
" Mulai sekarang, jangan sampai kau terlalu marah ataupun kesal terutama benci. Karena jika sampai kau berada dalam keadaan itu, kau bisa berubah menjadi Xiao An yang tidak kakek kenal. Ya, kau bisa menjadi monster bukan hanya meratakan akademi ini, tetapi juga kau bisa meratakan gunung hanya menggunakan sedikit kekuatanmu yang sekarang.
Kakek tau, kultivasimu berada jauh di atas kakek. Tapi kau tetap merendah layaknya ada di bawah mereka. Memang kau seperti ibumu, meski pun dia adalah seorang penguasa lautan, tapi dia tidak pernah mengungkapkannya. Sungguh wanita hebat. Teruslah seperti itu seperti ibumu. Tapi kau juga harus tetap waspada meski kau sedang bersama temanmu", ucap kakek Luo.
"Memangnya kenapa?", Ucap Xiao An .
"Kau tau kenapa ibu mu meninggal ?", Ucap kakek Luo .
"Aku tau. Ibu meninggal karena di serang musuh dengan jumlah banyak sedangkan dia hanya sendirian", ucap Xiao An .
"Awalnya bukan begitu. Ibu mu punya seorang sahabat wanita yang selalu bersamanya kemanapun dia pergi. Suatu hari, sahabatnya mengetahui bahwa dia adalah seorang penguasa. Lalu sahabatnya pun memberitahu keluarganya tentang itu. Keluarganya terus meminta untuk sahabatnya ini mengorek informasi rahasia tentang harta Karun lautan.
Karena sahabatnya itu sebenarnya hanya duri dalam daging, tentu dia sangat setuju tentang itu. Tetapi karena ibu mu tidak mau memberitahunya hingga akhirnya mengetahui hubungan suami dan sahabatnya sendiri, dia marah.
Dan dalam keadaan itu dia pergi untuk menenangkan diri lalu kembali setelah 1 bulan. Di perjalanan, ada sekelompok orang yang menghadangnya dan memaksanya memberitahu tentang harta Karun itu.
Tetapi karena ibu mu tidak mau memberitahunya, jadi mereka menyerangnya. Sebenarnya ibu mu belum meninggal, saat itu dia berjalan ke kediaman Luo dalam keadaan terluka parah dan meminta agar bibimu datang.
Persis 1 hari setelah itu, ibu mu meninggal. Kakek sangat sedih waktu itu dan kau tau? Siapa sahabatnya itu?, Dia adalah selir Jiang ", jelas kakek Luo.
"Jadi, selir Jiang yang ada di balik semua ini?, Awas saja akan ku hancurkan keluarga jiangmu", ucap Xiao An .
"Untuk sekarang lebih baik kau jangan tunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya. Bisa jadi dia juga menargetkan mu", ucap kakek Luo .
"Ya kakek, aku akan menyembunyikannya seperti biasa", ucap Xiao An .
" Oh ya, ini untuk kakek. Sebenarnya, aku ingin memberikannya saat pertama kesini. Tapi sepertinya kakek sangat sibuk, jadi aku baru memberikannya sekarang", lanjut Xiao An sembari memberikan beberapa botol porselin kepada kakek Luo.
"Apa ini ?", Tanya kakek Luo.
"Itu berisi berbagai pil dan juga yang berwarna merah itu berisi pil penawar racun. Yang paling besar itu berisi holy water, aku harap kakek segera meminumnya. Tenang saja mereka tidak akan tau tentang air itu" jelas Xiao An yang membuat kakek Luo terkejut.
"Ini simpan saja. Kakek tidak membutuhkannya", ucap kakek Luo sembari memberikan botol besar.
"Tidak kakek, sudah ku bilang itu untuk kakek. Aku masih punya banyak. Lagi pula kakek sangat membutuhkannya untuk menerobos ke ranah berikutnya", ucap Xiao An yang membuat kakek Luo kembali terkejut.
"Kalau begitu, kakek akan menerimanya. Terima kasih, tak terasa kau sudah besar sekarang", ucap kakek Luo terharu.
"Sama sama kakek, aku menyayangi mu " ucap Xiao An sembari memeluk kakeknya itu.
"Apakah hari ini kau akan belajar dengan tetua ke 2?", Ucap kakek Luo .
"Sepertinya aku tidak akan belajar hari ini. Aku ingin pergi ke perpustakaan", ucap Xiao An .
"Baiklah, kakek akan mengatakan kepada tetua ke 2 agar tidak ke ruang latihan karena kau ingin pergi ke perpustakaan. Kenapa kau ingin ke sana ?", Ucap kakek Luo .
"Aku hanya ingin membaca teknik formasi lain. Aku ingin belajar lebih banyak tentang formasi spiritual ", ucap Xiao An .
