
Lalu, para murid jenius itu memperkenalkan dirinya masing masing. Setelah itu, kakek Luo pun mempersilahkan mereka untuk masuk.
" Oh ya, ayo kalian masuk! Kita lanjutkan obrolan kita di dalam saja", ucap kakek Luo. Lalu mereka pun berjalan beriringan menuju ruang tamu yang disediakan oleh akademi dan mulai melanjutkan obrolan mereka. Hanya murid jenius saja yang di perbolehkan untuk masuk dan bergabung dengan tamu. Masing masing mengobrol dengan orang yang mempunyai status yang sama seperti mereka seperti, murid dengan murid, guru dengan guru, tetua dengan tetua dan juga ketua dengan ketua.
Seperti biasa, obrolan mereka pastinya tentang kemampuan yang mereka miliki. Tak ada satu celah pun yang tidak ada kata sombong, semua menyombongkan diri mereka masing masing.
Dengan kepribadian Xiao An, tentunya dia hanya akan diam dan mendengarkan. Tiba tiba seseorang menepuk pundaknya.
" Hey, apa kau itu Xiao An ?", Ucap perempuan itu yang ternyata adalah Jia Li.
" Ya", ucap Xiao An singkat.
" Kenapa kau diam?, Ayo bergabung mengobrol dengan kami!, Kebetulan ada hal yang ingin ku ketahui dari mu", ucapnya dengan ramah.
" Apa yang ingin kau ketahui dariku?", Ucap Xiao An dingin.
" Xiao An, santai saja! Mereka tidak jahat. Sejak tadi kita sudah bertukar pemahaman tentang kultivasi dan juga jurus. Bukankah kau yang paling tau semua itu?, Ini sangat menyenangkan. Dengan begitu kita bisa menaikkan tingkat kultivasi kita dengan cepat", ucap Hao Lian.
" Baiklah, silahkan bertanya!", Ucap Xiao An kali ini dengan nada malasnya.
" Apa benar yang kau sebutkan tadi kalau kau sudah berada di ranah langit?", Ucap Jia Li.
" Tentu saja tidak!, Tidak mungkin dia masih berada di ranah itu. Ini sudah lumayan lama sejak dia memberitahuku kalau dia berada di ranah langit tingkat 1", ucap Xuan Ming dengan pasti. Para murid Akademi phoenik api membara itu pun terkejut.
" Apakah itu benar?, Lalu kau berada di ranah apa sekarang", ucap Luo Shen, salah satu murid jenius dari Akademi phoenik api membara.
" Ya, memang benar. Tapi kalian tidak punya hak untuk mengetahui tingkat kultivasiku ", ucap Xiao An kembali dengan nada dinginnya.
" Emmhh, baiklah kami mengerti. Oh ya, ku dengar sesuatu terjadi di akademi kalian sebelumnya?", Ucap Guo Feng, salah satu murid jenius Akademi phoenik api membara.
" Ya, memang sebelumnya kami di serang. Entah apa alasan mereka menyerang akademi kita. Yang pasti banyak murid yang tidak selamat selama penyerangan itu terjadi. Kami selalu berharap jiwa mereka tenang disana", ucap Hao Lian dengan kepala yang di tundukkan. Murid lain pun sama, mereka menundukkan kepala mereka.
" Sabarlah, kalian pasti sangat ketakutan saat itu. Kami paham bagaimana perasaan kalian. Jadi, jangan bersedih lagi! Sekarang bukan saatnya kita bersedih, saat ini adalah saat yang tepat untuk semangat meningkatkan kultivasi kalian", ucap Jia Li.
' kurasa Jia Li memang anak yang baik', batin Xiao An.
" Baiklah lupakan masalah itu. Bagaimana rencana kalian besok? Apa kalian juga akan pergi ke rumah lelang Zhongshan ?", Ucap Guo Feng.
" Ya, kami akan kesana. Tapi tidak tau apakah Xiao An akan ikut kesana juga karena kau datang terlambat tadi", ucap Li Shi Chen.
" Aku akan kesana juga dengan Xun Er", ucap Xiao An.
" Siapa itu Xun Er?", Ucap Jia Li.
" Dia teman ku", ucap Xiao An singkat.
" Oh baiklah, berarti besok kita akan berangkat bersama", ucap Guo Feng.
' eh, apa apaan dia itu! Berani melawanku hah', batin Ji Ling Shu.
