
perempuan ini memang terkenal galak dan juga bawel. Sekali bicara dia akan menghabiskan kurang lebih setengah jam. Itu sudah biasa bagi mereka, sama seperti Tian Yue. Sedangkan Xiao An dan Xu Yuan hanya diam, tenang, dan santai mendengar mereka berbicara dan mengobrolkan sesuatu.
Malam pun tiba, mereka kembali ke kamar mereka masing masing. Ada yang memilih untuk tidur, berkultivasi, dan juga ada yang memilih untuk diam memikirkan sesuatu seperti Xiao An saat ini.
Dia tampak sedang berpikir keras dengan kerutan jelas di dahinya. Sudah beberapa kali dia menghela nafas nya dengan kasar.
' aku ingin pergi menjelajahi dunia ini untuk mencari pengalaman dan menjadi nomor satu. Tapi tidak mungkin untuk meninggalkan mereka apalagi dengan kejadian yang menimpa akademi sebulan yang lalu. Aku harus menemukan ide agar aku bisa tenang saat pergi nanti', batin Xiao An.
" Oh ya, bagaimana jika aku berikan saja mereka para tetua pil peningkat kultivasi. Dengan begitu aku bisa tenang karena akademi mempunyai tetua yang kuat untuk menjaga para murid. Sekarang pikirkan bagaimana mengatasi kakek, dia selalu mengkhawatirkanku meski dia tau kemampuanku.
Tetapi, itulah keluarga dimana salah satu anggotanya bepergian ke tempat yang jauh pastinya mereka akan mengkhawatirkannya. apalagi aku memutuskan untuk pergi sendirian, sudah pasti kakek akan memarahiku. Ah sudahlah lebih baik aku menyuling pil peningkat kultivasi untuk di berikan kepada setiap tetua dan juga guru", ucap Xiao An.
Lalu Xiao An pun mengeluarkan tungku dan bahan bahan untuk menyuling pil peningkat kultivasi. Sepanjang malam dia terus menyuling dengan hati hati dan fokus.
Tak terasa pagi sudah tiba, Xiao An pun segera mandi dan berganti pakaian. Setelah itu, dia pergi ke kantor ketua untuk meminta izin kepada kakeknya sekaligus memberikan pil yang dia buat kemarin malam.
Di tengah jalan, seseorang memanggilnya dari belakang.
" Xiao An! Tunggu aku!", Ucap Xun Er dengan segera dia berlari menghampiri Xiao An.
" Ada apa?", Ucap Xiao An dengan santainya.
" Apa kau lupa? Sekarang saat nya untuk menyambut tamu dari benua Tian Yun. Ayo cepat ikuti aku!", Ucap Xun Er sembari memegang tangan Xiao An lalu menariknya.
" Memangnya siapa mereka harus disambut oleh semua murid?", Ucap Xiao An karena penasaran.
" Aduh, kau ini tidak mendengarkan ku saat mengobrol di kamarmu kemarin?, Mereka itu tokoh tokoh terkenal sangat kuat dan diantaranya ada ketua akademi phoenik api membara. Ku dengar ada beberapa pria tampan sebagai jenius dari berbagai akademi di benua Tian Yun", ucap Xun Er dengan antusiasnya. Xiao An hanya diam dengan wajah tanpa ekspresinya.
" Oh ya, sayang sekali Tian Yue tidak ada di sini, dia sedang sakit. Mungkin karena lukanya terbuka lagi dia jadi demam. Dan Xu Yuan malah ikut dengan kakaknya. Tersisa kita berdua", ucap Xun Er dengan wajah yang menyedihkan. Padahal Xun Er dikenal dengan pribadi yang pemarah, hanya jika bersama dengan temannya dia menjadi agak lembut.
" Tunggu tunggu, bukankah luka Tian Yue sudah sembuh dan tidak mungkin jika itu terbuka lagi", ucap Xiao An.
" Ah sebenarnya saat kau tidak berada di akademi, ada penyusup yang berhasil menusuk punggung Tian Yue. Untungnya itu tidak sampai ke jantung, dia pun di rawat lagi", ucap Xun Er. Xiao An hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Xun Er kembali menarik Xiao An ke arah gerbang akademi.
Semua orang sudah berada di sana sejak pagi tadi. Mereka berkerumun berlomba lomba untuk mendapat tempat paling depan agar dapat dilihat oleh tamu tamu.
" Akhirnya, mereka sampai juga. Lihat! Mereka sangat tampan dan kuat", ucap Xun Er antusias.
" Xiao An, coba kau.... Hah? Kemana dia?", Lanjutnya. Xiao An tiba tiba menghilang entah kemana.
Persis saat Xun Er bicara, seseorang menarik Xiao An ke arah belakang.
" E eh, siapa kau? Kenapa menarikku?", Ucap Xiao An.
