The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 28



5 hari telah berlalu, selama itu kelompok Xiao An tidak lagi mendapatkan masalah. Terakhir kali saat membantu menemukan anak singa api emas 3 hari yang lalu. Sudah banyak batu inti spirit beast yang mereka kumpulkan.


Setiap hari mereka hanya berburu dan beristirahat di malam hari. Mereka masih berada di lapisan ketiga dan hari ini, tepatnya hari ke 6, mereka berencana pergi ke lapisan ke 4 saat pagi hari.


" Kalian sudah siap?", Ucap Xiao An .


" Ya, kami sudah siap", ucap Xun Er.


" Tunggu, tunggu, aku belum siap", ucap Zhu Feng.


" Tidak biasanya kau begini, kakak", ucap Zhu Qing.


"Hmmmm, sepertinya pedang ku rusak", ucap Zhu Feng.


" Bagaimana bisa begitu?,Bukankah itu terbuat dari bahan yang kuat?, Itu juga buatan ayah", ucap Zhu Qing.


Ayah Zhu Feng dan Zhu Qing adalah seorang ahli senjata yang sangat handal. Meskipun hanya tingkat rendah, kualitasnya selalu yang terbaik. Ayahnya sering di juluki sebagai master ahli senjata dan banyak orang yang mengenalnya.


" Coba ku lihat", ucap Xiao An.


"Ini", ucap Zhu Feng sembari menyerahkan pedangnya kepada Xiao An .


Xiao An pun melihatnya dengan seksama, terlihat beberapa goresan yang cukup dalam. Itu bisa membuat pedangnya patah, ditambah energi spiritual yang terkandung dalam pedang itu menipis.


' sepertinya aku harus menggunakan air itu untuk memperbaikinya', batin Xiao An.


Lalu Xiao An pun berbalik memunggungi mereka dan mengeluarkan botol kecil berisi holy water, kemudian meneteskannya di atas permukaan pedang itu. Seketika goresan yang terdapat di pedang itu menghilang digantikan dengan kilatan cahaya yang cukup terang.


" Ini, aku sudah memperbaikinya", ucap Xiao An dengan santainya membuat mereka terkejut.


" Ba.. bagaimana bisa kau memperbaikinya?, Hanya dengan waktu sesingkat itu", ucap Zhu Feng.


" Wah, kau hebat. Sepertinya pedang kakak jauh lebih kuat dari yang sebelumnya", ucap Zhu Qing.


" Aku tak tau kau bisa memperbaiki senjata", ucap Xun Er.


" Xiao An selalu menjadi yang terbaik", ucap Xiang Yu dengan kedua jempolnya yang diangkat ke atas.


' dengan hanya menggunakan setetes holy water, apapun akan semakin kuat. Sama seperti manusia, mereka pun akan semakin kuat secara instan jika mengkonsumsi air ini. Tapi bagiku, itu tak berarti sama sekali', batin Xiao An.


" Baiklah, sekarang sudah tidak ada apa apa. Jadi, ayo pergi!", Ucap Xiao An. Dan mereka pun segera berangkat menuju lapisan ke 4. Seperti sebelumnya, hari ini tidak ada yang mengganggu perjalanan mereka. Setelah beberapa saat, mereka pun sampai di lapisan ke 4.


Berbeda dengan lapisan sebelumnya, keadaan di lapisan ini terlihat agak gelap karena pohon pohon disana menghalangi sinar matahari untuk masuk.


Pada saat itu, karena Xiao An merupakan ketua kelompok, jadi dia harus benar benar waspada. Jika saja ada yang terluka parah atau sampai meninggal, pasti dia yang akan memberikan pernyataan atau laporan kepada tetua.


Karena itu, Xiao An mengaktifkan mata kanannya setiap saat ketika memasuki lapisan ini. Berjaga jaga jika ada sesuatu di sini.


Selama 2 jam mereka menyusuri lapisan ke 4 , tetapi tidak ada spirit beast yang mereka temui. Pada saat itu juga, Xiao An merasa tertarik dengan aura yang terus berdatangan dan mulai mengelilingi tubuhnya.


' darimana ini berasal?, Kenapa hanya mengelilingiku saja ?, Apa mereka sadar?', batin Xiao An.


"Bai Hu , bisakah kau menjaga mereka sebentar?, Aku ingin pergi ke sebelah sana", ucap Xiao An.


" Baik", ucap Bai Hu sembari keluar dari cincin ruang Xiao An. Mereka tampak terkejut dengan kemunculan Bai Hu.