Setelah itu, mereka pun bubar dan kembali ke kamar mereka karena hari sudah sore.
Keesokan harinya, mereka telah berkumpul di depan gerbang bersama dengan murid dari Akademi phoenik api membara. Tidak semua murid akan menghadiri pelelangan, sebagian dari mereka hanya pergi melihat lihat pasar atau hanya berjalan jalan.
Mereka sibuk mengobrol dengan teman mereka masing masing hingga menimbulkan kebisingan.
" Perhatian!!! Kali ini kalian di bebaskan untuk pergi kemana pun yang kalian inginkan. Tapi, kalian tidak boleh merusak reputasi akademi kita ini. Tolong bersikap baiklah di luar sana. Baiklah, silahkan!", Ucap penjaga gerbang akademi itu dengan lantang agar terdengar oleh semua murid.
" Terima kasih telah mengizinkan kami. Kami permisi!", Ucap para murid itu.
Sebagian murid yang memiliki spirit beast menungganginya untuk pergi ke kota. Dan sebagian murid yang belum mempunyai spirit beast, mereka berjalan santai sambil mengobrol dengan teman mereka.
Seperti yang disebutkan, murid dari Akademi phoenik api membara pun menunggangi spirit beast mereka. Ada yang berupa unicorn, burung gagak besar, serigala angin, harimau, dan juga anjing besar.
" Xiao An, Ayo naik! Kita akan kesana bersama. Kulihat, kau tidak mengeluarkan spirit beast mu. Apa kau belum mempunyai spirit beast?", Ucap Jia Li yang sekarang ini sedang menunggangi unicorn.
" Mungkin dia memamng tidak mempunyai spirit beast", ucap Ji Ling Shu dengan arogannya. Xiao An tersenyum miring mendengar ucapannya.
" Kata siapa aku tak punya?, Aku punya. Hanya saja hari ini aku ingin berjalan kaki atau pun berlari. Jarak dari akademi ke kota tidak terlalu jauh, aku masih bisa sampai tepat saat pelelangan itu dimulai", ucap Xiao An dengan santainya. Namun tampaknya ada sesuatu yang ingin cepat cepat keluar dari cincin ruang Xiao An.
" Tuan, biarkan aku keluar tolong! Sudah lama aku tidak melihat dunia ini", ucap Bai Hu, sang harimau putih kuno milik Xiao An.
" Tidak tuan, biarkan aku saja yang keluar", ucap Lion, sang singa api Kirin. Mereka berdua terus bertengkar merebutkan siapa yang akan keluar menjadi tunggangan tuannya.
Wolf, sang serigala pelangi terus mencoba untuk melerai mereka. Namun selalu gagal dan dia malah mendapatkan pukulan dari mereka berdua. Akhirnya karena kesal, Xiao An membentak mereka agar mereka berhenti.
" Diam!!!! Jika tidak, akan ku buang kalian berdua!!!", Ucap Xiao An dengan suara yang menakutkan. Mereka pun berhenti bertengkar.
" Baiklah, aku akan membawa salah satu dari kalian yang mempunyai peringkat terendah agar aku tidak di incar oleh orang-orang serakah itu", ucap Xiao An kepada mereka. Mereka berdua saling memandang, lalu Bai Hu pun tersenyum.
" Berarti itu adalah aku!, Ayo cepat keluarkan aku tuan!", Ucap Bai Hu dengan gembiranya. Dengan sangat terpaksa, Xiao An pun mengeluarkannya.
Saat itu Jia Li dan temannya masih ada di hadapan Xiao An. Mereka cukup terkejut dengan keluarnya spirit beast tingkat 25 yaitu harimau putih kuno yang sangat langka.
" Wah, Xiao An spirit beast mu ternyata peringkat 30 besar itu sangat langka. Dari mana kau mendapatkannya?", Ucap Guo Feng.
" Dari hutan kematian", ucap Xiao An dengan malasnya.
" Ayo Xun Er, naiklah!", Ucap Xiao An. Tampaknya Xun Er cukup terkejut hingga mematung untuk beberapa saat. Yang dia tau adalah harimau putih kuno yang masih kecil. Namun, sekarang harimau itu sudah sebesar ini hingga membuatnya takjub.
' sialan! Dia punya spirit beast yang hebat. Itu harus menjadi milikku!!!', batin Ji Ling Shu.