. Namun, itu sama sekali tidak bekerja.


' hah?, Kenapa tidak bekerja? Ada apa dengan mataku?' batin Xiao An. Dia mencobanya untuk kedua kalinya. Namun hasilnya tetap sama, tidak ada yang bisa dia lihat apalagi yang didengar.


Xiao An berhenti untuk mencoba menelusuri identitas kedua orang itu dan dia memutuskan untuk segera membayar barang yang telah dia menangkan di lelang.


" Tuan, ini mangkuk spiritual beserta busur kristal es yang telah tuan menangkan di lelang hari ini. Totalnya 900.000 tael emas", ucap staf administrasi.


" Ini uangnya", ucapnya singkat. Tidak seperti di ruang VIP sebelumnya, sikapnya berubah menjadi dingin. Padahal sebelumnya dia sangat arogan.


' oh ternyata dia yang membeli busurku, siapa mereka ini?', batin Xiao An.


" Tuan, ini pil kebangkitan yang sudah tuan dapatkan di lelang hari ini. Totalnya 400.000 tael emas", ucap staf administrasi.


" Ini uangnya", ucap patriak Bai. Lalu dia pun segera pergi dari rumah lelang dengan senyum gembiranya.


" Em, bagaimana saya harus memanggil anda?", Ucap staf lelang kepada Xiao An. Mungkin mereka ragu untuk mengucapkan kata ' tuan' karena mereka tau jika Xiao An adalah seorang murid.


" Terserah", ucap Xiao An santai.


' apa apaan dia itu', batin Long Ba Tian.


" Em nona, ini tungku naga emas yang anda dapatkan dan ini hasil dari busur kristal es dan juga pil. Semuanya menjadi 8.750.000 tael emas", ucap staf administrasi itu.


' hah? Jadi dia yang mendapatkan tungku naga emas itu. Kenapa dengan kakak? Kenapa dia tersenyum melihat wanita itu? Apa jangan jangan kakak menyukainya?', batin Long Ba Tian sembari menopang dagu.


" Kak, apa kau menyukai wanita itu?, Sejak tadi kau tersenyum melihatnya", bisik Long Ba Tian.


" Apa? Ehm, tidak", ucap Long Ao Tian. Sangat terlihat kalau dia berpura pura.


" Ooohhh begitu", ucap Long Ba Tian sembari menyeringai.


" Cepat hentikan itu!", Ucap Long Ao Tian. Lalu Long Ba Tian pun berubah ke sikapnya yang dingin.


" Ini semua uangnya", ucap Xiao An.


"Terima kasih, jangan sungkan untuk kesini lagi", ucap staf administrasi itu dengan ramah. Kemudian, kakak beradik itu pun pergi disaat yang bersamaan.


Saat sampai di pintu rumah lelang itu, kelompok murid yang merupakan tamu dari Akademi phoenik api membara sedang beradu mulut.


" Sudah kubilang mereka tidak mengikuti pelelangan", ucap Ji Ling Shu dengan wajah yang sudah memerah.


" Kita semua datang kesini bersama dengan mereka. Bukankah seharusnya mereka juga mengikuti pelelangannya", ucap Jia Li.


" Sejak tadi aku tidak melihat mereka. Aku sudah mencari cari tapi tidak ketemu", ucap Guo Feng.


" Kenapa kalian ribut?", Ucap Xun Er.


" Eh, benarkan? Sudah kubilang mereka masih ada di dalam", ucap Jia Li.


" Tidak mungkin!!!", Ucap Ji Ling Shu.


" Kenapa tidak mungkin?", Ucap Xiao An merasa janggal. Ji Ling Shu terdiam setelah Xiao An mengatakan itu.


' seharusnya kalian berdua tidak mengikuti pelelangan ini karena aku sudah membakar undangan kalian', batin Ji Ling Shu.


" Apa kau bilang? Kau sudah membakar surat undanganku?, Hebat hebat kau. Sampai kapan kau akan menjadi orang yang sombong hah? Ingat!! Ada sesuatu yang tidak bisa kau dapatkan di dunia ini. Dan jika kau berusaha untuk mendapatkannya, maka nyawamu yang menjadi taruhannya", ucap Xiao An dengan tegas. Mereka tidak mengetahui apa pun hingga mereka hanya bisa diam mendengar perkataan Xiao An.


Setelah itu, Xiao An terburu buru menunggangi Bai Hu dan menyuruh Xun Er agar cepat kembali ke akademi. Sejak saat itu Xiao An tidak mau lagi menemui para tamu itu hingga akhirnya mereka kembali ke akademi mereka dalam waktu seminggu.


Hari ini adalah hari dimana festival tahun baru akan dilaksanakan. Dimana lentera dinyalakan. Hiasan merah memenuhi seluruh kota. Suasana ramai dan damai dipenuhi tawa riang. Pertunjukkan drama ditayangkan di atas panggung yang megah. Anak anak bermain berlarian kesana kemari sembari membawa manisan buah di tangannya.