
" Ehm, mungkin lain kali saja kita melakukan pertarungan yang sudah kita bicarakan tadi. Kakek tua ini akan kembali", ucap tetua itu lalu dia pun pergi.
" Oh ya baiklah tidak apa apa. Ayo siapa lagi yang ingin bertanya?", Ucap Xiao An dengan gembira. Sepertinya dia menemukan kebahagiaan saat berbagi ilmu dengan mereka.
Beberapa saat kemudian, seseorang datang menemui Xiao An dengan berjalan perlahan agar tidak mengganggu Xiao An yang masih mengobrol dengan para remaja itu. Orang itu berdiri di belakang Xiao An sembari tersenyum lebar.
Seorang remaja laki-laki yang sebelumnya bertanya kepada Xiao An perihal keberadaan pedang naga di tangannya itu melihat orang yang berada di belakang Xiao An. Kemudian dia berbisik kepada Xiao An karena dia takut jika ternyata orang itu adalah orang jahat.
" Kakak, siapa itu di belakangmu?", Bisik remaja laki laki itu dengan wajah yang tampak kebingungan.
" Eh, siapa?", Ucap Xiao An. Lalu dia pun bangkit dari duduknya dan berbalik untuk melihat orang itu. Orang itu masih menatapnya dengan senyuman lalu dia merentangkan tangannya kepada Xiao An.
" Kakak!!!", Ucap Xiao An. Lalu Xiao An pun dengan terburu buru memeluk Xiao Yu.
" Kenapa kakak baru kesini?, Bagaimana kau bisa kesini kak?, Bukankah tidak ada yang tau jika kau itu kakakku?, Oh jangan-jangan kau berkelahi dengan penjaga?", Ucap Xiao An. Dia terus mengoceh menanyakan segala hal.
" Sudah sudah, kau terus mengoceh sejak tadi. Apa kau lupa mereka masih disini?", Ucap Xiao Yu sembari menunjuk para remaja itu. Lalu Xiao An pun menepuk dahinya. Bagaimana bisa dia membiarkan mereka melihat hal memalukan dari seorang pahlawan keluarga.
" Ah emmhh begini anak anak, dia ini adalah kakakku. Namanya Xiao Yu", ucap Xiao An kepada remaja itu.
" Oh begitu, ku pikir kakak itu adalah kekasih kakak Xiao An. Kakak itu sangat tampan", ucap seorang remaja perempuan.
" Emm kalau begitu, kakak akan berjalan jalan dengan kak Xiao Yu. Kalian lanjutkan lah latihannya", ucap Xiao An lalu dia pun pergi bersama Xiao Yu. Xiao An memilih untuk pergi ke pasar untuk melihat lihat.
Sepanjang hari dia habiskan untuk berbelanja kesana kemari bersama Xiao Yu. Namun hal itu tidak semudah kedengarannya. Mereka terus di perhatikan oleh orang orang tentu saja karena mereka mengetahui jika seorang nona muda dari keluarga Luo belum bertunangan dengan siapa pun. Hingga semua orang menyangka kalau Xiao Yu adalah tunangan Xiao An.
" Wah lihat! Sepertinya nona muda keluarga Luo membawa tunangannya",
" Eh, benarkah? Dia sangat tampan",
" Wow tampaknya mereka sangat bahagia",
" Jarang sekali melihat nona muda keluarga Luo tersenyum seperti itu",
' apa? Tunangan? Berani merebut wanitaku!', batin seseorang yang terbakar api cemburu. Dia mengepalkan tangannya dengan keras.
" Kakak, lihatlah! Dia sangat tampan. Lebih tampan dari pada dirimu", goda Long Ba Tian.
" DIAM!!!", Ucap Long Ao Tian . Sangat terlihat
dia cemburu melihat Xiao An bersama Xiao Yu. Padahal mereka hanya kakak beradik. Tapi karena Long Ao Tian dan Long Ba Tian tidak mengetahuinya tentu saja mereka akan berpikiran negatif, sama seperti orang lain.
' sepertinya kakak memang jatuh cinta kepada wanita itu. Tapi kenapa dia bisa jatuh cinta kepada wanita itu? Tidak ada yang spesial darinya. Bahkan kak Qin Ruo lebih segalanya dari pada wanita itu', batin Long Ba Tian.
" Ayo pergi!!!", Ucap Long Ao Tian dengan wajah yang muram. Dia berjalan sangat terburu buru meninggalkan Long Ba Tian yang masih terdiam memikirkan hal itu. Tampaknya dia sangat marah melihat Xiao An berjalan dengan laki-laki di sampingnya.
Sedangkan Xiao An sedang asik asiknya berjalan dengan Xiao Yu yang baru saja sampai di keluarga Luo.
" Ayo pulang!, Lihat! Kau sudah berbelanja sebanyak ini. Aku sudah lelah berjalan kesana kemari. Apa kau tidak lelah?", Ucap Xiao Yu sedikit malas.
" Aku belum lelah dan aku masih ingin berkeliling kakak", ucap Xiao An merengek.
" Wanita memang memiliki kekuatan yang besar saat mereka berbelanja. Kita sudah menghabiskan beberapa jam hanya untuk berbelanja. Ini sudah sangat malam waktunya pulang. Besok adalah hari ulang tahun kakek, bagaimana jika sampai kau asik tidur dan melewatkan ulang tahun kakek?", Ucap Xiao Yu.
