The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 43



" Kenapa kau meniruku?", Ucap Xiao An dan Xu Kai secara bersamaan. Xu Ge tertawa semakin kencang dan mereka yang menyaksikan hal ini pun ikut menertawakan mereka berdua.


Merasa tidak nyaman, Xiao An dan Xu Kai memilih untuk diam dan tidak berbicara sepatah kata pun.


Sedangkan Xu Yuan masih merasa bingung kenapa kakaknya menemuinya. Setau dia, kakaknya tidak pernah lagi mengkhawatirkannya setelah pengakuan Su Wan Er yang tidak menyukai Xu Yuan.


" Emmmhh, kenapa kakak menemuiku?, Bukankah ada seseorang yang marah jika kau kesini?", Ucap Xu Yuan lirih.


" Tidak ada yang marah jika aku menemuimu. Lagi pula, kau adalah adikku. Sebelumnya, aku memang egois, tapi sekarang aku sudah sadar. Tolong maafkan kakak!, Kakak janji setelah ini, kakak tidak akan menyakitimu lagi", ucap Xu Kai. Terlihat di matanya bahwa Xu Kai benar benar jujur dan Xiao An pun merasakan ketulusannya.


Sebelum memaafkan Xu Kai, Xu Yuan sempat melirik ke arah Xiao An. Dan saat itu Xiao An mengangguk pelan. Barulah Xu Yuan memaafkan kakaknya. Suasana haru menyelimuti ruangan itu. Mereka tersenyum melihat kejadian ini.


" Terima kasih, kau sudah membantuku untuk sadar akan hal ini. Keluarga lebih penting dari apapun", ucap Xu Kai sembari berbalik menghadap Xu Ge.


" Ya, sama sama. Lagi pula, aku sebagai sahabatmu tentu harus menyadarkanmu tentang apapun itu", ucap Xu Ge.


' andai saja, aku sudah bertemu dengan kakakku. Mungkin saat ini aku sedang asik berbincang dengannya', batin Xiao An sembari menundukkan kepalanya.


" Kau kenapa Xiao An ?", Ucap Tian Yue.


" Ah, tidak apa apa", ucap Xiao An singkat.


Mereka pun mengobrol dengan senangnya, hingga akhirnya pertandingan terakhir pun di mulai. Mereka bergegas untuk menonton pertandingan itu. Mereka duduk di kursi penonton yang berdekatan.


" Kelihatannya, mereka sama sama kuat", ucap Xu Ge.


Seperti biasanya, Xiao An akan memastikan sesuatu ketika mulainya pertandingan. Ya, memastikan tidak ada yang mencurigakan. Tapi saat itu Xiao An menemukan hal yang janggal. Salah satu murid dari akademi Tian Lu tubuhnya di kelilingi asap hitam. Dan hanya 1 kemungkinan yang meyakinkan, yaitu dia adalah anggota sekte aliran hitam. Itu membuat Xiao An khawatir dan semakin mewaspadai sekelilingnya.


" Apa kalian merasakannya?", Ucap Xiao An.


" Merasakan apa?", Ucap Xu Ge dan Tian Yue.


" Aku merasakan hawa gelap dari murid Tian Lu", ucap Xu Kai.


" Ya, kau benar. Itu lah yang terus membuatku waspada", ucap Xiao An.


" Hah?, Murid yang mana?, Kenapa aku tidak bisa merasakannya?", Ucap Xu Ge.


"Mungkin kau terlalu lemah", ucap Xu Kai yang membuat Xu Ge kesal.


Awalnya, pertandingan berjalan dengan lancar dan tak ada satu pun gangguan dari murid itu. Sampai ketika pihak Akademi Pedang Surgawi memimpin pertandingan, sesuatu yang tidak di inginkan terjadi dan panitia yang bertugas menjadi wasit hanya diam saja.


Murid itu mulai menggunakan jurus hitam untuk memenangkan pertandingan dan berhasil melempar 1 anggota tim Akademi Pedang Surgawi hingga sekarat. Wasit tetap diam, para penonton histeris, Xiao An dan teman teman mulai kesal.


Saat itu, Xiao An memperhatikan setiap orang hingga akhirnya Xiao An tau bahwa murid itu di kendalikan oleh salah satu tetua Akademi Tian Lu. Mulailah Xiao An memberikan tekanan yang cukup besar kepada tetua itu hingga tetua itu memuntahkan banyak darah dan mengalami kerusakan dalam dantiannya.


Murid itu pun mulai tenang dan hawa gelap itu perlahan lenyap. Tim Akademi Pedang Surgawi memanfaatkan hal ini untuk membalikkan situasi dan memenangkan pertandingan ini ketika orang orang masih bingung dengan apa yang terjadi.


Pertandingan pun di menangkan oleh Akademi Pedang Surgawi.


Segera mereka kembali ke ruang istirahat, bahkan anggota yang terlempar pun ada di ruang istirahat.


" Cepat!, Aku harus segera menolongnya", ucap Xiao An. Mereka merasa bingung siapa yang harus Xiao An tolong, tapi kemudian mereka pun teringat dengan murid yang terlempar hingga sekarat, barulah mereka mempercepat langkah mereka.


