The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 30



Xiao An adalah tipe orang yang jika penasaran terhadap sesuatu, dia akan pergi menyelidikinya sampai rasa penasaran itu hilang.


Tidak butuh waktu lama baginya untuk pergi ke sana. Hanya butuh 15 menit untuk sampai di lapisan ke 7 dari lapisan ke 4. Itu sangatlah singkat.


Baru saja sampai, dia sudah di suguhkan dengan pemandangan yang cukup menjijikkan. Seekor kadal sisik naga tengah merobek perut seekor gajah pemecah bumi dengan ganasnya.


" Ih, jijik sekali", ucap Xiao An.


Tidak sengaja ucapan Xiao An terdengar oleh sang kadal sisik naga itu. Xiao An segera mengeluarkan pedang Bloody Ashura dan saat itu juga kadal itu menyerang Xiao An .


' celaka!!!, Dia berada di tingkat 5!!!. Aku harus mengerahkan semua kekuatanku', batin Xiao An. Terjadilah pertarungan yang cukup besar antara Xiao An dan kadal sisik naga itu.


Beberapa kali Xiao An berusaha menancapkan pedangnya di area yang menjadi kelemahan kadal itu. Tapi, kadal itu sangat berhati hati dengan setiap gerakan Xiao An yang membuat Xiao An terpojokkan.


Dan pada saat itu, entah kenapa mata kirinya berkedut dan bersinar. Itu membuat Xiao An kehilangan fokusnya. Saat itu juga, cahaya yang keluar dari mata kirinya menjadi lebih terang dan lebih terang lagi. Perlahan cahaya itu membentuk jarum perak yang sangat tipis, tajam dan bukan hanya 1 tapi banyak, ada sekitar 1000 jarum yang kini mengarah ke satu objek, yaitu kadal sisik naga. Tak ada satu kedipan mata pun jarum itu sudah menancap dan membolongi tubuh sang kadal, sungguh mengerikan.


Tapi setelah itu, mata kiri Xiao An berdarah dan dengan cepat Xiao An mengobati matanya. Setelah itu, barulah dia mengeluarkan batu inti kadal sisik naga itu dan kembali ke temannya. Sepanjang perjalanan Xiao An tidak berhentinya memikirkan kejadian jarum perak itu.


' bagaimana bisa dari mata keluar jarum perak?, Rasanya seperti mimpi', batin Xiao An.


Tak lama dari itu, Xiao An pun sampai di tempat temannya.


" Eh, kau sudah kembali?, Sebenarnya kau tadi kemana?", Ucap Zhu Qing.


" Tadi aku dari lapisan lain. Apa ada tanda tanda kalau mereka akan segera menyelesaikan kultivasinya ?", Ucap Xiao An.


" Belum, sepertinya mereka akan selesai sekitar 1 jam lagi", ucap Zhu Feng.


" Oh, kalau begitu, aku akan ikut berkultivasi. Kalian tolong jaga aku juga", ucap Xiao An.


" Aduh , kau itu hanya menambah beban saja", ucap Zhu Qing sembari menepuk dahinya .


Dan benar saja, setelah 1 jam , mereka telah selesai berkultivasi dan telah meningkat. Saat itu juga Xiao An berhenti berkultivasi.


" Selamat!, Kalian telah meningkat. Aku juga ingin meningkat", ucap Zhu Qing.


" Ya, akhirnya aku meningkat juga", ucap Xiang Yu.


" Aku bahagia sekali", ucap Xun Er.


" Selamat untuk kalian berdua", ucap Zhu Feng.


" Ya, terima kasih kalian sudah menjaga kami", ucap keduanya.


" Tidak dengan Xiao An ", ucap Zhu Qing.


" Hah?, Memangnya dia kemana?", Ucap Xiang Yu.


" Dia pergi ke lapisan lain", ucap Zhu Feng.


" Ya, aku pergi sebentar lalu ikut berkultivasi", ucap Xiao An jujur.


" Untuk apa kau pergi ke lapisan lain?", Ucap Xun Er.


" Untuk berburu", ucap Xiao An singkat.


" Dan kau mendapatkan batu intinya?", Ucap Xiang Yu.


" Ya", ucap Xiao An .


" Baguslah kalau begitu, ayo kita pergi ke lapisan ke 2 saja!, Ini sudah hampir sore. Besok pagi kita harus kembali ke akademi, jika sampai siang tidak datang, maka mereka akan menyatakan tidak lulus", ucap Xun Er . Mereka semua pun menyetujui itu.


Butuh waktu sedikitnya 1 jam setengah untuk sampai di lapisan ke 2. Mereka pun sampai di lapisan kedua saat sore hari. Kebetulan, mereka bertemu dengan kelompok lain yang juga sedang beristirahat. Kelompok itu terus mengeluh karena kehilangan batu inti spirit beast yang telah di dapatkannya dengan susah payah.


" Sial sekali kita bertemu dengan kelompok Liu Bei", ucap salah satu anggota kelompok itu.


" Ya, jika saja kita tidak pergi terburu buru ke lapisan ke 3, pastinya kita tak akan bertemu dengan Liu Bei", ucap salah satunya lagi.


Xun Er memberanikan diri untuk berbicara dengan mereka.


" Permisi, ku dengar kalian di rampok oleh Liu Bei, apa itu benar?", Ucap Xun Er.


" Ya, itu benar. Kami kehilangan sekitar 25 batu inti spirit beast tingkat 2. Haaaahh padahal kita sudah susah payah mendapatkannya", ucap sang ketua kelompok.


" Kalian bilang 25 batu inti tingkat 2?, Ini", ucap Xun Er sembari memberikan batu inti kepada sang ketua kelompok itu.


