The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 15



Tak terasa hari sudah pagi. Sinar matahari mulai menerobos masuk sela sela jendela. Menyinari sesosok perempuan yang masih terlelap di atas kasur.


Dia perlahan membuka matanya sedikit demi sedikit merasakan cahaya yang menyinarinya terlihat sangat terang sampai sampai harus menghalaunya dengan tangannya.


Dia pun bangun dan duduk sebentar lalu pergi untuk mandi dan kembali untuk bersiap setelah beberapa saat. Hari masih lah pagi melihat matahari yang masih ada di timur.


Kemudian dia kembali duduk dan mengaktifkan mata kirinya untuk mencari sosok perempuan yang merupakan rekannya.


Tak di sangka ternyata rekannya berada di kamar sebelah kiri tepat di sebelahnya. Dia pun langsung keluar dan mengetuk pintu kamar di sebelahnya.


Keluarlah sesosok perempuan yang dia cari cari dari tadi.


"Eh Xiao An kau sudah kemari. Kapan kau ke sini?", Ucap Tian Yue.


"Beraninya kau meninggalkanku. Untung saja aku bertemu dengan seorang guru yang membantuku huh", ucap Xiao An .


"Maafkan aku Xiao An. Waktu itu aku tidak mau mengganggumu. Saat itu juga aku hampir lupa dan buru buru kesini", ucap Tian Yue .


"Baiklah, aku akan memaafkanmu untuk kali ini. Oh ya, apa kegiatan hari ini?", Ucap Xiao An .


"Hari ini di adakan pembagian kelas dan juga ada pertandingan untuk menentukan rangking", ucap Tian Yue. Xiao An yang mendengarnya pun menyeringai. Ya itu saat yang bagus untuk bertarung. Rasanya tangannya sudah gatal dari kemarin.


"Ya sudah, ayo pergi", ucap Xiao An .


Mereka pun berjalan ke arah lapangan luas, tak jauh dari sana ada sebuah arena yang cukup besar. Posisi akademi ada di gunung yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Untuk murid tahun pertama berada di kaki gunung.


Untuk ke tempat murid tahun kedua, harus berjalan ke atas dan juga untuk murid tahun ketiga, keempat ,kelima, dan keenam. Dan yang ada di puncak gunung itu tempat semua guru, tetua dan juga ketua berada.


Setiap murid tahun ajaran mempunyai arena masing masing. Dan setiap 1 tahun sekali akan diadakan pertandingan bebas yang berarti pertandingan melibatkan semua tahun ajaran.


Setelah berjalan lumayan lama, mereka pun sampai di lapangan yang sudah di penuhi murid lainnya.


Mereka berdiri diantara murid murid lain. Dan mereka pun mulai mengantri untuk mengetahui kelasnya.


Dari banyaknya murid, hanya 5 orang yang menjadi murid pribadi tetua termasuk Xiao An .


Ada akses khusus yang di miliki seorang murid pribadi. Seperti jika gurunya sibuk, murid itu bisa pergi ke kelas apapun sesuai jurusannya.


Sebenarnya Xiao An tidak mau menjadi murid pribadi. Tapi Tian Yue pun ikut menjadi murid pribadi ,jadi Xiao An terpaksa menyetujuinya.


Setelah pembagian kelas, para murid di bebaskan untuk beberapa jam sampai tengah hari saat di mulainya pertandingan.


Para murid lainnya pergi ke kantin untuk makan dan beberapa dari mereka yang merupakan bangsawan atau anak pedagang kaya membeli makanan yang mewah. Dan untuk mereka yang hanya orang biasa bahkan miskin hanya makan makanan gratis yang sudah di siapkan oleh kantin akademi.


Berbeda dengan yang lainnya Xiao An dan Tian Yue  makan makanan dari restoran Xiao An yang sudah di kirimkan oleh salah satu pelayannya.


Hampir semua orang memperhatikan Xiao An saat itu. Entah karena apa, mungkin saja karena penampilannya yang memakai topeng atau mungkin karena makanannya yang berbeda dari yang lain.


Dari awal Xiao An duduk di salah satu meja dengan Tian yue, tidak ada yang mengganggu mereka. bahkan saat mereka makan. Sampai di saat kantin penuh dan semua meja sudah di tempati, datang 3 orang yang merupakan murid perempuan menghampiri Xiao An dan Tian Yue yang saat itu hampir menghabiskan makanannya.


"Hei buruk rupa!, Pergi dari sini!, Kita akan makan disini", ucap perempuan itu dengan kasar sembari memukul meja yang membuat semua orang kaget dan menoleh ke arah suara.


