
Setelah tiba di tempat pengujian, Xiao an langsung menuju ke pengujian kecocokan senjata.
Kemudian dia menempatkan tangan dan pedangnya ke atas batu itu.
Dengan cepat batu itu bercahaya dengan sangat terang . Ya , itu terjadi karena kecocokannya 100%.
Setelah itu, suasana disana berubah dari tenang menjadi ribut. banyak orang yang mengobrol mengakibatkan sedikit kekacauan.
Orang orang tiba tiba menyangkal apa yang mereka katakan sebelum Xiao an pergi dengan kakek Luo itu.
Dan menganggap bahwa mungkin jika kekuatannya terungkap, itu akan mengakibatkan datang nya berbagai masalah.
Kemudian suasana mulai kembali tenang setelah Xiao an kembali ke posisi awalnya.
Tibalah waktu untuk semua peserta untuk beristirahat sekitar 30 menit.
"Ayo kita cari restoran!, Aku lapar",ucap Xiao An dengan nada yang sangat menggelikan.
"Baiklah", ucap Tian Yue.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka menemukan restoran yang hampir penuh.
Dengan segera mereka masuk ke sana dan memesan makanan.
Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan sudah di sajikan.
"Terimakasih ", ucap Xiao An dan Tian Yue kepada seorang pelayan itu.
"Sama sama nona, semoga kalian menyukai makanannya",ucap pelayan itu.
Lalu mereka melahap makanan nya bersama sama dengan tenang.
Disela sela mereka makan , ada orang yang menyapa mereka.
"Halo, apa kalian itu yang terakhir menguji kultivasi?",tanyanya dengan penasaran.
"Ya, memangnya kenapa ?", Jawab Xiao an dengan malas.
"Sebelum itu, boleh kah kita duduk di sini?",
"Ya", jawabnya singkat. Dan melanjutkan makannya.
"Kalian itu sangat menonjol diantara mereka semua yang ikut menguji. Kalau tidak salah namamu itu Tian Yue kan?", Tanyanya memastikan dan melihat kearah Tian Yue.
"Ah benar , aku Tian yue", jawab Tian Yue.
"Kalau begitu yang di sebelahmu siapa namanya ?,
Karena tadi dia tidak......."
"Xiao An", potong Xiao an.
"Kau Xiao an, Luo Xiao an. Anak paman Luo Tian Xing ?",tanyanya dengan penuh harap.
"Ha? paman?, Kau....",ucap Xiao An dengan bingung.
"Iya, ini aku Xun er , Qin Xun er. Teman masa kecilmu", jelasnya.
"Ahhh kau Xun er, bagus lah kalau kita bertemu saat ini. Aku baru saja berpikir kira kira kau mau ke akademi mana?", Tanya Xiao an dengan antusias.
"Sesuai janji kita, aku akan ke akademi pedang surgawi",jawabnya dengan tenang.
"Baguslah kalau begitu".
"Kenapa kau memakai topeng?",
"Nanti saja kalau sudah di akademi, akan ku ceritakan semuanya".
"Oh baiklah. Ngomong-ngomong, perkenalkan ini temanku. Namanya Bai Xu yuan , adik kandung dari Bai Xu Kai",jelasnya.
"Ohhh laki-laki yang menjadi perbincangan 3 tahun berturut turut itu?", Tanya Tian Yue.
"Kau benar, Tian Yue "ucap Xu Yuan membenarkan apa yang Tian Yue katakan.
"Aku tidak tau siapa dia itu", celetuk Xiao an yang membuat mereka bertiga menganga tak percaya.
"Nona, kau tidak tau tentang itu? Dia adalah laki-laki yang menjadi jenius nomor satu di seluruh negeri ini. Bahkan katua akademi pun sampai melindunginya", jelas Tian Yue.
"Ah sudah lah aku tidak peduli"jawab Xiao an dengan nada yang terdengar santai dan tidak peduli.
"Setelah ini kau akan kemana ?", Tanya Xun er.
"Aku akan mencari penginapan dekat sini", jawab Xiao an.
"Kau tidak akan pulang?",
"Tidak, aku harus bersiap untuk besok dan lusa. Aku akan mengikuti tes alkemis dan formasi spiritual", jelas Xiao an.
"Kau akan mengikuti tes itu?, Memangnya kau tau tentang itu semua?",
"Aku sangat tau dengan apa yang akan aku lakukan".
"Bagaimana jika kau menginap di penginapan yang sama dengan kami?", Tawar Xun er.
"Baiklah dari pada harus mencari sendiri".
"Kita harus segera kembali ke tempat pengujian itu sekarang",ujar Xun er yang di setujui oleh semuanya.
Ada 3 akademi besar di daratan ini, yaitu:
Akademi Pedang Surgawi:
Akademi yang terkenal akan sejarahnya dan merupakan akademi paling tua. Kekuatannya sangat misterius.
Akademi terpopuler diantara semua akademi. Terkenal dengan biaya masuk yang mahal dengan fasilitas mewah. menganggap dirinya yang paling kuat. Dan juga paling sombong.
Akademi Pedang Bulan :
Akademi yang terkenal dengan keramahannya dan berteman dengan semua akademi. Dan sangat menghormati akademi pedang surgawi.
Mereka pun bergegas menuju ke tempat pengujian itu.
Tak lama kemudian terdengarlah suara panitia pengujian yang lumayan keras karena menggunakan tenaga dalamnya.
"Kepada semua peserta, diharap segera berkumpul ke tempat yang sudah di sediakan sebelumnya", jelasnya.
Mereka pun kembali ke tempat mereka masing masing.
"Disini, saya akan mengumumkan hasil dari pengujian kultivasi", ucap panitia yang membuat hampir semua peserta gemetar karena gugup.