" Hah?, Apa ini?, Kenapa kau memberikan batu inti ini kepada kita?, Ini milikmu", ucap sang ketua.


" Tidak, ini milik kalian . Kami mengambil ini dari Liu Bei", ucap Xun Er.


" Benarkah?, Terimakasih", ucap sang ketua dengan bahagianya.


" Sekali lagi, terimakasih", ucap semua anggota kelompok itu. Tampaknya mereka sangat bahagia.


malam pun tiba.


Mereka melakukan aktivitas seperti biasanya, yaitu memanggang, makan, berkultivasi atau tidur karena kelelahan.


Tak terasa, matahari telah terbit. Satu per satu dari mereka bangun. Setelah bangun, mereka sibuk melakukan aktivitas masing masing. Setelah 2 jam, mereka kembali bersiap untuk kembali ke akademi.


" Kalian sudah siap?", Ucap Xiao An .


" Ya, kami sudah siap", ucap mereka bersamaan.


" Baiklah, ayo pergi!", Ucap Xiao An dan mereka pun pergi.


Tak terasa, matahari telah terbit. Satu per satu dari mereka bangun. Setelah bangun, mereka sibuk melakukan aktivitas masing masing. Setelah 2 jam, mereka kembali bersiap untuk kembali ke akademi.


" Kalian sudah siap?", Ucap Xiao An .


" Ya, kami sudah siap", ucap mereka bersamaan.


" Baiklah, ayo pergi!", Ucap Xiao An dan mereka pun pergi.


Saat tiba di gerbang akademi, terlihat beberapa murid mengantri untuk masuk. Tak lama setelah itu, mereka pun berbondong bondong untuk masuk ke akademi. Seorang ketua kelompok harus memisahkan diri dari yang lain. Mengantri di barisan paling kanan untuk menyerahkan batu inti spirit beast kepada tetua yang khusus mengurus sumber daya.


Xiao An pun ikut berbaris untuk menyerahkan hasil buruannya. Xiao An berdiri di barisan belakang karena Mereka mengira bahwa murid lain tidak akan kembali dengan cepat, jadi mereka bersantai di perjalanan ke akademi.


' kenapa aku selalu di belakang?', batin Xiao An .


" Ck ck ck", ucap Xiao An sembari menggelengkan kepalanya.


" Ada apa dengan mu?", Seorang murid di belakangnya bertanya kepada Xiao An.


" Tidak", ucap Xiao An singkat.


" Oh ku kira kau juga kerampokan seperti ku", ucap murid itu.


" Hah?, Kau dirampok oleh kelompok Liu Bei?, Berapa banyak?", Ucap Xiao An.


" Ya, tidak banyak. Hanya 10 batu inti tingkat 2 dan 3 batu inti tingkat 3", ucap murid itu dengan muka masamnya.


" Ini untukmu, aku mengambilnya dari Liu Bei", ucap Xiao An sembari memberikan batu inti sesuai jumlah yang murid itu sebutkan.


" Tapi, bukankah ini sudah menjadi milikmu?", Ucap murid itu.


" Tidak, itu masih milikmu, ambil saja!", Ucap Xiao An .


" Terimakasih, ternyata kau baik juga", ucap murid itu sembari tersenyum.


Xiao An terus menunggu gilirannya, satu per satu maju ke tempat yang sudah di sediakan oleh tetua. Hingga menyisakan setengah dari barisan sebelumnya.


Seorang murid laki laki yang cukup tampan dan di gemari oleh para murid perempuan, tentu kecuali Xiao An, maju ke depan dan menyerahkan hasil buruannya. Sekitar 65 batu inti tingkat 2, 30 batu inti tingkat 3 dan 2 batu inti tingkat 4.


" Tunggu, rasanya aku pernah melihatnya?", Ucap Xiao An.


" Dia Xi Shui yang menjadi peringkat 2", ucap murid tadi yang berada di belakangnya.


" Oh pantas saja aku merasa pernah melihatnya di suatu tempat", ucap Xiao An.


Tiba tiba para murid bersorak melihat hasil buruan Xi Shui yang cukup banyak dan di antaranya ada 2 batu inti tingkat 4. Itu sangat mengejutkan bagi mereka, tentu saja grup Xiao An tidak ikut bersorak saat itu, toh buruannya jauh lebi banyak.


Selang beberapa ketua kelompok, kembali para murid bersorak di saat seorang perempuan berambut ungu mengeluarkan hasil buruannya. Batu inti yang dia keluarkan cukup banyak dan di antaranya ada 3 batu inti tingkat 4, tentu mereka akan bersorak lebih keras dari yang sebelumnya.


Sekitar 70 batu inti tingkat 2, 37 batu inti tingkat 3, dan 3 batu inti tingkat 4.


" Lihatlah!, Milikku jauh lebih banyak dari yang sebelumnya", ucap Xiao Shi.


' heh, dia lagi', batin Xiao An .


Tak lama dari itu, Xiao An pun maju ke hadapan tetua dan mengeluarkan hasil buruannya. Para murid tidak lagi bersorak, tapi mereka diam karena tidak tau harus bereaksi seperti apa. Sekitar 125 batu inti tingkat 2, 50 tingkat 3, dan 10 tingkat 4 telah Xiao An serahkan.


" Bagaimana kau mendapatkan begitu banyak batu inti spirit beast tingkat 4?", Ucap tetua.


" Dengan kerja sama kelompok, kami berhasil mendapatkannya", ucap Xiao An.


" Memang kau lah jenius akademi pedang surgawi ini", ucap tetua. Lalu tetua pun memberikan sebagian batu inti yang telah di dapatkan oleh Xiao An.


" Terimakasih tetua", ucap Xiao An.


" Ya, sama sama", ucap sang tetua.