"Heh rakyat jelata!, Mending kalian minggir dan pergi dari sini sebelum aku menggunakan pedang spirit tingkat pusakaku", ucap perempuan itu dengan sombongnya memperlihatkan senjatanya.


Xiao An yang awalnya tidak peduli dan hanya melanjutkan makan pun harus bertindak karena mereka sudah sangat keterlaluan. Xiao An pun berdiri dan berkata kepada Tian yue,


"Keluarkan pedangmu!", ucap Xiao An . Dan Tian Yue pun mengeluarkan pedangnya." pedangmu itu hanya rongsokan, lebih baik kau simpan itu sebelum aku merusaknya", ucap para perempuan itu.


"Adu pedang mu dengan pedang miliknya!", Ucap Xiao An . Setelah itu, Tian Yue pun menebaskan pedangnya ke arah pedang milik perempuan itu. Tanpa di sangka sangka, pedang perempuan itu patah menjadi dua. Semua orang yang melihatnya pun terkejut. Sedangkan mereka bertiga menganga tak percaya pedang milik salah satu dari mereka patah dalam satu tebasan dan itu tingkat pusaka.


Karena Xiao An selesai makan, dan juga moodnya menjadi kacau, dia mengajak Tian Yue untuk keluar dari kantin. Saat melewati mereka bertiga, Xiao An mengeluarkan 1 belati naga yin dan memotong ke dua pedang mereka yang tersisa dengan sangat cepat. Semua orang kembali terkejut dengan aksi yang di buat Xiao An dan mereka pun berpikir untuk tidak memprovokasi mereka berdua.


Sangat di sayangkan bahwa pedang mereka bertiga sudah patah bahkan sebelum pertandingan di mulai.


Sesudah keluar dari kantin, Tian Yue mengajak Xiao An ke taman di dekat lingkungan murid tahun kedua.


Sejak keluar dari kantin, Xiao An sudah merasa ada yang mengikutinya. Hingga sampai di taman itu, Xiao An baru menyuruh orang itu untuk keluar dari persembunyiannya. Sangat jelas bahwa kekuatan orang itu masih berada di bawah Xiao an.


"Keluar!, Aku sudah tau kau mengikutiku dari kantin", ucap Xiao An yang membuat Tian Yue bingung.


Akhirnya orang itu keluar. Ternyata dia adalah laki-laki yang kipas sebagai senjatanya. Dari penampilannya terlihat bahwa dia berasal dari keluarga bangsawan.


"Wah, ternyata kau sudah tau. Ku pikir kau tidak tau", ucap lelaki itu.


"Katakan ! Kenapa kau mengikutiku?", Ucap Xiao An.


"Baiklah aku akan jujur. Aku penasaran dari mana kalian mendapatkan senjata seperti itu. Aku sangat terkesan", ucapnya.


"Kau tidak perlu tau darimana aku mendapatkannya", ucap Xiao An.


"Ayolah, aku ingin membeli senjata seperti itu", ucap laki-laki itu.


"Apa kau yakin ingin membelinya?, Ini sangat mahal", ucap Xiao An sedikit mengejek.


"Berapapun itu, aku bisa membelinya", ucap laki-laki itu.


"Kau tau? Harga paling murah senjata seperti ini adalah 100rb uang kertas. Apa kau bisa membelinya?", Ucap Xiao An .


"Hah?, Sebanyak itu hanya untuk 1 senjata seperti itu?, Bahkan uang sebanyak itu bisa membuat istana", ucap nya.


"Ya kau tau itu. Jadi lebih baik kau tidak membelinya. Lagi pula tidak ada yang membuat senjata seperti ini di sini", ucap Xiao An .


Tapi laki-laki itu tidak berhentinya menawar dan merayu Xiao An agar memberikan harga yang sedikit murah. Sampai akhirnya Xiao An setuju memberikan senjatanya tetapi laki laki itu harus memberikan barang langka seperti bahan untuk membuat senjata atau pun giok kepada Xiao an.


"Namaku Hong Jun, dari kelas jenius kultivasi seni beladiri, namamu siapa?", Ucap Hong Jun.


"Aku Xiao An dan dia Tian Yue ", ucap Xiao An.


"Oh aku tau, kalian berdua murid pribadi tetua. Oh ya, kapan aku harus membawa barangnya?", Ucap Hong Jun.


"Besok kau kemari. Kita bertemu disini lagi", ucap Xiao An . Lalu setelah itu , Hong Jun pun pergi.