The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 12



Tidak lama kemudian, Xiao an pun tiba di penginapannya.


"Ini" ucap xiao an sembari menyerahkan anak itu kepada wanita itu.


"Terima kasih telah menyelamatkan adikku. Bagaimana aku harus membalas mu?", Ucap sang wanita.


"Kau tidak perlu membalasnya", ucap xiao an.


"Tapi aku merasa tidak enak kepadamu. Kau sudah menyelamatkan adikku, jadi datanglah ke keluarga Wei jika kau mendapat masalah keuangan", ucap sang wanita.


"Oh pantas saja mereka menculik adikmu. Mungkin saja mereka ingin memeras keluargamu. Tapi adikmu sepertinya telah teracuni oleh racun yang cukup mematikan yakni racun eternal sleep. Mungkin dia terlihat sedang tidur seperti biasanya. Tetapi sebenarnya dia akan begitu selamanya tidak akan bangun", jelas xiao an. Sang wanita merasa cemas khawatir dengan keadaan adiknya yang seperti itu.


"Bagaimana cara mengobatinya?, Berapa pun harganya, aku akan membayarnya" ucapnya dengan tubuh yang bergetar.


"Kau tenang saja, aku bisa mengobatinya. Tapi mungkin akan terasa menyakitkan untuknya. Dan kelihatannya dantiannya rusak", ucap xiao an.


"Tidak apa apa asalkan dia bisa sembuh. Memang dantiannya telah rusak. Awalnya dia adalah seorang jenius di keluarga Wei kita. Tapi karena itu, banyak orang yang iri kepadanya dan juga Wei Chu Lian yang merupakan ayah dari Wei Ning ning, dia tidak senang akan hal itu. Dia pun merusak dantian adikku. Setelah kejadian itu, tidak ada lagi yang menghargai adikku. Dia selalu di ejek oleh mereka. Aku sering melihatnya menangis dan juga marah atas dirinya, tapi aku selalu menenangkannya", jelas sang wanita yang di ketahui bernama Wei Xian Nian. Yang merupakan anak dari paman Wei Ning ning. Dan adiknya bernama Wei Xian Wu.


"Kebetulan aku punya masalah dengan Wei Ning Ning. Jadi aku akan membuatnya cemas dengan menyembuhkan dantiannya yang rusak", ucap xiao an. Entah kenapa mendengar itu, Tian Yue tersenyum puas.


"Kau bisa menyembuhkan dantian adikku yang rusak?", Tanya Wei Xian Nian .


"Ya aku bisa menyembuhkannya lewat pil yang akan dia makan sebagai penawar racun", ucap xiao an.


"Baguslah jika memang bisa ", ucap Wei Xian Nian .


Setelah itu Xiao An mengeluarkan botol porselen berwarna merah dari cincin ruangnya dan mengeluarkan 1 pil setingkat pusaka yang mempunyai aroma obat yang menyengat, itu ciri bahwa pil itu merupakan pil tingkat tinggi bahkan lebih tinggi lagi.


Mulai lah Xiao an memasukkan pilnya ke dalam mulut Wei Xian Wu . Beberapa saat kemudian, tubuh Xian Wu mulai bergetar dan mengeluarkan keringat dan kotoran dari tubuhnya. Setelah itu, tubuhnya pun mulai tenang kembali dan Xian Wu pun sadar.


"Kakak, aku dimana?", Tanya Xian Wu .


"Kita masih ada di penginapan", ucap Xian Nian dengan lembut.


Tiba tiba Xian Wu membelalakkan matanya dan berkata, " kak, aku bisa merasakan energi yang masuk ke dalam tubuhku lagi. Aku bisa berkultivasi lagi", ucap Xian Wu dengan gembiranya.


" Berterima kasihlah kepadanya. Dia yang sudah menyembuhkan dantianmu dan juga melenyapkan racun yang ada di tubuhmu. Oh iya, aku lupa menanyakan nama kalian", ucap Xian Nian .


"Aku Tian Yue dan dia Xiao an ", ucap Tian Yue .


"Terimakasih kak Xiao an sudah menyembuhkanku", ucap Xian Wu .


"Ah ya tidak apa apa. Selagi aku bisa kenapa tidak. Oh iya, aku punya masalah dengan Wei Ning Ning bisakah kau membuatnya cemas?, Tentu dengan meningkatkan kultivasimu dan menjadi jenius nomer 1 keluarga Wei " ucap xiao an .


