
Setelah selesai makan Rey bukannya pulang dia masih tetap tinggal di rumah Icha. Padahal Icha sudah mengusirnya, tapi Rey masih tetap bertahan disana.
"Rey, hari ini aku mau bekerja. kau masih mau disini atau pulang."
"Kau berani mengusir ku ?" protes Rey.
Icha menarik nafas dalam."Aku tidak mengusir mu , aku mau pergi bekerja. Baiklah kalau kau masih mau disini. Nanti jangan lupa kunci pintunya."
Rey menarik tangan Icha yang akan berlalu dari hadapannya. " Aku bosnya, aku berikan kau cuti hari ini. Jadi kau tidak usah pergi."
"Mana bisa seperti itu?" protes Icha.
"Bisa saja. aku kan bosnya. Atau kau mau aku memecatmu" ucap Rey marah.
"Kau sangat menyebalkan!" ucap Icha beranjak dari duduknya.
ucapannya membuat Rey kembali merasa marah."Apa kau bilang, aku menyebalkan?" tanya Rey dengan nada tinggi.
"ya kau selalu seenaknya. Kau pikir enak menjadi karyawan seperti ku, aku tidak bisa seenaknya ijin dan tidak masuk. Mereka pasti mengira jika aku memiliki hubungan spesial dengan mu hingga aku....
hmmpt.....
Rey sudah ******* bibir Icha. Hingga Icha tak jadi melanjutkan ucapannya. Icha kaget dengan serangan mendadak dari Rey. Rey mencium Icha lama hingga keduanya kehabisan nafas, baru Rey melepaskan ciumannya. Icha masih terengah engah.
Icha kembali ingin protes tapi lagi lagi Rey menciumnya dalam. Icha memukul dada Rey, hingga Rey terpaksa menyudahi ciuman mereka.
"Masih mau protes! mau aku cium lagi? Cepat bicara, Setiap kata yang kau ucapkan , aku pastikan satu ciuman untukmu. " ucap Rey
Icha kesal dan akan beranjak meninggalkan Rey. Rey kembali menarik tangannya. Rey memeluk Icha erat. "maaf" ucap Rey.
icah membalas pelukan Rey.
Rey melepaskan pelukannya dan memandang wajah Icha, mata mereka saling bertemu dan saling menyelami dengan perasaan masing-masing lebih dalam. Hingga tak terasa keduanya mendekatkan bibir mereka. Icha memejamkan matanya saat Rey kembali ******* bibirnya, kali ini mereka berciuman dengan penuh cinta, Rey mencium Icha dengan lembut.
Berita kebangkrutan keluarga Selina menjadi trend topik utama semua surat kabar. Gudang penyimpanan dan pabriknya kebakaran hingga menyebabkan kerugian milyaran rupiah. Keluarganya sudah dipastikan akan bangkrut.
Dan Berita kecelakaan tunggal yang menimpa Dimas. Dimas diduga ngantuk dan menabrak pembatas jalan. kini kondisinya kritis dan sedang dirawat di rumah sakit.
Icha membaca berita tersebut dan menutup mulutnya tak percaya. Dia tahu ini semua pasti ulah Rey. Icha sangat marah dengan tindakan Rey ini. Bukan seperti ini yang dia inginkan.
Icha mengambil ponselnya dan menelpon Rey.
"Ada apa sayang, apa kau merindukan ku?" ucap Rey saat telponnya tersambung
"Apa berita ini benar,?" tanya icha.
"Tentang?"
"Tentang Dimas dan Selina. Aku tahu itu semua pasti ulahmu?"
"Kau benar."
"Kenapa kau lakukan ini Rey?"
"Karena mereka telah berani mengusikku. Mereka berdua mencoba mengganggu milikku dan aku paling tidak suka di ganggu. Jika orang lain yang melakukannya mereka juga akan mendapatkan kan hukuman yang sama." jawab Rey enteng. Icha tidak habis pikir dengan jalan pikiran Rey.
"Tenanglah, aku sudah membereskan semua. Kau tidak perlu khawatir."
"Tapi Rey..."
"Dengar, aku paling tidak suka dibantah. Dan aku tidak mau hanya karena masalah ini kita bertengkar. Bersiaplah sebentar lagi aku akan menjemputmu, kita akan pergi menemui mama." ucap Rey mematikan telponnya.
Icha kesal dengan tindakan sesuka hatinya Rey. "Rey sudah keterlaluan" ucap nya pelan.