
Rey asyiik memainkan ponselnya. Menunggu Icha yang sedang memasak.
Tercium aroma wangi dari masakan Icha. Perut rey langsung merasa keroncongan.
"Sudah selesai belum?" tanya Rey melangkah masuk ke dalam dapur.
"Belum," jawab Icha kesal.
"Cepat sedikit. Aku sudah sangat lapar."
"Kalau mau cepat, makan di restoran sana. Orang kaya tapi pelit sekali, setiap hari memaksa aku memasak. Dasar pelit!!" ucap Sheila pelan, namun masih bisa di dengar oleh Rey.
"Kau berkata sesuatu?" tanya Rey
"Eh...ti..tidak ada. Kau salah dengar, aku hanya bernyanyi, ya...aku hanya bernyanyi.!" ucap Sheila sambil cengengesan.
Rey duduk menunggu masakan Icha selesai.
Rey makan dengan lahap. Icha hanya memandanginya saja.
"Kau tidak makan?" tanya Rey.
"Ti..tidak. Aku masih kenyang." jawab Icha.
"Cepat bersiap. Temani aku ke acara teman ku hari ini." ucap Rey.
"Tapi aku harus bekerja nanti?" tolak Icha.
"Aku bosnya. Terserah padaku, cepat, aku paling benci menunggu." ucap Rey sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya.
Icha bangkit dan masuk ke kamar mengganti bajunya. Kemudian dia keluar. Dengan gaya culunnya.
"Ganti!!" ucap Rey.
"Ada yang salah!" tanya Icha sambil memperhatikan penampilannya.
"Ganti, aku mau kau berpenampilan biasa, tanpa kacamata mu itu."
Dengan malas Icha mengganti bajunya. Icha keluar dengan baju tanpa lengan dan menggerai rambut nya.
"Cantiik.!" kata itu keluar begitu saja dari bibir Rey tanpa dia sadari.
Icha berjalan ke arahnya.
"Ayo," ucap Rey pada Icha.
Dia berjalan mendahului Icha dan masuk kedalam mobil. Jangan harap Rey akan bertingkah romantis dengan membukakan pintu untuk Icha.
"Cepatlah, kau sangat lambat." ucapnya begitu Icha masuk ke dalam mobil.
Mobil melaju meninggalkan rumah Icha menuju ke arah luar kota. Icha memperhatikan pemandangan di sepanjang jalan. Dia heran kemana Rey akan membawanya.
Icha sudah memandang Rey, Hendak bertanya.
"Jangan banyak tanya. Ikut saja.!" ucap Rey.
"Apa kau akan membunuhku dan membuang mayat ku di hutan?" tanya Icha sedikit takut.
Rey tersenyum. Tangan nya memukul kepala Icha.
" Hilangkan pikiran buruk mu itu!!" "Kebanyakan nonton Berita kriminal, makanya pikiran mu seperti itu. Kita akan ke villa temanku, dia mengadakan pesta ualng tahun."
"Kenapa kau tidak mengajak pacarmu, saja?" tanya Icha.
"Kalau aku tidak mau, lalu kau mau apa?"
"Aku tahu...," Icha tersenyum sebelum meneruskan ucapannya.
"kau tidak punya pacar ya! makanya mengajak aku, ya kan?"
"Kau jangan ke GR an, banyak wanita yang ngantri ingin jadi pacar aku. Tapi aku malas mengajak mereka. Aku hanya nggak mau rugi, karena aku bisa menyuruh mu disana. Kau kan pembantuku."Ucap Rey.
Icha mendesah pasrah.
"Huh!!!!"
Dia diam malas mendebat Rey. Dia lebih memilih memandang keluar kaca. Menikmati indahnya pemandangan.
Akhirnya mereka sampai di villa temannya Rey. Rey turun,
"Ayo" Ucapnya.
Dia menggandeng tangan Icha. Icha memandangi Rey.
Rey terus berjalan dan menarik tangan Icha masuk ke dalam.
" Selamat datang Rey," seseorang menyambut Rey. Kemudian memeluknya. Icha merasa heran. Dia memandang cewek tersebut. Sangat cantik dengan pakaian yang kekurangan bahan.
"Selamat ulang tahun Devi," ucap Rey.
"Kenalkan, ini Icha". Ucap Rey memperkenalkan Icha padanya.
"Icha " ucap ICHA mengulurkan tangannya.
Devi diam aja. Dia memandang Icha dari atas ke bawah. "Tidak cantik", bathinnya. Devi enggan mengulurkan tangannya. Dia menarik tangan Rey menjauh dan membawanya. Tinggal Icha sendiri.
Icha bingung, tidak ada orang yang dia kenal di tempat ini. Icha memerhatikan sekitarnya. Kemudian dia berjalan mengambil makanan. Dan membawanya duduk di sudut ruangan. Icha makan sendirian.
"Boleh duduk disini?" ucap seseorang mengagetkan Icha. Icha menoleh ke asal suara. Dilihatnya seorang pria tampan sudah duduk di kursi disampingnya.
"Silahkan ucap Icha." Dia meneruskan makan nya.
