
" Tunggu saja kalian! Aku bersungguh-sungguh akan melenyapkan kalian dan seluruh keturunan kalian!!!", Ucap Xiao An dengan yakin.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pasukan telah terbentuk dan menyebar terlebih dahulu di sekitar kediaman keluarga Jiang. Sedangkan Xiao An menunggangi spirit beastnya berjalan dengan santainya Ditemani oleh Zhao Chen.
" Bukankah tuan ingin segera berperang?, Kenapa tuan menyuruhku untuk jangan terburu buru?", Ucap lion.
" Ini masih tengah malam, tidak seru jika aku tidak terlambat. Biarkan saja mereka menunggu lama", ucap Xiao An.
' ada ada saja tuan ku ini. Sudahlah aku hanya harus menurutinya', batin lion.
Di kediaman keluarga Jiang~~
Seluruh anggota keluarga inti maupun bukan telah berkumpul di aula keluarga. Mereka tampak sangat antusias untuk menantikan kedatangan Xiao An. Bukan dalam artian bangga atau apapun yang berkaitan dengan itu, namun mereka sangat membenci Xiao An.
" Dimana wanita itu? Kenapa sampai sekarang belum sampai?", Ucap salah satu tetua keluarga Jiang dengan marahnya.
" Ah mungkin saja dia hanya membual. Mungkin saat ini sedang bersembunyi di tempat lain. Bisa saja kan?", Ucap ibu dari selir Jiang, Xu An ran.
" Lagi pula anak itu penakut, tidak mungkin dia berani datang kesini. Bukankah begitu suamiku?", ucap selir Jiang.
"Ya, tapi itu dulu. Sekarang dia sudah bisa berdebat denganku. Saat dia berbicara kalau dia akan kemari sendiri, dia terlihat sangat percaya diri. Mungkinkah dia sudah mempersiapkan untuk datang kesini dari jauh-jauh hari?", ucap Luo Tian Xing.
" Itu tidak mungkin! Anak ingusan seperti dia dapat memikirkan hal seperti itu", ucap tetua keluarga Jiang.
" Ya, itu sangatlah tidak mungkin. Apa mungkin dia menemukan benda berharga yang dapat membuatnya naik tingkat dengan cepat? hingga dia berani datang kesini, Jika di pikirkan lagi, dia memenangkan pertandingan satu benua dengan mudahnya. Jika kita dapat menemukan benda itu, cepat atau lambat kita akan menguasai dunia ini", ucap patriak saat ini. Karena ucapannya, semua orang yang berada di sana tersenyum dan tertawa. Sekarang ini mereka tampak sangat gila akan kekuatan dengan wajah wajah serakah mereka.
Seorang penjaga tiba-tiba datang dengan terburu buru dan keringat yang bercucuran deras hingga membasahi bajunya.
" Tu...tuan patriak, di... Di depan a..ada to..topeng setan! Dia membawa singa api Kirin bersamanya. Dia memaksa masuk", ucap penjaga itu.
" Hah? Topeng setan? Benarkah?, Mungkin saja dia juga ingin bergabung untuk melenyapkan anak itu ha ha ha", ucap patriak dengan senangnya.
" Cepat antarkan dia kesini", lanjutnya.
" Ayah, kau jangan senang dulu. Bagaimana jika dia datang kesini untuk membantu bocah itu?", Ucap Jiang Chen Li .
" Tidak mungkin! Mana mungkin anak itu di bantu oleh topeng setan yang hebat itu", ucap patriak masih dalam keadaan senang.
Setelah itu, datang lah topeng setan dengan spirit beastnya serta seorang laki laki yang menutup sebagian wajahnya dengan kain.
" Ah, selamat datang nona topeng setan yang hebat di keluarga kecilku", ucap patriak itu sembari berjalan kehadapan topeng setan.
' tidak ku sangka keluargaku begitu beruntung hingga nona topeng setan datang sendiri kesini', batin Jiang Xing Huo, patriak saat ini.
Tanpa aba aba, topeng setan mengeluarkan pedangnya dengan cepat dan secepat kilat menebas kepala patriak itu. Darah menciprat kemana mana, kepala itu menggelinding ke arah orang orang itu. Seketika suasana hening tak ada yang berani berbicara, dengan kemampuan yang di miliki mereka semua pun tidak di pastikan mereka dapat melawan topeng setan. Mendengar nama topeng setan saja membuat bulu kuduk mereka berdiri karena kengeriannya dalam membantai sekte sekte itu sendirian.
Dia hanya dapat menelan ludahnya sendiri sama seperti mereka yang melihat kejadian ini. Bahkan para perempuan mual melihat banyaknya darah yang terciprat kemana mana.
" A...apa yang kau lakukan?", Ucap Jiang Chen Li ketakutan. Setelah beberapa saat, akhirnya ada yang berani berbicara.
" Heh, kau sudah melihatnya bukan? Lihatlah! Aku sudah membunuhnya. Siapa selanjutnya?", Ucap Xiao An dengan nada yang terkesan menakutkan.
Mereka gemetar ketakutan hingga beberapa jatuh tersungkur ke lantai dan ada beberapa yang pingsan tak sadarkan diri.
