
" Sekte aliran hitam!! Tunggu aku!! Aku akan meratakan kalian semua hari ini juga!", Ucap Xiao An dengan penuh kebencian.
Di malam yang gelap gulita, Xiao An bergerak keluar akademi seorang diri. Seperti bayangan dia sama sekali tak terlihat oleh orang orang yang berjaga.
Dia memakai baju serba hitam dengan rambut yang di kuncir kuda dan topeng full face yang menyeramkan dengan tanduk emas yang ikut melengkapi kesan seramnya.
Di sekeliling akademi terdapat beberapa orang berbaju hitam di setiap sudut gelap. Mereka bersembunyi menunggu waktu yang tepat. Dan di saat itu juga ketika perjalanan menuju sekte aliran hitam, dia dihalangi oleh beberapa orang. Mereka menyerang Xiao An bersamaan hingga tak ada alasan untuk menyembunyikan kekuatannya. Dalam beberapa detik saja, orang orang itu telah mati. Hanya 1 kali tebasan dapat meruntuhkan beberapa orang, sungguh kekuatan yang sangat luar biasa.
Xiao An terus berjalan mencari sekte aliran hitam di seluruh wilayah Utara. Hanya dalam 1 malam, sekte aliran hitam di sana di ratakan sepenuhnya hingga tak ada yang tersisa. Malam yang begitu mencekam dengan darah dan mayat berserakan. Setelah itu, Xiao An membawa beberapa barang berharga seperti tanaman langka, pil dan menyimpannya di dalam cincin ruangnya. Lalu, dia membakar semuanya hingga menjadi abu. Itu di lakukan pada setiap sekte aliran hitam yang dia temui.
Hingga fajar tiba, baru Xiao An kembali ke akademi. Pagi nya, tersebar berita pembantaian sekte aliran hitam yang di lakukan oleh seseorang yang memakai topeng dan mereka menyebutnya sebagai topeng setan. Xiao An tidak terkejut sama sekali dengan berita itu, toh dia yang melakukannya. Malam itu terkenal dengan malam berdarah bagi sekte aliran hitam di wilayah Utara.
Para penduduk merasa sangat senang dengan lenyapnya sekte aliran hitam. Dan ada sebagian orang yang tak percaya dengan berita itu. Mereka terus mencari tau siapa topeng setan ini. Dan mereka berhasil menemukan bahwa topeng setan ini adalah perempuan yang memakai topeng yang menyeramkan dan pedang panjang bersama nya.
Bukan hanya penduduk saja, bahkan para murid Akademi Pedang Surgawi yang di jaga begitu ketat pun mengetahui berita itu. Setiap murid membicarakan hal itu terutama para murid perempuan. Mereka terlihat sangat iri dengan kemampuan yang di miliki oleh sosok topeng setan itu, sedangkan para murid laki laki terlihat begitu mengidolakan sosok topeng setan itu.
Berita ini begitu cepat menyebar hampir seluruh wilayah mengetahuinya. Sekte sekte aliran hitam di seluruh wilayah begitu terkejut mendengar berita ini. Mereka bersiap siap untuk meningkatkan pertahanan mereka dan juga mencoba untuk naik tingkat dengan cepat. Karena menurut waktu kejadian, pastinya topeng setan ini bukan orang yang sembarangan dan pastinya sangat kuat hingga dapat melenyapkan seluruh sekte aliran hitam di wilayah Utara.
Sedangkan orang yang sedang di bicarakan sedang santainya berbaring di kasur empuknya.
" Ah begitu melelahkan rasanya. Kira kira sudah berapa sekte yang aku lenyapkan ya?, Emmh 6? 7? 8?, Ahh entahlah aku tak tau. Saat ini aku lebih yakin untuk melenyapkan keluarga itu", ucap Xiao An dengan senangnya. Dia terlihat sangat senang dengan tindakannya kali ini.
Tiba tiba suara pintu mengejutkannya.
Tok tok tok...
