The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 41



Setelah itu, mereka pun pergi ke penginapan dan akan kembali besok.


Malam pun tiba. Sesuai yang di katakan Xiao An, wanita gemuk itu kembali membawa tuannya untuk berbicara dengan Xiao An. Seseorang mengetuk pintu kamar Xiao An.


Tok..tok...tok..


" Masuk!", Ucap Xiao An.


" Nona, di bawah ada wanita itu lagi. Kali ini, dia membawa seorang wanita yang memakai cadar bersamanya dan juga ada beberapa prajurit bayangan yang menjaga mereka", ucap Zhao Chen.


Sebelumnya, Xiao An menutup rumah makannya hanya malam itu saja.


" Oh, ternyata dia sudah datang", ucap Xiao An.


" Apa perlu kami habisi prajurit mereka?", Ucap Zhao Chen.


" Heh, habisi mereka tanpa membuat suara sekecil apapun", ucap Xiao An dengan evil smilenya. Zhao Chen merinding mendengarnya.


" Baik, nona", ucap Zhao Chen.


Segera Xiao An turun untuk menemui mereka.


" Akhirnya kalian datang juga", ucap Xiao An.


" Kenapa kau ingin aku menemuimu?" Ucap wanita itu.


" Apa kau pikir tidak ada yang perlu kita bicarakan?", Ucap Xiao An.


" Banyak", ucap wanita itu.


" Ya sudah. Silakan kalian duduk dengan tenang. Aku ingin bertanya, kenapa kau mengusik usahaku?", Ucap Xiao An.


" Ha ha ha, kau tanyakan itu kepada dirimu sendiri", ucap wanita itu.


" Oh, begitu. Ternyata tebakanku benar, ya kan Lin Er ?", Ucap Xiao An. Mereka terkejut.


' hah, darimana dia tau kalau aku adalah Lin Er dan bukan Wei Ning Ning ?', batin Lin Er.


"Kenapa ?, Sudah ku bilang kau bawa tuan mu. Kenapa kau membawa pelayannya?, Apa kau tidak percaya bahwa aku bisa membunuhmu sekarang juga?", Ucap Xiao An. Mereka gemetar merasakan hawa dingin yang berasal dari Xiao An.


" A...a...aku...Maafkan aku nona, a..a..aku di suruh untuk membawanya", ucap wanita gemuk itu.


" Dari awal, tuan kalianlah yang mencari masalah dengan temanku. Lalu, dia berusaha untuk menghancurkan usahaku. Begitu lucunya dia. Apakah dia pikir ini wilayah timur?, Seenaknya saja dia membuat masalah.


Dasar pecundang!, Dia sibuk menyombongkan diri di mana mana, tanpa tau ada yang melebihi bakatnya. Mungkin seharusnya aku menghancurkan dantiannya agar tidak ada lagi orang yang mendapatkan masalah darinya. Dan juga agar dia merasakan bagaimana di hina sebagai sampah", ucap Xiao An.


" Kau!!!, Awas saja, aku tak akan membiarkan hal itu. Aku akan melaporkannya kepada patriak keluarga Wei!!", Ucap Lin Er.


" Silakan saja!!, Aku bukan penakut seperti tuanmu. Hanya keluarga Wei, aku bisa mengatasinya", ucap Xiao An dengan tatapan tajamnya yang siap menusuk apapun di depannya. Tubuh mereka gemetar hebat dan berkeringat dingin.


' oh ya, aku membawa prajurit bayangan bersamaku. Awas saja kau!!. Kau akan tamat saat ini juga!', batin Lin Er .


" Prajurit, serang!!!!!", Ucap Lin Er.


" Eh, kenapa mereka tidak keluar?", Gumam Lin Er.


" Percuma saja kau memanggil mereka", ucap Xiao An. Lalu, Zhao Chen pun datang melapor.


" Nona, kami sudah menghabisi mereka semua", ucap Zhao Chen.


" A..apa?, Kau!!!", Ucap Lin Er.


" Kenapa?, Aku sudah tau dari awal kau membawa mereka bersamamu. Sayang sekali kau tidak tau begitu kuatnya pertahanan penjaga rumah makan ini. Sekarang, kau ingin bagaimana?", Ucap Xiao An.


Tetapi hal itu dapat ditahan oleh Zhao Chen.


" Beraninya kau menyerang nona!", Ucap Zhao Chen marah. Kemudian, Zhao Chen pun menyerang balik ke arah mereka berdua, sehingga mereka tak bisa lagi melawan.