"Apa kak Xiao an punya cara agar aku meningkat dengan cepat?, Saat ini aku hanya di ranah jendral awal", ucap Xian Wu .


"Ya aku punya beberapa cara instan untuk meningkatkan kultivasi. Tapi kau juga harus melatih tubuhmu menjadi kuat agar kau bisa melawan seseorang yang berada satu tingkat di atasmu dengan  mengandalkan fisik dan kultivasimu. Ini adalah holy water. Kalian tahu kan manfaatnya?", Jelas Xiao an .


Mereka saling memandang satu sama lainnya setelah mendengarnya.


"Xiao an, kenapa kau memberikan air itu kepada mereka?, Bagaimana jika mereka mengkhianati kita ?", Bisik Tian Yue .


"Tenang saja mereka tidak akan mengkhianati kita", bisik Xiao an membalas Tian Yue .


Siapa yang tidak tau dengan holy water ( mata air suci) yang sangat bermanfaat untuk kultivasi dan juga bisa menguatkan tulang tanpa efek samping. Para kultivator memburu air ini dan mencari ke seluruh penjuru dunia ini.


Selama ini diketahui hanya ada di keluarga Bai. Karena ini keluarga Bai pernah di bantai oleh sekte aliran hitam 20 THN yang lalu. Tapi setelah itu, semua anggota dari sekte aliran hitam itu di bunuh oleh patriak keluarga Bai yang  saat itu berada pada ranah langit tingkat 8. Entahlah sekarang sudah berada di ranah apa, mungkin saja sudah di ranah langit dan bumi atau bahkan ranah galaksi.


"Sudah ambil lah , aku memberikan ini untuk kalian manfaatkan dengan baik. Aku tau kalian bukan orang jahat", ucap Xiao an.


"Tapi bagaimana jika mereka merasakan keberadaan air ini?", Ucap Xian Nian.


"Mereka tidak akan bisa merasakannya karena aku sudah menyegelnya", ucap Xiao an .


" Baiklah kami akan menerimanya. Sekali lagi terima kasih atas semuanya", ucap Xian Nian .


Kakak beradik itu pun pamit kembali ke kamar mereka untuk membersihkan tubuhnya.


Xiao an dan Tian Yue  pun kembali merebahkan tubuhnya di kasur dan kembali tidur . Setelah mengetahui hari masih gelap.


Tak terasa pagi yang cerah telah datang menggantikan malam yang gelap gulita dengan bulan yang kini berganti menjadi matahari.


Tidak ada bunyi alarm yang selalu mengganggu disaat sang pemilik masih sibuk bermimpi.


Di balik sebuah kamar terlihat 2 orang perempuan yang sedang sibuk bersiap. Siapa lagi kalau bukan Xiao an dan Tian Yue .


Mereka berencana untuk pergi ke restoran dan setelah dari sana mereka akan menghadiri pengetesan formasi spiritual karena waktu di mulainya pengetesan masih lama sekitar tengah hari.


"Iya sebentar lagi", ucap Tian Yue .


"Kau lambat. Lihatlah baju mu!, Itu sangat rumit untuk memakainya", ucap Xiao An.


"Iya aku juga tau. Tapi hanya untuk hari ini aku akan memakai baju yang panjang", ucap Tian Yue .


"Aku tau kau memakai itu karena kau akan bertemu dengan Zhao chen kan?", Ucap Xiao An. Setelah Xiao An berkata seperti itu, Tampak rona merah pada pipi Tian Yue . Kini Tian Yue terlihat malu malu.


Memang Xiao An telah mengetahui hal itu di saat pertama kali mereka membawa para budak dari pasar budak. Saat itu pandangan Tian Yue tidak lepas dari sosok gagah Zhao Chen .


"A... Apa katamu?, Aku memakai ini karena aku ingin", ucap Tian Yue dengan wajah yang masih memerah.


"Ya ya ya", ucap Xiao An .


"Baiklah, aku sudah siap sekarang. Ayo!", Ucap Tian Yue.


Merekapun keluar dari kamar dan pergi kebawah untuk menyerahkan kunci kamar kepada pelayan yang melayani di bagian depan ( resepsionis ) karena setelah pengetesan selesai, Xiao An akan pulang ke restoran dan bermalam di sana.


Saat mereka turun kebawah, terdengar berbagai suara yang membuat mereka berdua bingung.


Tampak mayat seorang pria berumur sekitar 40 THN yang tergeletak dengan kepala terpisah dari tubuhnya.


