
Keesokan harinya, mereka kembali berlatih dengan tetua masing masing, dan ketua sebagai pelatih tim 1, Yang merupakan tim utama akademi Pedang Surgawi. Mereka berlatih seperti biasanya. Saat hari sudah sore, mereka akan kembali ke kamar mereka masing masing untuk beristirahat.
Tibalah saatnya dimana hanya tersisa 3 hari sebelum diadakannya pertandingan 1 benua. Para murid yang mengikuti pertandingan segera bersiap untuk berangkat menuju wilayah tengah.
Bukan hanya 5 tim kultivasi dan senibeladiri, tapi ada juga 5 murid alkemis dan 4 murid formasi spiritual dari setiap tahun ajaran dengan peringkat tertinggi.
Karena bukan hanya kultivasi senibeladiri yang akan bertanding. Tapi dengan alkemis dan ahli formasi spiritual juga akan bertanding. Begitu pun dengan ahli senjata, tapi karena tidak adanya kelas ahli senjata, jadi tidak ada yang mewakili akademi pedang surgawi.
Mereka berangkat di pagi hari dengan hanya memakai cincin ruang, mereka tidak perlu kesusahan untuk membawa banyak barang. Mereka di dampingi oleh pelatih mereka masing masing.
Selama perjalanan ke sana, mereka tidak menemukan masalah apapun. Semua berjalan dengan lancar. Tak ada yang menghalangi jalan mereka menuju ke wilayah tengah.
Perjalanan mereka berlangsung sekitar 5 jam dan mereka berhenti di sebuah desa untuk melepas lelah sembari mencari rumah makan karena mereka sudah kehabisan tenaga dan harus menghemat pil pengembali energi.
Tak sengaja saat mereka makan di sebuah rumah makan, sekelompok orang tengah membicarakan akademi Tian Lu.
" Apa kau tau?, Ku dengar akademi Tian Lu mempunyai murid yang sangat jenius. Dia mempunyai elemen es tingkat 6!!. Aku sangat terkejut saat mendengarnya. Karena selama ini tidak ada yang mempunyai elemen dengan tingkat yang lebih dari 5. Pasti pertandingan kali ini sangat seru!, Selain itu, Bai Xu Kai si dewa petir pun akan mengikuti pertandingan kali ini", ucap seorang pelanggan.
" Wahh, aku sudah mengira kalau pertandingan kali ini pasti sangatlah seru. Aku tidak sabar untuk menonton pertandingan mereka", ucap seorang pelanggan yang satunya lagi.
Para murid dan tetua akademi pedang surgawi hanya mendengarnya dengan tidak sengaja tanpa ada rasa ingin tahu. Saat mereka selesai makan, mereka pun kemnbali melanjutkan perjalanan mereka ke wilayah tengah tepat saat matahari berada di atas kepala mereka. Hari itu cukup panas hingga mereka memilih jalan yang teduh.
Saat di perjalanan, karena khawatir bercampur penasaran, jadi Shi Chen bertanya kepada Xiao An,
" Apa elemen es mu lebih kuat dari elemen esnya?, Maksudku yang di bicarakan oleh salah satu pelanggan tadi", ucap Shi Chen. Karena pertanyaan Shi Chen ini, sebagian murid di dekat mereka melirik ke arah Xiao An.
" Elemenku jauh lebih kuat dari pada milik mereka", ucap Xiao An. Sontak para murid dan tetua melirik Xiao An dengan pertanyaan yang sama di benak mereka.
Untuk mereka yang belum mengenal Xiao An pasti akan merasa kalau Xiao An ini sangat sombong. Tetapi untuk mereka yang sudah mengenalnya pasti akan percaya dengan apa yang Xiao An katakan, terutama kakek Luo.
" Aku tau kau sangat sangat kuat. Kau pasti bisa memenangkan pertandingan ini. Lagi pula kau kan anaknya Li....", Tiba tiba Xue Yang menghentikan ucapannya karena di pelototi oleh Xiao An.
' Untung saja aku cukup cepat merespon ucapan Xue Yang. Awas saja jika dia sampai mengucapkannya!!', batin Xiao An. Lalu setelah itu, tak ada lagi yang berbicara. Mereka sangat ingin cepat sampai di wilayah tengah.