" Nona, harus di apakan mereka ini?", Ucap Zhao Chen.


" Bunuh wanita gemuk itu dan hancurkan dantian wanita bercadar itu", ucap Xiao An.


" Baik nona", ucap Zhao Chen.


" Beraninya kau!!, Aku akan segera melaporkan hal ini kepada tuan. Aaaaaa", ucap Lin Er dengan keadaan yang cukup mengenaskan. Kini dia tidak akan bisa berkultivasi karena dantiannya telah hancur.


Sedangkan wanita gemuk itu sudah Tak bernafas lagi. Dengan perut yang berlumuran darah karena ditusuk oleh pedang panjang hingga menembus punggungnya.


" Buang mayat itu!!, Dan kembalikan dia kepada Wei Ning Ning!!", Ucap Xiao An .


" Baik nona", ucap Zhao Chen.


" Untuk kalian berdua, bersihkan lantai yang terciprat darah sebelum fajar tiba!!", Ucap Xiao An .


" Baik nona", ucap Zhao Yun dan Zhao Yin.


Setelah itu, Xiao An pun kembali ke kamarnya dan tidur.


Keesokan harinya, Xiao An dan murid lain kembali ke tempat istirahat Akademi Pedang Surgawi untuk bersiap.


Mereka tampak sangat gugup, terutama Xu Yuan. Sedangkan Xiao An bersikap biasa saja.


" Tolong dengarkan kalian yang akan bertanding hari ini!. Seperti biasa, setiap hari hanya akan 10-12 kali pertandingan kultivasi senibeladiri. Dan akan ada 12-15 pertandingan ahli formasi spiritual.


Tim 5 akan bertanding di urutan ke 5, tim 2 akan bertanding di urutan terakhir dan untuk Xiao An, kau akan bertanding di urutan ke 2. Jadi, aku harap kalian akan memenangkan pertandingan hari ini.


Baiklah, untuk sekarang kalian siapkan strategi kalian masing masing dan segeralah ke tempat pertandingan berlangsung.


Xiao An, kau akan didampingi oleh ketua", jelas tetua.


' kenapa harus kakek? Aku merasa tidak bebas', batin Xiao An.


Setelah itu, datanglah kakek Luo ke ruangan istirahat mereka.


" Bagaimana?, Apa kalian sudah siap ?", Ucap kakek Luo.


" Kami sudah siap ketua", ucap para murid.


" Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi ke tempat pertandingan sesuai jurusan! Ayo Xiao An !", Ucap kakek Luo. Kemudian, mereka pun pergi.


Sesampainya di tempat pertandingan formasi spiritual, Xiao An dengan santainya mengamati dan melihat batasan setiap peserta. Sampai akhirnya terfokus kepada satu sosok laki laki yang tampak familiar. Ya, dia adalah laki laki yang tidak sengaja Xiao An tabrak kemarin.


Dia tampak di kelilingi para murid perempuan dari berbagai akademi. Terlihat dari setiap pakaian yang di pakai para perempuan itu.


' eh, dia juga ahli formasi spiritual? Aku merasa penasaran terhadapnya. Apa aku dekati saja dia? Tapi, bagaimana jika ternyata dia bukan kakakku? Pasti rasanya malu sekali. Ah, sudahlah', batin Xiao An.


Tak lama dari itu, pertandingan pun di mulai. Pertandingan pertama berlangsung beberapa menit karena tingkatan mereka terpaut lumayan jauh yaitu, ahli formasi tingkat 2 melawan ahli formasi tingkat 4.


Kini saatnya Xiao An untuk bertanding. Dia memasuki arena dengan santainya. Tak ada rasa takut bahkan gugup sedikit pun di dalam dirinya. Lawannya adalah seorang perempuan yang sangat cantik bak seorang Dewi. Mereka sering menyebutnya sebagai Dewi Mei Yin kedua.


Penonton bersorak menyuarakan nama Dewi Mei Yin kedua itu dengan bangganya. Perempuan itu tampak begitu bangganya hingga dalam hatinya menyepelekan Xiao An. Tentu Xiao An tau tentang hal itu karena dia bisa mendengarnya.


Diantara para peserta yang mengikuti pertandingan, hanya laki laki itu yang sangat memperhatikan setiap gerak gerik Xiao An.


' aku sangat penasaran terhadapnya. Kenapa rasanya aku dekat dengannya? Padahal baru kemarin aku bertemu dengannya. Aku percaya dia yang akan memenangkan pertandingan ke 2 ini. Aku merasa dia sangat kuat', batin Xiao Yu.