
Setelah itu mereka kembali ke lapangan untuk menunggu pengumuman dari tetua.
Sampai disana, ternyata tetua baru akan memulai pengumumannya.
"Selamat pagi murid murid!, Hari ini kita akan memulai pelatihan bertahan hidup di hutan kematian. Kalian hanya bisa memasuki lapisan pertama sampai lapisan ke 4. Jika kalian masuk ke lapisan ke 5 atau seterusnya,kami tidak bisa bertanggung jawab jika terjadi apa apa pada kalian.
Kalian akan bertahan hidup disana selama 7 hari. Selama itu juga tidak boleh ada pembunuhan yang di lakukan kalian karena alasan pribadi atau kelompok. Jika ada yang melanggar itu, akademi tidak akan membela kalian, biar kan keluarga kalian yang menanggungnya.
Selama disana juga, kalian akan berlomba untuk mengumpulkan batu inti spirit beast. Apa kalian paham?", Ucap tetua yang menjadi panitia pelatihan.
" Kami paham!", Ucap seluruh murid.
Tiba tiba ada seorang murid yang bertanya,
"Tetua, apa di perbolehkan untuk merampas kelompok lain?", Tanyanya.
" Untuk itu, terserah kalian saja. Tapi jika sampai membunuh, kami tidak bisa bertanggung jawab", ucap tetua itu.
" Lalu, untuk kelompoknya, kami sudah menulis nama nama kalian di papan sebelah sana. Setelah kalian mengumpulkan kelompok kalian, kalian akan melakukan persiapan sekitar 1 jam sebelum berangkat. Baiklah, silakan cari tau kelompok kalian masing masing", lanjut tetua.
Para murid pun berbondong bondong ke arah papan itu berada, berharap untuk mendapatkan kelompok yang sesuai dengan mereka.
Berbeda dengan Xiao An yang hanya diam melihat dan menunggu para murid menyingkir dari papan.
" Syukurlah, aku ada di kelompok yang sangat bagus", ucap salah satu murid.
" Aku juga", ucap salah satu murid yang mengobrol dengan murid lainnya.
Tak lama setelah itu, murid murid yang mengerubungi papan itu, kini berkurang. Itu membuat Xiao An bergegas melihat kelompoknya.
' coba ku lihat, aku berada di kelompok mana', batinnya sembari mencari namanya di papan itu.
' tak ku sangka ternyata aku satu kelompok dengan Xun Er .baguslah, ternyata ada yang aku kenal', batinnya.
Kemudian, Xiao An pun pergi mencari cari sosok Xun er, sahabatnya itu.
Dari kejauhan terlihat seorang perempuan melambaikan tangannya kepada Xiao An .
" Eh, Xiao An !, Di sebelah sini!", Ucap Xun Er sedikit berteriak.
Xiao An pun pergi menemuinya.
" Tak ku sangka kita 1 kelompok. Aku pikir aku akan mendapatkan kelompok dengan orang yang tak ku kenal sama sekali", ucap Xun Er.
" Ya, aku juga bersyukur ada kau yang ku kenal", ucap Xiao An .
" Oh ya, perkenalkan ini Xiang yu, seorang alkemis pemula bintang 3. Ini Zhu Feng dan Zhu Qing , seorang ahli formasi tingkat 3 sekaligus kakak beradik", ucap Xun Er.
" Halo, aku Xiao An. Kultivator seni beladiri dan ahli formasi tingkat 5. Sebenarnya aku juga seorang alkemis, tapi aku tidak tau tingkatan ku", ucap Xiao An sedikit jujur. Ya, sedikit jujur.
" Hah?, Benarkah?, Aku tidak tau tentang itu. Kau jangan bercanda", ucap Xun Er.
" Kau tidak tau bukan berarti aku bohong", ucap Xiao An .
" Tapi itu benar benar susah di percaya", ucap Zhu Feng .
" Yah, terserah mau percaya atau tidak", ucap Xiao An dan mereka hanya saling memandang satu sama lain.
" Kali ini aku ingin bertanya kepada kalian. Di ranah apa kultivasi kalian saat ini?, Aku tidak bermaksud untuk mencemooh atau apapun. Karena ini memang harus di ketahui agar kita bisa tau kemampuan masing masing dan juga ini untuk pertahanan kita sendiri", ucap Xun Er.
" Tidak apa apa kami mengerti", ucap mereka .
" Saat ini aku berada di ranah raja menengah", ucap Zhu Feng.