Xiao An yang ingin segera melenyapkan keluarga ini memberikan sinyal berupa siulan singkat sembari berjalan keluar ruangan. Setelah Xiao An pergi, barulah sebagian pasukan masuk dan menghabisi keluarga itu, namun Xiao An menyuruh untuk menyisakan selir Jiang dan juga ayahnya. Pasukan lainnya memeriksa apakah masih ada orang lain di kediaman itu. Setelah di telusuri, ternyata sebagian anak keluarga Jiang sedang pergi keluar. Segera mereka mencari anak anak itu lalu menghabisi mereka di tempat.
Selir Jiang dan Luo Tian Xing di bawa ke suatu tempat untuk di interogasi mengenai kematian Lin Mei Li, ibu dari Xiao An. Segera setelah kediaman keluarga inti Jiang kosong dan hanya menyisakan beberapa mayat, barulah Xiao An membakarnya menggunakan elemen api miliknya. Setelah itu, Xiao An dan pasukannya pun pergi.
Tak lama dari itu, para warga membawa air berbondong bondong untuk memadamkan api di kediaman keluarga Jiang. Namun api itu tak dapat di hanguskan meski para warga sudah berusaha untuk memadamkannya.
" Ini bukan api biasa, ini elemen api yang sangat kuat. Bahkan adikku yang merupakan kultivator elemen air tingkat 5 saja kesulitan memadamkannya", ucap salah satu warga.
" Ya, kau benar. Sebenarnya ada apa dengan keluarga Jiang hingga mereka bernasib sial seperti ini", ucap salah satu warga lain.
" Mungkin saja mereka telah menyinggung orang besar. Dengan sikap mereka sangat mungkin untuk menyinggung orang-orang besar. Hanya saja mereka salah memprovokasi orang", ucap salah satu warga lain.
" Kalau sudah begini, tidak ada upaya lain untuk memadamkan api ini. Lebih baik aku pulang saja", ucap salah satu warga lain.
Xiao An pun kembali ke akademi. Saat dia sampai, sebagian akademi telah hancur berantakan dan beberapa mayat murid murid berserakan di sekitarnya. Segera Xiao An mencari teman-teman nya dan juga kakeknya. Disepanjang jalan dia terus memikirkan kejadian ini.
' siapa yang berani menyerang akademi disaat aku tidak ada?, Berani sekali orang itu', batin Xiao An.
Tempat pertama yang Xiao An kunjungi adalah kamarnya. Meskipun dia tidak menyimpan barang-barang nya di kamar, namun kamarnya dekat kamar Tian Yue dan temannya yang lain. Sehingga dia datang untuk memeriksanya. Sayang sekali setelah sampai, hanya ada bangunan runtuh di sana. Asrama mereka ikut di runtuhkan oleh orang yang menyerang akademi.
Setelah mengetahui hal itu, Xiao An pergi ke puncak dimana kantor guru, tetua dan juga ketua berada. Tempat itu dijaga oleh beberapa tetua yang berada di ranah langit. Tampaknya serangan ini sangat besar hingga banyaknya korban murid dan juga guru begitu pun bangunan-bangunan ikut dihancurkan. Kini hanya tersisa bangunan tahun ke 3 sampai ke 6 yang masih utuh tak tersentuh karena saat itu terjadi, formasi pelindung tingkat 7 telah di aktifkan. Para murid yang selamat di evakuasi ke kelas tahun ke 4 dan 5.
Kejadian ini cukup misterius karena terjadi sangat cepat dan di saat Xiao An tidak ada di sana. Jelas orang ini tau akan kekuatan yang di miliki Xiao An atau mungkin orang ini sangat kuat hingga dia percaya diri untuk menyerang akademi ini.
" Nak?, Kau selamat, kau tidak terluka kan?, Kakek sudah mencarimu kemana mana", ucap kakek Luo dengan khawatirnya sembari mengusap kepala Xiao An lalu memeluknya.
" Kakek, aku tidak apa apa. Sebaliknya, apa kakek terluka?", Ucap Xiao An.
" Tidak, nak. Kakek tidak terluka sedikit pun", ucap kakek Luo dengan senyumnya.
" Kakek, bagaimana ini bisa terjadi?", Ucap Xiao An.
" Haaaaah, saat itu kakek sedang berada di ruang baca ketua di lantai teratas perpustakaan. Kakek mendengar suara yang begitu keras datang dari arah tempat tahun pertama. Suara itu seperti petir yang sangat dahsyat hingga dapat meruntuhkan beberapa bangunan. Murid-murid yang berada di sana sangat gelisah dan ketakutan. Beberapa dari mereka meninggal sebelum datangnya bantuan dan beberapa terluka parah ada juga luka ringan. Kakek tidak tau maksud dari serangan tiba-tiba ini. Saat kakek melihat hal itu, samar-samar kakek melihat seorang laki-laki di balik kabut hitam dan beberapa bayangan yang mengelilingi akademi ini. Entah siapa orang itu, kakek sama sekali tidak mengetahuinya", jelas kakek Luo.
' kenapa semua ini terjadi disaat aku tidak ada di akademi?, Apakah ini kebetulan ataukah di sengaja?, Sungguh membingungkan!', batin Xiao An.