The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 51



" Selamat untuk kalian! Sudah membuat senjata yang hebat dan cantik. Sekarang, tolong kalian berbaris di sebelah sana dengan membawa senjata yang kalian buat", ucap panitia sembari menunjukkan arahnya. Lalu mereka pun berbondong bondong berbaris dengan membawa senjata di tempat yang di sebutkan oleh panitia.


Entah sudah takdir atau bagaimana, Xiao An selalu berada di barisan belakang. Satu persatu peserta maju dan menyerahkan hasil kerja kerasnya.


Pemeriksaan itu meliputi uji ketahanan fisik dan uji kekuatan spiritual yang terkandung di dalam senjatanya.


Seseorang menepuk bahu Xiao An dari belakang.


" Kawan, senjata apa yang kau buat?, Itu sedikit aneh", ucap orang itu.


" Aku membuat pedang panjang", ucap Xiao An dengan santainya. Orang itu tampak kebingungan.


" Hmm, apa nama pedang panjangmu itu?", Ucap orang itu.


" Katana", ucap Xiao An singkat.


" Ohhhh", ucap orang itu sembari mengangguk anggukan kepalanya. Orang itu pun berhenti bertanya-tanya.


Xiao An terus menunggu gilirannya. Dia menunggu cukup lama, mungkin karena pengujian dilakukan dengan waktu yang tidak sebentar.


Setelah beberapa saat, kini giliran Xiao An yang menyerahkan senjata buatannya.


' bukankah dia adalah kultivator yang memenangkan pertandingan kultivasi senibeladiri?, Ternyata dia juga bisa membuat senjata. Hebat, hebat', batin tetua yang berada di samping panitia.


"Perkenalkan dirimu", ucap panitia yang bertugas untuk mendata.


" Aku, Xiao An. Ahli senjata dari Akademi Pedang Surgawi. Dan ini adalah senjata buatanku tadi", ucap Xiao An sembari menyerahkan senjatanya.


" Senjata apa ini ?", Ucap panitia itu.


" Ini pedang panjang yang ku sebut dengan katana", ucap Xiao An.


Lalu panitia pun langsung memeriksa senjata Xiao An. Ketika mereka menguji ketahanan fisiknya, mereka merasa takjub, Ini sangat kuat!. Kemudian, mereka pun melanjutkan pengujian kekuatan spiritualnya. Mereka kembali takjub dengan senjata yang Xiao An buat ini.


" Wah, pedangmu sangat hebat!!!. Bagaimana kau membuatnya?", Ucap panitia itu.


" Aku membuat itu seperti yang lainnya. Hanya saja ada beberapa teknik tambahan yang aku gunakan", ucap Xiao An.


" Oh, sepertinya kau sangat pintar untuk membuat senjata", ucap panitia itu. Xiao An hanya diam mendengarkan perkataan panitia itu. Kemudian, setelah selesai diuji, senjatanya pun di kembalikan.


Xiao An kembali ke tempat semula dia membuat senjatanya. Sebagian peserta masih berbaris di tempat pengujian. Hanya tersisa beberapa peserta yang dapat di hitung dengan kedua jari tangan.


Setelah menunggu beberapa saat, barulah para panitia dan tetua yang menguji berdiskusi untuk menentukan juara ahli senjata. Para peserta merasa gugup menantikan pengumuman pemenang pertandingan ahli senjata.


Setelah berunding, panitia pun mengumumkan pemenangnya.


" Baiklah, kami sudah berunding dan menilai setiap senjata yang kalian buat. Kami sudah menentukan siapa yang menjadi juara 1, 2, dan 3. Harap kalian mendengarkannya baik baik", ucap panitia itu.


Para penonton bersorak menantikan pemenang dari pertandingan ahli senjata ini. Mereka sudah menunggu nunggu hal ini.


"Juara ke 3 di menang kan oleh Akademi Tian Lu. Selamat untuk Akademi Tian Lu yang menjadi juara ke 3", ucap panitia itu. Para penonton yang awalnya sangat bersemangat hingga bersorak cukup keras ketika mendengar perkataan panitia, mereka tiba tiba hening tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah kata pun.


" Bagaimana bisa kita hanya menjadi juara 3 ?, Apa mereka tidak bodoh atau bagaimana?, Aku kecewa sekali kepada mereka. Aku malu mempunyai murid yang bodoh", ucap salah satu tetua Akademi Tian Lu. Dia tampak sangat marah mendengar hal itu.


" Tetua, maaf sebelumnya, bagaimana jika kita membuat juara 1 dan 2 merasa kan apa yang kita rasakan?", Ucap salah satu muridnya.


" Itu ide yang bagus! Aku ingin tau bagaimana kau membuat mereka merasakannya ?", Ucap tetua itu.


" Bagus!!, Itu sangat bagus!!, Kita lancarkan rencana kita ketika mereka pergi dari sini", ucap tetua itu.


Para panitia pun merasa tidak enak untuk mengumumkan juara dari pertandingan ini. Mereka tidak mau menyinggung Akademi mana pun. Tapi, bagaiman pun ini adalah pertandingan. Pasti ada yang kalah dan menang, oleh karena itu, mereka tetap mengumumkannya meski beresiko.


Mereka tau Akademi Tian Lu tidak bisa di singgung begitu saja. Mereka selalu merasa Akademi mereka lah yang paling hebat dari Akademi mana pun.


