Sheila & Rey

Sheila & Rey
Kesal



Rey masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan aanagt kencang. Pikirannya dipenuhi dengan wajah bahagia Icha yang tertawa dengan Aldi. "Sebegitu bahagianya dia bersama dengan pria itu. Tapi jika denganku hanya wajah ketakutan yang dia tunjukkan. Apa kurangnya aku dibandingkan dengan dia?" ucap Rey di dalam hati nya.


Mobil terus melaju dan tanpa dia sadari sudah berhenti didepan rumah Icha. " Kenapa aku kesini?" ucapnya saat tersadar sudah sampai di depan rumah Icha. Rey menghentikan mobilnya. Dia tidak turun, karena ini sudah larut malam. Tidak baik jika dia bertamu di jam seperti ini. Rey hanya memandang rumah Icha dari kejauhan. Setelah lama memandangi rumah Icha Rey kembali melajukan mobilnya ke rumah.


Icha sudah selesai mandi dan bersiap untuk tidur. Dia teringat akan pertanyaan Rey tadi. "Oh..iya dimana tadi ponselku. Icha mencarinya. "Dapat!" Ucap Icha senang. Dia menghidupkan ponselnya.


Tring..... tiga pesan masuk dan 23 kali panggilan tak terjawab dari Bos tampan siapa lagi kalau bukan Rey.


Icha membuka pesan yang dikirimkan oleh Rey. Seketika matanya terbuka lebar. Icha membaca pesan yang dikirimkan.oleh Rey. "Pantas tadi dia menyakan ponselku, ternyat tadi dia memintaku menemuinya. Pantas tadi dia terlihat kesal!" ucap Icha pelan.


"Apa dia marah, ya?? Tapi kan aku nggak sengaja. Mana aku tahu kalau dia menyuruhku menemuinya di rooftop tadi. Ya sudah aku minta maaf saja besok. kan beres?" ucap Icha tersenyum sendiri.


Icha memejamkan matanya. Sudah beberapa kali Icha tukar posisi.tidur dan menguap. Tapi matanya enggan untuk diajak tidur.


"Aku minta maaf saja besok, kan beres!$pikirnya. "Tapi gimana kalau dia masih marah? Apa aku kirim pesan aja ya." Icha terus berpikir mencari solusi yang terbaik.


"Ah, aku kirim pesan aja. Mana tadi ponselku?" Icha bertanya pada dirinya sendiri.


sudah entah yang keberapa kali Icha menulis pesan ! Tapi kembali dia mengshapusnya.


"maaf Rey, aku tidak membaca pesan mu tadi. Maafkan aku!" pesan terkirim ke ponsel Rey.


Icha merebahkan dirinya di tempat tidur dan bersiap untuk masuk ke alam mimpi.


triiing menandakan pesan yang dia kirimkan. Tak berapa lama balasan dari Zein muncul. ,


"😠😠" pesan yang dikirimkan oleh Rey.


icha menjadi kesal melihat balasan dari Rey. " Ngapain tadi aku repot repot meminta maaf padanya." ucapnya pelan.


Icha tidak membalas pesan yang Rey kirim. Dia memilih tidur dan meletakkan ponselnya.


Rey akhirnya tertidur. begitu juga dengan Icha. Mereka Sama sama tertidur dengan perasaan mendongkol.


***


Pagi sekali Icha bangun dan bersiap. Dia akan pergi lebih cepat hari ini. Dia malas bertemu dengan Rey Dia masih merasa kesal.


Rey bangun dan melihat jam disamping tempat tidur nya. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Rey terlambat bangun. Mungkin karena tadi malam dia susah tidur. Rey bangkit ke kamar mandi. Dia memakai pakaiannya dengan cepat kemudian bergegas pergi ke kampus. Rey yakin Icha pasti sudah berangkat pagi pagi sekali karena menghindarinya.


Di depan gerbang Icha bertemu dengan Dimas. Mungkin karena mereka satu angkatan jadi Icha selalu saja bisa bertemu dengan Dimas.


"Cha, kok cepat banget datangnya?" tanya Dimas dan melirik jam ditangannya yang masih menunjukkan pukul tujuh pagi. Sementara mereka masuk kulaih jam sembilan.


"Iya, ada tugas yang belum aku selesaikan. Mau diselesaikan sekarang.!" jawab Icha beralasan.


"Kamu pasti belum sarapan kan? kantin yuk?" ajak Dimas.


"Ehmm.. maaf tapi aku sudah sarapan lain kali aja ya?" ucap Icha menolak tawaran Dimas.


"Aku nggak terima penolakan. Lagi pula kita kan sudah janji akan jadi teman kenapa kau tidak mau menemani ku?" Ucap Dimas dan menarik tangan Icha menuju kantin.


"Tapi dim, aku mau mengerjakan tugas ku!"


"Sebentar aja. setelah itu aku akan membantumu mengerjakan tugasmu. Sudah jangan menolak." Dimas meraih tangan Icha dan menariknya ke kantin.


Rey sampai di kampus dengan cepat. lalu lintas pagi tidak begitu macet. Memudahkan dia cepat sampai.


Rey mencari Icha di ruang kelasnya, tapi Icha tidak ada. Rey ingin berjalan menuju ke ruangan BEM, tak sengaja matanya melihat Icha jalan berdua dengan Dimas.


Emosi Rey kembali naik ke ubun ubun. Dia marah lebih tepatnya cemburu melihat Icha dekat dengan laki laki lain. Rey berjalan mendekat dan menarik tangan Icha dengan kasar. Rey membawa Icha ke ruangannya. Icha yang di tarik hanya berusaha melepaskan diri dengan terus meronta. Tapi tenaga Rey lebih kuat dari nya. Hingga dia hanya mampu mengikuti Rey dan terus berjalan mengikuti Rey.