
Setelah lampu hijau menyala mobil Dimas kembali berjalan. Dengan kecepatan penuh Rey mengejar dan memotong mobil Dimas.
Dimas kaget saat ada yang tiba tiba memotong laju mobilnya. "Siapa yang berani mengganggu jalanku!" ucapnya kesal.
Rey turun dari dalam mobil dan langsung menghampirinya. "Turun...." Rey menggedor mobil yang Dimas tumpangi.
"Turun...cepat". Ucap Rey lagi.
Dengan malas Dimas turun dan membuka pintu mobilnya. Begitu dia turun Rey langsung menyambutnya dengan pukulan telak di rahang kirinya. Dimas terjatuh karena pukulan Rey sangat tiba tiba . Dimas tidak memiliki persiapan. Dimas kembali berdiri dan mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Dimas hendak melawan Rey, sekali lagi Rey memukul rahangnya hingga idmas kembali tersungkur.
"Kau...." ucap Dimas yang merasa marah.
"Apa!! Berani sekali kau menyentuh kekasihku. Apa kau sudah bosan hidup! Sekali lagi kau berani mendekatinya. Jangan salahkan aku jika kau pulang tinggal nama." ucap Rey dan kembali menghajar Dimas. Dimas terjatuh dan tidak berdaya.
Rey membuka pintu mobil dan melihat Icha yang sudah gelisah. Rey tahu apa yang telah diperbuat Dimas padanya. Rey semakin geram.
"Pa..nas... " ucap Icha mulai meracau. Tanpa dia sadari dia ingin membuka bajunya karena merasa kepanasan. Rey semakin meradang melihat apa yang ingin dilakukan Dimas pada Icha. Rey ingin turun menghajar Dimas, tapi Icha menarik bajunya.
"Panas...tolong Rey panas...!" Icha setengah meracau.
Rey langsung menggendong Icha dan membawanya masuk kedalam mobilnya. Kemudian dia mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang ke apartemen nya. Tidak.mungkin dia mengantarkan Icha pulang dalam kondisi seperti ini.
Rey memiliki apartemen tapi sudah lama tidak dia gunakan. karena sekarang Rey lebih sering pulang ke rumah. Menemani mama nya. Icha terus saja meracau, di bahkan menarik baju dan tubuh Rey. Rey sedikit kebingungan mengendalikan Icha yang terus coba menggodanya padahal dia sedang menyetir.
"Sial, Awas kau Dimas sialan." ucap Rey kesal
"Pa..nas..." Icha terus saja meracau. Bahkan kini dia membuka baju atasnya.
Rey menghentikan mobilnya di basemwnt apartemen. Dia menggendong Icha dan naik lift menuju kamarnya. Icha masih saja meracau, bahkan kini dia sudah mulai menciumi Rey. Rey kesultian memngendongnya.
Rey masuk kedalam apartemen dan langsung menuju kamarnya. Dia menurunkan Icha di atas tempat tidur. Kemudian dia berjalan ke kamar mandi dan mengisi penuh bath up nya dengan air dingin
.Dia kembali melihat icha. Icha sudah melucuti pakaiannya sendiri. Hanya meninggalkan pakaian dalam nya saja. "Dimas sialan, kalau aku sampai terlambat sedikit saja, dia sudah merusak Icha. Awas kau Dimas aku pasti akan membalas mu."
Rey mengangkat Icha dan memasukkannya ke dalam bak penuh dengan air dingin. Kemudian Rey meninggalkannya. "Hampir saya aku merusaknya." ucap Rey prustasi.
Bagaimana pun dia pria normal yang sulit mengendalikan diri apalagi ada wanita yang menggodanya. Hampir saja...
Setelah beberapa saat menenangkan diri rey kembali masuk ke kamar mandi, dia mengguyur Icha dengan air dingin. Icha nampak mulai kedinginan. efek obat yang diberikan oleh Dimas sudah berkurang. Kini Icha gemetar karena terlalu lama berendam. Kesadaran Icha juga sudah mulai kembali.
Rey mengangkatnya keluar kamar mandi
Dia membungkus tubuh Icha dengan handuk dan selimut.
"Dimana aku?" ucapnya terbata.
"Tenanglah, kau aman bersamaku." ucap rey.
Rey mengambil.kemejanya yang kebesaran dan memakaikannya pada Icha. kemudian dia menyelimuti Icha dengan selimut tebal..Icha pun tertidur pulas.
Derrrrt....derrrrrt
"Cari tau tentang Dimas Anggara dan keluarganya". ucap Reyhan saat panggilannya diangkat.
"Baik bos!"
Rey mematikan telponnya. Dia melirik Icha yang tertidur lelap di kasur. Sungguh tidak dapat dia bayangkan apa yang akan terjadi pada gadis yang sangat dia cintai ini jika dia datang terlambat sedikit saja.
Aku....membayangkannya saja membuat darahnya mendidih.
Reyhan berjalan ke arah sofa dan tidur disana.
maaf ya up nya sedikit, lagi daring , jadi author sedikit sibuk. sekali lagi maaf ya...
jika suka beri like and vote nya. Terimakasih