Sheila & Rey

Sheila & Rey
Bukan aku



Icha masuk kedalam rumahnya. Tadi Rey mengantarnya dan langsung pulang ke rumahnya.


Icha menghempaskan tubuhnya di kasur. Kembali dia mengingat kejadian semalam. "Mengapa Dimas tega berniat jahat padaku? Apa salahku?" ucapnya dalam hati.


Icha bingung sendiri mencari jawaban atas pertanyaan nya. Dia tidak merasa memiliki salah apapun terhadap Dimas. Bahkan Dimas selalu bersikap baik dan manis padanya.


Icha bangkit dan mandi. Dia akan bersiap ke kampus. Ada tugas yang harus dia serahkan hari ini. Icha berniat akan menemui Dimas dan menanyakan semuanya. Hingga dia merasa tenang.


Setelah mandi, Icha bersiap. Icha berdiri di meja riasnya. Memandang pantulan wajahnya di cermin. Sedikit memoles bedak dan lipglosh.


Icha keluar rumah dan memanggil taksi. Dia akan berangkat menggunakan Taksi.


Sesampai di kampus Icha berjalan masuk ke dalam kelasnya. Dari kejauhan dia melihat Yuni.


"Yuni tunggu!" panggil Icha


Yuni menoleh ke belakang.


"Icha" panggilnya heboh. yuninmenarik tangan Icha menjauh. "Ada apa tanya Icha?" dia bingung melihat sikap Yuni.


"Kamu, belum melihat Mading?" tanya Yuni. "Ayo" ucapnya menarik tangan Icha untuk mengikutinya ke depan dan melihat Mading. Disana sudah berkumpul banyak mahasiswa. Icha semakin penasaran ditambah tatapan jijik yang dilayangkan mahasiswa yang melihatnya. Icha sampai melihat dirinya , Apa ada yang slah dengan penampilannya.


Icha menyeruak para mahasiswa dan mencoba melihat papan pengumuman. Betapa terkejutnya dia melihat photonya di peluk seorang pria di depan sebuah kamar apartemen. Dibawah gambarnya tertulis bacaan. " Bergaya cukun ternyata Wanita panggilan."


Icha menarik gambar tersebut dengan penuh emosi dan meremasnya


Dia tidak habis pikir siapa yang tega membuat berita fitnah seperti itu. Semua mahasiswa menghina dan memakinya. Inca berlari dan menangis. Icha terus berlari mencegat taksi yang lewat dan masuk kedalam. Dia masih terus menangis. supir taksi pun bingung dibuatnya.


"Mau kemana kita non!" tanya supir taksi akhirnya setelah begitu jauh berjalan Icha tak juga menyebutkan tujuannya.


Icha menyebutkan alamat rumahnya. Taksi melaju menuju ke alamat yang dia sebutkan. Icha turun begitu taksi berhenti dan membayarnya. Icha berlari masuk ke dalam rumah.


Rey baru selesai mandi. Tadi setelah mengantarkan Icha Rey tidur di kamarnya. Semalam dia kurang tidur,apalagi dia tidur di sofa dan Icha tidur di kamarnya. Ponselnya berdering, tertulis nama Roni disana.


"Ada apa Roni menelpon sepagi ini!" bathin Rey.


Rey mengangkat telpon sambil mengeringkan rambutnya.


"Rey, loe ada dimana?" tanya Roni begitu telponnya diangkat.


Rey menjauhkan ponselnya karena suara Roni terlalu keras.


"Di rumah, ada apa?" tanya Rey penasaran.


"Loe cepet ke kampus dan lihat di Mading. Ternyata Icha tidak seperti yang kita pikirkan. Ternyata dia adalah gadis panggilan." ucap Roni.


"Apa maksud loe?" tanya Rey semakin bingung.


Buka wa loe biar gua kirim gambarnya." Ucap Roni dan memutuskan panggilannya.


Tring.....


Pesan masuk di ponsel Rey.


Rey menggeram kesal melihat gambar yang dikirim Roni ke ponselnya. Photo itu adalah photonya yang membawa Icha masuk ke dalam apartemennya. Hanya wajah Rey sedikit disamarkan jadi hanya Icha yang terlihat jelas. Rey menggeram kesal , Siapa yang sudah berani mengambil gambarnya. Rey meremas jari tangannya hingga buku bukunya memutih. Rey segera memakai pakaiannya dan berjalan mengambil kunci mobil dan ponselnya. lalu berangkat ke kampus. Dia ingin melihat langsung photo yang diceritakan oleh Roni.


Rey menelpon Icha, tapi nomor Icha tidak dpat dihubungi. Rey yakin pasti Icha sudah mengetahui photo itu dan sekarang sedang bersedih. Rey semakin meradang. "Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang berani memfitnahnya." ucap Rey.


kira kira siapa ya pelakunya. Ada yang tau nggak ya. Beri like and vote ya, biar mamie makin semangat up nya.


"