Sheila & Rey

Sheila & Rey
Menikah



Rey dan Dedy pergi menjemput ayahnya ke kota, ayahnya berdagang disana. Jualan sayur dan buah dari kebun milik mereka, sebagian juga dari beli kepada tetangga.


"Ayah," panggil Dedy.


Seorang pria tua menoleh, pakaiannya sederhana, menggunakan sepeda tua dan sedang menyusun sisa dagangannya ke dalam keranjang.


"Dedy, ada apa kamu nyusul ayah, nggak bantu ibu?" ucap ayah lagi.


"Ibu menyuruh aku menjemput Ayah, kak Icha pulang yah." ucap Dedy lagi.


"Icha, pulang lalu apa hub....apa Icha pulang?" ucap ayah dengan suara keras. Ayah tak bisa menutupi rasa terkejutnya.


"Iya yah, kak Icha di rumah, ayo kita pulang." Dedy berbicara sambil.terus membantu ayahnya.


"Ayah duluan saja sama kak Rey, biar Dedi yang bawa barang.dagagangan ayah."


"Rey, siapa?" tanya ayah bingung


"yah ini kak Rey, calon suami kak Icha."


Dedi mengenalkan Rey kepada ayahnya.


"Rey, om" ucap Rey sambil tersenyum ramah.


Ayah diam dan membalas uluran tangan Rey, tapi dia masih diam memperhatikan.


"Udah yah, buruan nanti.ibu marah." ucap.dedu membuat lamunan ayah buyar.


Ayah di bonceng oleh Rey dengan sepeda motor milik Dedy sementara Dedi mengayuh sepeda bapak pulang.


"Assalamualaikum" terdengar suara ayah dari luar.


Icha segera berlari menemui ayahnya dan memeluk nya erat. "Ayah..." ucapnya lirih. Suara nya sudah tercekat di tenggorokan dan cairan bening telah membanjiri matanya.


"Icha kangen yah" ucap.icha lagi


Ayah tak menjawab tapi pelukan erat nya menunjukkan jika dia juga sangat merindukan anaknya.


"duduk yah" ucap Icha setelah melepaskan pelukannya.


Dia kebelakang mengambilkan minum untuk ayahnya. Duduk kembali di sebelah ayah.


"Maafkan aku yah, aku baru pulang sekarang, Tapi aku sudah berhasil, yah, aku sudah lulus.." Icha berucap dengan penuh semangat, sinar bahagia terlihat jelas dikedua matanya.


"Benarkah, Alhamdulillah." jawab ayah.


jawab ayah dengan suara berat, ayah benar benar terharu dan merasa bahagia.


"Apa kau pulang hanya untuk mendapatkan restu untuk menikah?"


"Tidak, mengapa ayah berpikiran seperti itu, aku benar benar merindukan ayah. Selama ini aku tidak pulang karena, aku tidak punya uang yah... Aku..... aku ingin segera lulus, maafkan aku yah .." ucap Icha dengan suara lirih


"Ayah percaya padamu nak."


"yah, ini Rey calon suami Icha. Dan dia adalah bos Icha di kantor." ucap Icha kembali mengenalkan Rey.


"Ayah sudah berkenalan tadi. Rey, kamu tinggal dimana?" tanya ayah


"Saya tinggal di Jakarta om,"


"Apa jabatan mu di kantor, jangan bilang kau pemilik perusahaan nya "


"Tidak pak, saya hanya seorang manager disana dan Icha kebetulan dia bawahan saya dan junior saya di kampus "


"Oh ya, berarti kalian sudah lama kenal?"


"Sudah pak, saya mengenal Icha sejak enam tahun yang lalu, awalnya dia junior di kampus saya "


"Baguslah, jika kau bukan pemilik perusahaan itu,aku tidak mau anakku menderita karena menikahi orang kaya, biasanya orang kaya hanya menganggap remeh orang biasa seperti kami dan akan membuangnya setelah mereka bosan."


"Rey bukan seperti itu, pa. percaya sama Icha, lagipula dia juga orang biasa sama seperti kita ," bela Icha


"Saya janji pak,saya akan menjaga anak bapak dengan baik dan penuh kasih sayang "


"Bagus jika seperti itu, bawa orangtua mu kemari untuk melamar anakku "


"maaf pak, saya sudah tidak punya keluarga lagi. Saya tinggal sendiri " jawab Rey 7


"