The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 75



" Kakek, aku akan pergi menemui ayah dan selir itu. Mungkin aku akan kembali nanti malam", bisik Xiao An.


" Berhati-hatilah", ucap kakek Luo, Lalu Xiao An pun pergi. Tidak lupa, Xiao An mengajak Xiao Yu untuk ikut bersamanya.


Sepanjang jalan tak seorang pun berbicara, mereka pergi dengan sangat cepat. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di tempat itu. Tempat yang sangat gersang dan tak ada satu pun permukiman disana. Hanya ada pintu besi besar yang merupakan pintu masuk ke dalam gua.


Di samping pintu besar itu ditempatkan 2 penjaga yang berdiri dengan kokohnya. Tingkat kultivasi mereka saja sudah cukup tinggi yaitu di ranah langit dan bumi. Tentu saja mereka adalah yang paling kuat diantara yang lainnya.


Namun saat Xiao An dan Xiao Yu sampai, penjaga itu telah tergeletak dan terluka di sekujur tubuhnya. Darah mengalir terus menerus hingga membuat genangan. Untung saja mereka masih hidup, mereka masih bisa bernafas meskipun nafasnya lemah. Pintu besi besar itu pun terbuka dengan lebarnya.


Salah satu penjaga itu terlihat masih sadar dan terus menekan lukanya agar tidak kehabisan darah. Saat Xiao An melihat mereka, dia terkejut dan langsung menghampirinya.


" Ada apa ini? Kenapa bisa seperti ini?", Ucap Xiao An gelisah.


" Lapor tuan, sekelompok orang menyerang dan memaksa untuk membuka pintu ini. Kami sudah berusaha menahan mereka namun karena pemimpin mereka lebih kuat dari kami, kami gagal dan di siksa hingga seperti ini. Mohon maafkan kami tuan, kami tidak pantas untuk hidup", ucap penjaga itu dengan sekuat tenaganya. Xiao An merasa iba karena mereka sudah sangat berusaha menahan orang orang itu dan akhirnya mereka disiksa hingga seperti ini.


Perutnya yang telah tertusuk, kakinya yang patah dan dantiannya dirusak, sungguh kejam orang itu. Xiao An menahan kemarahannya dan mencoba untuk menyembuhkan mereka dibantu oleh sang kakak.


Di dalam gua~~


Sembari Xiao Yu mengobati luka penjaga itu, Xiao An memberikan beberapa pertanyaan kepada penjaga itu.


" Coba kau ceritakan semuanya agar aku mengerti situasinya", ucap Xiao An kepada penjaga itu.


" Jadi begini.....BLA BLA BLA ", ucap penjaga itu.


" Oh, begitu. Pantas saja mereka sangat sombong ternyata orang orang itu musuh bebuyutan ku. Kak, coba kau lihat ke penjara bawah tanah paling ujung dan gelap. Apakah 2 orang itu masih ada disana?", Ucap Xiao An dengan muka masam yang di penuhi kebencian.


" Hmm, baiklah aku akan memeriksanya", ucap Xiao Yu. Lalu dia pun pergi dengan santainya menuju ke penjara bawah tanah. Xiao Yu terus berjalan menyusuri lorong itu sendirian dan dia mengeluarkan api dari tangannya untuk menerangi ujung lorong.


" Ini......", Xiao Yu terdiam saat melihat beberapa mayat para penjaga yang sudah tergeletak persis di dekat pintu penjara itu. Terlihat pintu itu di buka dengan paksa menggunakan Qi yang cukup besar. Kemungkinan orang yang telah membuka penjara itu kehabisan tenaga setelahnya.


Setelah Xiao Yu melihat keadaan dan mencoba menggambarkan apa yang terjadi, dia bergegas menemui Xiao An.


" Mereka sudah kabur!!! Tampaknya yang menjadi target penyelamatan mereka adalah 2 orang itu. Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak tau kemana mereka membawa 2 orang itu", ucap Xiao Yu dengan serius.


Xiao An terlihat sangat marah, matanya mulai berubah menjadi merah. Lalu Xiao An tersenyum dan tertawa dengan keras. Mereka terdiam melihat Xiao An yang kini terlihat seperti orang gila.


" HAHAHAHAHA Sungguh sangat lucu!!!! Mereka ini lucu bukan? Mereka pikir bisa melarikan diri dariku. Heh, jangan coba coba untuk meremehkanku! Bukan kah aku pernah memberikan pil kepada mu?" Ucap Xiao An.


" I- iya tuan. Sebelumnya sudah saya berikan kepada mereka berdua sesuai apa yang di perintahkan", ucap penjaga itu dengan ketakutan. Xiao An belum berubah, dia masih dalam keadaan marah.


" HAHAHA Bagus!!! Kau bekerja dengan baik. Hanya dengan memikirkan mereka berdua, aku bisa membunuhnya dengan kata 'mati'. Maka, MATILAH!!!! HAHAHAHA", Xiao An semakin gila.


Di tempat persembunyian keluarga jiang~~


" Akhirnya kalian berdua kembali. Apakah kalian tidak apa apa? Apa topeng setan si ****** itu menyiksa kalian?", Ucap patriak Jiang (patriak sebelumnya).


" Kami berdua baik baik saja kakek dan topeng setan itu belum muncul dan menemui kami", ucap selir Jiang.


" Haaah untung kalian baik baik saja. Ayo bergabung dengan yang lainnya! Sebentar lagi kita akan mengadakan pesta", ucap patriak Jiang.