" Oh ya, silahkan masuk!", Ucap Xiao An. Lalu dia segera bangun, merapikan pakaian dan duduk di kursinya. Seseorang yang sangat familiar masuk ke kamar Xiao An dengan raut wajah yang membingungkan.
" Eh, kakek?, Kenapa kau kesini?", Ucap Xiao An dengan polosnya.
" Ehm, kakek ingin membicarakan sesuatu denganmu", ucap kakek Luo.
" Apa itu kau?", Ucap kakek Luo.
" Hah?, Aku tidak mengerti", ucap Xiao An.
" Jangan berbohong! Jujur saja!, Topeng setan adalah kau?", Ucap kakek Luo.
" Emmhh, hehe iya itu aku kek", ucap Xiao An, dia menunduk karena takut kakek Luo akan memarahinya. Tapi secara tidak terduga, kakek Luo mengusap lembut kepala Xiao An. Dia merasa bangga mempunyai cucu yang begitu berani dan selalu berhati hati.
" Kakek tidak akan memarahimu. Kakek tau, kau sangat ingin mengetahui tentang misteri kematian ibumu. Itulah kenapa kau pergi menemui mereka dan melenyapkan mereka yang pastinya tidak tau menahu tentang itu. Kematian ibumu ini cukup rumit, mereka mempunyai banyak taktik bahkan jika keluarga Bai bersedia membantu, itu pun tak akan cukup untuk melenyapkan mereka. Secara sekte aliran hitam itu tak di ketahui dan bersembunyi begitu dalam hingga tak ada yang mampu menemukannya. Kakek tidak lagi merasa khawatir jika kau ingin membalas dendam mu. Karena kakek lihat, kau sudah sangat kuat saat ini. Harusnya kau tidak lagi menjadi murid.", Jelas kakek Luo.
" Hah? Apa kakek ingin mengeluarkanku dari akademi? Aku tidak mau!!!", Ucap Xiao An.
" Maksud kakek adalah menjadikan mu sebagai seorang guru atau bahkan tetua. Rasanya itu baru pantas untukmu", ucap kakek Luo dengan senyumnya.
Xiao An merasa ragu dengan perkataan kakek Luo. Dia merasa umurnya masih muda dan masih banyak yang ingin dia lakukan sebagai seorang murid.
" Maaf kakek, bukannya aku menolak. Tapi aku masih muda dan juga banyak yang ingin aku lakukan sebagai murid saat ini", ucap Xiao An. Mereka sibuk berbincang bincang hingga akhirnya Xun Er datang dengan terburu buru mendobrak pintu kamar Xiao An.
Brak....
" Hah hah hah cepat!! Tian Yue sudah bangun!! Ayo cepat", ucap nya sembari menarik narik lengan Xiao An. Lalu mereka pun pergi ke ruang perawatan Tian Yue. Disana sudah banyak tetua dan guru yang mengerubungi Tian Yue. Mereka sangat bahagia melihat Tian Yue akhirnya sadar.
" Xiao An!, Akhirnya kau datang. Aku sudah menantikan kedatangan mu. Baguslah kau baik baik saja, jika saja kau yang tertusuk pasti aku akan sangat sedih", ucap Tian Yue dengan lemah. Dia sangat memaksakan dirinya untuk berbicara padahal dia belum pulih sepenuhnya.
" Eh, jangan terlalu bersemangat! Kau masih belum pulih. Lebih baik kau banyak istirahat agar kita bisa berkultivasi bersama. Huh, sayang sekali situasi akademi saat ini buruk jika tidak, mungkin kita bisa pergi ke pasar jalan-jalan", ucap Xun Er.
" Ya, sebaiknya kau beristirahat. Kau masih lemah bagaimana jika kondisimu semakin buruk? Bukankah kau ingin berjalan-jalan bersama? Oleh karena itu, kau istirahatlah! Agar cepat pulih", ucap Xiao An. Mendengar nya membuat Tian Yue tersenyum meski dalam keadaan yang masih lemah.