" Aku di ranah raja awal", ucap Zhu Qing .
" aku berada di ranah jendral akhir .Sepertinya aku yang paling lemah diantara kalian", ucap Xiang yu.
"Tidak apa apa. Dengan begitu kita bisa tau dan saling menjaga. Aku sendiri berada di ranah raja awal", ucap Xun Er.
" Bagaimana dengan mu Xiao An ?", Ucap Zhu Feng .
" Kalian tidak perlu tau kultivasiku berada di ranah apa. Yang jelas kultivasiku berada di atas kalian. Dan jangan ragu untuk meminta tolong padaku. Aku akan senantiasa menolong kalian", ucap Xiao An .
" Kau ingin tahu?", Ucap Xiao An .
" Tentu kita semua ingin tau", ucap mereka bersamaan.
" Sini, mendekatlah!", Ucap Xiao An dan mereka pun mendekat.
' aku tak peduli ,mereka tidak boleh tau kekuatanku yang sebenarnya ', batin Xiao An .
"Ku beri tahu, tapi kalian harus merahasiakannya", bisik Xiao an .
" Baik baik, kami akan merahasiakannya", bisik mereka semua.
" Sebenarnya kultivasiku berada di ranah langit tingkat 1", bisik Xiao An.
" Apa????!!", Teriak mereka yang membuat hampir semua murid melirik dan menatapnya dengan sinis.
" Pelankan suara kalian!", bisik Xiao An.
' maafkan aku Xun Er, aku harus berbohong demi kebaikanku dan kalian semua', batin Xiao An .
" Baik baik, tapi kau tidak berbohong kan?", Bisik Xun Er.
" Apa kau tak percaya kepadaku ?, Hemm", ucap Xiao An .
"Kau tidak mencoba menipu kami kan?", Ucap Xiang Yu.
" Tidak", ucap Xiao An singkat.
"Kau jangan bercanda, itu sungguh tidak lucu", ucap Zhu Qing.
" Haaaahh, ya sudah jika kalian tidak percaya",ucap Xiao An sembari menghela nafas panjang.
Saat itu, datanglah seorang wanita kepada salah satu dari mereka.
" Hei, Xiao An . Aku mendapatkan kelompok yang cukup bagus dan juga mereka baik pada ku", ucap Tian Yue .
" Benarkah?, Baguslah kalau begitu", ucap Xiao An .
" Wah, ternyata kau sekelompok dengan Xun Er", ucap Tian Yue.
" Ya, aku bersyukur ada yang ku kenal di kelompok ini", ucap Xiao An.
" Aku juga bersyukur. Aku tau kau pasti kesusahan jika tidak ada Xun Er atau orang yang kau kenal. Tapi aku cukup yakin untuk tidak mengkhawatirkan mu karena kau bisa melihat apakah mereka orang baik atau bukan dengan sekali lihat", ucap Tian Yue.
" Sebaliknya, kau harus mengkhawatirkan dirimu sendiri. Itu lebih baik", ucap Xiao An.
" Ya, ya, aku tau kau sangaaaaat kuat. Oleh karena itu, aku harus kuat juga untuk menjadi teman yang terus berada di sisi mu. Kalau begitu, aku akan kembali ke kelompokku", ucap Tian Yue.
" Ya, sebaiknya begitu", ucap Xun Er.
Baru saja beberapa langkah, Tian Yue berbalik dan berkata, " hati hati dengan Xiao Shi", ucapnya.
" Baik", ucap Xiao An .
" Memangnya ada apa dengan Xiao Shi dan Xiao An ?", Ucap Zhu Feng.
Sebelum menjawab, Xun Er sedikit melirik kepada Xiao An . Baru lah dia menceritakannya kepada mereka.
" Kejam sekali mereka. Rasanya aku ingin membunuhnya", ucap Xiang Yu.
" Ya, kau benar. Aku juga sama", ucap Zhu Qing.
" Xiao An, aku pikir meskipun kau di sebut sampah oleh orang orang, orang tua mu akan selalu mendukungmu. Ternyata mereka juga sama", ucap Zhu Feng.
" Yaaa, setidaknya aku masih punya kakek yang sangat menyayangiku", ucap Xiao An lirih.
" Yang penting sekarang kau bukan sampah lagi", ucap Xun Er mencoba untuk menghibur Xiao An .
" Akan ku pastikan mereka menderita sebelum mereka mati", ucap Xiao An dengan tatapan tajamnya yang menusuk. Seketika mereka merinding mendengarnya.