
cklek...
Roni membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
Langsung duduk di sofa menunggu Reyhan yang sedang memeriksa beberapa berkas.
"Gimana sudah dapat?" tanya Reyhan.
Roni melemparkan berkas yang dia bawa ke meja Rey.
Dengan cepat Reyhan mengambil dan membukanya.
Hem... gumamnya
Roni masih memperhatikan Rey.
"Untuk apa data itu Rey?"
Roni tau betul siapa Rey. Dia tidak akan perduli dengan oranglain, jika dia tidak merasa terusik. Rey seorang yang pendendam."
Rey.. terkekeh
"Kau pasti sudah tau, apa yang akan aku lakukan!" Ucapnya.
"Apa yang sudah gadis ini lakukan? Dia bahkan baru dua hari berada di kampus ini?"
"Dia memang baru dua hari di kampus ini, tapi dia sudah berani bermain-main dengan ku. Akan aku tunjukkan siapa Reyhan yang sebenarnya."
"Maksudmu?"
"Dia gadis yang menabrak aku kemarin. Dan tadi dia coba ikut campur dengan urusan ku, bahkan dengan lancangnya dia berani menampar aku. Seorang Reyhan Aditama di tampar seorang gadis kampung dan jelek!" ucap Rey penuh emosi.
Roni menarik nafas panjang.
"Pasti kau mengatakan sesuatu yang membuatnya marah hingga dia menampar mu?"
"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya bahwa dia sama dengan gadis gadis diluar sana yang berlomba untuk menjadi pacarku dan hanya untuk mendapat uangku."
"Mungkin kau salah sangka. Aku melihatnya menangis di taman tadi. Dia gadis yang memakai kacamata dengan rambut di kepang dua, kan? tanya Roni lagi.
"Kau mengenalnya?"
"Tidak, Tapi setelah aku lihat dia menangis dan kau marah seperti ini, aku yakin ini pasti karena ulahmu."
"Kau membelanya?" Rey kembali sinis.
"Bukan. Aku hanya kasihan padanya."
"Aku sudah menyelidikinya, Selina yang menyuruh dia meminta tanda tanganmu. Jika dia tidak mendapatkan nya , dia tidak akan lulus dalam ospek ini."
"Apa mungkin aku salah, tapi semua gadis yang dekat denganku memilki tujuan yaitu uang. terserah lah!" bathinnya.
"Rey, Kenapa kau diam?"
"Tadi aku mengatakan akan mengeluarkan nya dari kampus ini besok." ucap rey.
"Dia hanya mahasiswa miskin yang masuk dengan bea siswa. Jangan sampai kau membuatnya kehilangan kesempatan untuk meraih impian nya. Karena dia tak seberuntung kita."
"Kau membelanya lagi, Apa kau menyukainya?"
Ha.ha.ha....
" Mana mungkin aku menyukainya. Aku cuma kasihan padanya. Kau bisa menghukumnya tapi jangan keluarkan dia dari kampus ini."
Setelah mengatakan itu Roni keluar dari ruangan Rey.
Tinggal lah Rey yang mikirkan apa yang akan dia lakukan.
"Benar juga ucapan Roni, aku bisa memanfaatkan nya dan membuatnya tersiksa tanpa harus mengeluarkan nya. Aku akan membuatnya tidak betah berada di kampus ini.
Hemmm .... Aku akan menjadikannya Pembantu ku selama berada di kampus. Hahaha ini pasti akan sangat menarik.
Rey tersenyum memikirkan ide nya.
********
Setelah lelah menangis Sheila beranjak pulang ke kostnya. Dia tak lagi kembali ke lapangan mengikuti ospek.
Sore harinya dia kembali bekerja seperti biasa.
Wajahnya tampak murung. Dia masih sedih memikirkan nasib kuliahnya. Beberapa temannya menanyakan keadaannya namun dia mengatakan baik baik aja.
Waktu terus berjalan hingga malam hari.
Setelah membersihkan seluruh ruangan. Sheila mematikan lampu dan mengunci pintu. Kemudian dia berjalan pulang ke rumahnya.
Sheila memilih untuk berjalan kaki. Karena memang sudah tidak ada angkot di daerah ini pada malam hari.
Apa yang akan di lakukan Reyhan selanjutnya????
Tunggu episode selanjutnya ya.
Mohon dukungannya dengan menekan tombol like and vote.
terimakasih