The Lord Of The Dragon Race

The Lord Of The Dragon Race
Bagian 16



Setelah cukup lama berdiam diri di taman, akhirnya mereka berdua pun pergi ke arena untuk mengikuti pertandingan murid baru.


Untungnya mereka kesana tepat waktu. Saat itu tetua yang menjadi panitia, baru akan memulai pertandingannya. Sebelum itu, semua murid harus menuliskan namanya di stik kayu lalu meletakkannya ke dalam cangkir. Kemudian, peserta yang di panggil namanya akan mengambil 1 stik kayu. Nama siapapun yang Tertulis maka dia adalah lawannya.


Kali ini ada 2 pertandingan yakni pertama pertandingan untuk kelas kultivasi seni beladiri dan formasi spiritual, yang ke dua pertandingan menyuling untuk alkemis.


Kelas kultivasi seni beladiri dan formasi spiritual di satukan karena tujuannya hampir sama yaitu untuk menyerang.


Setelah semua nama sudah di letakkan di cangkir, panitia membawa satu stik yang bertuliskan nama Su Wan er . Panitia berteriak memanggil namanya.


"Su Wan Er!", Ucap panitia.


Seorang perempuan yang pernah beradu mulut dengan Tian Yue saat di kantin itu ternyata bernama Su Wan Er. Dia naik ke atas arena dengan anggunnya membawa 1 stik bertuliskan nama lawannya.


"Luo Xiao An !", Teriaknya.


' sungguh kebetulan yang sangat merepotkan' batin Xiao An .


Xiao An pun naik ke atas arena dengan melompati tinggi melewati murid lainnya.Tidak Ada yang menyangka ternyata yang akan melawannya adalah orang yang dia provokasi saat di kantin.


"Kita bertemu lagi", ucap Su Wan Er dengan senyum menyeringai.


"Baguslah, jadi aku tidak perlu repot repot mencari mu", ucap Xiao An .


"Eh bukankah dia orang yang di provokasi olehnya?", Salah satu murid mengingatkan orang orang. Hingga suasana menjadi sedikit tak terkendali. Para tetua turun untuk menenangkan Para murid yang sibuk bergosip.


"Ku peringatkan kau tidak boleh memprovokasi ku jika tidak ingin keluargamu menjadi miskin", ucap Su Wan Er .


"Heh, hanya begitu?. Memangnya kau tau siapa keluarga ku?. ku peringatkan kau jika kau terus memprovokasi ku, aku tidak bisa memprediksi apakah kau masih hidup besok", ucap Xiao An .


Su Wan Er sedikit bergetar ketakutan dan mencoba untuk tenang dan bersiap menyerang Xiao An menggunakan pedang baru miliknya.


Saat para juri sudah lengkap, baru panitia memulai pertandingan Xiao An melawan Su Wan Er .


Saat itu Su Wan Er sudah bergerak untuk menyerang Xiao An . Tetapi di tengah arena, dia tiba tiba tidak bisa bergerak meskipun telah menggunakan kekuatan penuhnya.


Hampir semua murid bingung kecuali para murid dari kelas formasi spiritual.


"Apa yang kau lakukan kepadaku?", Ucap Su Wan Er .


Xiao An tidak memperdulikannya. Kemudian, Xiao An mengeluarkan semua formasi yang telah dia buat dan mulai mengaktifkan semuanya. Terlihatlah 4 formasi spiritual yang berkumpul di atas dan juga di samping lawannya. Setelah Xiao An mengaktifkannya, muncul berbagai serangan dari arah formasi yang membuat lawannya terluka lumayan parah.


Bukan hanya para murid yang kaget dengan tindakan Xiao An, Bahkan para guru dan tetua juga kaget. Seketika tetua ke 2 yang merupakan guru pribadi Xiao An tersenyum puas melihat murid nya.


Untuk membuat 4 formasi dalam waktu singkat itu sangat sulit meski tingkat formasinya masih di bawah tingkat 5.


Setelah itu, panitia mengumumkan pemenangnya dan menyuruh para guru mengobati Su Wan Er yang terluka.


Tapi, sebelum para guru mengobati Su Wan Er , Xiao An melemparkan sebotol pil untuk mengobati luka luar maupun dalam. Semua orang tak menyangka ada orang yang begitu baik sepertinya di dunia ini. Meskipun lawannya sudah sangat menghina bahkan mengejeknya, dia masih bisa memberikan pil untuk menyembuhkannya.


Tapi semua orang tidak tau, kalau di dalam pil itu ada darah ashura milik Xiao An yang bisa di kendalikan akan menjadi obat atau racun semau Xiao An .


Setelah itu, panitia melanjutkan pertandingan selanjutnya dengan memanggil murid lain. Dan Xiao An pun duduk di atas bangunan yang cukup tinggi agar bisa melihat pertandingan dengan tenang sembari menunggu giliran Tian Yue .


Xiao An sangat menikmati pertandingannya sampai melupakan sahabatnya yang juga ada di akademi itu. Siapa lagi kalau bukan Qin Xun Er dan temannya Bai Xu Yuan . Xiao An baru mengingatnya saat melihat pertandingan mereka.


