
Sheila pulang lebih cepat hari ini. Karena kebetulan kafe juga agak sunyi. Mungkin karena cuaca di luar juga sedang hujan.
Sheila berdiri di luar kafe. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Dia masih harus pergi ke supermarket untuk berbelanja bahan makanan. Untuk bekal Rey besok.
Sheila mendesah pasrah. Sudah lebih lima belas menit dia menunggu hujan nggak juga reda.
Dia sudah bersiap siap mau menerobos hujan dan berlari.
Tiba tiba tangannya di cekal seseorang.
"Kau mau menerobos hujan. Masih sangat deras dan kau akan sakit nanti karena kehujanan."
"Tapi aku masih harus ke supermarket di ujung jalan. Keburu tutup kalau menunggu hujan reda." jawab Sheila.
" Mau aku antar,?" tawar Roy.
"Tidak usah Kak. Nanti kau juga ikut basah dan sakit. Lebih baik aku pergi sekarang.
Roy masih belum mau melepaskan pegangan tangannya.
"Kak!!" Sheila memohon untuk di lepaskan.
"Akan aku lepaskan kalau kau mau pergi denganku. Ini hujan dan kau berjalan sendiri. Bahaya Tau!!" ucap Roy lagi.
Akhir Sheila mau ikut dengan Roy. Mereka berdua kehujanan. Karena Roy naik motor.
Setelah selesai belanja Roy mengantar Sheila pulang.
Sheila merasa tidak enak hati melihat Roy ikut hujan hujan demi dirinya.
"Terimakasih, kak." ucap Sheila.
" Tidak ada kata terimakasih dalam persahabatan." ucap Roy.
Roy belum berani mengungkapkan isi hatinya.
Dia menawarkan persahabatan sebagai awal agar Sheila mau berteman dengannya.
Sheila mengangguk. Dia sangat senang Roy mau bersahabat dengannya.
Sheila masuk ke dalam rumah. Meletakkan belanjaannya di atas meja dan bergegas mandi.
Setelah mandi Sheila membuat teh hangat untuk dirinya. Badannya terasa menggigil karena kehujanan.
Ting....
Bunyi pesan di hape Sheila.
Dia melihat notifikasi.
Pesan dari Bos Tampan.
Besok jangan lupa membawa bekal untukku. Harus enak dan bergizi.
Sheila menggerutu membaca pesan Rey.
Dia meletakkan handpone nya kembali dan memilih untuk tidur.
*******
Dikamar nya Rey tampak menunggu pesan balasan dari Sheila.
Dia telungkup dan meletakkan kepalanya di bantal.
Rey terbayang peristiwa tadi, saat dia melihat wajah asli Icha. Cantik, kata itu keluar secara spontan dari bibirnya. Untung saja tadi Icha tidak mendengarnya.
Tapi Icha memang sangat cantik. Kecantikan nya sangat alami tanpa ada polesan dan make up tebal. Berbeda dengan gadis diluar sana yang selalu menonjolkan kecantikan nya, Icha malah sengaja memakai kaca mata tebal, dan mengepang rambutnya untuk menutupi kecantikan wajahnya.
Rey jadi penasaran dibuatnya.
Sudah beberapa menit dia menunggu tak ada juga pesan masuk.
Rey kesal dan membanting ponselnya.
*****
Pagi pagi sekali Sheila sudah bangun. Kali ini dia bangun lebih awal.
Sheila mulai memasak, hari ini dia memasak ayam goreng dan capcai. Terserah Rey mau memakannya atau tidak.
Setelah selesai memasak, Sheila bergegas mandi dan sholat. Kemudian dia memakai bajunya untuk ke kampus. Dia kembali mengepang dua rambutnya dan memakai kacamata tebalnya. Baju yang dia pakai juga kemeja polos lengan panjang dan rok lebar bermotif bunga. Sungguh menunjukkan kesan cupu.
Sheila merasa sangat nyaman dengan penampilannya ini.
Setelah memasukkan nasi dan sayur ke dalam kotak bekal nya. Sheila keluar dari rumah. Diliriknya jam ditangannya sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.
Sheila memilih berjalan kaki ke kampus. Masih pagi dan aku tidak akan datang terlambat.
Sampai di gerbang diaelihat Selina and the gank masuk dan memarkirkan mobilnya.
Beberapa teman Selina melirik nya.
"Lihatlah si cupu itu, Dia mau ke kampus atau mau kondangan!" ejek teman salah seorang teman Selina.
" Bukan mau kondangan, tapi mau ngelenong!" jawab temannya yang lain.
Mereka semua tertawa terbahak bahak.
Sheila diam saja tidak membalas ucapan mereka. Dia berjalan dengan lebih cepat meninggalkan mereka.
Tak lama mobil Rey masuk dan parkir disana. Dia sempat melihat Selina dan teman temannya membully Icha.
Rey turun dari mobil. Selina melihatnya dan berjalan mendekat.
"Tumben pagi banget datangnya?" sindir Selina.
Memang Rey biasanya tak pernah datang pagi.
"Ada janji dengan dekan. Mau bahas rencana kemping bulan depan." Jawab Rey asal.
"Bareng yuk.! ajak Selina dan sudah menggandeng tangan Rey. Rey tidak menolak. Mereka berjalan masuk bersama. Selina tersenyum bahagia dan terlihat sangat bangga bisa bergandengan dengan pangeran kampus mereka.
Rey berjalan masuk ke ruangannya. Dan Selina masuk ke dalam kelasnya.
Rey melihat sudah ada kotak bekal di atas meja. Senyumnya terbit. Rey berjalan ke arah meja dan membuja kotak bekal tersebut. Dengan penuh semangat dia memakan kotak bekal yang dibawa oleh Icha.
Rey dengan cepat menghabiskan kotak bekal Icha. kemudian dia menyusun kotak bekalnya kembali. Rey memegang perutnya yang kekenyangan.
Masakannya biasa saja tapi mengapa rasanya sangat nikmat dan lezat. Bathin Rey.
Kemudian Rey mengambil ponselnya.
Derrrrrt...derrrrt
Rey menelpon Icha. Lama dia menunggu tidak juga diangkat. Rey menjadi kesal.
Dia mengirim pesan kepada Icha.
Temui aku sekarang, aku beri waktu tiga
menit. Awas kalau sampai terlambat. Aku akan menghukummu.
Icha membaca pesan tersebut dan menghela nafas.
Dia segera bergegas menemui Rey, dia takut akan mendapatkan hukuman tambahan dari Rey.
Yuni yang melihat Icha bergegas pergi setelah mendapat pesan pun merasa heran.
"Kau mau kemana?'
"Aku ada urusan sebentar. Aku buru buru. " ucapnya sambil setengah berlari.
Sheila masuk ke ruangan Rey dengan nafas ngos ngosan. Dia tidak menyapa Rey. Dia sibuk mengatur nafasnya.
Rey memperhatikan Icha, dia tertawa dalam hati. Sebegitu takutnya dia dengan ancaman ku.