
Sedangkan Ao Tian kini sedang mencoba untuk mencari Xiao An ke semua penjuru benua Tian Yun bersama beberapa anggota Dark Rose.
" Kemana dia pergi? Ini sudah malam tapi dia belum kembali sama sekali", ucap Ao Tian dengan cemasnya.
Mereka pergi ke arah yang sebaliknya dari tempat dimana Xiao An berada. Puluhan anggota Dark Rose telah di kerahkan untuk mencari Xiao An.
Seseorang berharap mereka tidak menemukan Xiao An, Siapa lagi jika bukan Qin Ruo. Dia bolak balik sembari memikirkan cara agar mereka tak menemukan Xiao An dengan cepat.
" Aku berharap wanita itu tak pernah di temukan. jika wanita itu berhasil ditemukan, aku berharap dia sudah mati ditempat", ucap Qin Ruo dengan kesalnya.
" Oh, aku punya ide! Aku harus menyebarkan pasukan ayahku untuk mengikuti mereka dan di saat salah satu kelompok menemukan wanita itu, pasukan ayahku akan meracuni dan menyiksanya hingga mati ha ha ha ", lanjut Qin Ruo yang diiringi oleh gelak tawanya yang cukup keras. Dia terlihat sangat puas dengan idenya itu. Dia pun segera menemui pasukan ayahnya dan memberikan perintah tersebut kepada mereka.
Beberapa hari kemudian~~
" Kapan kita sampai di perbatasan?", Ucap Xiao Yu dengan keluh kesah nya.
" Haaah kita sudah bepergian selama 10 hari, tapi kita belum sampai di perbatasan benua. Ku harap kita sampai lebih cepat, selain itu kita juga perlu mencari Xiao An disana. Tidak mudah mencari anak nakal itu!", Ucap kakek Luo.
" Lebih baik kita menambah kecepatan agar kita sampai di perbatasan benua malam ini", ucap Xu Kai.
Saat mendengar tentang Xiao An yang telah pergi ke benua Tian Yun dengan keadaannya, Xu Kai segera mengunjungi kediaman keluarga Luo. Saat itu juga keluarga Luo sedang bersiap-siap untuk berangkat. Xu Kai pun memutuskan untuk ikut juga bersama para pelayan dan pengawal keluarga Bai.
Tidak hanya Xu Kai, Xu Ge juga ikut serta dalam perjalanan ini. Sepanjang perjalanan sering kali Xu Ge menggoda Xu Kai dengan menanyakan sesuatu perihal perasaannya kepada Xiao An.
" Hei, hei bagaimana perasaan mu terhadap gadis itu?", Ucap Xu Ge dengan raut wajah yang di buat buat seakan dia tidak tahu akan perasaan Xu Kai. Padahal ikut serta dalam perjalanan ini juga membuktikan bahwa dia sangat mengkhawatirkan Xiao An.
" Bisakah kau diam", ucap Xu Kai dengan wajah datarnya. Seolah-olah dia tidak peduli tentang hal itu. Xu Ge terus mengoceh kepada Xu Kai.
' berisik sekali !!!!', batin Xiao Yu.
Xiao Yu yang merasa kesal karena mereka membicarakan adiknya, menoleh ke arah mereka dan memberikan tatapan tajam yang membuat Xu Ge terdiam. Suasana pun kembali hening.
Selama di perjalanan, mereka terlihat amat sangat mengkhawatirkan Xiao An, bahkan tidak ada yang berani untuk tertawa. Mereka mempercepat perjalanan 2 kali lipat dari sebelumnya. Sampai akhirnya mereka pun tiba di perbatasan.
Suasana di perbatasan sangat lah ramai, banyak orang-orang yang berlalu lalang. Banyak diantara mereka yang merupakan pedagang dan juga pengembara. Terdapat beberapa penginapan besar yang cukup terkenal disana.
" Sebaiknya kita segera mencari penginapan untuk beristirahat", ucap kakek Luo.
" Kakek, bagaimana dengan penginapan itu?", Ucap Xiao Yu sembari menunjuk kearah penginapan besar.
" Aku setuju!", Ucap Xu Kai.
" Aku juga setuju!", Ucap Xu Ge.
" Baiklah jika kalian memilih penginapan itu. Ayo!", Ucap kakek Luo. Lalu mereka pun pergi ke penginapan itu dan segera memesan kamar untuk beberapa orang.
Setelah itu, mereka pun membersihkan tubuh mereka di kamar mereka masing-masing dan bersiap untuk tidur karena hari sudah malam. Baru saja terlelap, Xiao Yu terbangun oleh suara langkah kaki dan gesekan benda logam yang cukup nyaring mendekati kamarnya. Dia segera waspada dan mengeluarkan belatinya.
Tok tok tok.....
" Ya, masuklah", ucapnya dengan wajah yang datar.
Lalu pelayan itu pun meletakkannya di atas meja, kemudian pergi.
