
Dengan berderai airmata Icha kembali ke kamar kostnya.
Icha bingung tak tahu harus pergi kemana. Dia tak berani pulang ke kampung halamannya, apa kata orangtuanya jika kau tahu dirinya tidak melanjutkan kuliahnya. Betapa kecewanya kedua orangtua Icha, masa depannya gagal dan hancur karena cintanya.
Bukankah dulu bapak berpesan padaku jika aku harus sekolah dan fokus kepada pendidikan ku. maafkan aku pak!! Aku salah, maafkan aku " ucap Icha pelan.
Icha mengambil tas nya dan memasukkan pakaiannya kedalam. Menyusunnya dan kemudian mengancingkan nya.
Dengan langkah berat berjalan ke pintu untuk segera pergi meninggalkan kost nya. Sekali lagi di pandang nya, kamar kost yang selama ini dia tempati, menarik nafas berat dan melangkah kan kakinya pergi jauh.
Icha sudah berjanji kepada mama Rey untuk segera pergi jauh dari kehidupan Rey. Icha akan menepati janjinya. Tapi kemana akan pergi kemana, Icha juga belum tahu.
Icha sudah sampai di stasiun kereta, saat ini dia benar benar bingung akan pergi kemana.
Telpon yang berdering mengalihkan perhatiannya nya.
" Halo Cha, kamu dimana??" tanya seseorang di seberang. Yang tak lain adalah Jimmy.
"Ada apa kak? tanya Icha.
"Katakan kau ada dimana sekarang? aku akan menjemputmu." ucap Jimmy.
"Tidak perlu kak, terima kasih. Biarkan aku pergi, Kakak tak perlu repot-repot memikirkan aku. Aku akan baik baik saja, aku bisa jaga diri. Terima kasih telah mengkhawatirkan aku." ucap Icha.
Jimmy masih ingin bicara, namun Icha sudah memutuskan panggilannya.
Jimmy tadi sempat mendengar teriakan sang kondektur yang menyuruh penumpang naik, berarti saat ini Icha ada di stasiun.
Jimmy segera berlari mengambil motornya dan melajukannya kencang ke arah stasiun. Hanya dalam beberapa menit saja Jimmy sudah sampai disana.
Jimmy berlari berkeliling mencari Icha. Jimmy terus saja mencari Icha di tengah kerumunan banyak orang. Hingga dia akhirnya melihat Icha duduk tak jauh dari keramaian. Dia masih terlihat bingung menentukan pilihan.
" Cha ..." panggil Jimmy.
" Cha...." panggilnya lagi dan berlari kearah Icha.
Icha masih menunduk. Dia tidak mendengar teriakan Jimmy.
'Cha," panggil Jimmy dan menepuk pundak Icha.
sontak Icha mendongak, melihat siapa yang telah menepuk pundaknya.
"Kak Jimmy," ucapnya pelan.
"Tidak usah kak, biarkan aku pergi. Lagipula aku sudah berjanji kepada mama Rey, aku akan pergi jauh dari Rey." jawab Icha menitik kan airmatanya.
"Lalu, bagaimana dengan Rey, Cha? Jangan egois, apa kau pikir Rey tidak akan tersiksa bila kau menjauh darinya. Rey akan kehilangan mu, apa kau tega melihat dia semakin menderita?" ucap jimmy.
"Aku sudah memikirkannya kak, Rey memang tidak cocok dengan ku. Dan aku yakin Rey akan bisa melupakan aku dengan berjalannya waktu." ucap Icha.
"Baiklah, tapi kau mau kemana?"
Icha menggeleng. " Aku nggak mungkin pulang kak, kasihan bapak ma ibu. Aku akan bekerja kak," ucap Icha lagi.
"Ikut aku!" ucap Jimmy menarik kuat tangan Icha.
"Lepas kak, kau mau membawa ku kemana?" tanya nya.
"Bukan kah kau ingin bekerja. Aku akan mencarikan mu pekerjaan, tapi sebelumnya kau harus ikut dengan ku, Ayo." ucap Jimmy.
"Kakak nggak bohong kan?" tanya Icha lagi.
Jimmy tertawa. " Tentu saja tidak. Apa kau tidak percaya padaku?" tanya nya.
Icha menggelang, "Aku percaya padamu kak." jawab Icha.
Jimmy membonceng Icha dan membelokkan motornya ke restoran. "Kita makan dulu, kakak yakin kau belum makan apa pun sejak kemaren." uca Jimmy.
Icha mengikuti Jimmy masuk kedalam. Jimmy memesan makanan dan mereka berdua mulai makan.
"Cha, jangan sungkan kepada Kakak, aku sudah menganggap mu seperti adikku sendiri." ucap Jimmy.
"Maafkan aku kak," ucap Icha menunduk.
"Aku akan membawamu ke Surabaya. Kau bisa tinggal di rumah bibiku, jadi untuk sementara waktu kau aman disana. Sekaligus kau bisa mencari pekerjaan." ucap Jimmy.
"Apa aku tidak merepotkan kakak?" tanya Icha.
"Bibiku tinggal sendiri, anaknya sudah menikah dan pergi jauh, suaminya juga sudah meninggal dunia. Dia akan senang kau menemani nya." ucap Jimmy lagi.
"Baiklah, kak." jawab Icha.
"Malam ini kau ikut kakak, besok pagi pagi sekali kakak akan mengantarkan mu ke Surabaya." ucap Jimmy dan disetujui oleh Icha.
Selesai makan, Jimmy membawa Icha ke bengkel Rey, disana lah malam ini dia akan menginap.