" Eh?, Kenapa kau mengeluarkannya?", Ucap Xun Er.


"Kenapa kau kesana?", Ucap Xun Er.


" Ada sesuatu yang perlu ku selidiki", ucap Xiao An kemudian pergi.


' aku merasa aura ini terus menarikku semakin jauh dari mereka. Tapi kenapa aku merasa akrab dengan aura ini?', batin Xiao An.


Xiao An terus berjalan mencari dari mana asal aura ini yang terus menariknya. Sampai lah dia di sebuah danau yang sangat indah yang dipenuhi oleh batu permata berwarna warni. Setiap batu itu mengandung energi spiritual yang cukup tinggi.


Karena penasaran, Xiao An mengambil satu batu dan mulai memeriksanya. Pada saat itu, tiba tiba ada sesuatu yang bergerak kearahnya dari danau itu.


Keluarlah sesosok naga biru dan dia pun berkata,


" Yang mulia, selamat datang di kediaman hamba", ucap naga itu. Sontak Xiao An terkejut.


" Hah?, jadi aura ini berasal darimu?", Ucap Xiao An dengan polosnya.


" Benar, yang mulia. Maafkan hamba jika hamba telah mengganggu yang mulia", ucap naga itu.


" Ada apa kau memanggilku?", Ucap Xiao An.


" Seseorang mencoba untuk memasuki daerah hamba ini dan mencoba untuk mencuri harta di kediaman ini. Mereka pun mencoba untuk mencari keberadaan yang mulia. Hamba harap yang mulia mulai berhati hati", ucap naga itu. Xiao An mendesah pelan.


" baiklah, aku akan berhati hati. Pelindung tempat ini sedikit hancur di bagian sana. Sepertinya aku harus memperbaikinya", ucap Xiao An . Tanpa pikir panjang, dia pun mulai memperbaiki dan memperkuat pelindung danau surga, danau yang sudah melegenda sejak dulu.


Setelah beberapa saat, Xiao An selesai memperbaikinya, tapi energinya cukup terkuras hingga hanya tersisa setengah. Xiao An pun mengeluarkan holy water dan meminumnya. Seketika, energinya terisi penuh.


Melihat sang naga yang sudah lama menjaga danau itu, dengan kekuatannya yang menipis, Xiao An berinisiatif untuk memberikan holy water kepadanya.


" Ini untukmu. Ku harap kau segera kembali menjadi kuat seperti dulu lagi", ucap Xiao An sembari memberikan botol porselen yang cukup besar kepada naga itu.


" Tidak usah yang mulia, itu sangat berharga", ucap sang naga.


" Terima saja. Kau sudah susah payah mempertahankan danau ini selama bertahun tahun. Ini sangat pantas kau dapatkan", ucap Xiao An. Lalu naga itu pun dengan senang hati menerima pemberiannya itu. Setelah itu, Xiao An pun kembali menemui temannya.


Selama Xiao An tidak ada, mereka bertarung melawan berbagai spirit beast tingkat 3 dibantu oleh Bai Hu. Saat Xiao An kembali, mereka sedang beristirahat karena kelelahan.


Sedangkan di tempat lain.....


' besok adalah hari terakhir pelatihan. Aku harus melancarkan rencana yang sudah ku buat dengan matang . Aku tidak sabar untuk melihatmu menderita. Tunggu saja, aku pasti akan menghancurkanmu, Xiao An!!!', batinnya.


Saat itu, Xiao An ikut beristirahat dengan mereka. karena meskipun energinya sudah penuh, rasa lelah itu tidak langsung hilang.


" Kenapa kau terlihat kelelahan?", Ucap Xun Er.


" Ya, begitulah", ucap Xiao An singkat.


Tak terasa hari sudah sore. Selama itu, mereka hanya beristirahat. Memang agak lama karena yang mereka lawan bukan hanya 1 atau 2 spirit beast, tapi lebih dari 4 dan itu berturut-turut. Wajar saja mereka beristirahat lama.


Karena mereka lapar, Xiao An pergi untuk berburu. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya Xiao An pun datang membawa buruannya berupa burung besar. Lalu mereka pun mulai memanggangnya dan di saat itu sudah matang, mereka mulai menyantapnya.


Setelah itu, mereka berkultivasi untuk mengembalikan energi mereka sepenuhnya agar besok mereka tidak gampang kelelahan.


Xiao An juga ikut berkultivasi dan mereka dijaga oleh Bai Hu seperti biasanya. Selama itu, tidak terjadi kejadian janggal saat mereka berkultivasi. Malam itu berlalu dengan tenang dan damai.