
Rey sudah kembali berkumpul dengan teman teman nya.
Dia ikut larut dalam kegembiraan. Dimas maju sambil memegang gitar. Dia akan menyatakan cintanya di depan ssemua orang.
"Malam semuanya. Ijinkan saya menyanyikan sebuah lagu. Terkhusus lagu ini saya nyanyikan buat seseorang yang sangat spesial di hati saya. Icha"
Semua mahasiswa bertepuk tangan...
*Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu,
tentang apa yang membuatku mudah
berikan hatiku padamu.
Takkkan habis sejuta lagu
untuk menceritakan cantik mu
kan teramat panjang puisi tuk
menyiratkan cintai ini
bila habis sudah cinta ini
tak lagi tersisa pada dunia
karena telah ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu*
Dimas bernyanyi dengan penuh penghayatan. Di akhir lagunya dia mengatakan.
"Sebenarnya selama ini aku sangat mencintaimu, dan aku berharap kau mau menjadi pendampingku."
"Icha maukah kau menjadi pacarku??" tanya Dimas
"Terima...terima..... " sorak semua mahasiswa disana.
Icha diam, dia bingung menjawab apa. Jujur dia tidak memiliki perasaan terhadap Dimas.
"Cha kalau loe terima gue. Maju dan peluk gue, tapi kalau nolak gue loe boleh pergi."Ucap Dimas lagi.
Setelah lama diam Akhirnya Icha bersuara.
"Maaaf.." ucap nya . Icha berlari meninggalkan kerumunan.
Huuu........ Sorak penonton disana. Dimas duduk dengan lesu. Cintanya di tolak.
Roni berbisik kepada beni sahabatnya. "Tampaknya Rey punya saingan yang keras. " Roni mengangguk mendengar ucapan Roni.
"Dimana dia?" Tanya Beni
Roni mengangkat tangannya..
***
Rey mengepalkan tangannya saat dia dengar Dimas menyatakan cintanya pada Icha.
"Berani sekali dia mengatakan cinta pada Icha ku, tidak ada yang boleh memilikinya. Dia itu milikku." ucap Rey.
Rey terus memperhatikan dari jarak jauh. Hati sangat cemas, menunggu jawaban Icha. Dia sangat tidak sabar menunggu jawabannya.
Rey baru bernafas lega saat dia melihat Icha berlari dari kerumunan. Senyum terbit di bibirnya.
Icha terus berlari dan sampai di tepi pantai. Dia duduk lemas. Malam ini sungguh malam yang penuh dengan kejutan. Dimas mengatakan cintanya. dan Icha sanagt tidka menyangka jika Dimas menyukainya. Selama ini dia menganggap Dimas sebagai sahabatnya.
Rey terdiam melihat Icha dari kejauhan. Perlahan dia berjalan mendekat. Saat di dekat Icha. Rey duduk tidak jauh darinya.
" Kenapa kau berlari ? Kenpa kau tidak menerima cinta Dimas? " tanya Rey
Icha tidak menjawab nya.
"Apa kau menyukai seseorang?"
Icha masih diam saja.
Rey berjalan mendekat. Dia duduk tepat di samping Icha.
"Apa Kau mencintaiku?" tanya dimas, dia menarik Icha agar mau melihatnya.
Icha tertunduk.
"Lihat aku! Katakan jika kau mencintaiku." ucap Rey.
Icha masih diam tak tahu harus bicara apa. jantung nya berdetak sangat cepat saat berada di dekat Rey. Dia bingung.
Rey mengangkat dagu Icha, agar mau memandangnya.
"Aku mencintaimu, katakan kau juga mencintai ku." ucapnya.
Icha semakin bingung. Dalam waktu satu jam dua orang pria mengatakan cinta padanya.
Rey terus memandang wajah Icha. "Katakan kau mencintaiku, " ucap Rey lagi.
"A...a......aku!"
Cup
lagi lagi Rey mencium Icha. Tubuh Icha menegang. Rey melepaskan ciumannya dan memandang Icha yang semakin tertunduk.
Rey kembali mencium Icha dengan sangat lembut. Icha menutup rapat bibirnya, Rey tidak kehabisan akal dia menggigit bibir icah hingga bibir Icha terbuka dan dia memasukkan lidahnya membelit dan mengabsen seluruh isi mulut Icha. Rey ******* dan memberikan gigitan gigitan kecil. Awalnya Icha meronta tapi lama kelamaan dia ikut menikmati ciuman Rey.
Rey melepaskan ciumannya saat Icha sudah kehabisan nafas. Icha masih ngos ngosan.
"Mulai saat ini, kau menjadi pacarku." ucap Rey.
"Aku belum menerima mu, kau tidak bisa memutuskan begitu saja." jawab Icha.
"Aku tidak suka di bantah. Aku tahu kau juga sangat mencintai ku." ucap Rey enteng.
"Aku tidak...mengatakan aku menerimamu," jawab Icha lagi.
"Rey tersenyum lebar. "Kau pacarku, dan itu sudah di putuskan." jawab Rey enteng.
"Sini pacar, aku peluk." canda Rey.
Icha tampak marah dan akan berlalu. Rey menarik Icha dan memeluknya.
"Aku sangat mencintaimu, tetaplah disini bersamaku." ucap Rey tulus.
Icha membalas pelukan Rey. Dia mengangguk lemah dalam pelukan Rey. Icha tersenyum bahagia. Begitu juga dengan Rey.