" Huh ku kira pembunuh yang menemuiku, lagi pula bisa saja sekelompok perampok. Tapi ternyata itu hanya pelayan, mengagetkanku saja!", Ucap Xiao Yu.
Dia pun bangkit dan duduk sembari meminum teh itu, lalu kembali tidur.
Keesokkan harinya~~
Mereka bangun dan segera bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Sebelum itu mereka sarapan pagi terlebih dahulu. Kali ini mereka pergi menggunakan kapal untuk menyusuri lautan. Biaya penumpang cukup mahal yaitu 1 tael emas untuk 1 orang. Untuk menghemat uang, mereka meninggalkan beberapa pelayan di perbatasan agar mereka kembali ke kediaman dan tidak menyulitkan pencarian Xiao An. Tentu saja membawa banyak orang pasti akan menjadi pusat perhatian.
Mereka pergi hanya membawa 1 pengawal masing-masing dan barang yang mereka pikir berguna. Pemandangan laut itu sangatlah indah dengan pantai yang bersih. Banyak orang yang berenang dan bersenang-senang bergembira bersama kerabat mereka.
Di perbatasan ini juga di jaga oleh beberapa penjaga yang sudah di pilih oleh sang pemimpin wilayah perbatasan. Biasanya mereka di bawa dari akademi ketika mereka lulus, itu pun di tunjuk oleh kepala akademi.
Tapi tidak jarang bandit laut atau yang sering di sebut bajak laut kadang menampakan diri mereka dan mulai menyerang untuk merampok barang berharga dari para penumpang kapal. Tetapi mereka biasanya merampok kapal yang di tumpangi oleh para pedagang atau saudagar kaya.
Mereka menumpangi kapal yang cukup besar dengan penumpang lainnya. Kapal ini terlihat cukup mewah di dalamnya meskipun terlihat kotor di luar. Tampaknya para awak kapal sengaja membiarkan hal itu agar kapal mereka tidak di rampok oleh bajak laut.
Sepanjang perjalanan, mereka terlihat cukup antusias karena itu adalah pertama kalinya mereka bepergian menggunakan kapal. Terutama Xu Ge yang sudah kesana kemari beberapa kali hanya untuk melihat-lihat.
Sedangkan kakek Luo dan yang lainnya sedang beristirahat di kabin kapal mereka. Lebih tepatnya kakek Luo sedang berkultivasi dan di jaga oleh beberapa pengawal.
" Hei! Bisakah kau diam?", Ucap Xiao Yu yang sudah muak melihat tingkah Xu Ge. Sedangkan Xu Kai yang sama-sama muak hanya menatap tajam kepada Xu Ge.
" Ayolah, ini kan perjalan pertama kita menggunakan kapal. Apa aku tidak boleh bersikap seperti itu?", Ucap Xu Ge. Xu Kai dan Xiao Yu hanya bisa menghela nafas.
Karena tingkah laku Xu Ge tampaknya bukan hanya mereka saja yang muak, tetapi penumpang lain pun terganggu oleh sikapnya. Tapi untungnya setelah beberapa saat Xu Ge pun menyadarinya, lalu dia memilih untuk duduk di sebelah Xu Kai.
" Hei, kira kira berapa hari kita di kapal ini?", Ucap Xu Ge kepada Xu Kai yang tengah melamun.
' apa Xiao An baik-baik saja?, Kemana dia pergi?, Aku harap tidak ada kejadian buruk yang menimpamu......', batin Xu Kai. Dia terus memikirkan keadaan Xiao An sejak Xiao An pergi.
Xu Ge terus melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Xu Kai, namun Xu Kai tak kunjung lepas dari lamunannya. Hingga akhirnya Xu Ge pun mengguncang tubuh Xu Kai.
" Hei!", Ucapnya cukup keras hingga beberapa penumpang ikut menoleh ke arahnya.
" Ada apa dengan mu?, Sejak tadi kau hanya melamun saja", ucap Xu Ge yang mulai kesal. Xu Kai hanya menoleh, dia tidak mengeluarkan 1 kata pun dari mulutnya.
" ah.. pasti kau sedang mengkhawatirkan gadis itu. Aku benarkan? Kau berdoa saja semoga gadis itu tidak apa apa", lanjutnya.
Beberapa menit telah terlewati suasana pun sangat tenang, namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Ada kapal di depan kapal yang di tumpangi oleh mereka. Kelihatannya, kapal itu bukan kapal biasa yang membawa penumpang. Selain itu, banyak orang-orang di atasnya yang membawa berbagai senjata. Mereka berpakaian tidak rapi dan agak compang-camping. Dengan tampang yang cukup menyeramkan.
Seketika kapal itu mendekat, para penumpang berlarian ke kabin mereka dengan cepat. Sedangkan mereka bertiga, Xu Kai, Xu Ge, dan Xiao Yu, dan awak kapal lainnya bersiap untuk menjaga para penumpang.
" Ha ha ha ha.... Cepat serahkan barang berharga kalian jika tidak mau mati!!!!", Ucap sang pemimpin bajak laut.