Sampai akhirnya, mereka pun sampai di wilayah tengah saat hari mulai sore. Suasana di wilayah tengah sudah ramai di penuhi oleh para kultivator dari berbagai akademi yang mengikuti pertandingan hingga mereka agak kesusahan untuk menemukan penginapan.
" Xiao An, bagaimana jika kita pergi ke rumah makan kau saja. Disana terdapat beberapa kamar kosong juga di lantai atas. Dan mereka juga hanya menempati lantai bawah saja. Lagi pula kita tidak mungkin kebagian meski 4 orang per kamar", ucap Tian Yue.
" Ya, kau benar. Ayo!!, Kita pergi ke rumah makan saja", ucap Xiao An.
" Oh ya, kita harus mengajak mereka juga dan meminta izin kepada ketua", ucap Tian Yue.
" Baiklah, aku yang akan bicara kepada ketua. Kau ajak mereka untuk pergi ke rumah makan ku", ucap Xiao An. Lalu Tian Yue pun pergi menghampiri mereka yang tidak kebagian kamar. Tadinya mereka akan mencari penginapan lain, tapi karena Tian Yue mengajak mereka, jadi mereka pun setuju untuk tinggal di rumah makan Xiao An.
" Kakek, karena aku dan yang lain tidak kebagian, jadi aku dan yang lainnya akan menginap di rumah makan milikku yang berada tepat di dekat tempat pertandingan", ucap Xiao An.
" Kapan kau punya rumah makan?, Kakek tidak pernah mendengarnya", ucap kakek Luo.
" Sudah beberapa bulan yang lalu. Tepatnya rumah makan Haozi ", ucap Xiao An. Saat itu kakek Luo terkejut.
" Rumah makan Haozi ?, Yang terkenal dengan berbagai makanan baru yang sangat enak itu?, Itu milikmu?, Wah kalau begitu, kakek akan ikut dengan mu", ucap kakek Luo dengan gembira.
" Ya, baiklah. Ayo!", Ucap Xiao An. Dengan segera mereka pun berangkat menuju rumah makan Haozi. Jarak dari penginapan ke rumah makan Haozi cukup dekat hanya melewati 10 toko saja.
Saat mereka sampai, suasana di rumah makan Haozi sangatlah ramai hingga berdesakkan. Semua orang mengantri untuk makan di rumah makan ini.
" Tolong mengantri!!, Kami sudah menunggu cukup lama untuk makan disini", ucap seorang wanita kepada Xiao An. Namun Xiao An mengabaikannya, dia terus masuk ke dalam rumah makan.
" Kau!!!, Sudah ku bilang untuk mengantri. Jangan menyalip!!", Ucap wanita itu. Xiao An tetap mengabaikannya. Sampai akhirnya suasana menjadi tak terkendali dan orang orang yang mengantri itu marah kepada Xiao An. Barulah Zhao Chen menyuruh mereka untuk tenang , dan disaat dia melihat Xiao An , dia terkejut dan langsung memberinya salam.
" Salam, nona. Anda sudah kembali?, Mari masuk!!", Ucap Zhao Chen. Mereka yang memarahi Xiao An pun terperanjat mendengar salam seorang pegawai rumah makan kepada Xiao An.
" Tolong bersihkan semua kamar di lantai atas dengan cepat!, Aku dan murid lain akan menginap di sini. Mereka sudah lelah karena berlari sepanjang perjalanan. Dan tolong sajikan beberapa makanan kepada mereka. Aku akan pergi ke kamar ku untuk beristirahat. Oh ya, dia adalah kakek ku sekaligus ketua akademi. Jadi ku harap kalian memperlakukannya dengan baik", ucap Xiao An.
" Baik nona", ucap Zhao Chen . Lalu para murid pun masuk dan naik ke lantai atas dan duduk di meja pelanggan untuk menunggu kamarnya di bersihkan.
Sebelumnya, Rumah makan Haozi tidak pernah sepi pelanggan. Dan saat diadakannya pertandingan, rumah makan ini menjadi lebih ramai lagi.
Hingga beberapa dari mereka harus memasak 24 jam tanpa istirahat. Namun Xiao An selalu menyediakan pil pengembali energi buatannya. Itu berbeda dengan buatan orang lain, manfaatnya jauh lebih besar dari pada pil yang di buat oleh orang lain. Oleh karena itu, para pegawai tidak pernah kelelahan.