Sesampainya di sana, Xiao An segera mengeluarkan pil dan memasukkan nya kedalam mulut murid itu. Setelah beberapa saat, murid itu pun sadar dan segera mengucapkan terimakasih kepada Xiao An. Mereka pun merasa lega karena murid itu sudah tertolong.


Kembali Xu Kai mengubah kesannya kepada Xiao An  dari yang dia kira Xiao An itu sangat dingin, dan sekarang dia merasa bahwa Xiao An ini sangat peduli kepada siapapun meski tidak mengenalnya, Xiao An tetap menolongnya. Xu Kai pun tersenyum.


' sebenarnya, ada apa dengan diriku ini?', batin Xu Kai.


Hari demi hari berjalan seperti biasanya. Hanya tim ke 5 dan 2 ahli formasi yang sudah tersingkirkan. Sedangkan pertandingan alkimia, Akademi Pedang Surgawi mendapatkan peringkat pertama yang di menangkan oleh murid tahun ke 5.


Di pertandingan final hari ini, ada sekitar 12 tim tersisa, yaitu 4 tim dari masing masing 3 Akademi besar. semakin hari semakin sulit untuk memenangkan pertandingan. Dan untuk pertandingan hari ini, mereka akan bertanding sesuai nomor tim mereka.


Liciknya pihak panitia, mereka sengaja menempatkan akademi Tian Lu di pertandingan terakhir. Sangat jelas bahwa mereka sangat ingin memenangkan pertandingan ini.


Pertandingan pertama pun di mulai antara tim 4 dari Akademi Pedang Surgawi dan Akademi Pedang Bulan.


Pertandingan per pertandingan terus berlanjut. hingga sore hari barulah tersisa tim utama dari 3 akademi besar. Seperti pertandingan sebelumnya, tim utama Akademi Pedang Surgawi melawan tim utama Akademi Pedang Bulan.


Xiao An mulai mencari tau batasan pihak lawan dan menemukan seseorang yang pernah dia lihat sebelumnya, ya dia adalah Xiao Yu.


' ternyata, dia juga masuk ke tim utama. Sepertinya dia sama sepertiku yang mengikuti 2 pertandingan. Apakah dia masuk ke final ahli formasi?, Ah entahlah', batin Xiao An.


" Apa kalian siap?", Ucap Hao Lian.


" Ya, kami siap ketua", ucap anggota tim utama.


" Aku harap kalian akan bekerja keras untuk memenangkan pertandingan ini. Jika kalian sudah tidak kuat lagi, maka bicaralah! Aku akan berusaha untuk melindungi kalian", ucap Hao Lian.


" Tidak perlu, kau fokus saja! Biar aku yang melindungi kalian. Mereka tidak mudah untuk di lawan. Tapi setidaknya, mereka tidak licik seperti akademi Tian Lu", ucap Xiao An.


" Ayo keluarkan senjata kalian!, Panitia akan segera memulai pertandingan ini", ucap Hao Lian.


Beberapa orang terfokus kepada pedang yang Xiao An gunakan. Ya, Pedang Bloody Ashura yang memiliki warna merah gelap yang menyala nyala seperti darah. Saat itu, Xiao yu merasa familiar dengan Pedang Xiao An.


" Wah, pedangnya sangat indah", ucap salah satu penonton.


" Pedangnya tampak seperti darah yang di bekukan", ucap salah satu penonton lain.


Pihak lawan pun mulai mengeluarkan senjata mereka.


Saat Xiao Yu mengeluarkan pedangnya, Xiao An merasa tidak asing.


Pertandingan pun di mulai, mereka saling menyerang satu sama lain. Baru saja di mulai, satu orang berhasil di singkirkan oleh Xiao An.


' dia sangat kuat!', batin Xiao Yu.


" Pedangnya sangat kuat", ucap sebagian penonton.


3 orang berhasil di singkirkan dari Akademi Pedang Bulan dan 2 orang dari Akademi Pedang Surgawi.


' aku harus melawannya jika ingin segera mengakhiri pertandingan ini', batin Xiao Yu.


Xiao An yang sudah mendengar itu, segera maju dengan cepatnya hingga pedang mereka berbenturan. Mereka berdua saling mendorong. Dan karena 2 lawan 1, jadi yang tersisa dari Akademi Pedang Bulan hanyalah Xiao Yu. Mereka berdua mencoba membantu Xiao An, tetapi di hentikan oleh Xiao An. 


Hingga sesuatu terjadi. Sebuah bayangan naga tercipta dari kedua pedang itu dan mulai mengelilingi mereka berdua.


" Hah?, Apa ini?", Ucap para penonton.


Bayangan naga itu perlahan berubah menjadi 2, naga hitam dan naga putih. Secara bersamaan masuk ke kalung pemberian ibu mereka. Mereka pun diam dan saling memandang.


" Kakak", ucap Xiao An.


" Adik", ucap Xiao Yu.


Secara tidak sadar, mereka berpelukan. Suasana penuh haru pun tercipta. Sebagian penonton merasa terharu dengan kejadian ini terutama orang orang yang dekat dengan mereka. Sebagian orang merasa terancam terutama para tetua Akademi Tian Lu. Entah kenapa mereka merasa terancam setelah melihat bayangan naga yang mengelilingi Xiao An dan Xiao Yu. Mungkinkah mereka ada kaitannya dengan sekte aliran hitam ?