" Kalau begitu, gunakan plakat ini agar kau bisa masuk ke semua lantai perpustakaan", ucap kakek Luo .
" Terima kasih kakek", ucap Xiao An sembari keluar dari ruangan itu. Lalu dia pun kembali masuk dan menanyakan sesuatu kepada kakek Luo.
"Aku harus ke arah mana?", Ucap Xiao An .
Kemudian, kakek Luo pun menunjukkan arahnya dan Xiao An pun pergi dengan cepat.
Hanya butuh sekejap saja bagi Xiao An untuk sampai perpustakaan.
Xiao An langsung masuk dan menyerahkan plakat itu kepada penjaga perpustakaan.
"Kau boleh ke lantai manapun, tapi jangan membuat keributan disini", ucap penjaga itu.
"Baiklah, terima kasih", ucap Xiao An . Lalu dia pun cepat masuk ke dalam untuk mencari beberapa teknik.
Biasanya, untuk murid lain akan di batasi tempat dan waktu saat memilih kitab. Tapi karena Xiao An membawa plakat ketua, jadi dia bisa memilih kitab dan masuk ke lantai berapapun sesuai keinginannya.
Pertama, dia memasuki lantai bawah atau lantai satu. Lantai satu boleh dimasuki oleh siapapun tidak seperti lantai lainnya. Xiao An terus menyusuri setiap rak dengan teliti sekali sekali dia membuka gulungan lalu menyimpannya kembali.
Sampai akhirnya ia menemukan gulungan yang terlihat sangat tua dan mencoba untuk membukanya.
"Bukannya disini hanya ada kitab dan gulungan formasi di tingkat rendah?, Tapi kenapa gulungan tingkat tinggi ada disini ?, Baiklah, aku akan mencoba menanyakannya nanti", ucap Xiao An .
Xiao An pun pergi ke lantai 2 yang hanya bisa dimasuki murid tahun ke 3 dan seterusnya. Kali ini Xiao An bukan hanya melihat lihat gulungan formasi tapi juga kitab jurus. Dia terus menyusuri rak dengan teliti seperti sebelumnya.
Hanya ada 1 kitab jurus yang menurutnya menarik untuk dipelajari. Itu adalah jurus yang belum pernah Xiao An lihat sebelumnya. Jurus itu bernama Roaring Dragon, hanya mendengarnya saja membuat penasaran.
Kemudian, Xiao An pun melanjutkan ke lantai 3, lantai yang hanya boleh di masuki oleh murid tahun ke 4 dan seterusnya. Setelah terus mencari, Xiao An tidak menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Oleh karena itu, Xiao An pergi ke lantai 4.
Saat Xiao An memasuki lantai 4, banyak orang yang melihatnya dengan tatapan sinis. Tentu karena Xiao An bisa masuk ke lantai 4 dengan bebasnya. Tapi Xiao An tak peduli tentang itu dan terus mencari ke arah gulungan formasi, barang kali ada gulungan milik ibunya yang di simpan di sana. Lantai 4 hanya bisa di masuki oleh murid tahun ke 5 dan 6.
"Ini...., Kenapa logonya mirip dengan milik ibu?, Apakah gulungan ini milik bibi?, Aku harus membawanya", ucap Xiao An .
"Tunggu!, Kau tidak boleh membawa gulungan itu", ucap seorang murid senior.
"Kenapa?", Ucap Xiao An .
"Kau tidak bisa mempelajarinya. Aku sudah mencoba beberapa kali tapi selalu gagal. Dan murid lain pun begitu", ucap senior itu.
"Kau dan murid lain tidak bisa, bukan berarti aku juga tidak biasa", ucap Xiao An .
"Ah itu terserah kau saja, aku sudah mengatakannya pada mu. Dan hati hati jangan sampai gila", ucap senior itu.
"Pastinya tidak akan", ucap Xiao An singkat lalu pergi ke lantai selanjutnya.
"Ya, biarkan saja. Pokoknya aku sudah memperingatkannya", ucap senior itu.
Sampailah di lantai 5. Keadaannya sama dengan lantai 4, banyak murid yang memilih kitab dan gulungan. Seperti lantai lainnya, lantai ini hanya bisa di masuki murid tahun ke 5 dan 6 tentunya.
Biasanya murid tahun akhir seperti tahun ke 5 dan 6 akan mempersiapkan diri untuk ujian.
Kali ini Xiao An harus berdesakan untuk mencari kitab dan gulungan formasi karena banyaknya murid yang berkerumun untuk mencari kitab dan gulungan yang cocok dengan mereka.
Xiao An pergi ke pojokan yang berada jauh dari para murid itu dan hanya 2 sampai 3 murid yang berada di dekatnya.