" Oh, kau benar ulang tahun kakek!. Apa Kau sudah menyiapkan hadiah untuk kakek?", Ucap Xiao An.
" Tentu saja aku sudah menyiapkannya. Bagaimana dengan mu?", Ucap Xiao Yu dengan nada yang mengejek.
" Eh, jangan salah. Hadiahku pasti lebih baik darimu", ucap Xiao An.
" Heh, kita lihat saja nanti", ucap Xiao Yu.
" Baik!", Ucap Xiao An lalu mereka pun pulang dan beristirahat.
Bahkan para pelayan dari rumah makan Haozi pun di pekerjakan untuk membuat hidangan yang lezat. Suasana di kediaman keluarga Luo saat ini sangatlah ramai.
Namun benar kata Xiao Yu, di siang hari ini Xiao An masih belum bangun. Dia masih asik bermimpi di kasurnya yang empuk. Karena Xiao Yu kakak yang baik, maka dia dengan senang hati menyiram wajah Xiao An untuk membangunkannya.
" Cuih... Cuih.. apa apaan ini? Siapa yang menyiram ku?", Ucap Xiao An dengan mata yang masih tertutup.
" Hey hey bangun lah!! Ini sudah siang", ucap Xiao Yu dengan tegas.
" Kakak!! Kenapa kau menyiramku hah? Kau tingal membangunkan ku dengan mengguncangkan tubuhku", ucap Xiao An, tampaknya dia marah.
" Sejak kapan membangunkanmu hanya butuh mengguncangkan tubuhmu? Itu tak akan berhasil!!!, Sudah ku bilang kan hari ini adalah ulang tahun kakek. Tapi apa kau sudah melakukan sesuatu untuk kakek? ", Ucap Xiao Yu.
" Ah benar, aku belum melakukan apa apa. Lalu apa yang kau tunggu?, Ayo kita menemui kakek!!", Ucap Xiao An bersemangat.
" Dengan penampilan seperti ini kau mau menemui kakek?, Lihatlah! Rambutmu kusut, baju tipis, wajah kusam, mata yang belum terbuka, ck ck ck", ucap Xiao Yu dengan nada yang mengejek.
" Oh benar, aku harus mandi dan berganti pakaian", ucap Xiao An.
" Itu kau tau harus bagaimana", ucap Xiao Yu.
Dengan segera dia menyuruh pelayannya untuk menyiapkan air untuk mandi. Lalu Xiao Yu pun menunggunya di taman supaya tidak bosan.
Setelah menunggu 1 jam lamanya, Xiao An akhirnya selesai dan sudah siap untuk menemui kakek Luo.
" Haaah, akhirnya. Ayo pergi temui kakek!", Ucap Xiao An. Dan mereka pun pergi menemui kakek Luo.
" Lama sekali kau", ucap Xiao Yu sedikit jengkel.
" Heh, memangnya kakak yang hanya membutuhkan 10 menit untuk semuanya!",
Sepanjang jalan terlihat beberapa pelayan yang masih mempersiapkan berbagai hal. Tampaknya ada beberapa tamu dari jauh telah berdatangan membawa rombongan mereka.
" Siapa mereka?, Aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya", ucap Xiao An.
" Meskipun aku tidak besar di keluarga Luo, setidaknya ku tau mereka. Mereka itu adalah keluarga Lin, keluarga ibu. Aku pernah bertemu dengan mereka saat umurku masih kecil sekitar 7 atau 8 thn", ucap Xiao Yu.
" Oh, kalau begitu aku ingin bertemu mereka. Ayo!", Ucap Xiao sembari menarik tangan Xiao Yu.
" Eh, eh, tunggu dulu. Tidak semudah itu untuk bisa bertemu dengan mereka. Sikapnya juga sangat misterius, kita harus berhati hati", ucap Xiao Yu.
" Hah? Bukankah mereka keluarga ibu? Berarti mereka juga keluarga kita", ucap Xiao An.
" Memang, tapi nenek Lin tampaknya masih membenci kakek Luo perihal kematian ibu", ucap Xiao Yu.
" Nah, lebih baik kita menyapa tamu lain saja. Biarkan nenek Lin berbincang terlebih dahulu dengan kakek Luo", lanjutnya.
" Oh, baiklah", ucap Xiao An. Lalu mereka pun menyapa tamu lain bersama anggota keluarga yang lainnya.
' sangat membosankan', batin Xiao An.
" Kak, lebih baik aku pergi ke taman saja", ucap Xiao An lalu dia pun pergi.
Setelah sampai di taman, dia memikirkan perjalanan panjang yang akan dia lakukan ke benua Tian Yun.
' mungkin aku bisa menjadi yang terkuat dari yang terkuat di dunia ini, He he he', batin Xiao An. Tampaknya dia tidak lagi mengeluh bosan ketika memikirkan hal itu.
Xiao An tidak menyadari sejak tadi ada orang yang duduk di atas pohon di dekatnya sembari memperhatikannya.
' aku tau kau pasti sedang memikirkan masa depanmu. Heh, sebentar lagi kau akan menjadi milikku. Aku tidak peduli bagaimana orang lain memanggilmu sebelumnya dan juga sesudahnya. Kau hanya akan menjadi milikku selamanya', batin orang itu sembari tersenyum lebar.