The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 18



"Tunggu!, Karena besok adalah hari kalian belajar, jadi pertandingan ini harus di akhiri sekarang", ucap tetua tertinggi.


"Tapi tetua, murid yang akan melawannya sedang terluka. Itu tidak adil untuknya", ucap salah satu tetua.


"Ganti saja oleh murid senior yang ada di sini", ucap tetua tertinggi.


"Tapi bagaimana?, Apakah kau bersedia melawan kakak seniormu?", Tanyanya kepada Xiao An .


"Ya, tidak apa apa", ucap Xiao An .


"Baiklah kalau begitu. Tapi siapa yang bersedia melawannya?", Tanya seorang tetua.


"Aku bisa menjadi lawannya", ucap Xu Kai yang membuat mereka terkejut.


"Tapi bukankah kau peringkat 1 di tahun ke 3?, Bukankah itu agak sulit untuknya?", Ucap sang tetua.


"Tidak apa apa tetua, aku bisa melawannya", ucap Xiao An .


"Apa kau yakin?", Ucap tetua.


"Ya", ucap Xiao An singkat.


"Aku juga tidak akan menyakitimu. Kau hanya perlu menyakitiku meski sedikit. Saat itu ku akui kau menang", ucap Xu Kai .


Xiao An sedikit tersenyum mendengarnya karena jujur saja, dia bukan hanya bisa menyakitinya sedikit bahkan membunuhnya saja bisa. Dia sedikit memancing Xiao An untuk menunjukkan kekuatan sebenarnya.


Panitia pun memulai pertandingan itu. Xiao An mencoba menyerangnya dengan formasi spiritual tingkat 4. Saat itu, Xu Kai sedikit terkejut dengan serangan dari formasi spiritual.


' itu formasi tingkat 4!, Bagaimana dia bisa menjadi ahli formasi tingkat 4 di usia saat ini', batin Xu Ge.


Tapi Xu Kai cukup kuat untuk menahan formasi tingkat 4 itu meski harus mengerahkan setengah kekuatannya. Dan berhasil memecahkan formasinya.


' perempuan ini cukup kuat, sampai bisa mengeluarkan formasi tingkat 4', batin Xu Kai .


Setelah itu, Xiao An sudah mengeluarkan pedang Yin Yang nya dan mulai menyerang Xu Kai. Kemudian, Xu Kai pun mengeluarkan pedang petirnya. Terjadilah pertukaran teknik berpedang selama beberapa saat hingga..


Trang!


Pedang petirnya jatuh dari tangan Xu Kai dan saat itu Xiao An segera menempatkan pedangnya di leher Xu Kai. Semua orang tak percaya dengan hasil pertandingan ini. Mereka yang awalnya mengolok olok Xiao An , kini mereka menganga melihat hasil pertandingannya. Ya, Xiao An menang. Sungguh tak terduga bagi semua orang kecuali Tian Yue yang sudah tau tentang kekuatan Xiao An .


Seorang Xu Kai yang di kenal dengan sebutan orang jenius diantara jenius, kini kalah oleh seorang perempuan yang di kenal dengan sebutan sampahnya. Sungguh sebuah berita yang mencengangkan bagi semua orang akademi termasuk orang orang di luar sana.


Panitia pun mengumumkan kemenangan Xiao an dan Saat itu Xiao An segera menghilang dari arena.


Tidak ada yang mengira bahwa Xiao An pergi ke kantor ketua. Ya, tentu saja untuk mencari kakeknya. Kenapa tiba tiba ?


Ada sesuatu yang terjadi saat Xiao An menyentuh Xu Kai. Xiao An merasakan panas hampir di semua tubuhnya dan dengan mata yang kini berubah menjadi merah. Sungguh itu sangat aneh dan menyakitkan bagi Xiao An .


Setelah tiba, Xiao An mengetuk pintunya dengan keras karena rasa panasnya semakin meningkat.


"Kakek!, Kakek!, Tolong aku!. Aku sudah tidak tahan lagi!", Ucap Xiao An . Kakek Luo pun segera membawa Xiao An ke arah hutan. Kenapa ke hutan?


Sebenarnya itu bukan karena menyentuh Xu Kai , tetapi itu karena pengangkatan kaisar naga telah di mulai. Yang Xiao An rasakan adalah ujian untuk menjadi kaisar. Jika Xiao An tidak bisa menahannya, maka dia hanya akan menjadi putri naga dan bukan kaisar naga.


Tapi ambisi Xiao An untuk membalaskan dendam ibunya sangat besar. Hingga membuatnya tak peduli dengan rasa sakit yang kini di derita olehnya.


Sedangkan di tempat lain.....


"Salam ketua, telah terdengar suara naga di hutan kematian", ucap seorang laki-laki berpakaian serba hitam.


"Tapi itu tidak mungkin ada naga di hutan kematian. Mungkinkah sang kaisar naga akhirnya lahir?, Jika memang begitu, kita harus bisa mengajaknya menjadi bagian kita. Kemudian kita akan menguasai dunia ini... Ha ha ha ha akhirnyaaa", ucap sang ketua.