"I..itu bukankah tuan pemilik penginapan ini?, Kenapa dia bisa terbunuh ?, Siapa yang membunuhnya?", Orang orang melontarkan beberapa pertanyaan yang membuat suasana bising hingga terdengar dari lantai atas. Tapi siapa yang akan memberi penjelasan tentang ini.


Xiao an terlihat cuek dengan hal itu, padahal jelas jelas dia yang membunuhnya. Sama halnya dengan Tian Yue . Mereka melewati orang orang itu dengan santainya. Tanpa ingin bertanya tanya apa yang terjadi.


Tibalah mereka di restoran. Tampak para pelayan sedang bersih bersih di dalam maupun di depan restoran dan saling membantu satu sama lain.


Sekilas senyum terlukis di wajah Xiao An saat melihat mereka saling membantu. Berbeda dengan Tian Yue yang dari tadi memperhatikan setiap wajah pelayan seperti sedang mencari cari seseorang. Siapa lagi kalau bukan Zhao Chen. Sepertinya Tian Yue benar benar menyukainya.


Sesosok pria yang mempunyai perawakan yang tinggi dan berotot sedang membawa air melintas di hadapan mereka berdua. Terukir senyum lebar di wajah Tian Yue. Ya, itu Zhao Chen . Orang yang di cari cari Tian Yue dari tadi.


"Eh Salam nona. Apakah nona membutuhkan bantuan kami ?", Ucap salah satu pelayan.


"Aku ingin membahas beberapa hal dengan kalian. Tapi sebelum itu, kalian selesaikan dulu pekerjaan kalian. Setelah selesai, temui aku di lantai atas", ucap Xiao An . Mereka berdua pun pergi ke lantai atas meninggalkan para pelayan itu.


Tak lama kemudian, para pelayan itu menemui Xiao An di lantai atas sesuai dengan perintah Xiao An .


"Aku ingin restoran ini buka besok. Apakah kalian siap untuk bekerja ?", Ucap Xiao An .


"Kami siap melakukan apa yang nona minta", ucap semua pelayan.


"Baiklah kalau begitu. Ingat resep tidak boleh sampai diketahui orang lain selain kalian. Kalau sampai ada yang tau, akan ada konsekuensinya. Kalian paham?", Ucap Xiao An.


"Kami paham nona", ucap mereka.


"Dan untuk gaji kalian, aku akan memberikannya setiap bulan dengan jumlah yang aku katakan sebelumnya", ucap Xiao An.


"Tapi nona itu sangat banyak bagi kami. Mohon kurangi jumlah gaji kami.kami tidak mau merugikan nona dan rumah makan ini ", ucap seorang pelayan.


"Baiklah, aku akan memberi 35 tael perak untuk gaji kalian. Dan untuk kali ini aku tidak mau ada yang protes", ucap Xiao An dengan tegas.


Semua pelayan diam tidak ada yang berani berbisik apalagi berbicara.


Selama menunggu sampai tengah hari, Xiao An memberikan beberapa senjata untuk para pelayan. Untuk penjaga, Xiao An memberikan pedang dan untuk pelayan yang melayani pelanggan, Xiao An memberinya belati dan juga cambuk. Berjaga jaga jika ada seseorang yang berniat buruk terhadap restoran ini atau pun kepada pelayan.


Lalu Xiao An pun menerangkan berbagai teknik bermain pedang , belati, dan juga cambuk. Tidak lupa mengajari mereka gerakan bela diri modern dan beberapa latihan yang lainnya untuk membuat fisik mereka menjadi kuat.


Tak terasa hari sudah siang dengan posisi matahari yang kini ada tepat di atas kepala. Segera Xiao An dan Tian Yue pergi ke pengetesan formasi spiritual yang di adakan di aula rakyat.


Setelah tiba disana, orang orang sudah memenuhi lokasi pengetesan sehingga mereka berdua sedikit sulit untuk masuk.


Akhirnya Xiao An mendapatkan undiannya.


"Lagi lagi terakhir, huh", ucapnya kecut.


"Kau sudah mendapatkannya?", Ucap Tian Yue yang telah menunggu cukup lama.


"Ya aku sudah mendapatkannya, tapi urutan terakhir", ucap Xiao An .


" Ya tidak apa apa kan", ucap Tian Yue .


Lalu Xiao an pergi ke antrian dengan nomor undian yang sudah dia ambil sebelumnya. Sedangkan Tian Yue duduk di tempat yang sudah disiapkan untuk penonton.