
Xiao An juga ikut berkultivasi dan mereka dijaga oleh Bai Hu seperti biasanya. Selama itu, tidak terjadi kejadian janggal saat mereka berkultivasi. Malam itu berlalu dengan tenang dan damai.
Hingga akhirnya pagi pun tiba. Cahaya matahari menyinari mereka yang sedang terduduk dengan posisi bersila dengan mata yang masih tertutup.
Salah satu dari mereka membuka matanya dan menemukan hari sudah pagi. Dia menghela nafasnya kasar.
" Haaaaaahh, tak terasa ternyata sudah pagi", ucap Xiao An. Dia pun berdiri dan meregangkan otot ototnya.
" Bai Hu!, Kemarilah", lanjutnya. Harimau putih itu pun mendekatinya. Dia mengusap lembut bulu harimau itu.
" Ayo kembali!, Kau pasti sudah kelelahan", ucapnya sembari melambaikan tangannya. Kemudian, sang harimau pun masuk ke dalam cincin ruang miliknya.
Sembari menunggu temannya bangun, dia memandang langit dengan mata uniknya. Mata kirinya berwarna biru cerah dan mata kanannya berwarna kuning keemasan, sungguh indah.
Tak lama kemudian, satu per satu dari mereka bangun.
" Xiao An!, Bagaimana hari ini?, Apakah kita akan pergi ke lapisan ke 3 dan ke 2?, Atau langsung ke lapisan pertama?", Tanya Xun Er.
" Terserah kalian saja", ucap Xiao An.
" Tapi kau kan ketuanya", ucap Xun Er .
" Kemana pun tak masalah", ucap Xiao An.
" Hmmm, baiklah. Kita akan kembali ke lapisan ke 2 saja", ucap Xun Er.
" Pagi ini?", Ucap Zhu Feng.
" Entahlah, mungkin nanti siang atau sore", ucap Xun Er.
" Kenapa tidak sekarang saja?", Ucap Zhu Qing.
"Jangan terlalu buru buru. Aku ingin bertarung lebih banyak lagi. Dengan begitu, batu inti yang kita dapatkan juga akan banyak", ucap Xun Er.
" Baiklah, kalau begitu. Aku setuju", ucap Zhu Qing.
" Ayo pergi!, Kita cari spirit beast", ucap Xun Er. Dan mereka pun pergi untuk berburu spirit beast. Baru beberapa langkah, sudah ada yang mendatangi mereka. Sekelompok orang yang merampok batu inti murid lain, kelompok Liu Bei.
" Serahkan batu inti kalian!, Jika tidak, ku buat kalian terluka parah", ucap salah satu kelompok Liu Bei.
" Heh, memangnya kami akan memberikan batu inti begitu saja?, Tentu saja tidak. Ancaman kalian tak berarti bagi kami", ucap Xun Er.
" Oh, begitukah?, Baiklah jika kalian tidak mau memberikan batu inti kalian. Serang!!!", Ucap Liu Bei. Mereka pun mulai menyerang kelompok Xiao An. Saat itu Xiao An hanya diam memperhatikan temannya yang sedang bertarung.
" Kenapa kau diam?", Ucap Liu Bei.
" Kau juga diam", ucap Xiao An.
" Heh, kau menantang ku?, Kau tidak akan menang jika melawanku", ucap Liu Bei dengan sombongnya.
"Kau tidak tau aku siapa?, Ku beri tau kau. Aku ini peringkat 1 murid tahun pertama, jadi aku akan menang jika melawanmu", ucap Xiao An tak mau kalah.
" Aku tidak peduli peringkatmu. Aku punya sesuatu yang bahkan kau pun bisa ku kalahkan dengan mudah", ucap Liu Bei.
" Oh benarkah?, Kalau begitu, ayo tunjukan kepadaku seberapa kuat benda itu", ucap Xiao An. Liu Bei pun mengeluarkan suatu benda bulat bersinar yang membuat kekuatannya meningkat ke ranah bumi tingkat 1.
" Heh, saat ini aku lah yang paling kuat diantara kalian", ucap Liu Bei dengan sombongnya.
" Hanya begitu?, Ha ha ha. Kau sangat lucu. Di hadapanku tidak ada yang lebih kuat dari pada senjata ku. Benda itu bahkan tidak mengandung seperempat dari kekuatan pedang Yin Yang ku", ucap Xiao An sembari mengeluarkan pedang Yin Yang nya. Mereka berdua pun mulai bertarung. Hanya butuh beberapa menit, Liu Bei tumbang dan memuntahkan seteguk darah segar.
"Bagaimana?, Apa kau sudah tau betapa kuatnya aku?", Ucap Xiao An sembari tersenyum lebar.
" Awas saja kau!, Sebentar lagi kau pasti mati, ha ha ha. Mereka sudah menyiapkan semuanya dengan rapi hingga para guru dan tetua tidak akan mengetahui itu", ucap Liu Bei.