Sementara Xiao An terus menahan rasa sakit itu sampai fajar datang dan di akhiri oleh teriakan yang lebih nyaring dari sebelumnya. Xiao An pun pingsan karena kehabisan tenaga.


Kemudian kakek Luo pun membawanya kembali ke akademi dan mengistirahatkannya di tempat pribadi kakek Luo .


Pagi itu Tian Yue khawatir karena tidak menemukan Xiao An dimana mna. Hingga akhirnya dia melaporkannya kepada tetua ke 2 yang menjadi guru pribadi Xiao An .


" Kau bilang dia tidak ada di mana mana?, Bagaimana ini?, Aku harus mencarinya", ucap tetua ke 2.


"Tidak perlu mencarinya, dia ada bersama ketua di ruangan pribadinya", ucap tetua ke 4.


"Oh baiklah kalau begitu, dia sudah aman bersama ketua", ucap tetua ke 2. Tian Yue yang mendengarnya pun menjadi tenang dan kembali untuk menemui tetua ke 5 yaitu gurunya.


Sepanjang hari Xiao An hanya berbaring tak sadarkan diri. Selama itu juga kakek Luo menjaga Xiao An sembari membaca buku sejarah 4 ras legenda. Kakek Luo masih tak percaya dengan kejadian yang menimpa Xiao An .


Sedangkan di dalam pikiran Xiao An , ia merasa sedang di dalam bangunan yang megah dan saat itu Xiao An merasa bingung. "Aku ada dimana?", Ucap Xiao An . "Yang mulia, anda ada di istana naga anda sendiri", ucap seorang perempuan yang memakai baju pelayan. "Hah, yang mulia?, Aku Xiao An ", ucap Xiao an. "Tidak yang mulia. Anda sudah resmi menjadi kaisar naga saat ini", ucap pelayan itu. Saat itu Xiao An percaya tidak percaya dengan kata kata pelayan itu. Selama disana, Xiao An bertemu dengan beberapa naga penjaga harta peninggalan ras naga.


Kakek Luo menemukan bahwa pengangkatan hanya akan berlangsung selama seminggu penuh dan selama itu Xiao An tetap tak akan bangun.


Dan di luar sana para sekte aliran hitam telah bertindak untuk mencari kaisar naga itu. Yang mengakibatkan para sekte aliran putih sibuk untuk memperketat pertahanan mereka dan juga melindungi para penduduk di wilayah mereka masing masing.


Kakek Luo pun diam diam mengaktifkan formasi pelindung untuk Akademi Pedang Surgawi. Akademi lain pun melakukan hal yang sama agar tidak ada sekte aliran hitam yang masuk ke akademi.


Selama seminggu itu, para murid belajar seperti biasa dan mulai melupakan kejadian itu.


Selama itu pun Tian Yue menjadi pendiam. Jelas itu karena tidak bertemu dengan Xiao An . Semakin hari semakin menjadi jadi dan kini dia selalu pergi ke kantor ketua untuk menanyakan kondisi Xiao An.


Sampai hari ke 8 , baru lah Xiao An bangun dengan keadaan yang masih lemas. Dan saat itu, kakek Luo memberikan pil pengembali kekuatan tetapi Xiao An menolaknya dan segera mengeluarkan pil dari cincin ruangnya.


Kakek Luo sedikit terkejut dengan pil yang Xiao An makan. Itu sangatlah murni dengan tanda di sekitar pil yang menandakan itu pil tingkat tinggi. Semakin abstrak tandanya, maka itu semakin tinggi tingkatannya.


"Dari mana kau mendapatkan pil itu?", Tanya kakek Luo .


"Aku membuatnya sendiri ketika aku senggang", ucap Xiao An .


Sontak kakek Luo kembali terkejut dengan pengakuan Xiao An .


"Jangan berbohong!", Ucap kakek Luo tegas.


"Aku tidak berbohong kakek. Tanyakan saja kepada Tian Yue ", ucap Xiao An . Yang membuat kakek Luo berhenti menanyakan itu dan mulai menanyakan hal lain.


"Kenapa tidak bilang kepada kakek kalau kau adalah calon penguasa ras naga ?, Sungguh kejadian itu bisa saja membunuhmu. Bagaimana kakek menjelaskannya kepada ibumu dan juga keluarga Lin ?", Ucap kakek Luo .


"Maafkan aku kakek, aku hanya tidak mau kakek di sakiti gara gara aku", ucap Xiao An lirih.


" Mulai sekarang, jangan sampai kau terlalu marah ataupun kesal terutama benci. Karena jika sampai kau berada dalam keadaan itu, kau bisa berubah menjadi Xiao An yang tidak kakek kenal. Ya, kau bisa menjadi monster bukan hanya meratakan akademi ini, tetapi juga kau bisa meratakan gunung hanya menggunakan sedikit kekuatanmu yang sekarang. Kakek tau, kultivasimu berada jauh di atas kakek. Tapi kau tetap merendah layaknya ada di bawah mereka. Memang kau seperti ibumu, meski pun dia adalah seorang penguasa lautan, tapi dia tidak pernah mengungkapkannya. Sungguh wanita hebat. Teruslah seperti itu seperti ibumu. Tapi kau juga harus tetap waspada meski kau sedang bersama temanmu", ucap kakek Luo.