" Baiklah, Akademi Pedang Bulan memenangkan juara ke......, Coba kalian tebak?", Ucap panitia itu. Para penonton saling memandang. Mereka tidak tau harus bagaimana.


" Selamat untuk Akademi Pedang Bulan yang menjadi juara ke 2!!!", Ucap panitia itu.


" Wah ternyata Akademi ku menempati juara ke 2 di pertandingan ini", ucap Xiao Yu.


" 3 akademi selalu menjadi juara setiap 5 tahun. Tidak ada akademi lain yang dapat mengalahkannya. Itulah kenapa mereka di juluki 3 akademi besar. Jika harus jujur, sebenarnya akademi paling besar itu ada 3 juga, yaitu Akademi Tian Lu, Akademi langit biru dan Akademi teratai hitam", ucap kakek Luo.


" Akademi teratai hitam?, Aku baru tau ternyata ada akademi yang bernama teratai hitam.Kenapa mereka tidak mengikuti pertandingan ini?", Ucap Xiao Yu penasaran.


" Akademi teratai hitam di bangun khusus untuk keturunan ras legenda. Itulah kenapa akademi itu tidak mengikuti pertandingan dengan akademi lain. Mereka juga sangat kuat, mengingat mereka adalah keturunan ras legenda. Letaknya saja tidak ada yang tau. Hanya orang yang memiliki darah keturunan ras legenda yang dapat melihat dan mengetahui keberadaannya", jelas kakek Luo.


" Kakek, apa aku termasuk keturunan ras legenda ?", Ucap Xiao Yu. Dia cukup penasaran dengan hal itu sejak dia melihat sesuatu di dahinya. Namun, ketika dia bertanya kepada bibinya, bibinya tidak bisa melihatnya.


"Heh, kau juga sama seperti mereka. Kau merupakan bagian dari mereka, Xiao An pun sama. Ada suatu rahasia yang di sembunyikan darimu olehnya karena dia tidak mau kau khawatir kepadanya. Tapi, kau juga harus mengetahuinya, hanya kau yang dapat mengerti perasaannya. Haaaaah, dia adalah penguasa ras legenda. Dia baru saja di nobatkan menjadi kaisar naga. Sifatnya sama dengan ibumu, kakek harap kau bisa menjaganya dengan baik. Kakek tidak bisa selalu ada di sampingnya. Kakek selalu sibuk dengan urusan Akademi", jelas kakek Luo.


" Ya, aku pasti akan menjaganya dengan baik, kakek. Aku juga berharap, kakek selalu bahagia dan menjaga kesehatan kakek. Ngomong ngomong, apa Xiao An memenangkan pertandingan ahli senjata juga?, Bukankah juara pertama belum di umumkan?", Ucap Xiao Yu.


" Semoga saja dia memenangkan pertandingan ini juga", ucap kakek Luo.


Lalu panitia pun mengumumkan kembali juara pertandingan ahli senjata.


" Ini lah yang ditunggu tunggu oleh semua orang. Pasti kalian sangat ingin mengetahui siapa yang menjadi juara pertama dari pertandingan ini. Baiklah, yang menjadi juara pertama di pertandingan ahli senjata kali ini adalah...... Selamat untuk Akademi Pedang Surgawi!!!, Murid kalian sangat berpotensi untuk menjadi seorang ahli senjata dan kultivator yang hebat", ucap panitia itu.


Para penonton mulai bersorak lagi setelah mendengar perkataan panitia. Akademi Pedang Surgawi memang selalu melahirkan bibit unggul yang akan menjadi seorang legenda di masa depan.


Seperti Lin Mei Yin yang menjadi legenda formasi spiritual. Namun Lin Mei Li, ibu dari Xiao An dan Xiao Yu ini jauh lebih mahir dari pada adiknya, yaitu Lin Mei Yin.


Luo Tian Xing atau ayah dari Xiao An juga adalah seorang legenda kultivator. Dia terkenal karena pencapaiannya dalam pertarungan pertarungan yang melibatkan sekte aliran hitam dan putih.


Namun setelah Lin Mei Li meninggal, dia berubah menjadi orang yang berbeda dan tanpa ampun bahkan kepada Xiao An yang menjadi anaknya. Hanya selir Jiang dan anak anaknya yang dia sayangi.


Kakek Luo dan Xiao Yu sangat bangga melihat Xiao An yang berdiri sembari membawa pedang aneh di punggungnya. Aura keberanian terpancar dari Xiao An .


Setelah itu, para penonton membubarkan diri mereka dan untuk peserta, mereka kembali ke ruang istirahat mereka masing masing. Begitu pula Xiao An yang berjalan dan berusaha untuk menemukan seseorang.


" Disini!!!, Xiao An !!!", Ucap seorang perempuan yang sangat familiar sembari melambaikan tangannya.


" Eh, Tian Yue!!. Bagaimana penampilanku tadi?", Ucap Xiao An.


" Kau selalu menjadi yang terhebat", ucapnya dengan ceria.


" Ayo pergi!!!. Aku ingin menemui kakek dan kakak", ucap Xiao An.


" Kakak?, Kakakmu?, Apa dia orang yang berpelukan denganmu di arena waktu itu?", Ucap Tian Yue.


" Ya, dia orangnya. Aku akan memperkenalkanku padanya", ucap Xiao An.


" Baiklah, ayo!!", Ucap Tian Yue. Dan mereka pun pergi ke ruang istirahatnya.