Tak lama dari itu, pesta pun dimulai dengan meriah meskipun hanya ada sedikit anggota keluarga Jiang saat ini.


Para anggota keluarga itu terdiam, beberapa dari mereka berteriak dengan keras seperti Xiao Shi.


" Ke- kenapa ini?",


" Kenapa mereka bisa seperti itu",


" Ibu, ayah kenapa kalian menjadi seperti ini? Hiks hiks", ucap Xiao Shi sembari menangis. Meskipun Xiao Ning anaknya juga, tapi dia terlihat tidak peduli dengan keadaan suami istri itu.


Tubuh mereka membusuk di mulai dari ujung kaki terus menjalar hingga akhirnya mereka pun lenyap.


Setelah setengah jam mereka benar benar lenyap menjadi abu. Para anggota keluarga lainnya terlihat panik dan ketakutan. Patriak menyuruh mereka untuk beristirahat di kamar mereka masing-masing.


' kenapa ini bisa terjadi? Apa mereka sebelumnya sudah di beri racun? Ini sangat aneh. Jika memang itu racun, lalu racun apa yang dia gunakan hingga bisa membunuhnya bahkan bermil-mil jauhnya', batin patriak Jiang. Dia terlihat sangat kebingungan.


" Kakek, aku akan kembali ke kamarku", ucap Xiao Ning dengan tenang.


Di teriknya matahari siang, Xiao An masih belum berubah. Dia semakin menjadi jadi dan tak terkendali. Xiao Yu pun yang mencoba untuk menenangkannya, terlempar beberapa langkah saat mencoba untuk memegang tangannya.


" Bunuh! Bunuh! Bunuh! Ha ha ha ha", ucap Xiao An dengan gilanya. Dia terus mengucapkan kata 'bunuh'. Xiao An pun berlari dengan cepat dengan katana di tangannya. Xiao Yu mencoba menyusulnya dengan cepat. Namun Xiao An berlari seperti bayangan hingga tak terlihat jejaknya.


Xiao Yu yang kebingungan pun berbalik arah dan kembali ke kediaman keluarga Luo untuk melaporkan hal ini kepada kakek. Jujur saja dengan kekuatannya saat ini, Xiao Yu belum bisa melindungi adiknya. Dia terlihat sangat kecewa kepada dirinya sendiri karena menenangkan adiknya saja dia tidak bisa apalagi melindunginya.


Xiao An terus menerus berlari tanpa henti. Membunuh setiap spirit beast yang menghalanginya. Dari siang hingga malam Xiao An terus berlari. Tanpa sadar dia sudah berada di benua Tian Yun. Dia masih dalam mode membunuhnya, kemarahannya masih belum bisa di redakan. Tapi saat ini dia lebih santai dan tidak seperti orang gila.


Disebuah bangunan megah seseorang tengah memperhatikan bulan yang bersinar dengan terang malam itu. Seorang laki laki tiba tiba muncul di hadapan orang itu.


" Lapor tuan, seseorang entah dari mana sudah membunuh begitu banyak spirit beast di hutan kegelapan. Saat ini dia masih berada di sana. Apakah tuan akan memerintahkan hamba untuk menghentikannya?", Ucap Xiao Hei.


" Tidak, biar aku saja yang menemuinya", ucap orang itu dengan santai.


" Tapi-..", belum selesai berbicara, tuannya sudah pergi begitu saja.


' itu pasti kau. Apa kau begitu merindukanku? Hingga kau pergi ke benua ini', batin Ao Tian sembari tersenyum lembut. Senyuman yang sangat manis dari orang yang sama sekali tak mengenal ampun.


" Itu dia", ucap Ao Tian, lalu dia duduk di salah satu pohon sembari memperhatikan Xiao An. Terlihat Xiao An yang masih menyerang spirit beast itu. Spirit beast itu terkenal dengan cangkangnya yang kuat hingga sangat sulit untuk melukainya. Xiao An terus berusaha untuk membunuh spirit beast itu, beberapa kali dia terlempar oleh ekornya dan terluka ringan.


' ah aku tau kenapa dia bisa seperti itu. Tampaknya aku harus menenangkannya agar dia kembali ke semula', batin Ao Tian. Dia pun menghampiri Xiao An dan memeluknya dari belakang. Dia membisikkan sesuatu di telinga Xiao An.


" Menurutlah kepada suamimu ini~~", ucapnya dengan lembut, lalu dia memukul tengkuk Xiao An hingga akhirnya Xiao An pingsan.


Setelah itu, Ao Tian segera pergi membawanya ke kediamannya.


Kediaman keluarga Luo ~


Xiao Yu terlihat sangat kelelahan dengan nafas yang terengah-engah menemui sang kakek yang tengah bersantai sembari meminum teh hasil kerja kerasnya sendiri.


" Kakek! Kakek! Xiao An! Hosh hosh hosh", ucapnya terengah-engah.


" Hah, kenapa dengan Xiao An?", Ucap kakek Luo sedikit panik.


" Dia... Dia tak terkendali. Dia terus berlari ke arah menuju benua Tian Yun. Aku tidak bisa mengejarnya dengan kecepatanku hingga akhirnya aku memilih untuk kembali dan memberitahu kakek", ucap Xiao Yu. Mereka berdua terlihat sangat panik hingga akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke benua Tian Yun besok pagi.