"Saya akan menyebutkan nama-nama yang lolos. Xu Tian, Bai lu, Xiao san, su wan, yin Li, Xiao shi, Xun er, Xu Yuan ,bla bla bla ..........,Tian Yue, Xiao an. Yang di sebutkan namanya, harap berkumpul di sebelah kiri saya",ucap panitia.
Sekitar 1000 orang yang berhasil dari ribuan orang yang mengikuti pengujian itu.
Mereka yang disebut namanya pun berkumpul dengan cepat di sebelah kiri panitia itu.
"Baiklah kalian saya kumpulkan disini, untuk memilih masing masing akademi yang kalian tuju.
silakan kalian pergi ke arah masing masing ketua akademi yang ingin kalian tuju", ucapnya sembari menunjukan setiap ketua akademi 3 besar itu.
Xiao An dan teman temannya pun pergi ke arah ketua akademi pedang surgawi.
Setelah sampai di hadapan ketua dan juga para tetua itu, mereka membungkukkan badan untuk memberi hormat .
"Salam hormat ketua, kami ingin menjadi murid dari akademi pedang surgawi",ucap mereka secara bersamaan.
Dan ketua menyambut mereka dengan baik. Kemudian dia berkata," silakan perkenalkan diri masing masing".
Mereka pun memperkenalkan diri mereka bergantian. Tibalah saatnya untuk Xiao an memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan, saya Luo Xiao An, dari keluarga luo", ucapnya dengan lantang.
Sontak para tetua menjatuhkan rahang mereka tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Kau... Xiao An , anak dari Tian Xing ? ", Tanya salah satu tetua memastikan.
Para tetua itu terus menatap ke arah Xiao an yang tengah berdiri di hadapan mereka dengan tatapan tidak percaya. Karena yang mereka tau dia tidak bisa berkultivasi dan sudah di cap sebagai sampah selama bertahun tahun.
"Bagaimana bisa?" ,Ucap salah satu tetua.
"Yah benar, dia adalah cucuku tersayang", ucap sang ketua dengan nada yang terdengar sombong
Kemudian para tetua itu menoleh ke arah sang ketua yang tengah menyombongkan dirinya.
Menatap dengan tak percaya.
Para tetua menjadi ribut bertanya tanya. Lalu ketua menyuruh para murid untuk kembali ke penginapan masing masing dan kembali mengurus para tetua yang sedang ribut tadi.
Mereka akan berangkat sekitar 1 Minggu lagi.
"Kau akan kemana setelah ini?", Ucap kakek Luo kepada Xiao an.
"Aku akan ke penginapan bersama Xun er",
"Oh baik lah kalau begitu ",ucap kakek Luo. kemudian dia pergi begitu saja di ikuti oleh para tetua.
"Ayo!", Ajak Xiao an.
Setelah tiba di penginapan, Xiao an memesan 1 kamar yang bersebelahan dengan kamar Xun er.
Kenapa hanya 1?, Karena Xiao an tidak mau repot jika harus keluar kamar sekedar untuk bertanya kepada Tian Yue .
Setelah memesan mereka langsung pergi ke kamar masing masing karena tubuh mereka sudah lengket oleh keringat dan bergegas untuk mandi. Kemudian mereka pun tidur.
Terkecuali Xiao an, dia masih menatap langit langit dengan perasaan campur aduk.
Entah kenapa, ia teringat kejadian dimana adik dan ibunya meninggal karena kecelakaan mobil.
Ada rasa sesak di dadanya yang membuatnya sulit bernapas. Matanya berubah agak merah dan mengeluarkan setitik air mata. Wajah yang putih seputih salju kini telah berubah menjadi agak kemerahan.
Sulit baginya untuk menerima kenyataan pahit seperti itu. Jika itu di kehidupan lamanya, ia akan menghabiskan sepanjang malam hanya untuk meratapi kesedihan dan juga rasa kesepian yang selalu menyelimutinya.
Selalu ada kata "hidup demi orang yang menyayangimu". Seberapa kosongnya hati dan juga pikirannya. Seberapa kesepiannya dan tersiksanya, seberapa inginnya meninggalkan dunia dan bertemu mereka, hanya kalimat itu yang membuatnya bersemangat untuk hidup.
Di kehidupannya yang baru, ia tak mau kejadian seperti itu kembali terulang. Setidaknya dia harus melindungi orang orang yang tersisa dari banyaknya orang yang menyayanginya.
Tak terasa, Xiao an telah terlelap dalam tidurnya setelah apa yang ia lamunkan sekitar satu jam yang lalu.
Sedikit catatan:
Daratan ini hanya terdapat 1 negara di dalamnya yang dikelilingi oleh hutan dan juga lautan .
Tidak ada raja atau pemimpin yang memimpin negara. Hanya ada 5 keluarga yang membangun kepercayaan masyarakat mereka dengan cara mereka sendiri.
Daratan ini dibagi menjadi 4 bagian.
Lokasi Xiao an sendiri, berada di sebelah Utara dan tempat dimana keluarga inti Bai dan Luo menetap dan juga tempat dimana akademi pedang surgawi berada.
Di sebelah barat adalah tempat dimana keluarga inti Jiang berada dan juga merupakan tempat akademi Tian lu.
Di sebelah timur adalah tempat dimana keluarga inti Wei dan Qin berada dan merupakan tempat akademi pedang bulan.
Sedangkan di sebelah selatan adalah tempat yang paling ramai dengan kegiatan jual beli dari berbagai benua. Tempat dimana orang asing akan tinggal untuk menetap atau hanya singgah untuk beberapa waktu. Dan juga merupakan pelabuhan terbesar di negara itu.