
Sheila terus mengerjakan tugasnya. Hari sudah menunjukkan jam satu siang. Perutnya juga sudah merasa sangat lapar. Tapi laporan Yang mau dia susun masih sangat banyak.
Sheila mengumpat dalam hatinya. Rey masih duduk di kursinya sambil main game. dia sengaja menunggu Sheila.
Rey tahu Sheila sangat kesal padanya.
derrrrrt......derrrrrrt
Ponsel Rey berdering.
"Halo sayang! sapa Rey saat mengangkat telponnya.
"Oke, aku akan kesana swkarang." ucap Rey dan mematikan ponselnya.
"Kau siap semua itu. Setelah rapi baru kau bisa pulang. Awas jika kau Samapi lari. aku mwngawasimu. Di ruangan ini ada CCTV yang terhubung langsung dengan ponselku. Jadi jangan coba coba membohongiku dan kabur." ucap Rey.
Dia melangkah meninggalkan ruangannya .
Sheila mengerjakan tugasnya dengan cepat. Dia memburu waktu, karena dia juga harus masuk bekerja.
Jam sudah menunjukan pukul dua lewat sepuluh menit. Sheila baru menyelesaikan tuagsnya.
"huh.....akhirnya "
sheila menarik nafas panjang.
Dengan cepat dia mengambil tasnya dan keluar ruangan.
Dia berlari menuju kafe tempatnya bekerja.
setelah samapindi kafe .Sheila mengganti bajunya dengan seragam kafe. Dia juga membuka kepangan rambutnya. Rambutnya dia biarkan tergerai dengan jepitan kedua sisi nya. Kacamatanya juga dia lepas.
Penampilannya sangat berubah, Sheila berubah menjadi sangat cantik dan seksi.
Siapapun tidak akan dapat mengenalinya.
Dengan cepat dia mulai bekerja. kafe tempatnya bekerja memang cukup ramai.
*****
Setelah menerima telpon Rey bergegas keluar kampus. Mengambil mobilnya di parkiran dan melaju menuju ke restoran Paradise. Menemui Cindy, gadis yang baru dia pacari selama satu bulan ini.
Cindy adalah seorang model terkenal. Dia dengan berbagai cara bisa menjadi pacar Rey. Suatu kebanggan baginya bisa mendapatkan Rey.
Mereka makan siang bersama.
"Sayang....." panggil Cindy manja.
"Hem....!" jawab rey.
" Besok aku ada pemotretan di Bali selama satu minggu. Aku harus berangkat sore ini. Aku pasti kangen sama kamu!" ucapnya manja dan memegang tanagn Reyhan.
"Tak apa. Pergilah. Aku akan menunggumu disini. Aku juga akan merindukanmu."
"Sebenarnya aku mau batalin aja, tapi nggak bisa, yang! aku dah terlanjur teken kontrak."
"Pergilah. Aku selaluwn mendukung karir kamu. Dan kita masih berhubungan degan Vidio call. Aku janji nggak akan kemana mana." ucap Rey.
Cindy tersenyum senang.
Rey mengantarkan Cindy kembali ke apartemen nya. Kemudian dia memutar arah menuju kafe miliknya.
Walau masih kuliah tapi Rey sudah memiliki beberapa usaha. Ada beberapa kafe dan bengkel miliknya.
Sudah beberapa hari dia tidak masuk. Banyak aktivitas dan kesibukan nya diluaran yang menyita waktunya.
Manager kafe langsung masuk dan menyerahkan laporan keuangan kepada Rey untuk diperiksa.
Rey mang mempercayakan kafenya pada managernya Pak Budi. Namun dia datang langsung untuk memeriksa laporan keuangannya.
Rey asyik memeriksa laporan nya hingga lupa waktu. Kafenya semakin hari semakin maju.
Nampak dari jumlah pendapatan yang meningkat.
Rey tersenyum puas. Usaha yang dirintisnya kini maju dan berkembang.
Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Rey menelpon dapur dan meminta pelayan mengantarkan makanan. Dia merasa sangat lapar.
Sheila yang ditugaskan mengantar makanan ke runangan bosnya.
Dengan cepat dia membawa pesanan tersebut.
Sheila mengetuk pintu.
tok..tok..tok...
"Masuk."
Sheila masuk dan meletakkan makannya di meja. Dia tidak memandang wajah bosnya.
"Terimakasih kasih" ucap Rey.
Sheila terkejut mendengar suara itu. Rasanya sangat familiar. Dia mendongak melihat wajah bosnya.
Betapa kagetnya Sheila ternyata bosnya adalah Rey.
Dengan langkah cepat Sheila melangkah keluar dari ruangan tersebut.
"Kenapa ketemu dia lagi? Dunia iniemang sempit. Ternyata dia bos di tempat ini. Jangan.sampai dia mengenali aku." ucap Sheila dalam hati.
Dia terus melangkah kembali ke dapur.
Rey agak heranwlihat pelayan yang keluar terburu buru. Ada apa dengannya?? tanya Rey Dalam hati.
Rey tidak menghiraukannya dia menyantap makanannya karena memang sudah sangat lapar.
selesai makan Rey keluar ruangan. Berniat hendak pulang.
Karena tidak memperhatikan jalan Rey tak sengaja menabrak Sheila yang membawa juice pesanan pelanggan.
"Maaf....maaf pak, saya nggak sengaja." ucap Sheila.
Dia mwngambil tisyu di meja dan mengelap kemeja Rey.
"Tidak apa apa. Lain kali lebih hati hati." Ucapnya sambil mengelap bajunya.
Sheila terus mengelap baju Rey yang terkena juice.
Rey melihat wiaha Sheila. Rasa nya wajah ini tidak asing. Apa aku pernah melihatnya? tapi dimana? pikir Rey.
Sheila langsung berlalu setelah selesai membersihkan baju Rey. Sebelum pergi dia kembali mengucapkan maaf dan menunduk.
Jangan lupa kasih vote dan like nya ya...
terimakasih