" Sudahlah, ini kakek. Huh kau itu tidak mendengar informasinya ya?, Kau sebagai murid paling jenius di akademi Pedang Surgawi ini harusnya berada di depan untuk menyambut mereka. Tapi bahkan kau tidak tau informasinya, makanya jika kau keluar dari akademi izin lah dulu, Jangan langsung pergi seperti itu. lain kali jika terjadi lagi, kakek sendiri yang akan membawa mu kembali ke akademi", ucap kakek Luo dengan tegas. Saat itu Xiao An hanya bisa pasrah karena dia mengakui kesalahannya.
Setelah itu, barulah kakek Luo membawa Xiao An ke depan untuk menyambut para tamu bersama murid murid jenius lainnya.
" Psst, Xiao An! Darimana saja kau? Kenapa baru kesini? Kami sudah menunggumu sejak tadi", bisik Xi Shui, jenius peringkat 2 tahun ajaran pertama.
" Ah sudah kuduga", ucap Xu Kai.
Kakek Luo pun langsung menyapa para tamu itu dengan ramah.
" Selamat datang ketua akademi phoenik api membara di akademi Pedang Surgawi ini. Jangan sungkan! Anggap saja seperti rumah sendiri", ucap kakek Luo dengan menyunggingkan senyum.
" Terima kasih sudah menyambut kami di sini. Baiklah, Kami tidak akan sungkan. Akademi ini sangat indah dan luas seperti yang dibicarakan orang orang. Oh ya, perkenalkan ini adalah para murid peringkat 5 besar dari setiap tahun ajaran. Ayo perkenalkan diri kalian masing masing", ucap sang ketua akademi phoenik api membara.
Majulah Seorang perempuan yang sangat cantik memperkenalkan dirinya,
" Salam ketua, saya Xia Jia Li sebagai jenius ke 1 di tahun ajaran pertama. Saat ini saya berada di ranah bumi tingkat 7.Tolong jaga saya!", ucap perempuan itu dengan nada yang lembut. Banyak dari para murid laki-laki yang menyukai sikap anggunnya. Tidak sedikit orang yang terkejut mendengar pencapaian kultivasinya.
" Wah, tidak ku sangka ternyata murid jenius tahun pertama sama seperti di akademi ini, mereka sama sama wanita. Ku akui dia sangat hebat hingga pada usianya sudah mencapai ranah bumi tingkat 7", ucap tetua Bai.
" Oh benarkah?, Aku ingin melihatnya", ucap ketua Akademi phoenik api membara itu dengan sedikit angkuh.
" Baiklah, kemarilah Xiao An !", Ucap kakek Luo dengan lembut disertai senyuman hangat.
" Ayo perkenalkan dirimu!", Lanjutnya.
" Salam ketua, saya Luo Xiao An sebagai jenius ke 1 di tahun ajaran pertama dan di semua tahun ajaran", ucap Xiao An. Nampaknya Xiao An sedikit kesal dengan ketua akademi phoenik api membara itu karena berani sombong di hadapan Akademi Pedang Surgawi ini.
" Eh, benarkah? Aku tidak percaya seorang murid tahun ajaran pertama menduduki posisi jenius ke 1 di seluruh tahun ajaran. Aku ingin tau pencapaian kultivasimu saat ini, coba kau katakan!", Ucap ketua Akademi phoenik api membara itu masih dengan logat angkuhnya.
' apa aku harus bilang kalau aku saat ini berada di ranah setengah dewa agar dapat menghapus kesombongannya?, Tidak baik jika memberi tau ranah asliku. Orang ini membuatku kesal!!!', batin Xiao An.
" Ranah langit tingkat 1", ucap Xiao An dengan nada datarnya. Semua orang terkejut dengan pernyataan Xiao An termasuk murid, guru dan tetua Akademi Pedang Surgawi sendiri.
' bakat anak ini sangat mengerikan, mungkin saja dia akan menjadi ketua Akademi ketika dia sudah dewasa', batin para tetua.
' apa anak ini bohong dengan kekuatannya?, Rasanya tidak mungkin anak seumurannya sudah berada di ranah langit. Jia Li saat ini berusia 16 thn sedangkan anak itu tampak seperti di bawahnya', batin ketua akademi phoenik api membara itu.
" Apa kau yakin sudah berada di ranah itu? Aku tak dapat melihat tingkat kultivasimu. Tapi ku akui kau punya tekanan yang kuat", ucap ketua itu.
" Aku selalu percaya kepadanya, dia tidak pernah berbohong", ucap kakek Luo.
" Jika tidak salah, Xiao An ini cucumu? Marga kalian sama", ucap salah satu ketua Akademi phoenik api membara itu.
" Ya, kau benar tetua. Dia memang cucuku, cucu kesayanganku", ucap kakek Luo dengan bangga.
' hanya karena itu saja kau sudah bangga', batin ketua itu.
Lalu, para murid jenius itu memperkenalkan dirinya masing masing. Setelah itu, kakek Luo pun mempersilahkan mereka untuk masuk.
" Oh ya, ayo kalian masuk! Kita lanjutkan obrolan kita di dalam saja", ucap kakek Luo.