" Dasar ****** sombong", ucap Liu Bei.
" ******?, Aku bukan ******. Yang ****** itu ibu mu dan juga ibu Xiao Shi. Sombong hah?, Kau yang memancingku untuk menyombongkan diriku sendiri", ucap Xiao An.
Tiba tiba mereka di kelilingi oleh beberapa orang berpakaian serba hitam.
" Akhirnya mereka datang juga", ucap Liu Bei sembari senyum puas.
" Eh, baguslah kalau begitu. Aku akan mencoba pedang baru ku", ucap Xiao An dengan santainya sembari mengeluarkan pedang Bloody Ashura miliknya.
Seketika mereka menelan ludah melihat pedang baru Xiao An. Kekuatan yang dikeluarkan pedang itu sangat besar hingga mereka merasa ngeri dan ketakutan. Saat itu, keluarlah sesosok perempuan berambut ungu, siapa lagi kalau bukan Xiao Shi.
" Kita bertemu lagi Xiao An. Sayang sekali kau akan mati begitu cepat. Aku harap kau tidak menghantui keluarga Luo. Jangan salahkan aku, ini semua karena dirimu dan juga ibumu. Salahkan saja dirimu sendiri. Serang dia!!!", Ucap Xiao Shi.
" Hati hati Xiao An !!!", Teriak Xun Er dari belakang.
" Ha ha ha ha, membunuhku?, Apa kau mampu?, Apa kau pikir aku lemah?, Heh, kau terlalu polos", ucap Xiao An.
Lalu mereka pun mulai menyerang Xiao An dari berbagai arah. Itu membuat Xiao An sedikit kesusahan dalam menghadapi mereka. Merasa khawatir kepada tuannya, Bai Hu keluar dari cincin ruang dan mulai membantu Xiao An membunuh satu per satu orang orang itu. Mereka terkejut dengan kedatangan Bai Hu.
' harimau putih kuno!, Bagaimana mungkin dia mendapatkan spirit beast langka seperti itu?', batin mereka.
Butuh beberapa saat untuk menghabisi seluruh orang berpakaian hitam itu. Hingga akhirnya tidak ada yang tersisa dari mereka.
Xiao Shi terlihat panik hingga menyuruh spirit beast kontrak miliknya untuk menyerang Xiao An dari belakang. Tetapi semua itu hanya sia sia karena ada Bai Hu yang melindungi Xiao An .
' kenapa dia bisa sekuat itu?, Dia hanya sampah!, Sampah!, Sampah!', batin Xiao Shi.
Karena merasa gagal, Xiao Shi pergi meninggalkan spirit beastnya yang kini telah terluka terkena serangan Bai Hu.
" Kau.... Kau.... Monster", ucap Liu Bei kemudian, dia pingsan.
" Xiao An , apa kau baik baik saja?", Ucap Xun Er .
" Ya aku baik baik saja. Jika kalian lelah, istirahat saja terlebih dahulu sebelum kita berangkat", ucap Xiao An.
" Lalu bagaimana dengan mereka kelompok Liu Bei ini?", Ucap Xiang Yu .
" Biarkan saja mereka di sini, kita pergi ke tempat lain saja. Tapi sebelum itu, ambil batu inti miliknya!", Ucap Xiao An.
" Tapi, apa tidak apa apa?", Ucap Zhu Feng.
" Tentu saja tidak apa apa, dia telah merampok kelompok lain. Bagaimana jika kita berikan batu inti itu kepada kelompok yang di rampok olehnya?", Ucap Xun Er.
" Menurutku itu ide yang bagus", ucap Zhu Qing.
" Baiklah, kalau begitu. Ayo kita pergi ke lapisan ke 3 saja!. Gara gara kejadian tadi, kita tidak bisa berburu di lapisan ini lagi", ucap Xun Er.
" Tapi, Xiao An, apa benar kau baik baik saja?", Lanjut Xun Er.
" Ya, kau bisa melihatnya. Aku tak terluka sama sekali", ucap Xiao An.
" Baiklah, ayo!", Ajak Xun Er dan mereka pun bergegas pergi ke lapisan ke 3.
Di perjalanan ke lapisan ke 3, 2 orang dari mereka merasa sesuatu dalam tubuhnya akan meledak. Hingga mereka berhenti dan mencari tempat yang cukup aman karena 2 orang itu akan menerobos ke tingkat berikutnya. Mereka adalah Xiang Yu dan Xun Er.
Selama menunggu 2 orang itu, mereka berjaga jaga di sekitar mereka. Karena bosan, Xiao An pergi ke tempat lain untuk berburu. Bukan malah ke lapisan ke 3 atau ke 2, tapi dia pergi jauh ke lapisan ke 7, berani sekali dia.
Xiao An adalah tipe orang yang jika penasaran terhadap sesuatu, dia akan pergi menyelidikinya sampai rasa penasaran itu hilang.