Betapa pelupanya Xiao An , dia tidak berubah.


Masih sama dengan sikap dan sifatnya yang sudah melekat erat di dirinya.


Kali ini, dia menjadi sedikit serius saat melihat pertandingan sahabatnya. Xiao An sedikit khawatir dengan sifat Xun Er yang tidak sabaran, pasti dia sangat mudah di kalahkan.


Dan kekhawatirannya pun terjadi...


Xun Er di permainkan oleh lawannya. Yah, seperti perkiraan Xiao An . Memang Xun Er tidak bisa sabar, Tetapi dia tidak bodoh. Saat lawannya mempermainkannya, dia ikut mempermainkan lawannya. Bahkan sampai membuat lawannya pusing dengan gerakan angin yang di lakukannya.


Saat itu Xiao An tertawa melihat pertandingannya.


"Itu sungguh terlihat lucu, ha ha ha", ucap Xiao An sembari tertawa dengan keras. Itu adalah pertama kali Xiao An tertawa di dunia ini.


Tapi ada ke khawatiran lain yang memenuhi kepalanya. Ya, Xiao An khawatir kepada Tian Yue. Dia orang yang tidak tegaan dan berhati baik. Bagaiman jika Tian Yue mendapatkan lawan yang kuat ?, Itu lah yang ada di pikirannya. Sedangkan yang dipikirkan malah santai menunggu giliran.


Tibalah waktu dimana Tian Yue di panggil oleh panitia. Saat berjalan menuju arena, Tian Yue terlihat percaya diri. Tian Yue pun membawa stik kayu itu dan memanggil nama yang tertulis di sana.


"Jiang Wei ", ucap Tian Yue .


Datanglah seorang laki-laki dengan perawakan yang sangat besar seperti beruang. Xiao An terkejut melihat lawannya Tian Yue .


Kali ini masalahnya adalah laki-laki itu sudah berada di ranah raja menengah dan fisiknya pun kuat, sedangkan Tian Yue masih berada di ranah raja awal. Dan juga latihan fisik yang dilakukan Tian Yue belum sempurna.


Tetapi sebelum mulainya pertandingan Xiao An berkata kepada Tian Yue "jika ada lawan yang lebih kuat darimu, ingatlah alirkan qi ke pedangmu dan hubungkan ke hatimu katakan apa yang ingin kau lakukan ".


Benar saja setelah beberapa kali menyerang dan tidak berhasil, Tian Yue melakukan apa yang di katakan oleh Xiao An . Karena pertandingan ini sangat menentukan peringkat dan keikutsertaan di pertandingan 1 benua yang diadakan setiap 5 tahun sekali.


Dan hasil yang di dapatkan oleh Tian Yue kali ini adalah kemenangan tak terduga. Padahal Xiao An sudah mengkhawatirkannya. Saat panitia mengumumkan kemenangan Tian Yue , Tian Yue pingsan karena kehabisan energi. Sebelum Tian Yue jatuh ke lantai, Xiao An sudah menangkapnya dan membawanya pergi untuk merawatnya.


Pertandingan yang dilakukan Tian Yue adalah pertandingan kedua terakhir. Tetapi pertandingannya belum selesai sampai hari itu saja karena akan dilanjutkan besok. Untuk menentukan peringkat 20 besar yang sedikit lebih sulit dari pertandingan sebelumnya. Xiao An mengincar posisi pertama agar dia bisa masuk ke team inti yang berisikan murid tahun pertama- kelima yang memiliki peringkat 1.


Xiao An membawa Tian Yue ke kamarnya dan membaringkannya di kasur. Lalu Xiao An mengeluarkan botol kecil berisi air dan membukanya. Setelah itu, Xiao An meminumkannya kepada Tian Yue agar dantiannya terpenuhi oleh qi dari air itu yang merupakan holy water.


Xiao An yang awalnya akan pergi untuk beristirahat di kamarnya, tiba tiba memutuskan untuk menjaga Tian Yue. karena ternyata setelah memberikan holy water kepadanya, bukan hanya dantiannya dipenuhi oleh qi tetapi juga membantunya menerobos ke tingkat menengah.


Sepanjang malam sembari menjaga Tian Yue yang sedang dalam kondisi yang sangat rentan, Xiao An menjelajahi cincin ruang milik ibunya. Berharap menemukan petunjuk tentang saudara kembarnya.


Saat Xiao An menjelajahi jauh ke dalam cincin ruang itu, Xiao An menemukan kalung Yin yang terus mengeluarkan cahaya yang sangat terang hingga menarik Xiao An untuk mendekatinya.


"Kalung apa ini?", Ucap Xiao An .


Xiao An terus menelisik kalung itu dengan teliti. Xiao An tidak menyadari kalau tangannya tergores sampai mengeluarkan darah. Ketika darah itu menetes ke kalung yin, tiba tiba kalungnya bergetar dengan sendirinya lalu berhenti . Setelah kalung itu berhenti bergetar, keluar sebuah bayangan seperti hologram. Tampak bayangan seorang perempuan yang sangat cantik dan membawa trisula milik ibu Xiao An .