Cowok tersebut tersenyum melihat Icha yang cuek padanya. Biasanya cewek cewek akan salah tingkah bila di dekatnya.
"Boleh kenalan?" tanya cowok tersebut dan mengulurkan tangannya.
"Aku Rangga", Ucapnya lagi.
"Apa nona temannya Devi? tapi kenapa aku baru mengetahuinya, Jika Devi memilki teman secantik nona?" ucap Rangga lagi.
Icha mengelap mulutnya setelah menghabiskan makanannya.
"Aku Icha, temannya Rey. Dia yang mengajak aku kesini." Jawab Icha.
"Oh, jadi nama kamu Icha. Senang berkenalan dengan mu nona. " Ucap Rangga.
Icha hanya tersenyum menanggapinya.
Rey melihat sekeliling mencari keberadaan Icha. Tadi dia memang meninggalkan nya sebentar karena di tarik oleh Devi. Setelah lama berkeliling. Dia melihat Icha sedang asyik mengobrol dengan seorang cowok.
Emosi Rey naik ke ubun ubun.
"Berani sekali dia merayu cowok disini." Pikir Rey.
Rey datang menghampiri mereka.
"Hai Rey," sapa Rangga ramah.
Rey hanya tersenyum menanggapi sapaan Rangga.
"Ternyata kau disini. Aku sudah berkeliling mencari mu," ucap Rey menarik tangan Icha.
Icha pasrah dan mengikuti Rey.
"Gadis yang Menarik," ucap Rangga. Dia juga bangkit meninggalkan meja tersebut.
" Kau tidak boleh jauh jauh dariku. Ingat, kau juga tidak boleh keganjenan seperti tadi. jangan membuat aku malu." ucap Rey pelan sambil terus menarik tangan Icha.
"Rey....." panggil Devi.
"Acara nya dah mau mulai. Papa dan mama mencari mu, ayo." Devi kembali menarik tangan Rey. Ya, Devi memang sangat menyukai Rey. Dia sangat berharap bisa menjadi pacar Rey.
Rey mengikuti Devi dan meninggalkan Icha. Icha hanya mendesah....
"Tadi aja marah marah nggak jelas", ucapnya pelan.
Acara pun dimulai. Rey disebelah Devi saat tiup lilin. Devi terlihat sangat senang dan sangat bangga bisa berdampingan dengan Rey.
Icha memilih duduk di taman. Pestanya merupakan pesta taman. Halaman villa tersebut sangat luas dan indah. Hanya saja acara intinya ada di teras depan. Icha berjalan ke belakang taman.
Rangga terus memperhatikan Icha sedari awal.tadi. Dilihatnya Icha ke belakang dan Rangga mengikutinya.
"Hai kita ketemu lagi," sapanya ramah pada Icha.
"Mengapa kau menyendiri disini?" tanya Rangga.
"Aku tidak menyendiri aku hanya melihat lihat saja. Pemandangannya sangat indah, aku suka." jawab Icha polos.
"Boleh aku temani." tanya Rangga yang kini duduk di kursi taman tidak jauh dari Icha.
"Kenapa kau tidak bersama Rey di dalam, apa kau pacarnya Rey?" tanya Rangga menyelidik.
"Aku....
Rey datang menarik tangan Icha dengan kasar dan menyeretnya keluar.
"Rey...lepas....
Saakiiiit Rey ....lepas!" Icha terus memberontak. Rey terus menyeretnya.
"Rey, hentikan. Jangan kasar sama cewek" ucap Rangga.
Rey menolah ke arah Rangga. Matanya tajam seperti ingin menusuk jantung Rangga. "Ini bukan urusan mu!" jawab Rey dan terus menyeret Icha hingga sampai ke mobil.
"Masuk!" bentak Rey.
Icha diam saja. Dia enggan untuk mematuhi perintah Rey.
Melihat Icha diam saja. Emosi Rey kembali meluap.
Rey kembali mencengkram tangan Icha dan memaksanya masuk ke dalam mobil.
"Cepat masuk!" bentak Rey.
Dengan terpaksa Icha masuk ke dalam mobil Rey.
Rey masuk dan menghidupkan mobilnya. Dia melaju dengan sangat kencang.
"Rey, Hentikan kaunbusa membunuhku. aku belum aku mati Rey!" ucap Icha
Rey terus melaju dan meluapkan semua kekesalannya.
"Rey hentikan. Atau... aku akan melompat!"
Tiba tiba Rey Mengerem dan Icha hampir terbentur dasbord.
"Kenapa, kau marah aku mengganggu mu? Kau sama saja dengan cewek cewek lain di luaran sana, murahan!!" ucap Rey dengan penuh emosi.
"Kau........"
Icha mengangkat tangannya ingin menampar Rey. Tapi kemudian dia tidak.jadi menampar Rey.
"Dengar, aku tidak suka kau dekat dekat dengan nya. Dia itu bukan pria yang baik." ucap Rey.
Kemudian dia melajukan mobilnya kembali.
mohon dukungannya dengan vote dan like. Terimakasih